
Razel telah tiba di depan rumah Marsyal. Namun, Marsyal belum datang dirumah itu.
Tak sampai sepuluh menit, Marsyal datang dan mempersilahkan Razel masuk terlebih dulu.
Rumah Marsyal, terlalu luas untuk ditinggali sendirian.
Dan Rumah itu, adalah rumah peninggalan kedua orang tuannya yang merupakan seorang saudagar.
Razel, melihat foto keluarga yang terpampang diruang tamu dan berisi tiga orang didalam foto tersebut.
"Anu,... Marsyal. Aku min..."
"Untuk apa minta maaf, duduklah dengan tenang. Aku tak akan melaporkan hal ini pada istana. Ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan tentang Arthur dan ada beberapa hal yang ingin ku lakukan untuk Arthur. Apa Kau suka minuman jahe?"
Nada bicara Marsyal, tak seperti orang yang khawatir dan nada bicara itu sama seperti Nada yang biasanya.
"Tentu"
Marsyal membuatkan minuman untuk Razel dan, sekilas Ia melihat Razel yang masih memperhatika foto keluarga Marsyal.
"Aku anak tunggal. Dan Orang tuaku telah meninggal secara bersamaan empat tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan. Apa Kau baru mendengarnya?" Ia meletakkan minuman jahe hangat yang cocok untuk musim sekarang.
Razel menerima jahe hangat itu dan Ia letakkan di meja depannya.
"Iya, Kita tak pernah sedekat ini sejak sebelum ada Arthur disini"
Guild Pemberantas Iblis adalah guild yang paling dijauhi oleh Guild-guild yang lain sejak komanya Nel.
"Ya, anggap saja ini tanda pertemanan Kita mulai hari ini"
Marsyal duduk di kursi depan Razel.
"Lalu, Apa yang ingin Kau katakan?" Razel tak ingin berlama-lama dirumah Marsyal.
Marsyal melihat Razel.
"Apa ada tanda-tanda aneh yang terjadi pada Arthur akhir-akhir ini?"
"Tak ada, selain hilangnya tanduknya dan keluarnya Archie yang tiba-tiba dari tubuh Arthur" Jawab Razel dengan singkat.
Marsyal sama sekali tak terkejut atas keluarnya Archie dari tubuh Arthur.
"Apa Kau masih ingat dengan insiden enam tahun yang lalu? Hari pertama kalinya Kau dan Kami semua bertemu dengan Pangeran Aosora Arthur. Maksudku adalah itu. Aku tau kalau Dia, 'Pangeran Aosora' menggunakan sihirnya untuk menghilangkan ingatan saudaranya Tsuha mengenai insiden itu. Tolong katakan dengan jujur. Aku telah mengusut Keluarga Aosora sejak Aosora Alex dan lembar setinggi 40 cm ini, hasil penyelidikanku selama kurang dari satu bulan"
Marsyal telah berjuang keras untuk pencarian Aosora Bram.
Razel mengambil beberapa lembar kertas itu.
Ia bersikap senatural mungkin karena, Ia tau sesuatu tentang Arthur.
Di lembar teratas yang diambil oleh Razel terdapat tulisan bahwa Aosora Arthur terlahir dengan rambut biru gelap hampur hitam dengan kornea mata berwarna biru langit dan Aosora Arthur dibawa oleh Ratu Aosora ke Shinrin selama hampir tujuh bulan. Dan saat Aosora Arthur kembali, rupa dan warna rambutnya sudah berubah. Begitu pula dengan warna korneanya. Lalu, Raja Agleer Linus tidak pernah melihat bayinya Aosora Arthur. Saat ia berkunjung, Usia Aosora Arthur sudah satu tahun.
Membaca itu, Razel membelalakan matanya.
"Tunggu, bukankah Raja Agleer Linus ikut dalam mencari seseorang yang bisa menyembuhkan Arthur?"
"Raja Agleer Linus hanya mengirim penyembuh pribadinya dan Ia tak sempat mengunjungi Keluarga Aosora itu karena Istrinya juga dalam keadaan hamil tua serta sakit. Beliau, tidak tau kalau Keluarga Aosora berkunjung ke Shinrin saat Aosora Arthur berusia 2 minggu"
Semakin kesini, Razel yakin dengan perkataan Nox.
"Kalau Arthur bertingkah aneh, tetap beri laporan dengan sejujur-jujurnya. Sebab, Aku memiliki pikiran yang terlalu jauh. Aku, takut kalau Aosora Arthur sebenarnya adalah seorang titisan" Ringkas Marsyal.
Ucapan Marsyal benar-benar tak bisa dipercaya dan terdengar seperti sebuah lelucon.
Razel meletakkan lebaran kertas itu ditempatnya kembali.
"Menganggap Arthur sebagai seorang Titisan itu, terlalu berlebihan. Kenapa Kau menganggapnya seperti itu?" Ia memejamkan matanya saat menanyakan hal itu.
"Kasus ini, hampir sama dengan kasus De luce Archie. Bedanya, Arthur tak memiliki hubungan kutukan yang membuatnya bisa kembali seperti itu. Aosora Arthur memiliki riwayat kelainan mana sejak ia lahir. Maksudku, Dia terlahir dengan mengisap mana orang disekitarnya dan harusnya, sampai sekarang Ia masih bisa melakukan itu"
Akhirnya, Razel paham kenapa Marsyal menyarankan Arthur menggunakan sihir itu untuk sihir pamungkasnya. Ternyata, Marsyal sedang mencari kebenaran.
Razel mengkernyitkan keningnya karena, Marsyal tak bisa disalahkan.
"Lalu, disini Aku mengatakan tentang Archie. Ia terbangkit karena kutukan Ayahnya dan Arthur tak memiliki hubungan dengan kutukan De luce Arnold. Kenapa Aku mengatakan itu? Karena, Kutukan De luce Arnold mengarah pada Keturunan Penerus Aosora Alex yang tak akan berumur melebihi 40 tahun. Arthur, bukan penerus Aosora Alex serta, Ia tak akan terkena kutukan itu asal Dia bukan penerus Aosora yang memiliki tanda kutukan seperti dipungung Empat Raja Aosora dan Aosora Bram" Marsyal melingkari tulisan Aosora Arthur.
Setidaknya, Razel paham dengan teori yang Marsyal berikan.
Marsyal termasuk cerdas saat mencari kebenaran tentang Arthur walau sedikit meleset.
"Kalau Aosora Arthur adalah seorang titisan, Ia akan menjadi titisan Apa? Seorang titisan harus berdarah murni dan Arthur adalah keturunan campuran" Pernyataan Marsyal ditepis oleh sebuah kebenaran milik Razel.
"Bagaimana kalau Dia seorang ingkarnasi? Dia memang terlahir sebagai campuran tapi, bukan berarti kalau Dia akan kehilangan hal itu" Ucapan Marsyal ada benarnya.
Razel terdiam untuk sesaat. Ia tak bisa menerimz kalau Marsyal menganggap Arthur sebagai seorang titisan.
"Tubuh Seorang titisan memang bisa mati. Tapi, tidak dengan jiwanya. Bisa saja, Arthur saat ini menyusup pada tubuh orang lain bila memang Ia seorang titisan"
Pernyataan Marsyal tepat sasaran.
Razel tak bisa mengelaknya lagi. Namun, tetap saja Razel tak mengatakan kebenarannya.
"Benar juga, Lalu, apa yang Kau inginkan untuk Arthur?" Razel tetap merahasiakannya.
Orang yang bisa menyimpan rahasia mungkin bijaksana, tetapi Dia tidak sebijaksana orang yang tidak menyimpan rahasia. - EW Howe
...****************...
Razel kembali kemarkas dan langsung menemui Arthur.
Namun, saat ini Arthur sedang berlatih dengan Nao dan dipantau oleh Archie serta Tsuha di halaman belakang markas.
"Dagh!!!! Bruakkkkk!!!!!" Arthur terpental saat menahan sihir milik Nao.
Ia terpental hingga punggungnya menghantam tanaman milik Shera.
"Ugh.... Lebih baik Aku pergi~" Archie dan Tsuha masuk kedalam markas diam-diam pura tak tau tentang hal itu.
Razel melihat tanaman yang rusak tersebut dan masuk kedalam lagi.
Arthur tidak tau kalau itu tanaman Shera. Ia berdiri dan mengosok hidungnya yang mimisan.
"KEREN!!! BAGAIMANA KAU BISA MEMBUAT SIHIR SEKUAT ITU?!"
Arthur ingin bisa sihir seperti Nao dan Ia sangat menyukai hal ini.
Arthur setengah berlari kearah Nao yang meringis dan melipat kedua tangannya didadanya.
"Aku hebatkan?" Nao senang mendapatkan pujian dari Arthur.
Dengan mata yang berbinar-binar, Arthur mengangguk-angguk "Ajari Aku!"
"HAHAHA! Panggil Aku Guru!"
"GURU!" Tegas Arthur dengan semangat.
"Gak denger!"
"GURUUUU!!!!" Tegas Arthur dengan penuh semangat.
"Dasar bocah!" Daeva menepuk keningnga saat melihat Arthur dan Nao dari kejauhan.