
De luce Arnold adalah Raja Akaiakuma ke 10 yang merupakan anak kedua dari Raja De luce ke 9.
Kerajaan Akaiakuma adalah Kerajaan terbesar di Negri Arden.
Tahun 989 adalah tahun kelahiran Arnold dan ditahun itu, Kerajaan Shinrin, Aosora, Meganstria, dan Narai hanyalah desa biasa yang berada dibawah pemerintahan Raja Ke 9 Akaiakuma.
Arnold, bukanlah Anak dari Ratu Akaiakuma.
Ratu Akaiakuma, istri dari Raja ke sembilan Akaiakuma meninggal karena penyakit bawaan dan meninggalkan satu Putra yang masih berusia 5 tahun yang mirip sekali dengan Raja. Yakni, berambut hitam legam dengan mata merah serta tanduk yang menjulang keatas.
Di usia ke enam tahun Pangeran Pertama dari Raja ke sembilan, Ia mendapatkan adik tiri dari hubungan gelap Raja kesembilan dengan seorang wanita muda berbangsa Iblis Ras putih yang langka namun, masih memiliki tanduk tipis yang melintang dikeningnya.
Wanita itu, melahirkan seorang Putra diusiannya yang menginjak 19 tahun, dan Ia meninggal diusia muda paska melahirkan.
Anak dari wanita itu, memang diharapkan oleh Raja kesembilan untuk menundukkan seluruh kerajaan yang berada di Negri Arden karena akan memiliki ciri-ciri seperti Titisan Kehancuran.
Namun, Arnold lahir dengan tanduk seperti ayahnya.
Sang Raja, menginginkan seorang Putra tanpa tanduk dan memiliki ras rambut putih tanpa tanduk.
Namun, karena rasa cintanya sang Raja pada wanita muda itu, Dia menyanyangi Arnold seperti menyayangi Putra pertamanya.
Tapi, sejak Arnold dinobatkan sebagai Pangeran kedua diusianya yang ke tujuh tahun, Pangeran pertama tidak menyukainya.
Pangeran Pertama, berusaha membuat Arnold lebih lemah darinya, hingga sebuah kejadian yang membuat Arnold tak bisa lagi mengeluarkan Pedang mana.
Pangeran Pertama, mengajari Arnold yang masih berusia tujuh setengah tahun untuk membuat Pedang Mana.
Arnold berhasil membuat pedang mana disaat percobaan pertama dan disaat yang bersamaan, Pangeran pertama yang penuh dengan rasa kedengkian, dengan sengaja melempar sihirnya tepat ditangan kanan Arnold yang memengang pedang mana dan Pedang mana itu, meledak ditangan kanannya hingga terluka akibat serpihan pedang mana itu yang membuat tangan Arnold terlukan dalam serta, harus menerima 15 jahitan karena, tubuh Arnold menolak sihir penyembuhan.
Arnold tidak keluar kamarnya selama dua bulan lebih akibat traumanya pada sihir dan pedang mana.
Sang pangeran pertama tak merasa bersalah sedikitpun. Malahan, Ia merasa puas melihat teriakan adik tirinya setiap hari saat melihat sihir milik prajurit.
Namun, Trauma itu menghilang saat kedatangan sosok pria berambut biru lebih muda dari langit, dan mata sekelam laut yang dalam. Serta, Tanduk abu-abu yang mendekati warna biru seperti warna rambutnya yang melintang dari atas belakang telinga kanannya hingga atas belakang telinga kirinya.
Dia adalah seorang pengembara yang bernama Ambareesh.
Ambareesh datang memasukki Istana Akaiakuma setelah diangkat menjadi Prajurit Akaiakuma dan berada dibawah perintah Ha Nashi secara langsung. Raja Akaiakuma, tak berhak memerintah Ambareesh karena Ia terjalin perjanjian dengannya.
Ambareesh berhasil membuat seorang yang memiliki drajat tertinggi di Akaiakuma tunduk dihadapan pedang sihirnya yang berwarna biru langit.
Raja Akaiakuma, bersumpah akan mengabulkan satu keinginan Ambareesh.
Saat itu, Ambareesh membawa empat temannya yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.
Ambareesh yang masih berusia 19 tahun tidak serakah. Ia, meminta dengan sopan agar empat temannya dimasukkan kedalam keprajuritan Akaiakuma dengan pangkat yang sama dengannya.
Raja, tidak menyetujuinya begitu saja. Ia memberi syarat, bisa menyembuhkan putranya dari traumanya dan menjadi seorang guru bagi Arnold.
Ambareesh tidak ingin dirinya dimonopoli oleh Raja licik itu.
Ambareesh menyetujuinya, asal ia diberi tempat tinggal yang layak selama menjadi guru pangeran kedua.
Setelah negosiasi yang panjang dan ditengahi oleh Ha Nashi, Raja dan Ambareesh menyetujuinya.
Sejak hari itu Ambareesh mulai mengunjungi secara rutin Arnold yang tak berani mengeluarkan sihirnya karena masih trauma pada pada pedang mana.
"Tenanglah, apa Pangeran suka ikan ?"
Suara Ambareesh terdengar halus dan menenangkan ditelinga Arnold.
Arnold tidak menjawab pertanyaan Ambareesh dan Ia fokus pada mengambarnya.
Ambareesh mendatangi Arnold.
"Suka mengambar ? Saya, waktu kecil suka mengambar langit dan rumah"
Ambareesh berusaha mendekati Arnold kecil yang super cuek padanya.
Arnold menutup lebaran gambarnya dan menatap Ambareesh dengan tatapan sinis.
Ambareesh tidak menunjukkan senyuman sedikitpun dan itu membuat Arnold tiba-tiba takut pada Ambareesh.
Arnold langsung menunduk setelah melihat wajah Ambareesh itu.
"Untuk apa kesini ?"
Arnold bertanya tanpa melihat wajah Ambareesh.
Arnold berdiri dari meja belajarnya.
"Aku tidak butuh guru. Aku punya banyak buku dan Aku bisa mempelajari semuanya sendirian" Cetus Arnold.
Ambareesh melihat semua pergerakan Arnold.
"Benarkah ? Apa Kau mau menjadi Pangeran yang tidak bisa apa-apa ? Tak bisa sihir, Itu akan sangat memalukan bagi Kerajaan Akaiakuma. Bayangkan apa yang akan dikatakan oleh rakyatmu nanti bila Kau tak bisa satu sihir pun"
Arnold tersentak mendengar ucapan Ambareesh yang sangat menusuknya itu.
"Aku tidak ingin menjadi Raja. Lagi, pula... Aku bukanlah anak Ratu"
Ambareesh menyeringai tipis.
"Bagaimana, Kalau suatu hari nanti ayah dan kakakmu terbunuh ditanganku ? Apa Kau masih bisa mengelak untuk menjadi seorang Raja Akaiakuma De luce Arnold ?"
Arnold membelalakan matanya setelah mendengar itu.
Ia sangat marah pada Iblis Abrnormal seperti Ambarresh.
Arnold langsung melihat Ambareesh.
"Kau, Iblis Abrnormal yang tak sadar diri atas drajat mu yang lebih rendah dari ayahku dan Kakakku ! Iblis seperti mu tak pantas mengatakan hal itu dihadapanku ! Aku seorang pangeran kedua Akaiakuma ! De luce Arnold, mengusirmu dari sini !" Tegas Arnold.
Ambareesh begitu santai dan melipat kedua lengannya didadanya.
"Aku bukan Iblis Abnormal. Ini hanya tanduk buatan" Ambareesh menghilangkan tanduknya itu didepan Arnold.
Arnold sangat terkejut melihat tanduk itu yang menghilang begitu saja.
"Tanduk ini, ku gunakan hanya untuk menyimpan kelebihan sihirku agar tidak memberatkan tubuhku saat menyerang orang. Mau mencoba ku serang ?"
Arnold mundur beberapa langkah sambil menunjuk Ambareesh.
"Aku !!! Tidak ingin punya guru dari bangsa lain selain bangsa Iblis !!!!"
Arnold mengatakan itu karena takut pada Ambareesh setelah merasakan aura Ambareesh yang sangat terasa dingin.
"Kenapa ? Ayahmu saja, tunduk dihadapanku. Kurang kuat apa diriku yang bisa menundukkan seorang raja ?"
Ambareesh mendekat ke Arnold.
"Tidak mungkin ! Ayahku adalah orang terkuat dinegri ini!" Tegas Arnold sambil mundur hingga pungungnya menyentuh tembok dan Dia tidak bisa mundur lagi.
Jantung Arnold berdegup dengan kencang saat Ambareesh mendekatkan mulutnya ditelinganya.
"Diatas langit, masih ada langit Pangeran. Apa Aku perlu menunjukkan itu padamu dengan cara membawa kepala ayahmu kemari ?"
Ambareesh sekali tersenyum ia menunjukkan seringaiannya dengan dua taring yang lancip didepan wajah Arnold.
Ia merasa Arnold cukup lucu untuk digoda.
"Aku bercanda, Aku bukanlah orang yang kejam dan tak berperasaan" Ambareesh tersenyum sambil menutup kedua matanya.
Arnold menelan ludah dan kakinya lemas karena mendengar Ambareesh kalau itu hanyalah candaan.
Ia berkeringat dingin dan mengusap keningnya dengan sapu tangan.
"Panggil Ayahku. Aku ingin berbicara dengannya"
Ambareesh memundurkan kepalanya dan memunculkan kembali tanduknya itu.
"Aku bukan pelayanmu"
Arnold mendengus kemudian membuka sedikit pintu kamarnya.
Ambareesh tersenyum dan... "BRUUUK!!!" Ia mendorong Arnold hingga tersungkur keluar kamarnya.
"Astaga Pangeran !!!! Kenapa bisa jatuh ?!!!" Seorang Pelayan wanita yang berada disekitar sana langsung berlari dan menolong Arnold.
Arnold melihat Ambareesh yang melangkahkan kakinya tepat disampingnya tanpa menunduk.
"Ku tunggu di Ruangan Pribadi Raja, Pangeran" Ucap Ambareesh tanpa melihat Arnold.
"CK!!!" Arnold langsung berdiri dan mempercepat langkahnya agar tidak didahului oleh Ambareesh.
Bagaimana pun itu, Arnold masih kecil dan Ia hidup seperti ajaran ayahnya yang merendahkan bangsa non Iblis seperti, Ambareesh.