The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Awal dari kekaguman Arnold



Arnold datang keruangan ayahnya dan mendahului Ambareesh yang berjalan dengan santai.


Arnold mengadu pada ayahnya kalau Ambareesh berkata akan membunuh ayah dan kakaknya. Serta, ia mengadu juga kalau habis didorong oleh Ambareesh hingga tersungkur.


Ambareesh hanya melihat raja Akaiakuma itu diambang pintu ruangan pribadi Raja.


"Ah, Ambareesh apa itu benar?"


Raja menanyakan kebenarannya pada Ambareesh.


Ambareesh tidak menunjuk ekspresi adapun .


"Tadi, saya hanya bercanda agar Pangeran kedua termotivasi untuk belajar sihir. Saya tidak mengira kalau Pangeran kedua akan menganggapnya serius"


Arnold melihat ke Ambareesh dengan mimik kesal.


"Ayah! Itu tidak benar! Dia!"


"Arnold, Putraku... Dengarkan ayahmu ini"


Sang Raja mengangkat Arnold dan mendudukkannya diatas meja kerjanya.


"Ambareesh adalah orang yang hebat. Kau harus bersikap sopan padanya. Dia mulai hari ini akan menjadi gurumu"


Arnold mengeleng dan melihat ke Ha Nashi agar membujuk ayahnya.


Namun, kali ini Ha Nashi tidak berpihak padanya dan Ha Nashi mengalihkan pandangan dari Arnold.


Arnold hampir menanggis


Ia tidak percaya kalau Ha Nashi tidak akan membantunya.


"Ayah! Aku ingin digurui oleh Tuan Ha Nashi! sama seperti Kakak!" Tegas Arnold dengan tatapan serius.


"Maaf Pangeran, Saya tidak akan berada disini selama enam bulan. Ambareesh masih murid Saya. Anda bisa belajar padanya"


Ambareesh mengangkat salah satu alisnya saat mendengar ucapan Ha Nashi.


Ambareesh bukan Murid Ha Nashi. Melainkan, Ha Nashi adalah Sosok penyelamat bagi Ambareesh.


"Aku akan menunggunya!"


Arnold, bersikeras untuk tidak di gurui oleh Ambareesh.


"Tidak bisa. Enam bulan lagi, Kau harus sudah bisa melatih sihirmu. Dan, Kau akan disekolahkan di akademi sama seperti Kakakmu"


Ayah dan anak sama-sama keras kepalanya.


Ambareesh lelah berdiri hampir dua jam dari pagi hingga sekarang dan belum duduk sama sekali setelah mandi.


"Begini Pangeran. Beri Aku waktu sebulan untuk menjadi gurumu" Ambareesh maju beberapa langkah kearah sang Raja sambil menunjukkan jari telunjuk tangan kanannya pada Arnold.


Raja Akaiakuma masih menyimpan rasa takut pada Ambareesh dan secara refleks Ia langsung waspada pada pergerakan Ambareesh.


Arnold dan yang lain memperhatikan Ambareesh.


"Beri Aku waktu sebulan untuk menjadi gurumu. Bila Kau merasa kalau Aku tak pantas menjadi gurumu, Aku akan menghilang selamanya dari wajahmu" Ucap Ambareesh.


Arnold merasa dirinya seperti orang jahat saat mendengar ucapan Ambareesh itu.


Ayahnya tau kalau ini sangat buruk. Ia tak ingin membuang kesempatan emas dari Ambareesh yang bersedia menjadi guru anaknya itu.


"Arnold ! Apa ayah mengajarimu bertindak seperti ini pada orang lain ?!" Tanya tegasnya sambil melototkan matanya pada Arnold.


Arnold tak berani menatap mata ayahnya itu


"Kata ayah, bangsa Iblis adalah bangsa yang terkuat. Orang itu bukan dari bangsa Iblis dan warna rambutnya adalah bangsa malaikat. Dia lebih lemah dari kita"


"Ibuku... masih keturunan Iblis" Gumam Ambareesh sambil memegang tanduknya.


Raja ke sembilan sangat terkejut mendengar jawaban jujur putra keduanya itu.


"Ah! Itu tidak benar Nak! Ka... Kapan ayah mengatakan itu?!" Raja ke sembilan gelagapan.


Ha Nashi membelakangi sang raja karena tubuhnya gemetar menahan tawa.


"Setiap malam, ayahkan selalu berceritap!!!" Raja kesembilan langsung menyekap mulut Arnold.


Raja kesembilan melihat ke arah Ambareesh yang menatapnya kemudian sedikit menundukkan kepalanya pada Ambareesh.


"Aku tidak ingat pernah mengatakannya ya kan, Ha Nas....shi..." Raja kesembilan melihat Ha Nashi yang masih membelakanginya dengan tubuh yang gemetar.


Tangan raja kesembilan meraih buku didekatnya dan langsung, "TAK!!!" Melemparkan buku itu tepat ditengkuk Ha Nashi.


"EHEM...." Ha Nashi berdehem.


"Maafkan Saya, perut Saya sedikit sakit. Bisa Anda ulangi lagi, pertanyaan Anda?" Ha Nashi bertanya dengan raut wajah yang tak mendukungnya.


Raja kesembilan Akaiakuma memberi raut kesal pada Ha Nashi.


"Jadilah gagak dan beri makanan pada anjing liar didekat hutan" Perintah sang Raja.


Ha Nashi langsung membelalakan matanya.


Ha Nashi kabur.


"Manusia rendahan!" Umpat Raja kesembilan sambil melihat kearah Ha Nashi kabur.


Mau tidak mau, Arnold harus mengikuti ucapan ayahnya itu.


"Intinya, Ayah sangat mengharapkanmu Arnold. Iblis ras rambut putih sepertimu, memiliki kekuatan yang lebih besar dari ras rambut hitam. Kau harus bisa melampaui Kakakmu"


Saat itu, Pangeran pertama mendengarnya.


Hatinya, terasa sakit mendengar ayahnya berkata kalau Arnold harus melampauinnya.


Ia, Si Pangeran pertama yang baru pulang dari akademi sambil membawa piagam penghargaan atas pencapaiannya. Membuang piagam itu dan, Ambareesh melihat piagam yang dijatuhkan oleh pangeran pertama.


Ambareesh mendatanginya kemudian mengambilnya. Ia membaca pencapaian yang diraih oleh pangeran itu.


SELAMAT TELAH MERAIH PERINGKAT 1 DI AKADEMI SIHIR BANGSAWAN AKAIAKUMA.


Terus pertahankan!


Lalu, menyeringai sambil melihat Pangeran pertama yang berjalan turun dari tangga.


Mereka, tidak tau apa yang direncanakan oleh Ambareesh yang tiba-tiba datang secara misterius di Istana itu.


Ambareesh berjalan kembali ditempat Arnold dan Raja kesembilan itu sambil, melenyapkan piagam tersebut dengan sihir api birunya.


Arnold, meminta maaf pada Ambareesh dan Ia bersedia menjadi muridnya selama satu bulan.


Hari demi hari berlalu. Tak terasa telah tiga minggu Arnold menjadi murid Ambareesh dan Ia, mulai terbiasa dengan sihir.


Arnold nyaman dengan Ambareesh yang misterius karena, Ambareesh selalu ada saat Arnold membutuhkannya.


Dan juga, itu karena Ia pernah melihat Ambareesh yang marah besar pada Ayahnya karena melarang Arnold untuk belajar sihir hanya karena Arnold demam selama seminggu lebih akibat melawan traumanya.


Kemanapun Ambareesh pergi, Arnold selalu membuntutinya seperti anak ayam yang mengikuti induknya.


Untuk pertama kalinya,


Ambareesh membiarkan Arnold yang selalu mengikutinya dengan sembunyi-sembunyi.


Ambareesh juga, pernah kabur dari Arnold dengan sihir teleportnya.


Arnold yang kehilangan jejak Ambareesh mulai belajar sihir teleport agar tidak bisa kehilangan jejak Ambareesh lagi.


Arnold senang sekali melakukan hal yang disukai Ambareesh.


Hingga satu bulan setelah percobaan menjadi murid Ambareesh telah tiba.


Arnold mendatangi ayahnya dan meminta ayahnya untuk memberi fasilitas lebih pada Ambareesh dan membujuknya agar menjadi gurunya.


Raja yang melihat perkembangan putra keduanya secara drastis, mengizinkannya dan menemui Ha Nashi untuk menyampaikannya kepada Ambareesh.


Ha Nashi, membohongi Arnold agar mau belajar sihir pada Ambareesh.


Ambareesh awalnya tidak menyetujuinya karena Ia harus pergi ke Kerjaaan siluman kucing, Nekoma.


Ha Nashi, sangat berharap pada Ambareesh agar mengajarkan segalanya pada Archie.


"Apa boleh buat. Kalau Tuan Ha Nashi yang memintanya"


Ambareesh menjawabnya sambil memainkan cincin mananya yang berwarna biru tua dijari manis tangan kirinya.


Ha Nashi sangat beruntung bisa bertemu dengan Ambareesh.


Kemudian, Ambareesh mulai mengajarkan sihir teleport dan pedang mana sebagai pembelajaran lanjutan pada Arnold.


Namun, Arnold masih menyimpan rasa ketakutan dalam mempelajari pedang mana itu.


...****************...


SEKILAS INFO :


**Disini, Ha Nashi masih berusia 26 tahunan dan Ambareesh berusia 19 tahun.


* Kenapa Ambareesh memanggil Ha Nashi sebagai sebutan Tuan ?


karena untuk menghormati, sosok yang menolongnya.


* Kenapa Ha Nashi memiliki pangkat tertinggi sebagai Penasehat Raja Iblis padahal dia adalah Bangsa Manusia yang selalu direndahkan oleh Bangsa Iblis ?


Karena, Ha Nashi berbakat. Ha Nashi, mampu membaca tulisan kuno dan memiliki Tiga sihir langka yang menjadi kemampuan khususnya. Salah satunya, Ia bisa berubah menjadi gagak.


* Darimana Ha Nashi mendapatkannya ?


Ha Nashi, berlatih agar bisa melawan Bangsa Iblis yang membunuh seluruh keluarga dan kerabatnya.


*Alasan Raja Akaiakuma melakukannya, karena Ia melihat masa depan kerajaan akaiakuma yang terjamin bila adanya Ha Nashi di kerajaannya.


*Darimana Raja kesembilan Akaiakuma melihatnya ?


Dari seorang peramal yang memiliki rambut putih dan Peramal itu juga yang mengatakan kalau sang Raja akan memiliki kekuatan yang besar serta, akan berpengaruh pada masa depan Negri Arden bila ia memiliki seorang keturunan bangsa Iblis ras putih yang memiliki keberadaan cukup besar untuk memegang kendalikan banyak bangsa di Negri Arden**.