
Angel membawa Arthur untuk berkeliling di penginapannya. Ini adalah pertama kalinya bagi Arthur berkeliling di penginapan yang terkenal itu.
Angel berkeliling dengan Arthur sambil membawa buku laporan pencarian Aosora Bram. Angel membawa Arthur duduk ditempat yang telah dilapisi oleh kramik.
"Seperti yang kau tau Arthur. Kakakmu masih belum di temukan. Penyusuran kini diperluas hingga 5 Km dari batas Akaiakuma. Misi ini, hanya di jalankan oleh Guild Pemberantas Iblis Shinrin. Yaitu, Nel dan Daniel. Mereka berdua mempertaruhkan nyawa mereka dalam misi yang dijalankan untuk durasi dua minggu yang kini di perpanjang menjadi satu bulan. Mereka memberikan surat laporan pada Shinrin dan Baal memberikan duplikat surat laporan itu padaku" Angel memberikan lima surat yang masih dalam gulungan yang rapi pada Arthur.
Arthur, segera mengambil surat tersebut dan membacanya satu persatu.
Surat itu, berisi tentang kondisi Akaiakuma dan laporan harian yang dilakukan oleh Nel (Arnold) dan Daniel.
Ke-5 surat itu, menjelaskan bila mereka berdua meminta perpanjangan waktu misi dan pelebaran area penelusuran. Disana mereka telah bersumpah dan berkata bila telah menulis surat wasiat mereka yang kini telah ada di tangan Razel.
Arthur tidak mengetahui apapun tentang ini.
"Kak Angel, apa Kerajaan Aosora turut andil dalam pencarian Kak Bram?" Arthur mengembalikan lima surat itu kepada Angel.
Angel menerima surat itu dengan tatapan ragu pada Arthur.
"Kerajaan Aosora tetap ikut andil dalam pencarian Putra Mahkota Bram. Namun, kami tidak di izinkan untuk memasuki wilayah Akaiakuma. Alasannya, karena ini berbahaya bagi kondisi Aosora. Musuh, bisa saja memasuki Aosora untuk mengisi kekosongan tahtah. Oleh karena itu, Pengangkatanmu yang harusnya masih di jalankan dua minggu setelah usiamu tepat 17 tahun, di ajukan lebih cepat" Jelas Angel dengan perlahan. Ia terlihat seperti ragu akan jawabannya.
Arthur memahami hal itu. Ia paham tentang alasan penobatannya yang di ajukan lebih awal. Aosora adalah kerajaan yang sangat di benci oleh Akaiakuma. Ini adalah alasan lain mengapa warga Aosora tidak boleh keluar dari batasnya tanpa izin dari kerajaan yang mengelilinginya.
Arthur teringat sesuatu yang pernah ia lupakan.
"Kak, sebenarnya mengenai pengangkatanku menjadi Putra Mahkota, aku agak keberatan dengan hal itu" Ucap Arthur sambil menatap ke depan. Menatap langit malam yang mulai memerah karena mendung.
"Arthur, semuanya pasti akan berat bila kau belum mencobanya. Kau hanya Putra Mahkota sementara untuk mengantikan kakakmu. Bila dalam satu tahun kakakmu masih belum ketemu, kau akan ditetapkan sebagai Putra Mahkota Aosora sesungguhnya. Dan bila dalam jangka tujuh tahun kakakmu belum kembali, kau akan langsung diangkat menjadi Raja Aosora tanpa syarat"
Bukan itu yang ingin dibicarakan oleh Arthur.
"Namaku, diambil dari lembar terakhir catatan kakek buyutku. Lembar itu, bertuliskan huruf kuno dalam bentuk gambar dan angka yang berbunyi Arthur adalah nama dia yang dicari. Aosora Arthur adalah sosok yang dibicarakan oleh sosok itu. Aosora Arthur tidak akan mampu menjadi Raja Aosora karena ia telah memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari seorang raja. Oleh sebabnya, dia akan menjadi keturunan kedua yang tidak terkena kutukan dari keturunanku" Arthur mengingat setiap kalimat yang bertuliskan pada buku catatan Alex yang kini di bawa oleh Ha nashi dan Azuma yang telah keluar dari ransel Tsuha.
Tentunya, Angel tidak tau apa-apa akan hal ini.
"Apa kau yakin bila itu adalah tulisan Raja Pertama?" Angel bukanlah tipe orang yang langsung mempercayai sesuatu tanpa memeriksanya secara langsung.
Arthur berusaha meyakinkan Angel.
"Itu masih abu-abu kak. Tapi, aku sangat yakin, dengan satu lembar huruf kuno dengan bentuk simbol angka itu adalah tulisan tangan dari kakek buyutku. Disana tertulis tahun 1044. 1044 adalah tahun kematian kakek buyutku. Hingga, ada kemungkinan, dia menuliskan kata itu sebelum kematiannya" Jelas Arthur sambil memainkan kuku jarinya.
Angel masih sulit menerima hal itu. "Apa kau beranggapan bila Raja Aosora pertama itu bisa melihat masa depan?" Angel melihat Arthur dengan tajam.
Ia mulai serius dengan ucapan Arthur.
"Itu tidak mungkin. Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melihat masa depan. Ini bisa saja perkiraan yang telah di perhitungkan oleh Kakek buyutku dan ayahku menggunakan nama Arthur karena nama itu tertulis pada buku catatan kakake buyut" Jawab Arthur dengan logis.
Arthur menepuk kedua tangannya. "Kak! Ayo kita berfokus pada pembicaraan awal saja. Penyelidikan Guild kakak telah sampai mana?" Tanya Arthur yang mengubah topik pembicaraan.
Angel memberi gulungan laporan lain kepada Arthur.
"Kami diizinkan untuk menelusuri sebagian wilayah Nekoma dengan sembunyi. Penelusuran ini, telah berjalan selama 11 hari dengan tujuh anggota gabungan dari Kerajaan Narai"
"Pencarian ini, memberikan hasil yang nihil. Bila dalam jangka waktu perpanjangan dua minggu ini tidak ada hasil, dengan terpaksa penelusuran akan di hentikan" Lanjut Angel sambil melihat ke arah lain.
Arthur tau bila hal ini akan terjadi.
"Kak, bagaimana dengan pelaku pembunuhan ini? Apa dia lepas dari jeratan hukum?" Ia mengepalkan kedua tangannya saat bertanya seperti itu kepada Angel.
Sebenarnya, Arthur tidak ingin membicarakan hal ini.
"Ada dugaan bila kematian Raja dan Ratu Aosora ke empat disebabkan oleh campur tangan seorang titisan. Ini adalah hal yang di sembunyikan oleh kerajaan Aosora" Ucap Angel sambil mengelung rambut biru langitnya yang tertepa angin.
Nao tidak sengaja melewati tempat yang digunakan Arthur dan Angel yang sedang berbincang. Ia menyembunyikan auranya dan ikut mendengarkan perbincangan itu.
"Titisan? Itu sangat tidak mungkin. Bila di zaman ini titisan kembali terlahir, bukankah kehancuran negri ini sudah dekat?" Arthur berdiri dari tempat duduknya.
"Kak, jangan menutup matamu dan menyalahkan titisan yang masih belum diketahui keberadaannya. Jelas-jelas, kematian keluargaku karena sesuatu yang sudah direncanakan oleh...."
"Ini buktinya Arthur" Angel mengeluarkan gulungan kertas lainnya dan memotong pembicaraan Arthur.
"Guild Penelitian melakukan mengautopsi jasad Ratu Aosora atas desakkan dan ancaman dari Kapten Pengidik Shinrin. Kemudian, dia membawa bukti ini untuk meringankanmu dari proses pengadilanmu di Shinrin" Angel menjalin kerjasama dengan Marsyal dalam proses pencarian bukti bila Iblis yang ada di dalam tubuh Arthur bukanlah sosok yang membunuh Raja dan Ratu Aosora.
"Penyelidikan itu membuahkan hasil yang singkron dengan dugaan Kapten penyidik Shinrin jauh saat kau kabur dari Aosora"
Dari sini, dapat diketahui ternyata Marsyal telah menyusuri kematian Keluarga Aosora jauh sebelum Arthur muncul di depan Marsyal.
"Kematian Ratu Aosora diakibatkan dengan pecahnya aliran mana beliau kemudian, terpenggalnya kepala Ratu Aosora hanyalah sebuah pengalihan yang digunakan oleh sang pembunuh" Jawab Angel.
Nao mengangguk kemudian pergi dari tempat itu. Bagi Nao, ini bukan perbincangan yang penting.
"Lalu, bagaimana dengan ayahku?"
"Kami tidak di izinkan untuk membongkar kuburan Raja Naver" Jawab Angel.
Arthur terus dibanjiri oleh fakta tentang kematian keluargannya.
Ini tidak sesuai seperti kejadian yang terjadi langsung di hadapannya ataupun dari cerita yang Archie katakan. Arthur ingin mengatakanny namun, ia tidak memiliki bukti yang kuat untuk menyalahkan paman tirinya itu yang berusaha mengambil alih harta kerajaan.
Kertas isi surat untuk pengalihan hak warisan sudah rusak karena terkena air kotor dari perempuan yang menyiram Arthur. Tinta surat itu membuat tulisan sang paman tiri Arthur tidak dapat terbaca.