
Hari itu adalah hari yang sial bagi Tsuha dan Tsuki. Beberapa serigala sihir berbalik arah dan telah mengerumuni mereka.
Tangan Tsuha berkeringat dingin dan perutnya mual. Tsuha dan Tsuki, saling membelakangi pungung mereka untuk sama-sama melindungi.
"JUMP!" Serigala sihir yang mengeliling mereka, melompat kearh mereka dengan bersamaan. Mata Tsuki terbelalak dan Ia memejamkan matanya.
"TEP! PREACCCKKKK!!!! CRAT!" Kanza, datang di saat yang tepat. Kedua tangannya menyentuh tanah dan tanah tersebut tiba-tiba naik keatas, serta meremuk beberapa serigala sihir di sana.
Darah segar dari serigala sihir itu, menyiprat pada celana dan baju yang dikenakan oleh Tsuha-Tsuki.
"LARI! CEPAT!" Kanza berteriak pada mereka berdua.
Tanpa banyak bicara lagi. Tsuha-Tsuki langsung berlari bersamaan.
Kanza melindungi Tsuha-Tsuki dari belakang. Disaat yang sama pula, ia merasakan hawa kehadiran iblis yang kuat.
Kanza, berhenti untuk memastikan hawa itu.
Semakin dekat, aura iblis itu semakin mencengkam.
"Iblis apa yang ada di depan sana?"
Hawa kehadiran Arnold, sangat mengintimidasi Kanza. Ia tak yakin akan kembali dengan selamat bila menyerang dan menahan Iblis di depannya sendirian.
Krasak!
Arnold muncul dari balik semak di depan Kanza. Kanza tidak tau kalau di hadapannya adalah Arnold. Wujud Arnold, sama seperti iblis yang lainnya. Dan itu yang membuat diri Arnold sulit di tebak oleh bangsa di sekitarnya.
Lubang di tubuh Arnold terlihat di mata Kanza.
Senyum menyeringai terlihat jelas di wajah iblis yang dirasuki oleh Arnold saat melihat Kanza.
"Syuuut!"
Kanza melebarkan kuda-kudanya dan senjata dari tanah melanyang sendiri kearah Kanza.
Arnold mengeluarkan pedang besinya.
Kanza mencium aroma darah yang busuk dari tubuh Iblis itu.
"Siapa dirimu?"
Kanza sengaja berbasa-basi untuk mengulur waktu agar Tsuha dan Tsuki keluar dari hutan secepatnya.
"De luce Arnold. Aku tak suka berbasa-basi. Waktuku tidak banyak. Menyingkirlah dari jalanku"
Entah kenapa Arnold tiba-tiba kehilangan semangatnya untuk bertarung.
"Aku tidak bodoh. De luce Arnold sudah lama mati di tangan Raja Aosora pertama. Kau adalah jiwa yang merasuki makhluk yang mati. Dan Kau mampu mengendalikan serigala sihir yang hanya akan mendengar ucapan para titisan dan bangsa yang terpilih. Sangat tak masuk akal bila dirimu adalah De luce Arnold" Bantah Kanza.
Arnold merilekskan cara ia berdiri dan melipat kedua lengan di dadanya.
"Terserah. Entah kau percaya ataupun tidak, aku tidak peduli. Sekarang, menyingkir dari jalanku bila kau tak ingin menjadi salah satu tumbal untuk kerajaanku"
Sangat tak masuk akal bagi Kanza untuk mempercayainya. Ia menguatkan tekadnya untuk menyerang Arnold.
"Aku Kanza tak akan pernah menyingkir dari jalanku. Dan Kau adalah keturunan Adelino De luce yang menjadi awal mula kehancuran negri ini. Aku sangat ingat dengan insiden itu. Karena ulah terdahulumu-lah semua ini terjadi"
Arnold mengkernyitkan keningnya karena Ia tak paham maksud ucapan Kanza.
Kanza mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Aliran mana, keluar dari tubuh Kanza dan menyelimuti dirinya kemudian, membentuk perisai di sekujur tubuhnya.
"Ayahku, ibuku, kakakku, adikku, teman-temanku, dan guruku harus mengorbankan diri mereka demi menjaga bangsa Adelio Alba. Aku bersumpah UNTUK MEMBUNUH SELURUH KETURUNANMU! DE LUCE!!"
Kanza berteriak dan melesat kearah Arnold.
"Adelino dan Adelio itu siapa?"
TRANGGGGG!!!!!