The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Kebenaran yang tersembunyi bagian 1



"BRUAAAAAAKKKKK!!!


Arnold mengeluarkan sihirnya dan menghancurkan sebagian sisi kiri Rumah Azkel sekali serang.


Tanah disekitar rumah Azkel langsung bergetar dengan kencang.


Guncangan tanah itu, membuat seisi rumah Azkel dan beberapa warga disana keluar dari rumah mereka.


Arnold melihat Istrinya digendong oleh seorang Elf dan seorang wanita lainnya yang mengendong dua bayi keluar dari rumah itu.


"Ada apa ini ?!"


Semua orang yang keluar sangat gaduh melihat Arnold masih mengeluarkan Lingkaran sihirnya tanpa membuka tudung jubahnya.


Azkel meletakkan Zenitta di tempat duduk terdekatnya.


Kemudian, Ia melihat kearah rumahnya yang sudah hancur sebagian.


"Azkel.... Siapa Dia ? Apa musuh ?" Tanya lirih Maria, Istri Azkel yang berbangsa malaikat-manusia sambil memegang lengan Azkel.


Penciuman Elf Azkel yang tajam mencium aroma yang sama seperti Zenitta.


"Mundurlah. Di depan sana adalah sosok Iblis, dan bawa bayi Zenitta menuju tempat pengungsian. Kemudian, minta seseorang untuk membawa Zenitta"


Azkel mengeluarkan pedang mananya saat melihat mata Arnold yang merah.


Arnold membaca rapal dan membuat sekeliling Azkel serta Istrinya yang memegang dua bayi dikelilingi oleh Lingkaran Sihir berwarna merah menyalah.


"Kembalikan Istri dan Anakku. Aku akan pergi dari sini setelah Kalian mengembalikan Istri dan anakku"


Sihir yang mengelilingi Azkel dan Maria, bukanlah sihir yang berbahaya.


Itu, hanya sihir tipuan yang terlihat seperti sihir yang bisa membagi dua tubuh orang yang berada didalamnya.


Azkel, tidak tertipu akan tipuan kecil yang sering digunakan oleh anak-anak itu.


"MARIA ! CEPATLAH ! DRAP" Tegas Azkel sambil berlari kearah Arnold.


"Kenapa, Bangsa Kalian selalu saja keras kepala ?" Tanya lirih Arnold saat melihat seorang elf yang berlari kearahnya sambil mengeluarkan pedang mananya yang berwarna putih kebiruan.


Arnold mengarakan tangan kanannya kearah Azkel.


"Wosh!"


lingkaran sihir keluar dari tangan Arnold kemudian,....


"Sihir Api, Ledakan. Wosh!!!!!"


Api dalam bentuk lebih padat langsung melesat kearah Azkel.


Tepat disamping mata birunya,...


"WOSH!!!! BAMMMM!!!"


Api itu meledak.


Azkel sempat berteleport disaat-saat terakhir.


"BRUK!!!!"


Tangan kiri Azkel, mengenai serangan Arnold dan mengakibatkan putusnya tangan kiri Azkel itu.


"Cplaaatttt!!!"


Darah Azkel muncrat setelah tangan kirinya terjatuh dan jatuh ketanah begitu saja.


Azkel menatap tajam Iblis didepannya.


"Aku datang kemari bukan untuk bertarung denganmu"


Arnold berjalan mendekat kearah Azkel.


Azkel mundur beberapa langkah.


"Kembalikan Istriku padaku. Bayi berambut putih itu, Kau boleh merawatnya asal, Kau bersumpah untuk tidak mengijakkan Kakinya di Akaiakuma" Arnold melepas tudung jubahnya.


Azkel langsung membelalakan matanya melihat wajah itu, mata itu, dan tanduk yang menjulang keatas.


Azkel sangat tau dengan wajah itu.


"Ra..ja... Akai,...akuma ?"


Arnold adalah sosok yang paling dihindari oleh Bangsa Elf akibat Rumornya yang mengatakan, "Dia, Sang Kesepuluh dari Akaiakuma sangat membenci Bangsa Elf dan Malaikat. Saat bertemu dengannya jangan menatap mata merahnya"


Bola mata Azkel bergetar.


"Aku akan sangat menghormatimu bila Kau, Komandan Greendarea atau Putra kedua Raja Greendarea ke enam mau mendengar ucapanku"


Arnold membuka tudung selimut Mizel dan menunjukkannya pada Azkel.


"Tolong mengertilah, Aku memiliki bayi yang baru lahir. Dan Istriku adalah wanita yang Kau gendong itu bersama bayi berambut putih yang Ia bawah"


"Bayi itu, tidak memiliki tanduk. Dia tidak akan nyaman bila berada di Akaiakuma. Istrimu tadi, juga memiliki bayi. Bayi itu, bisa Kau ambil dan bayi itu bisa menyusu pada Istrimu"


Arnold benar-benar memohon pertolongan dari Azkel.


Tapi, Azkel adalah seorang Elf dan Arnold adalah seorang Iblis.


Dimata seorang Elf, Arnold adalah sosok pembohong dan bagi Azkel semua Iblis memiliki sifat yang sama.


Tangan Kanan Azkel memegang pedang mana dengan erat.


"WOSH!!!! SYUUUT!!!!"


Azkel melesatkan kaki kanannya kearah Arnold.


Arnold terkejut dengan serangan Azkel yang tiba-tiba dan Ia langsung,....


"DAGGGGHHHHHHH!!!!!!!!!"


Arnold berniat menahan serangan Azkel dengan tangan kanannya.


Sayangnya, Azkel tidak mengincarnya.


"TRASHH! CRAT!"


Azkel mengincar Mizel dan Pedang mana itu, Azkel arahkan tepat di Mizel dan Pedang mana Mizel menggores telinga kecil Arnold.


"EEEEKKKK" Suara rintihan Mizel.


"DAAAGGGHHHHH!!!!! BRUAKKKKKK!!!!!!!"


Arnold langsung menendang perut Azkel hingga Terpental kebelakang.


Arnold tidak sadar kalau telinga kecil Mizel tergores Pedang mana itu.


Saat Arnold melihatnya.


Cairan merah, itu adalah Darah.


"NAK!!!!" Seketika, ketenangan Arnold menghilang saat itu juga.


Pikiran Arnold tak bisa tenang Ia langsung melihat Pedang mana Azkel yang terdapat darah diujung mata pedang mananya.


"SIALAN!!!!!! Wosh!!!!!"


Arnold berteriak dan langsung melesat kearah Azkel dengan cepat. Kemudian Ia,....


"DUAGHHH!!!!!! BRUAKKĶKKK!!!!!!"


Lagi-lagi melesatkan tendangannya dengan mengumpulkan mananya di pungung Kakinya dan mengakibatkan Azkel terhantam tembok hingga menembusnya.


"BKAAKHHHHH!"


Azkel muntah darah akibat hantaman itu dan hidungnya mimisan karena itu.


"Wosh!"


Arnold meletakkan Mizel didekat tanaman merambat.


Kemudian, Ia kembali ditempat Azkel.


"GRRRTTTT!!!"


Arnold mencekik Leher Azkel hingga Azkel terangkat keatas.


"AKU TIDAK PEDULI KAU ITU SOSOK AYAH ATAU APALAH ITU ! KAU BENAR-BENAR TIDAK BERPERASAAN MEMBUAT BAYI TERLUKA !!!" Tegas Arnold.


Azkel berusaha melepas cekikan Arnold.


"La..lu,... Kau.... se..but...Apa ..... di..ri..mu ...? A...pa...Kau...Pan...tas di..pang...gil A...yah...o...leh...anak.....a..nakmu? " Wajah Azkel memerah saat mengatakannya.


Arnold membelalakan matanya dan langsung melepaskan leher Azkel dari tangannya.


"BRUUUK!!! KHUKK!!!! KHUKKK!!" Azkel terjatuh dan terbatuk saat itu.


Arnold melihat tangannya yang gemetar.


"Kalau Kau menginginkan Istrimu kembali. Minta maaflah dan datanglah dengan benar. Bila Zenitta sampai memiliki anak kembar seperti ini dan mempertahankan anaknya sampai Ia kehabisan darah seperti itu, Bukankah itu membuktikan kalau Ia sangat mencintaimu ? Datanglah dengan benar. Kau memang bangsa Iblis. Tapi, bukankah, Kau adalah sosok ayah ? Apa Kau rela melihat Istri dan anakmu terpisah seperti ini "


Azkel duduk sambil memegang perutnya yang nyeri.


Arnold mengambil Mizel.


"Aku akan datang lain kali. Sementara itu, tolong jaga Istriku. Aku, meminta maaf atas segalanya yang telah Kulakuan padamu" Arnold menutup luka Azkel dengan sihir penyembuhannya hingga mengering.


"Aku hanya membawa 15 koin emas. Apa ini sudah cukup untuk membetulkan rumahmu ? Aku akan datang lagi untuk kekurangannya" Arnold memasukkan koin emas pada saku kecil Azkel.


Azkel mengambil koin emas itu dan memberikannya kembali pada Arnold.


"Jangan begini. Bayarlah dengan minta maaf pada Zenitta saja" Azkel menyembuhkan telinga Mizel hingga tak berbekas.


Arnold melepas jubahnya dan membungkus tangan kiri Azkel dengan jubahnya.


"Maafkan Aku. Dua minggu lagi, Aku akan menjemput Zenitta. Aku akan sering berkunjung setelah itu" Ucap Arnold sambil memberikan tangan kiri milik Azkel.


"Aku akan menantinya. Siapa nama anak yang Kau gendong itu ?" Tanya Azkel.


"Mizel. Dia adik kembaran bayi yang dibawa oleh Zenitta. Ngomong-ngomong, Bagaimana Kau bisa tau namanya ?"


Azkel melihat ke Arnold.


"Aku, sahabatnya dan Suami Saudaranya" Jawabnya.


"Saudara ?"


"Iya, Kau pasti yang menyelamatkannya saat insiden itu. Cepatlah pulang. Pasukanku mulai mendekat kemari" telinga Elf Azkel bergerak.


Arnold berdiri dan menunjukkan Mizel pada Azkel.


"Dia, mirip Zenitta waktu kecilkan ?"


Azkel tersenyum.


"Mirip, hanya saja Dia bertanduk sepertimu. Kapan-kapan lihatlah Putraku juga. Dia sangat mirip denganku. Namanya Alex, Ku harap. Mizel, Alex dan anakmu yang satunya lagi bisa akrab"


Arnold mengangguk.


"Kalau begitu, Sampai jumpa lagi. Senang, bisa bertemu denganmu"


Arnold menunduk kemudian Ia berjalan pulang masuk kedalam hutan sihir.


Azkel melihat punggung Arnold yang menjauh. Kemudian, Ia melirik dipohon besar didekatnya.


"Siapa Kau ? Dan, dari bangsa Apa Kau itu ?"


Azkel melihat sosok bersayap hitam dengan tanduk hitam yang berbentuk spiral kebelakang dan mengarah keatas.


Sosok itu menyeringai dibalik gelapnya malam yang baru terang dari hujan.


"Siapa Aku ? Menurutmu, Aku berbangsa apa ?" Tanya sosok itu dengan suara laki-laki.


Azkel berdiri dan melihat sosok itu yang bertengger diatas dahan pohon itu.


"Kau, Bukan salah satu dari bangsa kami" Jawab Azkel.


Sosok itu menyeringai dan "Tep!" Ia turun dari atas dahan itu ketanah.


Rambutnya berwarna hitam dan menutupi matanya, Sayapnya yang membentang melebihi tinggi tubuhnya. Serta sosok itu, memegang sebuah topeng tengkorak dengan gigi yang runcing dan panjang.


Ia mengenakan topeng itu diwajahnya.


"Apa Kau sudah mengucapkan selamat tinggal pada AOSORA ARTHUR ?"


"Aosora Arthur ?"


"BWOZZZT!!!!! TRAAAAZZZH!!!!! CRAT!"


Darah Azkel nyiprat dipakaiannya yang berwarna putih abu-abu selutut setelah Ia memengal kepala Azkel dengan sihirnya.


"Bruk"


Tubuh Azkel terjatuh ketanah dengan keras dan darahnya mengalir dengan deras ditanah yang berair.


"Kalian benar-benar lemah. Dan Sayangnya, Aku harus membuat Kutukan Titisan Malaikat itu menjadi nyata. Kutunggu dewasanya De luce Archie dan Aosora Alex. Wosh!"


Sosok itu langsung mengepakkan sayapnya dan menghilang saat berada dilangit yang gelap.