
"Ku pikir, ada baiknya bila Kita mengusut hubungan Arthur dengan keluarganya. Bisa saja, Arthur itu bukan keturunan Aosora. Aku, masih ingat saat Kau mengatakan kalau Arthur tak bisa menggunakan darahnya untuk membebaskanku. Sebenarnya, Kau tau kan siapa itu Arthur?"
Archie menatap tajam Nel (Arnold)
Arnold membelalakan matanya.
...****************...
"Bukan begitu, segel itu hanya akan terpecahkan apabila mengunakan darah dari penerus Aosora Alex" Jawab Arnold.
Archie merasa kalau orang didepannya itu, menyembunyikan sesuatu darinya.
Ia tau ini bisa membuat Zack salah paham. Tapi, Ia ingin sebuah kebenaran dan "Grep!" Archie menarik Kera jubah Nel (Arnold).
"Kapten, Kau menyembunyikan sesuatu. Katakan sesuatu yang Kau tau tentang Siapa itu, Aosora Arthur!" Tegas Archie.
Arnold tidak memasang wajah terkejut sama sekali.
Zack yang mengetahui kalau Arnold adalah seorang Raja marga De luce hanya menatapnya tanpa banyak bicara.
Arnold melepas tangan Archie dari kera jubahnya.
"Kau, bodoh sekali Archie. Daripada mengurusi kehidupan keluarga Aosora. Lebih baik, pikirkan tentang hubungan keluargamu sendiri. Sebagai, Marga De luce" Ucap Arnold.
Semakin kesini, Zack memiliki argumen kalau Archie dan Arnold memiliki hubungan yang tidak baik.
"Aosora adalah keluargaku dan De luce itu, hanya sebuah nama untukku" Jawab Archie.
"Apa Dia tak tau kalau orang di hadapannya itu adalah seorang Iblis sepertinya?" Zack membatini mereka karena Ia melihat Archie yang memanggil Arnold sebagai Kapten.
"Kau benar-benar tak menghargai keluarga aslimu" Ucap Arnold.
"Wuuusssh! Syuuut!" Archie mengeluarkan pedang mananya dan langsung mengarahkan pedang itu keleher Arnold.
"Kau, tau apa tentangKu?!"
Arnold menatap Archie yang menatapnya dengan tajam.
"Bunuh Aku, Aku bahkan tak sudi bernapas menggunakan oksigen yang sama sepertimu" Arnold menarik balik jubah seragam Guild pemberantas Iblis.
Zack tak ingin ada pertengkaran antar Iblis yang bisa membuat anggota lainnya celaka.
Ia langsung memegang tangan Mereka dengan kedua tangannya.
Keduanya menatap Zack secara bersamaan.
Zack menatap balik Archie.
"Kau adalah Iblis disini. Kami bisa saja membunuhmu saat Kau menyerang salah satu anggota Guild ini. Sadari posisimu dan kembalilah ke Arthur" Zack melepas tangannya dari mereka.
Archie melepas kera jubah Arnold.
"Aku tak ingin menjadi musuh Kalian" Archie balik melihat Nel "Aku masih menunggumu untuk mengatakan sebenarnya. Jangan membuat anggotamu membencimu hanya karena rahasia yang Kau sembunyikan itu" Lanjutnya.
"Suatu saat nanti, Kau pasti akan menyesalinya" Archie merapikan jubahnya kemudian pergi dari kamar itu.
Kini, dikamar itu hanya ada Arnold dan Zack.
"Aku akan diam selagi Kau dan Liebe tidak melukai teman-temanku" Ucap Zack pada Arnold dikamar itu.
Arnold menyadari sesuatu dari ucapan Razel tadi pagi mengenai perubahan Zack terhadapnya.
"Kenapa Kau diam?" Arnold memegang sarung pedang besinya.
Zack melihatnya dan Ia kembali melihat ke Arnold.
"Mereka, melihatmu sebagai Kapten Nel. Bukan sebagai De luce Arnold"
Zack memegang gangang pintu untuk segera keluar.
Ia bisa saja diserang oleh Arnold tanpa Ia ketahui.
Arnold termengun ditempat setelah mendengar ucapan Zack.
"Sejak kapan Kau mengetahuinya?" Lirih Arnold.
"Untuk apa Kau tau. Teruslah berperan sebagai Kapten Nel. Aku, akan merahasiakannya pada putramu. Dan, Apapun yang Kau ketahui tentang Aosora Arthur, Katakan pada Kami. Kami juga, memiliki tangung jawab dalam pengamatan ini" Lirih Zack sambil membuka pintu kamar itu.
"Aku memang tak tau apapun tentangnya. Aku hanya ingin mengambil kembali barang yang harus ku jaga" Ucap Arnold.
"Kalau begitu, ceritakan sejujurnya yang Kau tau. Dan, apa yang Kau inginkan dari Guild ini?" Zack melirik Arnold yang melepas sarung pedangnya dan meletakkan sarung pedang itu diatas kasurnya.
...****************...
Di tempat lain, Razel pergi menemui Nox tanpa janjian tetlebih dahulu dan langsung memasuki ASJ.
Semua pandangan murid dijam Istirahat, melihat kearah Razel.
"Dia... Dia wakil Guild pemberantas Ibliskan? Untuk apa kemari?"
Razel terus berjalan dan Ia bertemu dengan Tsuki yang sedang berbincang dengan siswa yang lain.
"Kau, Tsuki kan?" Razel menghampirinya.
Tsuki melihat kearah Razel.
"Eh?! Wakil pembarantas Iblis! Anda kenapa kemari?" Tsuki terkejut melihatnya.
"Apa Tsuha melakukan sesuatu yang buruk?" Ia mencemaskan Kakaknya.
Razel terlihat mengintip kelas dibelakang Tsuki.
"Tidak. Apa Guru Nox ada di ASJ?" Razel kembali melihat Tsuki untuk bertanya.
"Guru Nox? Dia ada dirumahnya untuk Istirahat" Balas Tsuki.
Razel mengangguk kemudian ia pamit menuju tempat Nox.
"Apa ini ada hubungannya dengan Alex?" Mike melihat pungung Razel yang menjauh.
Siswa ASJ, tidak ada yang Tau kalau Alex disini adalah Aosora Arthur. Sebab, ASJ Putra adalah sekolah pelosok dan jauh dari pemukiman.
"Entahlah, Kita doakan yang terbaik. Semoga Mereka yang sedang bertugas, bisa menyelesaikannya dan kembali dengan selamat" Ujar Tsuki.
Razel bergegas ke rumah Nox dan ternyata, Nox memang ada didalam rumahnya.
"Tok! Tok!" Ia mengetuk pintu itu beberapa kali sambil memanggil nama "Guru Nox"
Nox mendengar suara tak asing itu, dan langsung membuka pintu rumahnya.
Razel mengucapkan salam pada Nox, "Selamat Siang Guru Nox. Ada yang ingin Saya sampaikan tentang Pangeran Aosora Arthur"
Menendengar Nama Arthur, Nox menyuruh Razel untuk langsung masuk.
Razel duduk dibawah tanpa menunggu Nox mempersilahkannya.
"Jadi, Wakil Guild Pemberantas Iblis, apa yang ingin Anda sampaikan disini?" Tanya Nox sambil mengeluarkan minuman air biasa pada Razel.
"Guru, jangan panggil Saya seperti itu. Saya sudah menganggap Anda seperti Ayah Saya sendiri"
"Eh? Ahahahahaha, Berarti anakku ada Lima" Nox tertawa.
"Apa Nao, Tsuha dan Tsuki menggunakan marga Anda?" Razel meneguk air itu.
"Hanya Tsuki saja. Tsuha dan Nao tidak mau. Kau taukan Bagaimana sifat Tsuha sejak kecil?"
Nox dan Razel, tak bisa memungkiri sifat Tsuha.
"Tapi walau begitu, Dia banyak berubah dari pada saat itu. Dan Serigala sihir disana, suka dengan Tsuha jadi setidaknya, Dia tidak memaksakan dirinya untuk masuk kedalam Guild pemberantas Iblis yang kedepannya akan selalu berurusan dengan Iblis" Ujar Razel.
"Walau begitu, tetap perhatikan Dia. Usianya masih labil. Ditambah ada Pangeran Arthur disana yang membuatnya selalu teringat dengan Ibunya" Pesan Nox.
"Saya mengerti. Saya akan selalu memperhatikannya. Lalu, Guru Nox. Anda berasal dari Kerajaan Aosora kan?" Razel menaruh gelas berisi air itu didepannya.
"Iya"
Razel menatap mata cokelat tua Nox.
"Anda adalah Guru Pangeran Arthur sejak Ia kecil bersama Tsuha. Saya, mendapatkan laporan dari Anggota Guild Saya yang lainnya yang berkata, kalau Pangeran Arthur memiliki Kepribadian ganda. Apa itu benar?"
Razel melihat mata Nox yang membelalakan matanya.
"Jika itu benar, Saya akan segera melaporkannya pada Raja Linus tanpa melewati perantara" Lanjut Razel dan memegang kembali gelas berisi air itu.
Nox menurunkan padangannya.
"Arthur tidak berkepribadian ganda. Dan harusnya Aosora Arthur itu, sudah mati sejak usianya Dua minggu"
DEGH!
"Prak!" Razel membelalakan matanya dan Ia tak sengaja menjatuhkan gelas ditangannya itu.