
Darah nifas Zenitta mengalir diderasnya hujan yang mengundang kedatangan srigala sihir didalam hutan sihir.
"CTARRRRRRR" Hujan guntur masih berlangsung.
Zenitta berlari dengan sekencang mungkin yang Ia bisa sambil mengendong bayinya untuk kabur dari Kerajaan Akaiakuma.
"NGEEEEKKKKK"
Bayinya menangis dengan kencang akibat pelukannya yang terlalu erat.
"Tenanglah Archie,.... Ibu berjanji akan menyelamatkanmu..."
Wajah Zenitta semakin memucat.
Mananya semakin terkuras akibat tersedot oleh sihir misterius yang mengelilingi hutan sihir.
*Sejak empat tahun yang lalu, tak ada seorangpun yang bisa menggunakan dihutan sihir yang kini menjadi sebuah hutan terkutuk.
"Archie sayang, Ibu sangat menyayangi Archie dan Ayah juga sama. Jangan membenci Ayahmu ya..."
Zenita mengeluarkan kata-kata positif selama Ia berjalan tanpa arah untuk mencari gubuk tua yang dibicarakan oleh wanita tua itu.
Dalam hati Zenitta, Ia menangis karena Arnold akan mengakhiri hidup Putranya yang ingin menghirup udara dunia ini.
"Maafkan Ayahmu nak. Maafkan Dia,.... Dia tidak benar-benar berniat memisahkanmu dengan adik kembaranmu"
Zenitta mencium kening hangat Archie dan meneteskan air matanya.
Zenitta kelelahan.
Ia mulai berjalan secara perlahan.
Darahnya masih mengalir.
"Oeeekkkkkkk"
Archie masih saja menangis akibat hawa yang dingin.
Bibir Archie yang ungu, diusap halus oleh Zenitta.
Pipi Archie mulai terasa dingin.
"Sabar ya Nak...."
Zenitta terus berjalan dan Ia melihat Gubuk tak jauh dari tempat Ia berdiri.
Zenitta menguatkan dirinya untuk menuju ke gubuk itu.
Aroma busuk menyengat saat Zenitta berada didepan gubuk itu.
Ia langsung menutupi wajah Archie dengan selimutnya.
"Permisi...."
Ia memberanikan dirinya untuk memasuki gubuk itu.
Gubuk itu terbuat dari kayu dan jerami.
Didalamnya sangatlah gelap.
Aroma itu, semakin menyengat saat Zenitta memasukinya.
Ia melihat beberapa kayu kering dan penyalaknya.
Ia sangat bersyukur dan berterima kasih pada bidan itu yang memberitahunya tentang tempat ini.
Zenitta langsung menyalakan api itu.
Saat api itu menyala, Ia berdiri untuk mencari asal bau busuk itu.
DEGH!!!!
Zenitta sangat terkejut saat melihat kursi goyang yang terdapat mayat seseorang disana.
"BRUUUK!!!!"
Ia terjatuh duduk sambil mengendong Archie yang baru saja tenang.
"ENGGGGGEEEEEKKKKKK!!!!"
Archie benar-benar cengeng. Ia langsung menangis karena terkejut saat Zenitta terjatuh.
"Shhssshhhh..... maafkan ibu nak"
Zenitta berdiri dan menimang-nimang Archie.
Zenetta menurunkan Archie yang sedikit tenang di dipan dekatnya dan Ia memeriksa jasad itu.
Jasad itu, adalah tubuh seorang wanita tua berbangsa Elf ras putih dan terdapat luka berlubang diperutnya yang sudah dipenuhi dengan serangga yang menjijikkan.
Zenitta memeriksa dengan seksama mengenai jasad itu.
Diperkirakan, wanita ini mati lima sampai tujuh hari yang lalu akibat diserang oleh seseorang dan melarikan diri menuju hutan ini.
Itu, hanya perkiraan Zenitta.
Di tubuh wanita itu, benar-benar tidak ditemukan bukti sosok yang membunuhnya.
"Ini, bukan tempat yang aman" Lirihnya sambil menutup i jasa itu dengan jubah yang tergeletak dibawah kursi wanita itu.
Zenitta berniat keluar dari hutan ini, setelah hujan reda.
Ia kembali mengendong Archie dan menyusuinya.
Zenitta tertidur sejenak akibat kelelahan.
Tak lama kemudian, Ia terbangun akibat suara langkah kaki yang terdengar dari luar gubuknya.
"Kapten, ada orang didalamnya" Suara laki-laki lirih diluar gubuk.
Perut Zenitta kram.
Ia tak bisa duduk dan merasa sangat kesakitan akibat kehabisan banyak darah.
Tubuhnya lemas dan gemetar.
Mata biru langit terlihat dimata Zenitta.
Ia membelalakan matanya.
"Seseorang tolong......" Lirih serak Zenitta yang sudah tak kuasa lagi.
Sosok bermata biru langit dengan telinga Elf masuk kedalam gubuk itu.
Zenitta mengulurkan tangannya untuk meminta bantuannya.
"ASTAGA!" Elf itu, melihat darah yang menetes dari dipan yang ditempati oleh Zenitta.
Elf itu, membuka tudung bayi yang menyelimuti Archie.
Ia membelalakan matanya melihat rambut putih dengan mata merah pada bayi yang menguap kemudian tertawa itu.
"Tolong.... se..la...matkan....Kami...."
Mengeluarkan suara benar-benar sesuatu yang sangat sulit untuk kondisi Zenitta saat ini.
Pandangan Zenetta mulai mengkabur akibat kehilangan banyak darah.
Elf itu, merapikan poni panjang Zenitta yang menutupi wajahnya.
Zenitta sudah tak bisa melihat dengan jelas.
"ZENITTA !!! ZEN !!!!"
Elf itu mengenal Zenitta.
"Siapa... Dia ?"
Zenitta sudah banyak berjuang untuk hari ini, Ia pingsan akibat kelelahan.
Elf itu langsung mengendong Archie.
"Yvx ! Bawa bayi ini pada Maria dan kembalilah di Istana katakan kalau, Jasad Nenek sudah ketemu" Elf itu memberikan Archie pada Elf ras biru sama sepertinya.
"Baik, Komandan. Saya pamit. DRAP !!!" Elf itu langsung berlari pergi.
"Zenitta.... Syukurlah, Kau masih hidup"
Ia mengendong Zenitta yang tidak sadarkan diri dan membawanya keluar dari hutan.
Arnold, melihat Elf itu membawa Istrinya dan Anaknya.
Saat ini, Arnold sedang membawa Putra keduanya.
"Siapa Dia elf itu ? Apa, Dia ada hubungannga dengan kutukan itu ? Tap ! Tap !"
Arnold mengikuti Elf itu dengan secara sembunyi-sembunyi hingga Ia keluar dari wilayah Akaiakuma.
Arnold menggunakan tudung jubahnya dan Ikut dalam barisan Pasukan Elf yang sedang berbaris dipinggiran Hutan Sihir.
Elf-elf itu, adalah Pasukan dari Kerajaan Greendarena dan sosok yang dipanggil komanda oleh sesorang yang bernama Vyx adalah anak Ke empat dari Raja Greendarea yang juga Putra kedua.
"Ibunda Ratu telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa didalam hutan Sihir. Dari sini ! Aku yang mengambil alih Pasukkan ini !" Tegas Vyx.
"Kapten, Dimana Komandan sekarang ?" Seorang Elf disebelah Arnold bertanya
Vyx menjawab, "Komandan Azkel, saat ini melakukan hal yang bersifat penting dan mendadak. Kita akan memasuki Hutan Sihir ! Setidaknya, jangan sampai membuat kegaduhan yang bisa mengundang kedatangan Bangsa Iblis. Tujuan Kita hanya mengambil jasad Ibunda Ratu ! Kalian Semua ! Paham ?!" Tanya Tegas Vyx.
"SIAP! PAHAM!!!"
Sejauh ini, Arnold paham dengan kondisi yang sedang terjadi dan tujuannya sekarang adalah menjemput Zenitta untuk kembali Ke Akaiakuma.
Arnold mendatangi Yvx sambil mengendong Mizel.
"Kapten, Dimana rumah Komandan ? Aku, ingin menitipkan Putraku "
Vyx sangat terkejut melihat sosok yang Ia pikir Prajurit Greendarea membawa bayi dalam pencarian.
"Sial! Kenapa Kau membawa Bayi ?!" Tanya tegasnya.
Arnold membungkukkan badannya.
"Maafkan Saya. Istri Saya sedang sakit. Saya tidak mungkin meninggalkan Putra saya pada istri Saya yang sakit" Jelas Arnold.
Vyx sangat tergesa-gesa.
"Rumah Komandan, berada di ujung jalan sana yang ada pagar tanaman merambannya. Cepatlah !" Tegas Vyx sambil meninggalkannya.
Arnold berdiri dengan tegak dan melirik Vyx yang menjauh.
"Aku, takkan pernah membiarkanmu lepas dari tangung jawabmu, Zenitta" Arnold memegang bibir Mizel yang kering dan terus berkecap dari tadi.
Mizel sangat tenang dari pada Archie yang cengeng dari tadi.
Arnold terus berjalan dan Ia melihat rumah dengan pagar tanaman yang menjalar didepan Rumahnya.
Arnold berdiri tepat didepan rumah itu.
"Sihir Angin...... Wosh!"
Lingkaran sihir berdiameter 4 meter berada dihadapan rumah itu yang keluar dari tangan Kanan Arnold yang Ia arahkan pada rumah tersebut.
"Penekanan,.... 20%"
KRAAAAAKKKKKKKKKK!!!!!!!
Tanah tempat Arnold berpijak, tiba-tiba retak dan menjalar ke rumah tersebut. Kemudian,...
WOSHHHH!!!!!
Angin kencang menghembus dengan kencang Kearah rumah itu hingga,.....
BRUAKKKKKK!!!!!"
Angin kencang keluar dari lingkaran sihir itu hingga membuat rumah Azkel hancur sebagian.
...****************...