The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
ANGGOTA GUILD PEMBERANTAS IBLIS



"Kau, carilah keatas. Aku akan menyusuri ke belakang"


Zack menyuruh Tsuha untuk mencari hal yang membuat markas menjadi berantakan.


Tsuha, mulai masuk kedalam markas dan berjalan dengan hati-hati.


Pecahan kaca ada dimana-mana. Ia khawatir kalau ini, adalah perbuatan Arthur.


Ia mulai menaiki tangga menuju lantai kedua.


Kepala Tsuha terasa sangat pening.


Hidungnya, mencium aroma mana yang aneh.


Begitupula hidung kucing itu. Ia mengikuti Tsuha karena aroma mana dari hutan.


Tsuha berjalan dengan hati-hati ke kamarnya.


Kamarnya tertutup rapat. Dan dibalik kamar itu, Tsuha merasakan hawa asing yang terasa pekat.


Tsuha memegang gagang pintu kamar yang dingin.


Ia mulai membukanya dengan perlahan.


DEGH!


Didalam kamar itu, semua anggota pemberantas Iblis terkapar dilantai.


Dan, Ia juga melihat Arthur telah tergeletak di lantai dengan wajah yang penuh dengan darah.


Tiga srigala sihir disana, tak bisa bergerak.


"Apa yang terjadi disini?"


Tsuha berjalan kearah Val dan memegang pergelangan tangannya untuk merasakan denyut nadinya. Sedangkan kucing itu, langsung berlari kearah Arthur dan menjilat hidung Arthur.


...****************...


Tsuha, berjalan kearah Arthur dan mengelap wajah Arthur yang penuh dengan darah.


"Heal!" Lingkaran sihir berwarna hijau, terbuka dan Ia menemukan luka dikedua telapak tangan dan kedua lutut Arthur yang terluka. Serta, satu tulang rusuk Arthur yang patah disisi kiri.


"Tulang rusuknya patah? Apa yang sedang terjadi padanya?"


Tsuha, mengerutkan keningnya pada Arthur yang pingsan dan segera memeriksa yang lainnya.


Empat orang yang terkapar dibawah, tidak memiliki luka sedikitpun. Ia segera turun setelah menyembuhkan luka Arthur.


*Tsuha, tidak bisa menyembuhkan tulang rusuk Arthur yang patah karena tendangan kencang dari Val.


Tsuha berjalan menuju tempat Zack untuk melaporkannya.


Dibelakang markas, Zack menemukan Razel dalam keadaan tak sadarkan diri.


Zack merasakan dinginnya kulit Razel dan Ia mengetahui kalau Razel telah kehilangan banyak mananya.


"Siapa musuh yang membuat wakil mengeluarkan banyak mananya? Wakil Razel, tak pernah kehabisan mana seperti ini kecuali saat Ia mengamuk" Zack mengotong Razel.


Issac melihat Luciel yang sedang duduk di dahan pohon tak jauh dari tempat Meraka berdiri.


"Ya, walau tanpa bantuannya, Aku juga bisa tau semua yang telah terjadi pada Arthur. Dia benar-benar sembrono. Masuk kedalam alam bawa sadar pada orang yang masih terbangun. Benar-benar berbeda sekali. Pffft" Luciel menertawakan Arthur dari kejauhan.


"Tapi, Daeva bertindak sesuatu yang tidak perlu. Ya, tak masalah~ Lagi pula..." Luciel menunjukkan taringnya dan Ia menyeringai.


"Semua akan berakhir dalam seminggu ini...... Wuuushhhhh"


Luciel menghilang saat angin kencang meniup de daunan disana.


Daun kering terkena angin, melayang kearah Tsuha dan diambil Ia tak jauh dari tempat Luciel.


Tsuha, melihat dahan tempat Luciel duduk.


"Ku harap, semuanya akan berjalan dengan lancar" Ia mempercepat jalannya ke tempat Zack.


...****************...


Tiga Puluh Menit Kemudian......


Semua Orang Markas pemberantas Iblis telah sadarkan diri. Termasuk Arthur.


Zack dan Tsuha telah membersihkan pecahan kaca di ruang tamu.


Kucing sihir itu, tertidur diatas pangkuan Arthur.


Tsuha tetap menyapu dan melirik Arthur beberapa kali untuk memastikan kondisinya.


Razel terbaring diatas sofa dan melihat kearah Arthur.


"Jangan terlalu dipikirkan. Kita semua sama-sama belajar. Hal seperti itu, sering terjadi disini"


Mendengar ucapan Razel yang merupakan sebuah kebohongan untuk menenangkan Arthur, semua anggota Guild melihat kearahnya. Kecuali Zack anggota terlama yang ada dimarkas dan sangat memahami Razel.


Hati Arthur tak bisa tenang begitu saja.


"Anda, jangan bersikap terlalu baik pada Saya. Saya sangat tidak enak pada wakil. Secepatnya, Saya akan meminta untuk kembali ke Aosora dan membebaskan tubuh asli Archie" Bibir Arthur, berdenyut saat mengatakan hal itu. Ia ingin sekali menangis.


Tsuha hanya memperhatikan setiap ucapan yang Arthur keluarkan.


"Pangeran. Anda masih ingat dengan ucapan Saya hari itu? Kita ini adalah keluarga. Jangan memendam segalanya sendirian. Sesekali, ceritalah pada Kami. Tadi, Saya sempat mendengar Anda kalau Anda sangat takut. Apa yang Anda takutkan? Apa Anda bermimpi buruk?"


DEGH!


Sekilas, Tsuha melihat Arthur yang membelalakan matanya.


Ia melihat Tsuha dan Tsuha membuang mukanya karena matanya bertemu dengan mata Arthur.


"Bukan apa-apa. Saya, tak pernah bermimpi buruk. Saya mengatakan hal itu karena Saya belum tersadar sepenuhnya dari tidur Saya" Arthur meringis dan mengaruk hidungnya saat mengatakan hal itu.


"Oh iya, ngomong-ngomong dimana Archie?"


Razel duduk dan mengangguk beberapa kali.


"Aku, tidak melihat Dia sejak Kalian pergi. Apa yang lain ada yang tau?"


Mereka, Anggota Guild pemberantas Iblis adalah ahlinya berbohong.


"Tidak. Apa perlu Kita mencarinya?" Liebe membuka mulutnya.


"Mungkin, nanti Dia pulang sendiri saat tengah malam. Lagi pula, dia adalah Iblis. Mungkin, Dia tak kerasan disini" Jawab Val.


Tsuha melirik keluar jendela yang kacanya telah pecah.


"Tidak mungkin. Dia pasti tetap akan disini kalau tak ada yang mengusirnya. Menurut buku catatan Raja Aosora Alex, De luce Archie sangat membenci Akaiakuma dan Ia lebih kerasan tinggal diAosora. Archie memang tak menyukai orang-orang Shinrin karena, Ia pernah difitnah oleh prajurit dan Raja Shinrin ke 15. Apa yang sebenarnya terjadi disini?"


Tsuha melihat banyak sekali keganjalan yang terjadi dalam kurun waktu 4 jam (Saat Ia pergi).


"Kurasa, Aku harus mencarinya. Saat ini, penjagaan hutan sihir sangat ketat dan telah berada di level 2. Dia bisa ditangkap karena sebuah kesalah pahaman"


Tsuha membenci Iblis. Lantas, mengapa Ia ingin membantu Archie?


Ia berjalan kearah Razel dan meminta izin untuk keluar.


"Wakil. Aku izin keluar ketempat Tsuki. Aku akan kembali sebelum tengah malam" Tsuha menatap mata Razel yang sedikit menyipit karena lelah.


"Gak sekalian menginap ke rumah Guru Nox?" Razel menawarkan sedikit kebebasan pada Tsuha.


"Tidak. Aku tak ingin merepotkannya" Tsuha beranjak keluar dari sana.


"Hati-hati di jalan" Ucap mereka bersamaan.


Bukannya Tsuha tak percaya pada Mereka. Hanya saja, Ia ingin membuktikan kebenaran buku catatan Alex.


itu, adalah alasan Tsuha untuk mencari Archie.


Ia mulai berjalan dan memasuki hutan sihir tanpa membawa sebilah pedang.


Di buku catatan Alex menceritakan kalau Archie akan pergi berdiam diri di tengah hutan tepatnya, di danau harapan untuk menenangkan dirinya.


Dan, Tsuha langsung menuju kesana.


Ia berlari dan bersembunyi saat melihat anggota Tim Gabungan yang sedang menyusur hutan.


"Dia benar-benar Iblis yang menyusahkan dan mirip sekali dengan bocah TK!"


Tsuha mulai berjalan dengan santai setelah 15 menit Ia berlari dan mengendap-endap.


Tsuha, telah sampai ditengah hutan dalam waktu 20 menit.


Dan ternyata benar. Archie, Sahabat Aosora Alex sedang duduk menatap air danau yang hijau.


"Hei. Apa yang Kau lakukan disini?" Ia langsung mendekat ke Archie tanpa banyak basa-basi.


Archie, melihat kearah Tsuha dengan ekspresi wajah yang datar.


"Untuk apa Kau bertanya?" Balas Archie.