The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Enam Tahun yang Lalu [Nel bagian 2]



Dibeberapa chapter sebelumnya, Arnold berhasil membuat mundur pasukan Shinrin dan membuat dua raja di evakuasi ke tempat yang aman bersama warga Shinrin.


Kemudian, Arnold telah mendapatkan tubuh baru, yaitu tubuh Glashya. Namun, sayang bagi Arnold karena tubuh Glashya tidak dapat menahan kapasitas mananya yang lebih besar untuk ditampung oleh tubuh Glashya.


Oleh karena itu, Arnold memberi sebuah tawaran kontrak dengan Tsuha dan ia bersedia berbagi tubuh termasuk menjaga tubuh Tsuha hingga mereka berdua mati.


...****************...


Mata Tsuha bergetar saat mendengar tawaran itu.


"Ti... Tidak! Lepaskan aku!" Tsuha memberontak dan mengulurkan tangannya pada Nel yang menangkis serangan yang dilepaskan oleh Arnold.


"Aku bersumpah tidak akan membuatmu terluka" Lirih Arnold di telinga Tsuha.


Nel mengerahkan seluruh sisa mananya pada pedang mana putih miliknya. "Guru Nox, bila kau menganggap Tsuha seperti anaknya sendiri, berarti Guru Nox memiliki harapan yang besar padanya"


SRAAAAAA!!!!


Energi sihir milik Nel membeludak dan BAM! Menciptakan sebuah ledakan besar yang mampu melubangi sihir perlindungan terkuat milik Kerajaan Akaiakuma.


SYUSSSSSHHHH.....


Dari ledakan mana yang diciptakan oleh Nel, membuat sihir Arnold musnah dalam sekejap.


"Ah,.." Senyum seringai terbentuk pada bibir Arnold.


Nel adalah anak yatim piatu yang tidak pernah tau siapa orang tua kandungnya dan telah tinggal di panti asuhan Aosora sebelum Nox mengadopsinya. Ia bertemu dengan Nox sejak usianya menginjak 4 tahun dan Nox mengadopsi Nel untuk melengkapi salah satu persyaratan menjadi Kepala Pasukan harus orang yang telah berkeluarga dan minimal memiliki seorang anak. Demi hal itu, Nox mengadopsi Nel dengan iming-iming akan mengajarkan sihir hingga Nel menjadi seorang prajurit.


Kembali ke medan.


Nel telah berhasil melenyapkan sihir milik Arnold dengan meluapkan mana miliknya dan meledak-kannya.


Mana milik Nel, berubah kehitaman dan membentuk jubah panjang menyerupai ekor. "PATTSH!" Nel menghilang dari pandangan Arnold dan menyisakan asap tipis.


Arnold melempar Tsuha jauh dari jangkauannya namun dalam keadaan diikat oleh tali mana yang melilit sekujur tubuh Tsuha.


Arnold mengeluarkan pedangnya dan PATS!


Nel melesat secepat kilat hingga mata tidak dapat melihat kecepatan Nel dalam menyerang Arnold.


Arnold melihat pedang mananya yang retak setelah serangan kilat yang hanya ia rasakan tanpa harus melihatnya.


Nel berdiri dan berjalan melingkari Arnold. Begitupun dengan Arnold. Arnold berjalan untuk mencari sela lemah Nel.


Arnold memandangi Nel dari bawah hingga ke atas. "Dia lebih cocok dikatakan spesies dari pada manusia. Bagaimana bisa dia memiliki dua sihir dan hanya bisa digunakan satu persatu. Dia ini, persilangan atau objek penelitian gelap?"


WOSH!


Nel tiba-tiba muncul di hadapan Arnold, kemudian ****SYUUUT****!!! Ia mengangkat kaki kanannya setinggi kepala Arnold dan ia hentakkan kaki kanannya dengan keras ke arah kepala Arnod. DAGH! Arnold yang fast hand langsung menyilangkan kedua tangannya di atas kepalanya.


BRAAAKKKKK!!! PATSSSH!!!!


Dari hentakan keras itu, menciptakan sebuah percikan saat ujung tumit sepatu besi Nel menghantam tengan Arnold yang di lindungi oleh lengan zirah besi.


Arnold mendorong kaki kanan Nel ke atas dan Nel melesat (salto) ke udara kemudian mendarat dengan empuk di tanah yang berair tanpa menciptakan percikan air.


Nel berkuda-kuda dan kembali melapisi pedang manannya dengan mana miliknya. Sebagian wajah Nel bagian kanan terlihat menghitam di uratnya.


"De luce Arnold. Kembalilah ke Akaiakuma. Shinrin, bukan tempatmu" Nel mengengam pegangan pedang dengan kedua tangannya.


"Aku akan pergi, bila kau membiarkanku membawa bocah itu" Ucap Arnold seraya menunjuk Tsuha yang terikat.


Arnold full senyum. Ia tiba-tiba bersemangat untuk bertarung.


"Bagaimana bila kita bertaruh? Jika kau kalah, maka kau mati dan akan kehilangan dia. Bila kau menang, aku akan mati dan dia menjadi milikmu?"


Arnold meregangkan seluruh tubuhnya.


"Itu cukup adilkan?" Lanjut tanya Arnold sambil menunjukkan seringaiannya.


"Kurangi bicaramu dan langsung maju!" Tegas balik Nel.


TRANKKKKKK!!!!!! DAGH!!!


Serang-menyerang terjadi dihadapan Tsuha. Tsuha berguling untuk menjauh dari sana dan berusaha melepaskan sihir milik Arnold.


Hanya ada dua hal yang mampu membebaskan seseorang dari mana pengikat seperti itu. Yang pertama adalah saat si pengguna sihir melepaskan sihirnya sendiri (Arnold). Dan yang kedua, dibebaskan oleh orang yang memiliki sihir penangkal.


Tsuha ingin mencoba membebaskan dirinya terlebih dahulu. Ia mempraktekkan sihir yang ia pelajari dari sebuah buku secara otodidak.


"Hanya perlu mencari pusat dimana iblis itu mengunci mananya yang mengikatku"


Tsuha memejamkan matanya untuk merasakan aura aliran mana Arnold yang mengikatnya.


Namun, ini tidaklah mudah. Tidak mungkin, seorang anak yang belajar secara otodidak akan langsung bisa mempraktekkannya.


Mana milik Arnold adalah tipe abstrak. Dimana aliran mana ini, sulit ditembus atau ditemukan intinya. Mana tipe abstrak, hanya dimiliki oleh keturunan titisan.


Tsuha mengetahui hal ini. Ia langsung membelalakkan matanya.


Tipe mana di dunia ini, ada tiga jenis. Yaitu unik, lurus, dan abstrak. Mana unik sulit sekali untuk dijelaskan. Mana unik dapat dirasakan perbedaannya oleh orang biasa dan mana unik adalah mana milik para Titisan. Kemudian, mana lurus adalah aliran mana pada umumnya yang dapat dipotong dan dirusak dengan mudah. Terakhir, mana abstrak. Mana yang tidak berbentuk dan tidak memiliki garis aliran. Yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang tertentu. Namun, keberadaan mana abstrak setara dengan mana lurus dalam artian hanya orang-orang tertentu saja yang mempu membedakan aliran mana lurus dengan mana abstrak.


Hal ini, tertulis pada buku yang dibaca oleh Tsuha.


"Apa hubungan akaiakuma dengan para titisan? Kenapa iblis itu, memiliki darah seorang titisan?"


"SSHHHHHHHH" Tangan sedingin es tiba-tiba memegang kening Tsuha. Tsuha sangat terkejut dan langsung melihat ke arah pemilik tangan dingin itu.


Aosora Arthur, menempelkan telujuk tangan kirinya pada bibirnya sendiri, sebagai kode agar Tsuha diam.


"PATSSSSSH!"


Sihir pengikat milik Arnold, langsung terlepas dari Tsuha.


Tsuha tidak banyak bicara. Ia langsung berdiri dan bersembunyi dengan Arthur di belakang puing-puing bangunan.


"Pangeran. Terimakasih" Arthur melihat tangan Tsuha yang bergetar.


"Ha'a. Aku heran sekali dengan mu. Kenapa bocah itu selalu mengincarmu? Apa bagusnya dengan dirimu?"


Arthur mendekatkan wajahnya ke arah Tsuha sambil membelakangkan poni Tsuha yang menutup matanya.


"Apa dia mengincarmu karena kau cantik? Cih, mana katanya gak mau cari selir! Bocah dibawah umur aja dah jadi inceran" Gerutunya.


Arthur melihat ke arah Arnold yang sedang bertarung dengan Nel. Mereka hanya terlihat seperti cahaya yang saling melesat.


Tsuha tak paham maksud Arthur. "Aku ini, laki-laki. Kenapa Anda mengatai saya cantik?".


Arthur langsung melihat ke arah Tsuha setelah mendengarnya. "Kau laki-laki?"


"Tentu saja. Perlukah saya buktikan?" Tanya Tsuha sambil memegang celananya sendiri.