
Archie melambaikan tangan pada Alex malam itu.
Alex melambaikan tangannya juga pada Archie.
Archie sangat senang mendapatkan seorang teman dihidupnya.
Ia kembali ke pohon Padang rumput itu dan tidur didahannya yang terdapat papan Kayu yang tertata rapi.
Langit menebarkan bintang-bintangnya dan diselimuti oleh beberapa awan yang terbawa oleh angin.
"Aku tidak sabar untuk besok"
Archie tidak bisa tidur untuk menunggu esok.
...*****************...
Alex menepati janjinya.
Ia datang sambil menarik gerobaknya yang penuh dengan kayu bakar.
Hati kecil Archie sangat senang.
"Pagi Archie"
Alex menyapa Archie sambilmemberi roti kering lagi padanya.
Archie menerimanya.
"Apa Kau menungguku cukup lama?" Tanya Alex.
Archie membuang mukanya.
"Aku tak pernah menunggumu" Jawab Archie.
"Benarkah? Ah, padahal Aku sangat antusias untuk hari ini" Alex mengaruk tengkuknya.
Archie langsung melihat ke Alex karena ucapannya.
Tak lama setelah itu, mereka mulai berjalan untuk menjual kayu kayu itu.
Awalnya ada seorang wanita yang ingin membeli kayu milik Alex itu.
Namun, Ia pergi ketakutan setelah melihat Archie.
Archie menyadarinya. Tapi, tidak dengan Alex.
"Kenapa mereka pergi?"
Alex memegang kayu bakarnya yang Ia pikir masih basah.
"Alex,.... " Archie memainkan kuku jarinya.
"Iya?"
"Ah... em...biasanya... berapa Kayu bakar yang terjual setiap harinya?"
Archie tak sanggup mengatakan alasan kenapa orang-orang itu pergi.
"Biasanya? 40 sampai 70 ikat" Jawab Alex sambil melepar kayu bakar itu digerobak.
Archie duduk jongkok.
"Berarti, sehari... Alex bisa mendapatkan 70 koin perak. Apa Aku hanya akan menjadi penghambat bagi Alex?"
Archie menunduk.
Hari menjelang sore.
Tak ada seikatpun kayu bakar milik Alex yang terjual.
Alex melihat orang-orang yang biasanya membeli kayu ditempatnya pindah lapak.
"Apa Kayuku tidak bagus untuk dibakar ?" Tanya Alex.
Archie diam dan menahan air matanya.
Ia takut kalau Alex akan menjauhinya saat tau kalau dia yang membuat pembelinya pergi.
"Ya. Mungkin hari ini bukan rezeki kita. Ya, walau begitu ini upah Archie. Terima kasih karena telah menemaniku hari ini. Besok, tetep bantuinnya"
Alex memberi koin perak pada Archie.
Archie membelalakan matanya.
"Ya walau gak seberapa tetep terima ya" Alex meringis pada Archie dan menunjukkan giginya.
Archie menunduk dan melihat telapak tangannya yang diberi koin perak oleh Alex.
Itu, berjumlah lima keping.
Archie langsung berdiri.
"Gak bisa gini!"
Ia mengembalikan lima keping koin perak itu pada Alex.
"Itu uangmu! Hari ini! pelangganmu menjauh karena Aku! Karena warna mata dan rambutku! Besok, Aku tidak bisa membantumu! Aku hanya penghambat. Terima kasih karena telah memberiku roti. Selamat tinggal! Drap!"
Archie berlari setelah mengatakannya pada Alex.
"Archie! Tunggu!..." Alex meraih tangan Archie namun Ia tak sampai saat hampir menyentuhnya.
Alex hanya melihat Archie yang berlari dengan kencang.
...****************...
Archie terus berlari hingga Ia tersungkur dihadapan banyak orang.
"Pffftt... Hahaha..... Anak iblis itu terjatuh! Lihatlah betapa bodohnya dia! Hahahha"
Orang orang menonton Archie dan menertawakannya.
Archie berdiri dan mengusap air matanya yang mengembung.
"DIAM!!!! AKU BUKAN IBLIS!!!! KALIAN YANG IBLIS!!!!" Teriak Archie pada semua orang yang menertawakannya itu.
Tawa semua orang berhenti dengan bersamaan dan berubah menjadi tatapan penuh kebencian pada Archie.
DEGH!
..."Kenapa... Mereka selalu menatapku begitu"...
Archie berjalan mundur dan Ia ingin segera pergi dari sana.
"Lihatlah, Dia tidak sadar diri. Jelas-jelas warna matanya merah"
"Apa Dia tak pernah berkaca?"
Mereka mengerubungi Archie.
Jantung Archie berdebar begitu kencang sangking takutnya.
"Minggir!!! Kalian semua!!! Minggir!!! Woushhhh!!!!"
Pikiran Archie kemana-mana. Ia, mengeluarkan lingkaran sihirnya tepat dihadapannya.
"Anak Iblis itu, sudah gila. Cepat! Panggil Prajurit Shinrin yang berjaga!"
"Ibu..."
"Daripada memanggil Prajurit Shinrin. Lebih baik Kita tangkap Dia! Dia sering mencuri makanan dipasar! Aku melihatnya sendiri!"
"Benar! Dia pernah mencuri buah-buahan di kebunku!"
Semua orang menunjukkan jari telunjuknya pada Archie.
Kaki Archie bergetar menahan rasa takutnya.
Ia ingin menutup telinganya rapat-rapat.
"Grrrtttt!!!"
Seseorang menarik rambut Archie dengan keras.
"Anak yang suka mencuri, lebih baik tangannya diamputasi saja daripada hal ini terus-terusan terjadi"
Seorang pria berniat memberi pelajaran pada Archie.
"Jangan!" Tegas Archie sambil memberontak dan menarik rambutnya yang sebahu itu.
"JUMP! DRAP! DUAGHHHH!!!!"
Alex tiba-tiba muncul dengan melompati beberapa orang dan menginjak mereka kemudian, Ia memukul orang yang menjambak rambut Archie itu dengan kayu bakar ditangannya.
"Tep!" Ia menarik tangan Archie.
"Ayo, lari!" Tegas Alex sambil berlari dan menarik tangan Archie.
Rambut sebahu Archie, menutup pandangannya dan Ia mempercayakan jalannya pada Alex.
"Kejar! Kejar mereka! Jangan dibiarkan lolos!!!!" Tegas orang-orang.
Alex dan Archie terus berlari masuk antar blok rumah warga dan melompati rumah warga yang berada di dataran yang lebih rendah.
Orang-orang masih mengejar mereka.
Tangan Alex masih memegang tangan Archie.
"Apa Kau bisa berenang Archie?!" Tanya Alex yang sedikit menaikkan nadanya.
"Bisa!" Jawab Archie.
"Kalau begitu! Tahan napasmu!" Alex semakin menarik tangan Archie dan berlari lurus menuju sebuah jembatan yang memiliki tinggi enam meter dari batas air sungai.
"SYUUUUT!" Alex membawa Archie terjun dari ketinggian jembatan itu di derasnya air sungai.
"TUNGGU!!!!! HEMPH!!! BYUUUUUURRRRR!!!!"
Mereka berdua, terjun dari jembatan.
Para warga yang mengejarnya panik melihat dua bocah yang terjun ke sungai yang berarus deras itu.
"Sial! Apa-apaan Mereka itu?!!!!! Cepat langsung kehilir!!!!" Salah seorang dari mereka ingin memastikan keadaan mereka berdua.
"Untuk Apa ?! Bukankah lebih baik mereka mati?" sahut salah satu mereka.
"Tapi! Mereka itu, anak-anak! Bagaimana kalau anak Kalian berada di posisi itu?! Apa Kalian akan diam saja?!"
Orang-orang tidak mendengarkan ucapan Pria itu dan lebih memilih untuk bubar.
"YANG BENAR SAJA!" Tegas Pria itu sambil berlari kearah hilir sungai yang berjarak kurang lebih 300 meter dari jembatan.
...****************...
"BHUAAH!!!! AL...ALEX!!!"
Archie berusaha berenang melawan arus kencang itu untuk mencari Alex.
Alex tak terlihat disekitarnya.
Archie panik dan melihat kesegala arah sambil mengatur pola napasnya.
"ALEX!!!!!! DIMANA KAU?!"
Mata Archie mulai mengeluarkan air matanya untuk yang kesekian kalinya.
Ia tak ingin kehilangan sosok yang menyelamatkannya itu.
"ALEXXX!!!!!"
"BHUAHHH!!!!" Alex muncul tak jauh didepan Archie.
"AKU DISINI!" Tegas Alex yang membiarkan dirinya terbawa arus sungai.
"Hisk..... SIALAN!!!! KAU MEMBUATKU KHAWATIR!!!!" Tegas Archie sambil berenang kearah Alex.
"Hahaha.... Maafkan Aku"
Alex tak bisa merasakan kaki kirinya.
Alex memegang pundak Archie saat Archie berada disampingnya.
"Ini akan berakhir dimana ?"
"Nggak tau" Jawab Alex sambil menyembuhkan kakinya didalam air tanpa sepengetahuan Archie.
"SERIUS ?!"
Alex hanya mengangkat bahunya dua kali.
"Sihir akar menjalar ! Wosh!"
Seseorang mengunakan sihirnya untuk menolong Alex dan Archie.
Sihir orang itu (Berbangsa Elf) mengendalikan akar pepohonan yang berada dipinggiran sungai dan melilit Alex serta Archie kemudian keluar dari aliran sungai yang deras itu.
Alex dan Archie sangat bersyukur karena diselamatkan oleh Elf itu.
"Kalian tidak apa-apa?" Elf itu mengkhawatirkan mereka.
Alex dan Archie mengangguk bersamaan dan mereka tiduran di tanah karena kelelahan.
"Syukurlah, mulai hari ini berhati-hatilah" Elf itu pergi setelah mengatakannya.
Alex dan Archie saling melihat.
"Pffft,...Ahahahhahahaha..." Mereka berdua tertawa bersamaan.
"Yang tadi, seru juga! Kapan-kapan ayo lakukan lagi!" Ajak Alex.
"Gak!" Jawab tegas Archie sambil duduk.
"Eh?! Kenapa? Jarang-jarang Aku bermain seperti itu"
Alex telungkup dan tersenyum melihat Archie.
Archie melepas pakaian bagian atasnya.
"Eh!" Alex terkejut melihat Archie akan melepas pakaiannya.
"Tunggu ! Apa yang Kau lakukan ?!"
Alex menutup matanya dengan kedua tangannya yang kotor dengan tanah.
Wajah Alex benar-benar memerah.
"Memang kenapa ? Kita sama-sama laki-lakinya" Ucap Archie.
"Eh ? Kau laki-laki ?"
Alex mengangkat wajahnya dan membuka matanya lebar-lebar.
Ia memperhatikan setiap bentuk tubuh Archie.
"Kau.... Laki-laki?"
Alex langsung duduk dan bertanya sambil menunjuk Archie yang sedang memeras pakaiannya.
"Kau pikir apa ?"
"Sialan..... tanganku yang suci.... telah ternodai... Huhu... kembalikan senyum ikhlasku.... nyesel Aku nolong Dia...." Gumam Alex sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Archie mengikat rambut panjangnya se bahu itu.
"Dasar mata sialan! Kakek Tua 16 tahun!...." Alex terus mengumpati Archie.
Archie memegang rambutnya.
"Apa Aku terlihat seperti perempuan karena rambut ini? Ah, lebih baik ku potong saja".
"Mata merah sialan! Aku akan membalasmu saat Aku menjadi Raja kelak" Ucap lirih Archie.
Archie melihat kearah Alex.
"Raja ? Kau ingin jadi raja ?"
Archie berfikir itu hal yang sangat mustahil untuk diraih oleh Alex.
Sebab, disini Alex adalah seorang rakyat biasa dan tidak memiliki kekuasaan yang tinggi di desa itu.
"Iya! Aku ingin menjadi Raja dan memberantas semua Iblis yang ada di Negri ini. Kau boleh tertawa sepuasmu. Aku tidak malu dengan cita-citaku" Jawab Alex sambil meringis pada Archie.
"Memusnahkan bangsa Iblis?"
Alex mengangguk.
"Ayahku, dulu meninggal karena dibunuh oleh Raja Iblis Akaiakuma. Aku lupa namanya. Kata Ibuku, Ayahku adalah seorang Prajurit yang hebat. Aku, Ingin menjadi seperti Ayahku untuk melindungi semua orang yang lemah" Tegas Alex dengan bangga.
Archie tersenyum.
"Kau, hebat sekali. Aku, juga ingin menjadi orang yang hebat dan Aku ingin orang-orang tidak memanggilku sebagai anak Iblis" Ucap Archie sambil mengepalkan tangan kanannya.
"Orang hebat ? Itu seperti apa ?" Tanya Alex.
Archie memasang mimik berfikir.
"Bagaimana dengan menjadi tangan kanan seorang Raja ?"
"Plak!" Alex menepuk kedua telapak tangannya.
"Bagaimana kalau Kau jadi tangan kananku dan Aku jadi Rajamu ? Kita pasti akan membangun kerajaan yang hebat!" Tegas Alex sambil berdiri.
Mata Archie sangat berbinar saat melihat Alex.
Alex terlihat begitu hebat dimata Archie.
Archie ikutan berdiri karena semangat Alex yang mengalir padanya.
"Benar! Ayo! Sama-sama membangun Kerajaaan yang hebat dan mengalahkan Raja Akaiakuma! Nanti Kita namai apa ya Kerajaan Kita ?!" Archie begitu Antusias.
"Emmmm.... bagaimana Kerajaaan Alex?" Tanya Alex.
"Kalau gitu, bukan Kerajaaan bersama! Pikirkan nama yang bagus!" Ujar Archie.
"Baiklah! Kalau begitu! Kita pikirkan nanti saja namanya. Kata Ibuku, Seorang raja harus kuat untuk melindungi warganya. Berarti! Pertama-tama! Kita harus bisa sihir tingkat tinggi!" Seru Alex.
"BENAR! IBUKU JUGA BERKATA BEGITU! Aku juga! Sudah memiliki 27 macam sihir dari aliran sihir Api dan angin! Nanti, Aku akan ajarkan juga padamu! Calon Raja Alex!" Tegas Archie.
"Yah,... mana ada Raja yang belajar sihir pada tangan kanannya?"
"Ya ada lah! Kan Kau yang akan mengawalinya!" Tegas Archie.
...****************...
**ITU, ADALAH SUMPAH KECIL MEREKA YANG AKAN MEMBAWA PERUBAHAN PADA MASA DEPAN NEGRI ARDEN.
TAPI, SAMPAI KAPAN ARCHIE AKAN MENYADARINYA ?
DAN APA YANG AKAN TERJADI PADA ARCHIE SERTA ALEX, BILA MENGETAHUI SIAPA ITU RAJA AKAIAKUMA ?
AKANKAH, ARCHIE BISA MENJADI TANGAN KANAN ALEX DIMASA DEPAN KELAK ?
Tunggu chapter berikutnya ya teman²
Tetep semangat bacanya `³**`