My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 97. Não Fique Triste!



"Kamu mungkin berubah pikiran setelah tahu bahwa kamu adalah putera kerabat jauh kami, Archilles Lucca. Tetapi, syarat-ku untukmu tidak berubah. Aku harap kamu tidak selemah Nastya."


Archilles Lucca bicara berdua saja dengan Salsa Diomanta di ruang kerja, setelah makan malam.


Tuan Maurizio dan Nyonya Nastya Lucca memilih untuk kembali ke hotel bersama Zefanya. Mereka akan habiskan waktu berkualitas selama hari Minggu sebelum Zefanya diantarkan kembali ke rumah Lucia. Nyonya Nastya ingin mengurus kepindahan Zefanya di hari senin, tetapi Zefanya meminta waktu untuk berpikir.


"Kami punya beberapa program tiga Minggu ke depan dan aku adalah ketua kelas. Sungguh aku akan dituduh lari dari tanggung jawab dan gagal menjalankan kepercayaan dari teman-temanku. Lagipula, aku akan menerima piagam penghargaan sebagai murid teladan. Aku tidak mungkin lewatkan itu."


Tuan Maurizio dan Nyonya Nastya kemudian sepakat bahwa Zefanya akan dipindahkan di awal tahun ajaran baru.


"Sangat menyesal aku katakan Anda keliru," bantah Archilles Lucca. Walaupun tidak sampai 48 jam bersama Nastya Lucca, Archilles berani bertaruh pendapat Nyonya Salsa Diomanta tentang Ibunya benar-benar salah.


Salsa mengangkat wajah. Pandangan mereka bertemu.


"Nyonya Nastya Lucca tidak lemah, beliau hanya lemah lembut. Sikap yang seharusnya Anda miliki terlebih pada Puteri Anda, Nona Arumi sebab Nona sangat butuhkan hal-hal menenangkan dari Anda."


Salsa Diomanta melipat tangan kemudian sedikit mengetuk tengah kening dengan telunjuk. Perbandingan yang sama sering diutarakan Ayahnya sendiri hingga buat ia tidak menyukai Nastya Filipe sama sekali.


"Akhir-akhir ini kamu terus mengkritikku, Archilles. Semakin berani."


"Maafkan aku buat Anda tidak nyaman," sahut Archilles putuskan ia terjangkit sikap Salsa sendiri dan introspeksi diri sangat cepat bahwa ia tak perlu meniru perilaku itu. Tetapi tak bisa menjauh dari sana setelah melihat bagaimana Nona Arumi ingin pergi dari kekangan Ibunya.


"Nona butuh tempat berteduh dan Anda adalah tempatnya. Harusnya bukan aku. Tetapi sejauh ini, kekuatan mulia itu tak ada dalam diri Anda."


"Archilles? Aku pikir kamu tak akan kelewatan."


"Nona Arumi sangat ingin aku bawa ia berlari dari Anda," sahut Archilles lagi. "Lalu, apa yang harus aku lakukan, Nyonya? Jika Anda dan Tuan Chavez tidak bisa ciptakan suasana kondusif, maka aku akan menuruti permintaan Nona Arumi."


Salsa Diomanta memikirkan secara mendalam perkataan Archilles Lucca.


"Baiklah. Aku akan berusaha."


Archilles bernapas lega.


"Aku tidak akan lupakan persyaratan menikahi Nona Arumi yang telah Anda tetapkan. Aku sedang selesaikan tugasku, Nyonya. Karena aku tak wajib melapor, kupikir Anda mungkin tak ingin tahu perkembangannya."


Archilles masih ingin bersama kedua orang tuanya termasuk ingin ajukan permintaan membawa Lucia dan Kakek Zevas bersama mereka nanti. Tidak sekarang, semuanya masih abu-abu. Archilles perlu jalankan beberapa pekerjaan termasuk menjadi guru.


Berharap orang tuanya tak keberatan mengingat bagaimana Lucia dan Kakek Zevas habiskan tahun-tahun panjang besarkan dan biayai pendidikannya. Terlebih kini setelah tahu bahwa Archilles Lucca bukan cucu kandung mereka dan akan pergi ke keluarga sesungguhnya, Archilles yakin, Lucia sedang sedih saat ini.


Tidak!


Ia akan membawa kakek neneknya kemanapun ia pergi dan menjamin kehidupan mereka seperti sumpahnya diawal, bekerja keras kumpulkan uang tunjangan untuk Lucia dan Kakek Zevas.


Dua hari mendatang ia hanya akan fokus mengurus Arumi Chavez sebagai hal penting lain. Gadisnya masih di lantai atas bersama Tuan James Chavez yang kemudian sedikit terbuka setelah Nyonya Salsa turunkan harga diri. Entahlah. Dua orang ini akan jadi mertuanya dan sikap mereka sangat mengganggu Archilles.


"Bolehkah aku bertanya pada Anda?"


"Aku tidak harus menjawabmu, kan?"


Archilles Lucca menahan napas. Nyonya Salsa tidak serta merta menyukainya hanya karena dirinya putera Tuan Maurizio Lucca. Tetap menganggap rendah dirinya cenderung memusuhinya. Archilles tak mengerti apa masalahnya.


Apakah karena dirinya sangat mencintai Arumi Chavez, Nyonya Salsa manfaatkan perasaannya?


"Semuanya tidak sengaja, Archilles," kata Salsa akhirnya perbaiki cara bicaranya setelah melihat raut kelam Archilles Lucca. Terbit juga iba. "Aku mencari keluarga angkat untukmu. Ada tiga keluarga ideal dari kerabat jauh kami, Keluarga Rafael Henriques, Bernardo Rodrigo dan Santiago Vincente. Lalu, aku ingat punya kerabat kurang beruntung bernama Nastya Filipe. Ia menikahi Tuan Maurizio Lucca dari Càrvado. Mereka kehilangan bayi laki-laki mereka oleh kelainan darah. Nama keluarga kalian kebetulan sama. Pekerjaanku akan lebih mudah."


Menarik napas.


"Aku hubungi Tuan Maurizio dan Nastya Lucca untuk minta bantuan. Keduanya sangat bersemangat dan setelah berunding mencapai kata sepakat. Sampai waktu itu aku belum tahu apapun. Murni hanya inginkan keluarga angkat untukmu sebelum nikahi Puteriku."


Archilles menyimak apapun penjelasan Nyonya Salsa.


"Aku tak suka berutang padamu. Terima kasih telah selamatkan Puteriku. Sebagai gantinya, aku mencari tahu asal-usulmu. Aku bertemu Raul Lucca. Kamu tahu akhirnya, pria itu tak mengakuimu sebagai anaknya. Ia meminta uang dariku untuk ditukarkan denganmu."


Tidak ada utang piutang bagi dua orang yang saling mencintai. Archilles Lucca berulang kali telah mengklaim cintanya pada Arumi Chavez. Bukan semacam sistem barter. Orang tak akan mengerti bahwa ia rela mati untuk kekasihnya.


"Apa mungkin Raul Lucca tahu bahwa aku bukan puteranya." Pertanyaan itu mengganjal. Ia perlu tahu jawabannya.


Perlakuan Raul padanya selalu buruk. Tetapi, sejauh keyakinan karena ia memang sangat nakal dan Raul bosan padanya. Agar Archilles lebih cepat pergi ke sekolah, Raul palsukan usia Archilles menjadi dua tahun lebih tua.


"Ya. Bahkan wanita yang kamu panggil Ibu, adalah perancang nasib terbaik bagimu."


"Apa maksud Anda, Nyonya?"


"Ibumu hanya tak berpikir panjang ketika menyewa jasa oknum perawat untuk mencuri-mu dari Nastya dan lakukan pertukaran. Dia berkompromi dengan kejahatan pada Nastya Lucca tanpa pikirkan resiko."


Archilles Lucca m3nd3s4h. Martha Via tak akan lakukan itu padanya, curang padanya. Archilles tidak mudah percaya.


"Ibuku tak punya uang. Maksudku, Martha Via tidak miliki banyak uang apalagi untuk kriminalitas. Ibuku tak mungkin lakukan itu."


Salsa Diomanta mengangkat alisnya tinggi, mencela cara Archilles percayai ketulusan Ibu angkatnya bernama Martha Via.


"Malang sekali nasibmu, Archilles Lucca," keluh Salsa berdecak. "Alfredo mengurus dokumen temukan beberapa kemungkinan. Aku curiga hingga selidiki ke rumah sakit tempatmu dilahirkan. Aku mencari perawat itu dan menemukan ia rela bersaksi jika dipanggil. Untuk pria yang selalu terlibat dengan begitu banyak kejahatan kelas atas dulunya, bagaimana mungkin kamu tak pikirkan asal usulmu? Lewatkan begitu saja."


"Aku masih tak ingin percaya sampai detik aku bicara pada Anda. Ibuku sangat menyayangiku."


Archilles sangat terluka. Ia tak bisa berpikir. Terkadang ia punya satu keinginan aneh. Ketika matanya terpejam, ia mengkhayal seseorang mengetuk pintu ruang tidurnya dan orang itu adalah Martha Via. Sewaktu Martha Via meninggal, Archilles pernah berangan untuk ikut dengan Martha. Ia kehilangan satu-satunya pegangan hidup. Jika bukan karena Zefanya, akhirnya mungkin tragis untuknya. Ia sering kali merindukan Martha Via hingga terlampau sedih untuk diungkapkan. Zefanya adalah satu-satunya yang tertinggal dari Martha Via baginya. Sungguh menyedihkan bila apa yang dikatakan Nyonya Salsa Diomanta ternyata benar.


"Nyatanya Martha Via punya cukup uang dan sedikit perhiasan di waktu itu untuk kesepakatan harga dengan si perawat korup."


"Itu tidak masuk akal. Mengapa Martha lakukan itu? Apa motifnya? Dia ibu yang sangat baik dan penyayang bagiku."


Aku adalah pangerannya yang berharga. Apa yang terjadi? Ia menjadi terombang-ambing.


Salsa Diomanta berdecak sekali ini cukup panjang. Kepiawaian Archilles dalam mengurus pekerjaannya sama sekali tak berfaedah untuk mengenali kehidupannya sendiri. Mungkin karena cinta seseorang mengaku "Ibu" telah butakan Archilles Lucca dengan kasih sayang semu. Mungkin cuma kamuflase menutupi kejahatan sesungguhnya.


"Putera Martha Via Lucca terlahir dengan kelainan sel darah sudah diwariskan turun temurun. Martha mungkin tak bisa selamatkan bayinya jika si bayi tetap bersamanya karena pengobatan butuh banyak uang. Martha tidak siap terlebih ia menikahi pria seperti Raul Lucca. Aku yakin kamu lebih tahu. Takdir sangat tepat ketika Nastya Lucca juga melahirkan seorang putera sehat tanpa cacat. Martha berharap, puteranya mendapatkan perawatan dari keluarga kaya itu dan diselamatkan. Sangat ajaib, golongan darahmu dan bayi Martha Via sama. Nasib bagus bagi Martha Via. Beruntung Martha-mu meninggal Archilles. Bayangkan saja apa yang akan Nastya lakukan padanya setelah tahu, ibu angkatmu telah menukar kehidupan puteranya."


Atau seandainya Martha Via hidup, kebenaran tentangnya tak akan terungkap. Ia tak akan pernah pergi ke rumah Grenny Lucia dan bertemu Valerie. Ia tak akan menjadi penjahat dan bertemu Elgio Durante. Ia tak akan jadi pengawal dan bertugas menjaga Arumi Chavez. Tak akan jatuh cinta pada gadis muda belia dan tahu bahwa ia bukan anak Martha. Ia mungkin akan lulus kuliah, dapatkan pekerjaan bagus dan menikahi Paula seperti mimpi masa kecilnya.


Inikah alasan Raul Lucca selalu kasar pada Martha Via?


Terluka sangat parah, Archilles berdiri linglung. Ia percaya Martha sangat mencintainya. Ia terpaku untuk waktu lama. Tak sadar telah keluarkan air mata karena kekecewaan meluap-luap. Sangat sulit menerima kenyataan ini terlebih hatinya yang sangat sakit. Pintu terbuka tanpa diketuk.


"Archilles ..., mengapa lama sekali?" Arumi Chavez bertanya pelan. Tak ingin menuding ibunya tetapi dapati Archilles Lucca palingkan wajah. Secepat mungkin gunakan punggung tangan menghapus jejak. Arumi lekas curiga.


"Archilles?!" panggil Arumi pelan. "Apa yang terjadi?"


Archilles Lucca menggeleng takut Nona Arumi melihatnya kini dan berprasangka buruk pada Nyonya Salsa. Segera berbalik. Tersenyum tetapi dia bukan aktor yang baik.


"Apa yang Ibu lakukan padanya?" Arumi Chavez menatap pada Salsa yang kini hempaskan napas kasar karena selalu salah di mata Arumi. Puterinya bahkan mulai curiga yang tidak-tidak.


"Tanya padanya, Arumi Chavez, apakah aku menyakitinya?"


Salsa Diomanta keluar dari ruangan.


"Archilles ..., beritahu aku ada apa?"


Arumi Chavez sampai pada Archilles, memeriksa wajah pria itu. Mata almon pancarkan kesedihan.


"Tidak ada, Nona."


"Ini bukan masalah besar, Nona."


"Apakah kamu sedih karena menemukan Nyonya Nastya?" tanya Arumi Chavez sangat tahu bahwa Archilles sangat menyayangi Ibunya.


"Ya."


"Aku yakin, Tuhan bersama seseorang yang baik hati sepertimu, Archilles Lucca."


Salsa Diomanta menutup pintu ruangan tepat ketika dua orang di dalam berpelukan.


Terkejut.


Bertemu James Chavez di depan. Berdiri di jarak tertentu, sangat dekat tetapi sulit menggapai.


"Apa kamu ingin minum teh?" tanya Salsa tawarkan semacam perdamaian. Tidak berharap suaminya menerima karena ia tak tahu apa yang akan mereka perbincangkan. Butuh bertahun-tahun kembali bertemu, cukup satu menit untuk berperang.


James Chavez menatapnya.


"Apakah ada yang lebih bagus dari teh?"


"Aku tidak minum alkohol." Salsa menyahut. Dulunya ia adalah p3c4ndu berat. Setelah ditinggalkan James Chavez dirinya takut mabuk dan bertingkah brutal terhadap h4sr4t. Sekaligus hentikan segala kebutuhan biologis terhadap pria karena tak ingin Arumi Chavez menganggapnya "menyeleweng". Cukup sudah yang ia lakukan pada Aruhi dan dampak besar karenanya. Sebagian juga karena hatinya secara gamblang tak bisa menemukan seseorang seperti Ebenn. Tak akan pernah. Betapa melihat Archilles Lucca telah menyiksanya beribu-ribu kali.


Apakah ia kalah cantik dari Andreia Sanchez?


Tidak juga!


Usianya baru 35 tahun dan ia mungkin lebih adik dari Andreia Sanchez. Perawatan mahal membuatnya terlihat jauh lebih muda dari 35 tahun. Suaminya mungkin menyukai sesuatu yang sederhana. Bertaruh banyak wanita cantik di sekeliling James Chavez dan pria ini bisa memilih mana saja semaunya. Tetapi, sepertinya James Chavez tertarik pada Andreia.


Perlukah ia keluar ke dunia dengan gaun off shoulder di klub-klub kelas atas yang berisikan pengusaha muda, kaya raya, sukses dan pejabat penting? Ia mungkin akan menarik salah seorang di antara mereka untuk kencan. Mendengus. Hanya memikirkannya saja buat ia mual. Namun, ia perlu mencoba untuk melihat reaksi suaminya.


"Mari minum sebentar. Aku harus pergi karena ada urusan mendesak," sahut James Chavez mengiyakan.


Salsa Diomanta pergi ke dapur, siapkan dua cangkir teh ginseng dan bawakan ke teras yang menghadap halaman belakang. Hujan mulai reda. Suhu lebih hangat sehabis hujan.


"Jika tidak keberatan, bolehkah aku menumpang?" tanya Salsa letakan cangkirnya. Kapan terakhir mereka begini?


"Kemana?"


"Menemui seorang teman," sahutnya asal.


Teman?


Ia tak punya teman. Marion Davis dan Salsa Diomanta adalah temannya. Ia punya lebih dari selusin partner kerja pria sejak ia berada dalam organisasi mafia sampai sekarang menjalankan bisnis bersama adik-adiknya, tetapi tidak ada satupun yang bisa ia sebut teman. Kebanyakan mereka kolega untuk mencapai keuntungan bersama. Bahkan dunia para sosialita tak benar-benar ada yang jadi teman. Mereka tersenyum ramah padamu tetapi akan mengupas kehidupanmu sampai ke tulang-tulang. Penuh kepalsuan. Satu-satunya yang menyatukan mereka adalah barang mewah berkilau.


Teman tak punya apalagi teman kencan? Ia tak tertarik pada pria.


James Chavez menoleh padanya.


"Malam-malam begini?"


"Ini belum terlalu malam."


"Ada banyak pengawal, aku bisa minta mereka antarkanmu."


"Aku hanya percayakan nyawaku pada Alfredo Alvarez." Salsa meneguk teh arahkan pada James Chavez. Tak sulit melihat Andreia akan mudah jatuh hati pada suaminya.


"Baiklah." Setuju karena Alfredo belum kembali dari mengantar Nyonya Andreia.


Begitulah akhirnya meneguk teh tiga kali, Salsa pamit pergi ke ruang tidur. Lewati ruang baca, tak ada suara apapun dari dalam. Archilles akan temani Arumi. Akhirnya pasrah dan percaya saja Archilles Lucca miliki pengendalian diri yang terlalu bagus dalam hadapi keinginan puterinya. Terlebih Archilles tahu resiko jika lewati batas.


Menggeser pintu walk in closet mewah dan pergi ke bagian dress. Ia tak pernah menyentuh dress model-model ini sebelumnya dan tidak tahu mengapa ia membelinya. Menjijikan karena ia harus merayu suaminya sendiri.


Apakah cinta?


Ia tak tahu soal itu. Ia tak pernah jatuh cinta dengan benar setelah hanya pada Ebenn. Cinta pertama, cinta monyet dan cinta tragedi. Bersama James benar-benar hanya ketertarikan fisik. Lalu, untuk apa kini ia ingin pertahankan suaminya? Ia telah menanda tangani berkas walaupun James telah kembalikan padanya untuk disimpan sampai Maret.


Gengsi?


Mungkin.


Rasa rugi?


Ia tak tahu. Memilih satu dress medium off shoulder bewarna hitam, memakai kalung mutiara sederhana dan berdandan tipis-tipis. Termasuk gunakan lipstik berwarna soft menambah kesan muda. Biarkan rambut digerai. Memakai stocking jaring bermotif yang bahkan ketika kamu melihatnya pikiranmu akan berkelana kemana-mana. Terakhir memilih high heels dari perancang terkenal. Mematut diri di cermin. Meraih mantel abu-abu.


Tersenyum sedikit. Berharap Archilles dan Arumi masih di ruang baca jadi tidak memergoki penampilannya.


Pergi ke ruang depan. James Chavez sedang menerima telpon. Berpaling padanya. Mengerut. Salsa melangkah dengan mantel di tangan. Menaruh clutch di atas meja dan memakai mantel di depan suaminya.


Ia tersenyum. "Mari kita pergi!"


Kancingkan bagian terakhir dan mendahului suaminya.


"Apa temanmu seorang pria?"


Mereka di dalam mobil membelah malam. Salsa memeriksa riasannya di kaca berulang kali. Sinis dalam hati pada pertanyaan itu.


"Ya."


"Pria macam apa yang mengajakmu malam-malam bertemu?"


"Pria yang naksir padaku sejak empat tahun lalu. Namun, aku baru akan ladeni-nya malam ini," sahut Salsa Diomanta berharap pria seperti itu sungguhan ada. "Statusku akan jelas Maret nanti. Tidak ada salahnya memulai segala hal dari sekarang."


James Chavez antarkan ia hingga di pelataran parkir bagian dalam basement sebuah tempat tersembunyi bernama Burqa Club'. Salsa Diomanta tanggalkan mantel dari dalam mobil. Bahunya sedikit berkilau oleh shimmering disapukan tipis-tipis. Berikan aksen s3nsu44l.


"Aku akan minta Alfredo kemari."


"Tidak perlu, Tuan. Aku akan bersama temanku malam ini," sahut Salsa menolak. Mendorong pintu mobil. Belahan dress terbuka cukup tinggi di bagian paha ketika ia akan turun. Renda di ujung stocking memancing James Chavez untuk berkomentar.


"Apakah kamu berniat menggoda temanmu dengan belahan dress-mu?"


"Tepat sekali." Salsa tersenyum anggun. Dalam hatinya ingin suaminya bertindak lebih jauh. Tetapi, James Chavez mungkin telah benar-benar terpikat pada Andreia. Ia menarik napas pelan-pelan hembuskan satu per satu. "Sampai jumpa, Tuan Chavez. Tolong datanglah lebih pagi untuk sarapan bersama Puterimu."


"Kamu tidak pulang?" tanya James Chavez menyipit tidak senang.


"Mungkin. Aku akan menginap dengannya jika diajak."


"Puterimu sedang sakit."


"Itulah, mengapa aku minta tolong padamu untuk datang lebih pagi dan temani Puterimu gantikan aku."


"Arumi mungkin membutuhkanmu bukan aku."


"Arumi sedang bersama pacarnya. Ia tak akan menyadari Ibunya hilang semalam. Lagipula, Anda akan bersamanya besok pagi, Tuan."


"Salsabila?!"


"Semua orang akan memulai lembaran baru begitupun aku." Salsa membalas suaminya. "Selamat malam, Tuan Chavez semoga malammu menyenangkan."


***