My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 87. Romantic Homicide



Setelan celana putih dan atasan cream dibalut blazer netral, Salsa Diomanta menggambarkan kepribadiannya yang meskipun telah berusaha chic dan simple, tetap saja tak bisa samarkan aura glamour yang ia miliki. Terlebih sesuatu yang lebih misterius dari itu.


Langkahkan kaki-kaki dalam sepatu high class di koridor rumah sakit, pada kenyataan, otaknya sedang memikirkan pernikahan puterinya. Menggigit sedikit ujung bibir, bagaimana bisa Arumi akhirnya akan menikah tiga bulan lagi? Dan ia tak bisa mengubah pendirian Arumi Chavez atau puterinya akan menjelma menjadi musuh yang bersiap berperang denganmu di dalam hunianmu sendiri.


Salsa Diomanta selesai menemui ketua tim dokter yang menangani kondisi kejiwaan Arumi Chavez. Mereka tak bisa bicarakan di rumah tanpa sebabkan reaksi penolakan Arumi Chavez.


Kini, ia menuju ruangan perawatan lain untuk mengunjungi Dandia Sanchez. Ia memegangi buket bunga di tangan. Masuk ke dalam lift. Memencet lantai tujuan.


Saat pintu lift akan bergeser tertutup, tangan seseorang menyembul dicelah, menahan pintu hingga kembali terbuka. Seorang pria berdiri di depan pintu lift. Satu rombongan masuk. Dokter dan perawat, Salsa kemudian terdesak ke belakang. Dua pria bersetelan hitam persilahkan seseorang paling akhir untuk masuk. Mungkin Presdir Rumah Sakit atau orang penting. Dan Salsa cukup terkejut melihat siapa yang disambut penuh kehormatan. Salsa menyipit, matanya mengenali siluet tubuh tinggi, tegap itu.


"Terima kasih banyak atas bantuan Anda, Tuan Chavez. Kami berharap program Walk with Childrens dari grup perusahaan Anda ini terus diadakan tiap tahun sehingga makin banyak anak-anak penderita kanker yang sembuh."


"Donasi akan terus berlangsung mulai sekarang, Tuan Gilbert. Bagaimana dengan gadis terakhir kita, Tuan? Apakah perkembangannya baik?"


Kuping Salsa menangkap percakapan. Suara berat yang telah sangat lama hilang dari pendengaran.


"Ya, Tuan. Dia sangat kuat dan bersemangat."


"Aku ingin interaksi dalam ruang yang lebih privasi karena ini termasuk kunjungan keluarga."


"Bisakah kita bicarakan beberapa agenda setelahnya?" tanya sang dokter.


"Baiklah. Tahun yang akan datang, kita hanya harus optimis akan lebih banyak berdonasi hingga proyek penyembuhan bisa untuk skala lebih besar."


Salsa Diomanta tanpa sadar berdecak keras dari belakang hingga menarik perhatian semua orang tak terkecuali si pria. Mereka ramai-ramai menengok pada wanita yang berani mengejek seseorang yang peduli tinggi pada masalah sosial masyarakat, seperti James Chavez. Tak pelak semua orang mulai berbisik di sekitarnya. Ingin tahu ada masalah apa.


Salsa Diomanta menatap lurus suaminya yang dalam dua Minggu muncul dengan gugatan cerai tanpa ingin bertemu. Dua Minggu ke depan akan menjadi mantan suaminya.


Tatapan mata bentrok, mengubah udara lebih dingin bagi keduanya. Salsa Diomanta mengangkat satu alis tinggi. Pada pria ..., di mana ..., di masa lalu, daya pikat James Chavez bercampur h4sr4t buta telah jerumuskan ia ke dalam pengkhianatan paling runcing dan menjijikan dalam hidupnya. Melihat dirinya yang tanpa harga diri panjati pria itu demi kepuasan terkutuk.


"Tak susah ternyata bersua malaikat. Kamu tak perlu pergi ke gedung tertinggi, lemparkan dirimu ke bumi agar diselamatkan atau kumandangkan pujian ke arah matahari terbenam. Kamu hanya perlu masuk ke lift menuju ruang perawatan pasien kanker. Kamu mungkin beruntung sepertiku," kata Salsa Diomanta setajam samurai baru keluar dari sarung.


Saat bel pintu lift berdenting, Salsa Diomanta menerobos semua orang dalam lift yang mau tak mau bergeser. Beri ia jalan, atau kaki mereka akan terinjak sepatunya. Berhenti tepat di depan James Chavez ..., pria berusia 40 tahun yang tampak berada di puncak kematangan seorang pria.


Sepuluh tahun, apakah pria ini kembali pada mantan istrinya? Atau menikmati hidup bebas dengan seorang wanita? Mungkin jadi sugar Daddy seperti yang sedang tren? Kelihatan sangat cocok dengan janggut hitam yang menutupi seluruh rahangnya. Mungkin bermain-main dengan gadis seumuran puterinya?


Akhirnya, tangan kanan Salsa cuma naik mengatur dasi James Chavez. Ia mendongak sedikit sambil mengibas permukaan dasi pelan. "Mulia sekali hatimu, Tuan James Chavez. Anak-anak ini jauh lebih beruntung daripada Puteriku," tambahnya sinis sebelum memakai kaca mata hitam. Berlalu dengan angkuh menyisakan banyak pertanyaan. Kepala rumah sakit sampai-sampai melongok karena penasaran.


Terlebih para asisten James Chavez yang berada di depan lift membungkuk saat ia lewat, memberinya sedikit hormat. Salsa sarkas. Mereka mungkin mencemooh dalam hati karena sikap kurang ajarnya dan mereka hanya bisa menonton. Ia tak pernah peduli.


Sampai di ruangan Dandia, kamar itu kosong. Lepaskan kaca mata dan menengok ke dalam.


"Nyonya ..., apa ada yang bisa saya bantu?"


Seorang perawat keluar dari sana setelah bersihkan ruangan. Menyapa sopan.


"Pasien di sini, apakah telah keluar dari rumah sakit?"


"Oh tidak, Nyonya. Nona Dandia Chavez dipindahkan ke ruangan lain."


"Begitukah?"


"Sejak kapan?"


"Setelah kemoterapi kedua sukses, Nyonya."


"Baiklah. Bisakah tunjukan di mana ruangannya?"


"Jika tak keberatan, mari aku antar."


Mengekor di belakang perawat. Salsa Diomanta tidak menerima pemberitahuan sebelumnya. Atau Ethan Sanchez tak ingin mengganggunya sebab mungkin Ethan sendiri melihat kerumitan hidupnya karena penculikan Arumi.


"Oh, Anda akan bersabar sebab ternyata ruangan Nona Dandia sedang menerima kunjungan dari Tuan Chavez."


Salsa Diomanta melangkah pada sedikit kerumunan. Berdiri di luar kaca mengumpulkan ketabahan. Ia akan menaruh bunga dan menanyakan kabar Dandia lalu pergi.


Di dalam sana, James Chavez sedang bicara dengan Dandia. Lalu, pada para dokter. meminta waktu khusus. Semua orang akhirnya pergi.


Kini, pria itu berbincang pada Nyonya Andreia Sanchez. Manggut-manggut kecil, sangat perhatian. Dan bukan sekedar peduli biasa ketika tanpa sengaja tangan Andreia sebabkan sesuatu terjatuh. Secara mengejutkan mereka sama-sama memunguti botol minuman. Tak sengaja bersentuhan. Kening mereka bertabrakan. Salah tingkah satu sama lain setelahnya. Berdiri malu-malu. Salsa berdecak.


"Usiaku 35 tahun saat aku melihat suamiku alami puber tahap kedua," celah Salsa pada sikap James Chavez. Calon mantan suami lebih tepatnya.


"Nyonya Salsa? Anda di sini?"


Salsabila lumayan kaget, segera menoleh. Yakin mukanya merah keunguan sebab kepergok mengintip orang lain. Terlebih ia telah bicara sendirian. Temukan Ethan Sanchez menatap padanya. Mengatur ekspresi wajah. Tak suka kehilangan ketenangan.


"Ethan? Sejak kapan kamu di sini?"


"Aku baru saja datang, Nyonya. Mengapa Anda tidak masuk?"


Ethan Sanchez menoleh ke dalam. Ibunya sedang bersama Tuan James Chavez. Wajah Ethan tidak senang tetapi sikap dewasanya benar-benar membuat Salsa terkagum-kagum. Alih-alih sampaikan pendapat, Ethan malah tersenyum padanya mohon maklumat. Melindungi Ibunya dari pikiran buruk orang lain.


"Tuan James Chavez dari yayasan Chavez Walk with Children's. Sama seperti Anda, beliau telah membantu kami sangat banyak."


"Dan menjadi lebih dekat dengan Ibumu." Bukan pertanyaan.


"Ya. Begitulah. Kami menganggapnya kerabat kami," sahut Ethan tidak enak. "Tuan James Chavez sering kemari mengunjungi Dandia dan menghibur kami. Aku ingin perkenalkan Anda tetapi aku yakin waktu Anda tersita mengurus Arumi Chavez. Apa Arumi baik-baik saja? Aku sangat malu sebab belum menjenguknya."


"Arumi sedang menjalani terapi, Ethan. Arumi akan memahami keadaanmu. Jangan terlalu dipikirkan."


"Mari kita masuk, Nyonya."


"Apakah kamu tahu, siapa Tuan James Chavez, Ethan?" tanya Salsa menatap ke dalam.


"Beliau adalah Direktur sebuah perusahaan sekaligus founder Chavez walk with Children's, Nyonya. Organisasi yang mendukung anak-anak penderita kanker."


"Maksudku kehidupan pribadinya."


"Aku hanya tahu Tuan Chavez sedang melangsungkan prosedur perpisahan dengan istrinya, Nyonya. Mereka telah berpisah selama 10 tahun. Aku tak ingin tahu lebih jauh."


"Apakah Tuan Chavez sama sekali tidak familiar denganmu?"


Ethan Sanchez berpaling pada Salsa Diomanta. Ada banyak Chavez di benua ini dan benua latin, lebih dari jutaan sama seperti nama Sanchez. Tetapi, tatapan muram di mata Salsa Diomanta sadarkan Ethan Sanchez.


"Nyonya ..., apakah mungkin bahwa Tuan James Chavez adalah Ayah Arumi Chavez?" tanya Ethan tak bisa menutupi keterkejutannya. Tidak mungkin.


"Ya."


"Nyonya ...."


Hening. Kini, orang-orang di dalam menoleh keluar. Dandia tersenyum kecil pada Salsa dan dibalas senyuman seadanya.


"Aku sungguh tak ingin ikut campur pada urusan orang dewasa. Terlebih aku tak benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hubunganku dan Ibuku sedikit rumit sejak perpisahan-ku dan Arumi. Aku memilih fokus belajar dan mengurus adikku. Mohon jangan membenciku. Maafkan aku, jika aku tahu lebih awal, aku akan mencegah keduanya menjadi lebih dekat."


Salsa menoleh pada pria muda yang ia angankan menjadi pria masa depan Arumi Chavez melihat bahwa ini tidak mudah bagi Ethan. Andreia sangat cantik, Salsa mengakuinya. Terlebih sifat lembut dan halus yang dimiliki wanita itu. Mungkin kemandirian yang dilihat pria darinya. Termasuk suaminya.


Ckckck, seperti akan ada perlombaan menikah saja, rutuk Salsa salam hati. Suaminya dan puterinya mungkin akan menikah di waktu bersamaan dan ia akan berdiri sebagai saksi. Kedengaran hebat, olok-nya dalam hati. Terlebih dari ungkapan Ethan tampak bahwa James Chavez sangat siap untuk perpisahan mereka.


"Tidak masalah, Ethan Sanchez. Kami memang akan segera bercerai," hibur Salsa menepuk pundak Ethan Sanchez.


Begitu sempit-kah dunia? Seolah hanya selebar satu lembar daun murbei.


"Apakah Arumi Chavez tahu Anda berdua akan berpisah?"


"Tidak," geleng Salsa. "Belum. Keadaan Arumi cukup sulit belakangan. Tetapi, cepat atau lambat Arumi akan aku beritahu. Aku menunggu momen yang tepat."


Pintu terbuka. Nyonya Andreia Sanchez berdiri canggung dan menyapa.


"Maafkan aku tak melihat kedatanganmu. Terlebih kami pindah kemari tanpa mengabarimu, Nyonya Chavez."


"Salsa Diomanta," ralat Salsa setelah sering dipanggil Nyonya Chavez oleh Andreia Sanchez, ia mendadak menolak nama itu. Tentu saja tak melihat sebab perhatianmu teralihkan pada seorang pria hampir setengah abad yang tak sadar diri, menebar pesona seakan ia Ferarri keluaran terbaru. Berkata dalam hati.


"Nyonya Salsa, aku sungguh minta maaf."


"Tidak masalah. Aku kebetulan dari bagian terapi dan berpikir lama tak melihat Dandia. Apakah aku mengganggu?" tanya Salsa Diomanta mengatur kata yang tepat agar tidak tampak menyinggung tuan rumah. Melirik James Chavez. "Aku akan menyapa Dandia dan langsung pergi."


"Mari kita bicara. Aku akan menunggumu di luar," kata James Chavez tiba-tiba.


"Maafkan aku, Tuan Chavez. Aku sedang terburu-buru. Aku hanya mampir untuk menyemangati Dandia."


Lewati James Chavez dan menaruh bunga.


"Dandia, bagaimana kabarmu, Cantik?"


"Baguslah, Sayang. Cepat sembuh dan sehat kembali. Beritahu aku, jika kamu butuh sesuatu. Misal kamu ingin buku bacaan atau apapun itu."


"Begitukah?"


"Ya. Aku janji akan bawakan lain kali."


"Terima kasih sudah berkunjung, Nyonya. Tolong sampaikan salamku apda Nona Arumi."


"Baiklah, Dandia."


Salsa Diomanta berbalik. Dua orang ada di luar ruangan. Ethan dan Ibunya. Berdiri tanpa saling bicara. Mengatur jarak. Sedang James Chavez telah menghilang.


"Kami belum sempat mengunjungi Arumi," kata Nyonya Andreia sedikit resah.


"Aku telah katakan pada Ethan, Arumi akan memahami kondisi keluarga Anda."


"Hati-hati di jalan, Nyonya Salsa. Tolong sampaikan pada Arumi, aku akan berkunjung segera." Ethan tampak tak ingin berdiri lebih lama. Segera masuk ke dalam ruangan.


"Tuan Chavez menceritakan hubungan Anda berdua." Nyonya Andreia bicara pelan.


"Em ya, Tuan Chavez punya banyak waktu untuk itu." Andreia Sanchez mengantarkannya menuju lift.


"Aku dan Tuan Chavez tidak terlibat urusan lain kecuali soal Dandia sama seperti denganmu, Nyonya Salsa."


"Nyonya Andreia ..., kami sedang mengurus perpisahan. Anda, hanya akan mengurus Dandia dan tidak memikirkan hal lain untuk saat ini termasuk tentang yang baru saja kita bahas."


"Ya, Anda benar. Terima kasih telah mengingatkanku. Hanya saja, aku tak suka timbulkan kesalahpahaman."


"Anda pernah menyinggung perasaan Arumi tentang asal usulnya. Aku yakin Anda tidak akan menjilat ludah sendiri dengan niat ingin bersama Ayahnya."


Nyonya Sanchez cukup terkejut.


"Anda telah lewati masa sulit bersama Ethan. Dia sangat gigih melindungi Anda. Tolong jangan terlalu keras padanya."


Salsa Diomanta melangkah pergi. Kembali memakai kaca mata hitam. Menunggu di pintu lift. Masuk ke dalam saat pintu terbuka. Tidak heran James Chavez seakan sedang menunggunya. Sulit melihat pria itu tanpa mengingat pengkhianatan-nya pada Benn. Pria itu mengambil alih kontrol tombol lift.


Ting!


"Kita perlu bicara." James Chavez tahu-tahu memegang lengannya dan separuh memaksanya berjalan menuju sebuah ruangan.


Chavez Foundation Center.


Sejak kapan kerja sama dimulai? Sebab tiga Minggu lalu, Andreia Sanchez hanya mengandalkan dirinya.


Pintu terbuka. Ya. Kerja sama baru dimulai, ruangan ini beritahu Salsa.


"Bukankah kamu tak ingin kita bertemu?"


"Kamu di sini, aku di sini."


Pintu tertutup.


"Aku sedang terburu-buru. Puteriku sedang dalam penanganan serius, Tuan Chavez."


"Apa yang terjadi pada Arumi? Apakah terlibat kriminalitas? Keluargamu sangat dekat dengan premanisme."


"Kita akan bertemu di persidangan seperti maumu," ujar Salsa lepaskan diri dari pegangan, menjauh. "Jangan biarkan orang berpikir kita pernah menikah." Berkata angkuh. Hanya itu yang ia punya secara teknis.


"Jangan kuatir, Salsa. Aku telah menutupi statusku selama sepuluh tahun," balas James Chavez lebih tajam. "Aku tak ingin dikaitkan denganmu atau keluargamu. Karena kita bertemu di sini, mari kita bicara."


"Baiklah. Katakan maumu dalam lima menit."


James Chavez menatap Salsa. "Apakah Arumi baik-baik saja?"


"Tidak lebih baik dari Puteri pacarmu, Tuan." Tertawa geli.


"Kamu cemburu?"


"Akh? Begitukah?"


"Kamu yakini dugaanmu sebagai fakta. Kamu hanya gengsi mengakui bahwa kamu cemburu."


"Aku 35 tahun dan miliki dua Puteri berusia belasan cemburu pada mantan suamiku yang menghilang setelah sepuluh tahun? Apakah masuk akal? Apakah kita bersama karena saling mencintai? Atau karena sesuatu yang lebih jahat dari itu? Anda memang seperti pria sedang jatuh cinta."


"Kesimpulanmu tergesa-gesa."


"Sangat cocok bersama. Sungguh. Dari kalangan baik-baik. Anda beruntung karena aku selalu mimpikan seorang putera hebat seperti Ethan Sanchez. Selamat, semoga sekali ini pernikahanmu langgeng."


"Aku ingin tahu mengapa kamu mempersulit proses perceraian?" Alihkan pembicaraan sebelum Salsa menyerempet ke sembarang arah.


"Aku tidak mempersulit-mu. Tak ada untungnya buatku."


"Lalu, apa yang kamu tunggu?"


Salsa membuang pandangan. Tidak menganggapnya sama sekali tak masalah. Bagaimana bisa egois pada Arumi Chavez? Menyedihkan. Sungguh tak tahu dan tak ingin tahu mengenai kabar puterinya?


"Aku hanya sedang mengulur waktu sampai mental Arumi stabil. Aku tidak bisa menambah beban padanya."


"Aku dengar alasanmu."


"Mengapa tidak temui saja Puterimu dan dengarkan pendapatnya, Tuan?"


"Salsa ..., aku yakin Arumi akan mengerti diriku jika kamu tidak memanipulasi pikirannya sama seperti yang orang tuamu lakukan padamu."


"Arumi Diomanta bukan Salsa Diomanta. Arumi tidak mudah dipengaruhi seperti aku, Tuan Chavez." Salsa kemudian mengakui perbedaan mereka. Ia menutupi kebodohannya dengan keras kepala. Tetapi, Arumi Chavez menutupi kebodohannya dengan mencoba berpikir dewasa.


James Chavez tentu tak akan percaya.


"Jangan terkejut ketika Puterimu menertawakan-mu setelah kamu sampaikan kabar ini. Menceraikan-ku untuk sebuah pernikahan lain? Tidak capek mengoleksi tiga istri dan enam anak? Atau kamu ingin habiskan masa tua bersama seorang janda dan tiga anaknya?"


"Kamu tak tahu apapun tentangku. Berhenti bicara omong kosong, Salsa. Aku akan datang dan bertemu Arumi."


"Baguslah. Kamu bisa mengantarkannya ke altar untuk pernikahannya tiga bulan lagi lalu Arumi akan jadi pendamping di pernikahanmu selanjutnya."


"Arumi menikah?" James Chavez meraih lengannya kembali dan meremas cukup kuat. "Kamu bahkan menikahkan puterimu yang masih anak-anak, Salsa. Sungguh mengerikan." James Chavez sangat-sangat terkejut. Menggeram.


"Tepat sekali, aku sangat mengerikan." Salsa tersenyum skeptis.


"Aku ingin tahu siapa pria ini?"


"Tanya langsung pada Arumi."


"Beritahu aku! Siapa? Ya Tuhan, kamu tidak waras. Menikahkan Puterimu yang belum dewasa."


"Mau tebak?" tanya Salsa hingga James Chavez lekas gusar. Mereka akan segera saling menggigit.


"Salsa, jangan menguji aku. Dengan siapa kamu akan nikahkan Puteriku?" James Chavez akhirnya berteriak menuntut Salsa menatap dan menerima kemarahannya.


"Orang yang selalu menyelamatkannya, Tuan Chavez," balas Salsa keras. "Yang bersedia mati untuknya dan tidak meninggalkannya hanya karena tidak nyaman. Pria yang tidak lari meski ia tahu tidak ada jalan mulus dilewati dan ia dikepung dari segala sudut. Pria yang mengatakan 'aku sangat mencintai Puteri Anda dan bersedia menjaganya dengan nyawaku'.


Pria yang menyiapkan ruang nyaman tanpa batas untuk gadis yang sama sekali tak dapatkan kasih sayang dari ayahnya."


"Mengulang kisah bodohmu, huh?" tanya James Chavez cepat paham. "Dengan pengawalnya?"


"Ya," angguk Salsa tertawa. "Sama sekali bukan pria sepertimu, Tuan."


Urat di wajahnya menyembul bersama mata buram. Itu menyakitkan karena Ebenn pernah mengangkat sumpah dengan kalimat yang sama pada Ayahnya.


Aku sangat mencintai Puteri Anda dan bersedia menjaganya dengan nyawaku.


Sangat sial sebab Archilles Lucca mengulang sumpah yang sama.


"Beruntung Arumi Chavez tak menikahi Ethan Sanchez," balas Salsa mendorong James Chavez tetapi pria itu malah memeluknya erat-erat. "Kamu mungkin ..., tak akan bisa menikahi Ibu dari menantumu sendiri, bukan?"


***


Aku mencintaimu.


Jangan tanya mengapa aku keluarin chapter ini. Hiks.


Chapter-chapter ending tetapi aku bikinnya kayak puncak cerita, beruntun dan agak panjang episodenya. Semoga suka dan Anda tidak bosan.