
Ponsel Archilles bergetar, pesan masuk.
π : Jangan lupa beri makan peliharaan kita, Baby.
Archilles tak membalas. Ia baru saja menutup minimarket. Tatiana mengunggah ke dark web proses penangkapan delapan orang yang menurut Archilles sangat jenius menebar t3r0r. Tanpa jejak dan bersih. Hedgar mungkin sangat hebat dengan kekuatan fisiknya tetapi Archilles Lucca belum pernah melihat wanita yang secermat Tatiana Sangdeto.
π : Pria ini bagianku, Baby. Jangan menyentuhnya.
Mengunduh foto seseorang. Archilles kemudian membaca identitas lengkap. Pria ini adalah putera Perdana menteri, Abercio Jacquemus. Beberapa foto lain masuk. Gambar h0t seorang pria hanya dengan d4l4m4n Calvin Klein. Wanita normal akan kesemsem berat pada Abercio.
Ugh!
Archilles sampai terkejut melihatnya! Dari cara foto ini didapat, Archilles yakin Tatiana sedang giat bekerja. Wanita ini mungkin gunakan trik yang sama seperti yang pernah dilakukan padanya.
π : Aku akan mengurusnya untukmu, My Love
Archilles tak membalas pesan yakin Tatiana akan ciptakan rencana lain untuk Abercio. Wanita itu mungkin menemukan target berikutnya untuk diganggu. Itu melegakan.
π : Jangan sedih My Baby, you are still my first love. Still my savage love.
Hanya membaca pesan. Ingin membalas aku berbahagia untukmu tetapi bisa panjang nanti. Pesan lain masuk.
π : Anda adalah menu pembuka, hidangan unggulan dan makanan penutup yang manis. Yang satu ini camilanku. Aku akan sedikit menggigitinya sambil memikirkanmu.
Archilles tak akan ladeni. Ia kemudian masih temani Zefanya belajar. Adiknya sangat pintar soal matematika dan menganggap enteng pelajaran lain. Bahkan tugas paling rumit dikerjakan tanpa kesulitan berarti. Ia menggiring Zefanya tidur dalam ruang tidur anak gadis yang di-dandani super feminim. Poster Arumi Chavez menghias sebagian dinding dan plafon loteng dipenuhi foto seorang pria yang menurut Archilles, terlalu imut untuk disebut maskulin. Mungkin dia adalah pria Asia yang dikatakan Zefanya, Taehyung.
"Mimpi indah, Zefanya Lucca."
"Ya, saudaraku tersayang. Tuhan akan menjagamu selalu." Zefanya mengecup tangannya. "Apakah kamu sungguhan akan menikahi Arumi Chavez?"
"Ya."
Zefanya kemudian menyerah.
"Bisakah minta Arumi Chavez menjadi waliku nanti? Kami akan menerima penghargaan murid teladan."
"Aku akan datang."
"No. Buktikan bahwa Arumi Chavez pacarmu."
"Baiklah, aku akan bicarakan dengan Nona Arumi."
"Aku bisa bayangkan kehebohan di sekolahku kalau sampai Arumi Chavez datang sebagai waliku. Aku akan semakin diakui sebagai ketua geng. Ya Tuhan, jangan khianati aku Archilles kalau-kalau ternyata aku juga terjebak dalam imajinasimu. Awas saja misal ternyata yang datang cosplay Arumi Chavez. Seseorang yang hanya mirip dengannya."
Archilles tertawa kecil.
"Kita akan buktikan, Sayang."
"Aku belum sepenuhnya percaya."
"Tak masalah. Simpan saja rahasia ini untuk dirimu sendiri."
"Aku takut mengecewakan."
Setelah Zefanya pejamkan mata. Archilles masih setia mengelus kening adiknya. Ia ingin bicarakan rencana liburan mereka ke mansion keluarga angkat mereka. Namun, ia tak tahu mulai dari mana. Ia akan mengatur waktu.
Secara resmi mereka telah terdaftar sebagai putera dan Puteri Tuan Maurizio Lucca dan Nastya Lucca. Archilles telah menerima pesan dari Tuan Maurizio dan Nyonya Nastya.
Walaupun percakapan Grenny tentang kesamaan tanggal lahirnya dan Glacio Lucca mengganggunya, Archilles berpikir ia akan mencari tahu nanti. Saat ini, ia hanya perlu mengirim semua orang yang terlibat dalam penculikan Nona Arumi Chavez satu-persatu ke neraka sebelum mereka miliki niat buruk lain pada Nona Arumi.
"Archilles, aku sangat ngantuk tetapi susah tidur."
"Aku akan di sini, Sayang." Archilles membelai lembut kepala Zefanya. "Mau dengarkan permainan piano Arumi Chavez?"
"Hu-um. Bisakah River flows in You yang di-cover sama Arumi?"
"Ada lagu yang khusus diciptakan untukku," sambung Archilles meraih ponsel dan mencari di koleksi.
"Ya ya ya, aku mulai percaya padamu."
"Lihat ini Zefanya!"
Archilles pamerkan foto dirinya dan Nona Arumi Chavez di teras atas beranda kastil Torre de BΓ©lem. Zefanya sipitkan satu mata. Paksa-paksakan diri melihat dalam kegelapan.
"Aku juga bisa menyewa jasa editing macam begitu Archilles. Kami akan segera mahir satukan foto karena dapatkan di pelajaran komputer. Terlebih banyak aplikasi di play store." Zefanya letakan kepala di bantal.
"Aku punya video kami juga."
Zefanya menguap lebar. "Baiklah, aku akan menonton besok," katanya terseret-seret. "Bisakah putarkan aku lagu?"
"Kamu akan percaya saat melihatku dan Arumi bermain jet air."
"Ya ya ya baiklah."
"Ini dia lagumu. Mimpi indah."
"Terima kasih, Archilles. Aku menyayangimu."
Ketukan halus dan lembut mengisi keheningan. Archilles mengusap tengah kening adiknya hingga Zefanya merasa rileks kemudian tertidur.
Dentingan piano membuatnya rindukan Arumi Chavez. Ia selalu rindukan gadis itu tiap waktu terlebih tiap ada deep momen macam begini. Kadang rasanya tak tertahan dan ia seakan-akan ingin penuhi desakan hati meluap untuk datangi Arumi Chavez dan memeluknya. Ia bisa saja hubungi Nona Arumi tetapi tidak dilakukan. Ia tak akan sanggup menolak jika Nona Arumi mulai merengek dan meminta bertemu lagi.
Dua malam lalu sungguh-sungguh lunasi rindu. Mereka ke dapur dan masak spaghetti karena di luar hujan. Makan berdua. Setelahnya ia diinterogasi dan kemudian berakhir di depan ruang tidur Nona Arumi.
Mereka bermain games. Ia sengaja biarkan Arumi Chavez menang atau memang Arumi Chavez hebat dalam battle royale, sesekali men-dubbing karakter anime dan terdengar mirip tembakan senjata saat gadis itu meniru suara senjata. Oh ya Tuhan, ia sungguhan pacaran dengan gadis kecil yang baru akan beranjak dewasa. Menurut Nona Arumi, Lucky Luciano selalu kalah tanding dengannya.
Deru mobil Nyonya Salsa Diomanta keluar dari mansion berikut mobil Nona Sunny. Sesuatu mungkin telah terjadi, entah apa. Ditinggalkan sendirian bersama Arumi Chavez, Archilles Lucca dilanda gelisah. Kepercayaan yang dititipkan menjadi berlipat ganda.
Atau ini cobaan?
Mengapa kemarin-kemarin tidak seberat ini?
Selama Nona Arumi tidak agresif mereka akan baik-baik saja. Beruntung Nona ini, lain dari yang lain. Alih-alih menggodanya, Arumi Chavez mengajarinya main piano.
Lebih gampang pegang pistol atau pedang terlebih Archilles merasa tak miliki jiwa musik sama sekali. Tuts piano lekas bikin Archilles berputar-putar. Not balok ternyata lebih rumit dari merakit pistol.
Kening Archilles dikutik hanya karena ia tak lekas paham dalam satu jam. Ia tak keberatan sebab ia menerima usapan lebih banyak dari ketukan. Menyenangkan. Begitulah malam segera akan berakhir.
Arumi Chavez kemudian tertidur di sofa. Ya Tuhan, Archilles berasa jadi Nanny. Mengasuh anak berusia lima belas tahun. Akhirnya Nona Arumi tertidur. Sedikit mengigau, ketakutan. Mendamprat seseorang dengan keras. Archilles cemburu sebab gadis itu mimpikan Itzik Damian dari caranya mengumpat tidak jelas tetapi ada tiga suku kata sangat jelas terucap, "mayat hidup brengsek".
Langsung musnah ketika memanggil namanya. Gadis itu bangun sebentar dan segera kembali jatuh ke sofa setelah melihatnya tidak pergi kemana-mana.
Nyonya Salsa belum kembali padahal jam menunjukan midnight. Ia tak mungkin membawa Arumi Chavez ke kamar tidur gadis itu. Archilles berperang sendiri.
Hendak mengendap-endap pergi dari mansion tetapi Arumi Chavez yang tampak lelap pegangi ujung jaketnya erat.
"Kau mau kemana?"
Archilles lalu hanya bersandar semalaman di sofa hingga lehernya pegal. 3 AM ketika Nona Sunny kembali, Archilles Lucca menggendong Arumi ke kamar tidur dan Nona Sunny temani gadisnya tidur. Ia kemudian Naiki motor butut Grandpa pulang ke rumah. Sangat na'as motornya macet di tengah jalan.
Lamunannya buyar saat lagu berakhir. Zefanya mendengkur halus. Tak lama kemudian Archilles diam-diam tinggalkan rumah Grenny. Naik kereta bawah tanah pergi ke pinggiran kota bagian Utara.
Tidak terkejut temukan lokasi dari Tatiana adalah bangunan yang sama ia menyekap Birsha Than. Bangunan dulunya, rumah tiga lantai milik seorang pengusaha.
Lima belas tahun lalu, bangunan tersebut menjadi saksi bisu terbunuhnya sebuah anggota keluarga. Ayah, Ibu dan tiga orang anak. Dan kasus ini kemudian ditutup setelah pelaku diidentifikasi sebagai seorang pasien sakit jiwa yang kabur dan kebetulan bersembunyi di tempat itu. Sejak itu, tak pernah ada yang tempati. Selain karena lumayan jauh dari pemukiman lain, tempat itu diblur dari peta. Di daftarkan sebagai kawasan terlarang.
Archilles memakai topeng anonymous. Putih pucat beralis hitam khas dan bola mata misterius. Ia menutupi seluruh kepala. Gunakan handscoen lalu sarung tangan hitam. Ada pengubah suara dibalik topeng. Mudahkan pekerjaannya.
Saat ia mendorong pintu gudang. Delapan tubuh di sana. Digantung terbalik dengan mata tertutup kain hitam. Tanpa busana. Tangan-tangan terbentang seperti kelelawar terbang. Dan sepertinya Tatiana telah bersenang-senang sebelumnya. Setiap orang dapatkan satu coretan huruf cukup tajam di dada mereka penuh darah mengering. Luka-luka itu terbaca;
I Love You
Archilles tak punya kata. Ia hanya akan pahami kegilaan Tatiana Sangdeto. Pria biasa akan mual mungkin muntah pada ungkapan cinta sebab tidak romantis sama sekali. Hanya terlihat mirip psikopat.
Terdengar erangan dan gigi-gigi berderak karena kedinginan. Ada bau pesing dan yang lebih menusuk dari itu.
Air ... Air ...
Birsha Than ia temukan tanpa kesadaran. Entah apa yang dilakukan Tatiana pada pria itu. Archilles memeriksa dapati Birsha hanya pingsan.
Dalam waktu lima menit, web cam laptop dihidupkan dan disambungkan ke room 66.
Nyalakan ponsel Birsha. Gunakan mata orang pingsan untuk membuka kunci layar. Memeriksa isi ponsel sebelum aktifkan siaran langsung group. Koneksikan ke laptop.
Orang-orang mulai bergabung, mengetik pesan. Dalam sekejab chat room berubah ramai.
"Apakah ada hal menarik sekarang?"
"Kami menunggumu, Birsha."
"Apa ada sesuatu yang hebat hari ini?"
"Kembalikan uangku! Atau beri kami siaran pengganti!"
Kini, Archilles Lucca menarik lepas pakaian Birsha satu persatu hingga pria itu tanpa selembar kain dan mengikatnya di kursi ditonton oleh viewers yang mulai bergabung. Bukankah mereka lakukan pada Arumi Chavez? Membuat kekasihnya tanpa pakaian.
"Hei, Birsha. Penampilanmu sekarang berubah!"
Viewers pertama mengirimkan komentar. Disusul yang lain.
"Oh, apa ini serial berikutnya?"
"Kami ingin seorang gadis! Bukan pria gendut dengan 'burung' sekecil punya semut merah!" ketik yang lain.
Banyak emoticon terbahak-bahak setelahnya.
Archilles menghadap ke kamera. Memeriksa pesan. Birsha Than akhirnya sadar setelah diguyur air dingin. Terbangun hanya untuk menghadap pada kamera. Menggigil hingga gigi saling beradu bisa didengar Archilles.
"Kami ingin gadis di hari persembahan kemarin." Seseorang mengetik balasan disambut yang lain.
Setuju
Ya
Yap
Sangat banyak.
"Berikan kami Arumi Chavez!" Group itu akhirnya ramai.
Archilles Lucca menjadi sangat murka. Menahan diri sebaik mungkin. Menandai member yang inginkan Arumi Chavez. Berikan bendera untuk mengecek email mereka satu persatu. Ia bisa buat peringatan di sini bagi yang menginginkan Arumi Chavez. Mereka akan melihat kegilaannya dan berhenti mengkhayal yang tidak-tidak pada kekasihnya.
"Mengapa Birsha lebih atletis dari biasanya? Bukankah dia harusnya gemuk dan pendek?"
"Aku pikir yang diikat di kursi adalah Birsha."
Beberapa orang mulai sadar bahwa yang diikat di kursi adalah Birsha Than, host yang sering memandu mereka.
"Kamu pintar!" Archilles mengetik pesan balasan. "Jadi, apa ada permintaan? Apa yang akan aku lakukan padanya?"
Archilles Lucca mulai memancing.
"Siapa kamu?"
"Seseorang yang akan mendatangimu, segera!" balas Archilles Lucca. Ia perlu menebarkan bibit ketakutan dan lihat apa yang akan ia panen nanti.
"Pria ini mungkin kehabisan bahan lelucon!"
Orang-orang mulai menghujat. Archilles menendang kursi Birsha hingga pria itu terjatuh. Menariknya duduk.
"Buka acaramu, Birsha!" suruh Archilles tekankan moncong pistol.
"Bunuh saja aku!"
"Baiklah! Mari kita gunakan caraku!" ancam Archilles. "Siaran langsung di semua media sosial dan biarkan seluruh dunia melihat wajah aslimu, Birsha. Terlebih teman-teman di tempat kerjamu, keluargamu, orang-orang terdekatmu."
"Fnuck with you! Kamu tak punya bukti aku terlibat."
"Bagus."
"Aku tak akan lakukan apapun maumu."
"Tepat! Aku bodoh."
Archilles Lucca memeriksa laptop. Mengutak-atik sedikit temukan ribuan folder dari ratusan nama-nama para korban yang secara detil diikuti dalam kurun waktu tertentu. Foto-foto pribadi bahkan keluarga mereka, rumah dan sekolah. Kebanyakan masih remaja. Ia menduplikasi data kemudian ia akan mengirimkan laptop Birsha pada Oriana.
Temukan satu folder Arumi Chavez. Berjudul The Bridges of B0nd4g3. Tangannya gemetaran memikirkan kata paling akhir. Terlebih temukan ruangan kecil bernuansa cokelat di mana banyak perlengkapan seperti tali, cambuk dan ada daftar pemain pria yang akan jadikan Arumi Chavez budak 53k5. Semuanya gunakan nama samaran. Diikat pada tiang sebelum .... Archilles tak bisa bayangkan.
Memeriksa ponsel Birsha dan laptop tak temukan apapun dari lima pria ini.
Mengikuti cara Hellton Pascalito ketika mereka buat Paul Loki bicara.
"Ruang ini setelah ritual selesai, kamu mau bicara?" tanyanya menahan amarah meletup di seluruh tubuh.
"Apa yang ingin kamu tahu? Pria-pria ini membayar mahal untuk nikmati Arumi Chavez."
"Siapa saja mereka?"
"Cari tahu sendiri!"
"Apakah salah satu pria itu ada di sini?" tanya Archilles mulai hilang kendali.
Tak ada sahutan. Archilles Lucca menarik Birsha lepaskan ikatan kaki dan menendang pria itu hingga kembali terjatuh. Membalas pesan beberapa orang.
"Yang menginginkan Arumi Chavez akan segera bertemu denganku! Aku akan datang sebagai mimpi burukmu!"
"Omong kosong!"
"Well, kami menunggumu, Tuan!"
"Kita lihat saja nanti!"
"Sebelumnya biarkan kami melihatnya! Tayangan kemarin terlalu sedikit!"
Pada akhirnya Archilles membuat Birsha setengah membungkuk di atas meja, mengatur kamera agar soroti Birsha sepenuhnya.
"A ... pa yang akan ka ... mu lakukan?"
Mata pria itu melotot. Archilles Lucca menyumpal mulut si pria dengan kaos kaki lalu lilitkan dengan lakban.
"Yang kamu sukai. Katamu kamu inginkan hal ini bukan? Kamu mengirimiku pesan, memintaku datang untuk bercinta denganmu. Kamu lupa?"
Mengambil botol minuman keras. Tanpa ampun lakukan sesuatu pada bagian bawah Birsha hingga pria itu alami hal paling menyiksa dalam hidupnya.
"Bukankah rasanya sangat hebat?"
Kini, para member memaki dan mengumpat.
"Itu tidak lucu!"
"Kau iblis!"
"Seseorang tolong Birsha!"
Archilles pergi ke kamera.
"Aku akan mengunjungi kalian segera! Terlebih yang inginkan Arumi Chavez! Aku telah menandai-mu. Jaga dirimu sampai aku datang. Yang aku lakukan pada Birsha hanya contoh kecil dari kegilaaanku."
Ketika dia mengasah pisau tajam di depan mata Birsha, pria itu membeliak ketakutan. Terlebih nyeri di b0kk0ng. Ekspresinya beri tanda "aku akan bicara".
"Terlambat, aku akan mencari tahu sendiri."
Birsha mengerang. Gunakan suara tenggorokan bahwa ia tahu sesuatu. Archilles menarik sumpal di mulut pria. Matikan siaran langsung sementara waktu.
"Se ... kelompok geng elit, Anonim. Argh! Lepaskan aku!" jerit Birhsa kesakitan.
"Di mana aku bisa temukan mereka."
"Kamu bodoh live streaming saat ini, mereka akan segera membunuhmu."
"Aku akan temukan mereka. Jangan cemas."
Kembali ke kamera. Hidupkan. Mandikan Birsha gunakan bensin.
"Bukankah kalian bergabung di sini untuk pergi ke neraka? Selamat menikmati!" ucapnya.
Keluar dari tempat itu setelah menggantung Birsha dengan posisi terbalik. Nyalakan api. Kamera masih menyala. Biarkan anggota group melihat bagaimana Birsha berakhir.
Tiap layar menerima pesan jelas.
You Want Arumi Chavez?
You Will End up like Birsha
Leave Your Comments
I will Be There, Soon
Who I am?!
Arumi Chavez's Guardian Angel
Kamu menginginkan Arumi Chavez?!
Kamu akan berakhir seperti Birsha
Tinggalkan komentarmu
Aku akan mengunjungimu Segera
Siapa aku?
Malaikat Penjaga Arumi Chavez!
***