
Sia-sia Arumi meronta. Ia ingin menjerit, siapa kalian? Namun, ia lekas kelu dan gagu.
Siapa orang-orang ini? Apa yang mereka inginkan? Jelas, mereka katakan bukan mengincar uang atau harta kekayaan.
Sejak dibawa keluar dari ruang tidur ..., sebatas leher ke atas Arumi Chavez telah dikarungi hingga ia tak bisa melihat apapun. Ia tak tahu nasib Leona, Michael dan lainnya. Feeling berkata bahwa mereka sekarat. Ia bergidik.
Tidak!
Arumi yakin Leona masih hidup begitupula lainnya. Mereka mungkin tertembak. Tak mungkin mati.
Sepuluh bodyguard terlatih tak sama dengan satu Archilles Lucca.
Mengapa?
Archilles Lucca dan dirinya terkoneksi ikatan batin kuat yang sulit di mengerti orang lain dari mereka kecuali pribadi mereka sendiri.
Arumi menyadari sejak malam di dapur. Ia menguping percakapan, di mana Archilles berkata bahwa pria itu akan pergi dan mengundurkan diri sebagai pengawalnya pada ibunya.
Ketika dalam kondisi lelah dan tertekan, kehadiran Archilles membuatnya nyaman dan aman. Seakan hanya bersama Archilles ia bisa menghadang semua masalah.
Tanpa perlu banyak ucapan, Archilles mengerti akan kebutuhan dan keinginan hatinya. Sesuatu yang sangat mencengangkan Arumi.
Arumi bebas bersama Archilles tanpa sungkan sikapnya membebani karena Archilles hanya tawarkan kehangatan tanpa menghakimi tindakannya. Pria itu secara halus beritahu ia, baik dan buruk tanpa menghujat sikapnya. Kadang, pria itu hanya selayak pendengar terbaik saat ia berkeluh kesah.
Pria itu miliki naluri tajam, di mana, Archilles bisa rasakan sedih, senang, dan indera penciuman Archilles bisa membaui bahaya yang akan menyerangnya. Bahkan tanpa ia sadari Archilles berbagi rasa lapar dengannya. Mungkin lucu terdengar, di luar nalar, nyatanya mereka sering berada di dapur tengah malam tanpa janjian karena dihinggapi kelaparan.
Apakah karena pria itu sangat mencintainya? Menambatkan hati padanya? Atau satu-satunya alasan adalah karena mereka saling mencintai, kendati Arumi butuh waktu lebih lama untuk mengenal relung hati.
Mereka berada di level lebih tinggi dari hanya sekedar saling mengenal dan memahami. Pria itu belahan jiwa-nya. Tidak berlebihan bagi Arumi pikirkan dua kata sakral itu secara mendalam.
Dimasukan ke dalam sebuah Van, ia diapiti oleh tubuh-tubuh besar beraroma lilin tajam. Ia kemudian bernapas dalam ruang sempit kantong, dalam kegelapan, lekas ngantuk tetapi berjuang keras melawan tidur.
Tiga puluh menit kemudian ia digiring masuk ke sebuah mobil. Di atasnya ia mendengar deru helikopter. Matanya terbuka dan itu adalah sebuah limousine mewah. Tak ada siapapun hanya dirinya sendiri.
"Nona ..., silahkan duduk dengan nyaman. Maafkan para pengikut Yang Agung karena menakut-nakuti Anda. Andai Anda mau bekerja sama kita tak akan susah payah seperti ini. Aku akan mengantarkan Anda ke tujuan."
Sebuah suara terdengar dari depan dari sebuah speaker kecil. Sepertinya yang sedang bicara padanya adalah chauffeur dari balik kemudi sebab hanya dia yang terlihat.
"Siapa kalian?"
Akhirnya Arumi bisa bertanya setelah lebih rileks. Kini, tahu dengan baik bahwa dalam keadaan tertekan ia suka kehilangan kata.
Tak ada sahutan.
"Kemana tujuan kita?" Arumi mengganti pertanyaan. Cukup lama sebelum mendengar jawaban.
"Menemui pengantin Anda, Nona! Pertama-pertama kita akan pergi ke studio untuk dokumentasi undangan pernikahan Anda berdua."
Arumi Chavez mengurut keningnya. Ia diculik untuk menjadi pengantin seorang pria kurang waras.
"Selamat Arumi Chavez kamu bertemu sekelompok orang gila di jaman ini," keluhnya mencibir.
"Mohon tarik ucapan Anda. 'Yang agung' akan menghukum penghina kaum kami tak terkecuali pengantinnya sendiri."
"Dengar aku masih belasan tahun dan belum ingin menikah. Aku punya pacar. Walaupun hanya seorang guru dan di tempat terpencil, aku sangat bucin padanya dan ingin bersamanya saat usiaku 22 atau 23 tahun. Oh, tidak, aku akan menikahinya saat aku melihatnya besok atau lusa." Malah luapkan isi hatinya pada orang asing. "Menculikku sama saja Anda membuat pacarku cemas dan meninggalkan tugasnya sebagai pendidik. Ini ..., tak begitu bagus untuk muridnya. Kalian harus bertanggung jawab untuk kerusakan ini."
Arumi mulai mengoceh. Ia berusaha hilangkan kegugupannya.
"Sayangnya pemimpin kami 'menunggui' Anda sejak kelahiran Anda."
"Menunggui kelahiranku?"
Oh yang benar saja. Arumi secara skeptis berpikir Uncle Hellton adalah 'pria cukup gila' karena pernah menyekap Irish Bella dan mengendalikan kehidupan wanita itu. Tuan Axel Anthony sedikit lebih gila dari Uncle H sekalipun Arumi tak akan berani terang-terangan gunakan kata 'gila' untuk kata-katai kerabatnya itu.
Masih ada Lucky Luciano yang duduk dari pukul delapan pagi sampai jam empat sore di perpustakaan sekolah hanya menunggui istrinya seolah tak ada kerjaan. Sering-sering jadi instruktur latihan tembak Reinha Durante dan tebak apa yang dilakukan pria itu? Menjadi sasaran tembak istrinya. Sama absurb-nya dengan pria-pria sebelumnya walaupun berbeda metode.
Francis Blanco yang paling gila dari semua pria karena akan menikahi September Celtiz, mantan wanita bosnya dan berikan nama family-nya sendiri untuk Puteri bos yang tak lain adalah Lucky Luciano setelah Francis Blanco pernah berniat akan membunuh September.
Bahkan musuh Uncle Hellton bernama Tuan Sangdeto yang kini beristrikan Anna Marylin adalah pria paling creepy bagi Arumi. Dari cara wanita-wanita Diomanta memberi julukan pada Tuan Sangdeto, dari cara Anna hindari suami yang dinikahinya itu dengan tinggal selama sebulan penuh di mansion Diomanta, beritahu Arumi bahwa Tuan Sangdeto satu angkatan beda perguruan dengan kerabat-kerabat pria Diomanta.
Ternyata ada pemegang kasta tertinggi.
Menungguinya sejak lahir? Berapa usia pria ini? Kakek jompo, penuh keriput dan janggut putih, berambut uban dengan dua deret gusi kosong?
Bukankah akan mudah jika begitu, Arumi Chavez? Kamu bisa membuatnya terkena serangan jantung dan mati di tempat?
"Ya." Suara dari depan kejutkan dirinya.
"Kurasa, orang ini mungkin alami sejenis gangguan kejiwaan paling fatal. Apa pria ini lepas dari rumah sakit jiwa?"
"Anda sangat keterlaluan dan tidak sopan!"
"Walaupun aku bayi, aku yakin hanya Ayahku yang menungguiku juga kakek nenek dari pihak Ayahku."
"Anda lahir di 20 Maret saat matahari berada tepat di atas garis ekuinoks. Anda lahir di mana matahari paling dekat dengan bidang ekuator. Ini adalah titik balik musim semi. Dalam kitab, Anda memang ditakdirkan sebagai kekasih penguasa tertinggi. Anda berada di bawah dua rasi bintang sehingga memiliki popularitas dan kekayaan. Di bawah naungan Venus sehingga Anda diberkahi kecantikan yang cemerlang. Kelahiran Anda bukan sebuah kebetulan."
"Oh yang benar saja, jika tidak dilahirkan prematur, aku bukan lahir tanggal 20 Maret tetapi dua atau tiga bulan kemudian. Coba kamu hitung sendiri!"
Ini karena Arumi tak pandai berhitung. Menyuruh orang di depannya menghitung.
"Aku mungkin kelahiran awal Juni." Menebak.
"Itulah mengapa Anda istimewa, Nona. Anda satu-satunya bayi perempuan yang lahir di tanggal itu dari 13 bayi dan 12 nya adalah bayi laki-laki."
Arumi pening pada kepercayaan orang-orang ini. Em, apakah semua gadis yang kelahiran 20 Maret akan jadi pengantin menurut iman mereka?
"Halo Sobat, ada banyak gadis yang lahir di 20 Maret di seluruh dunia."
"Hanya Anda yang cocok, Nona. Terlebih Anda benar-benar dihidupkan di tanggal 21 Maret. Matahari dan Venus membentuk sudut maksimal terhadap bumi. Bintang fajar berada di puncak tertinggi. Menandai bahwa kelahiran Anda telah dipersiapkan. Dia telah menantikan pertemuan Anda."
Arumi tidak paham apapun yang dibicarakan pria di depannya. Ia hanya tahu ada 7 hari dalam seminggu. Empat Minggu dalam sebulan dan ada dua belas bulan dalam setahun dengan namanya masing-masing.
Hari favoritnya adalah hari Jumat sebab entah mengapa ia menyukai Jumat. Mungkin karena pelajaran di hari Jumat menyenangkan terlebih ditutup di kelas ekstra kurikuler. Lagipula, ia tak perlu pergi ke sekolah di Sabtu sampai Minggu.
Hari paling menyebalkan baginya Senin karena entah mengapa Senin lebih panjang dibanding hari lain. Ia suka mengantuk di pagi hari terlebih pelajaran Matematika ada di jam pelajaran paling awal.
Bulan Desember menjadi bulan yang ia tunggu karena ia akan mengumpulkan banyak kado dari semua klan Diomanta yang ia temukan di bawah Christmas Tree. That's all.
"Siapa dia?"
"Anda akan terlebih dahulu setuju mengikuti proses inisiasi untuk bersekutu dengan kongregasi kami. Setelahnya, Anda baru akan bisa melihatnya dan bersamanya untuk upacara penyatuan."
"Jangan konyol, aku tak akan bersekutu dengan pria-pria aneh ber-mantel menyeramkan. Penyatuan? Apa maksudmu penyatuan?" Arumi Chavez berubah gelisah. Jangan bilang penyatuan itu ....
Oh gila!
Berani sekali orang-orang ini menculiknya dan secara b14d4p inginkan penyatuan antara dirinya dengan jenis manusia yang tidak diketahui asal-usul?
Arumi harus mencari cara untuk kabur.
"Saat Anda jadi salah satu di antara kami, Anda akan mencintai penampilan ini."
"Dengar ..., lepaskan aku. Sebagai ganti aku akan beri kamu banyak uang, harta dan kekayaan. Aku akan menjamin kehidupanmu."
Tak ada sahutan.
"Beritahu pada pimpinanmu, d4mn, siapapun si brengsek berkehendak aneh ini, bahwa Kakekku, Ibuku, Uncle dan Aunty-ku gangster. Pacarku gangster. Aku juga ..., gangster ...," walau tak banyak ilmu - diucapkan dalam hati, takut rahasia terbongkar. Menyesal mengapa ketika Archilles Lucca menuntutnya berlatih kuda-kuda, ia malah meliuk mengikuti koreografi Let's Kill this Love.
Mengapa abaikan ajakan Reinha Durante untuk kelas bela diri dan menembak?
"Jangan main-main dengan kami. Kabari aku darimana kartel ini berasal? Italia? Mexico? Kolombia? America? Asia? Siapa pemimpinmu?" tambah Arumi gusar.
"Anda akan tahu nanti."
Arumi tak kehilangan akal. Arumi berpikir untuk kelabui si sopir.
"Hei ..., setidaknya beritahu Ibuku bahwa aku akan menikah. Ibuku punya standar lumayan tinggi untuk seseorang yang akan jadi suamiku. Berikan ponselmu, aku perlu menelpon pacarku juga dan putuskan dia."
Lalu mencecar diri sendiri oleh kebodohan tak tertolong. Pria di depan sana terpisahkan sekat dan bertekuk pada titah seseorang yang terus disebutnya sebagai pemimpin tertinggi. Juga, bukan seseorang mudah diperdayai. Keseluruhan kelompok sistematis, kompeten dan miliki keahlian tingkat tinggi. Alasan pengawal pribadinya tanpa sisa untuk selamatkan dirinya.
Tetap saja perlu dicoba.
Kau tamat Arumi Chavez!
Archilles Lucca, di mana kamu? Pria itu harusnya segera pergi ke bandara dan datangi dirinya.
Apa Eva Romero membuat pacarnya menjahit kancing seragamnya lagi? Ular itu terus menatap kekasihnya. Arumi dirambati cemburu. Segera sadar cemburunya tak bisa keluarkan ia dari dalam mobil ini.
"Ayolah, tak bisa seperti ini."
"Anda milik kami, Nona. Anda akan ikut aturan kami."
Lewat di sisi jalanan Ibukota. Ini menuju bandara. Arumi tak sengaja melihat polisi. Arumi Chavez ke sisi jendela.
"Help me!" Memukuli kaca mobil dan berteriak sekuat tenaga. "Sir, help me. Seseorang telah menculikku."
Namun, mobil ini seakan telah didesain khusus. Tirai-tirai tertutup otomatis dan aroma ganjil muncul tak lama berselang.
"Silahkan beristirahat, Nona!"
"Hei! Hei!" seru Arumi tak percaya nasibnya seburuk ini.
Pingsan.
Bangun di sebuah ruangan. Arumi Chavez sempat-sempatnya menguap. Ia cuma mengantuk. Memeriksa pakaiannya hanya dengan mata, tak ada berubah. Satu-satu sumber pencahayaan datang dari puluhan cahaya lilin hitam dan merah yang diatur sedemikian rupa membentuk semacam bintang.
Tak berani menoleh ke belakang, oleh hawa dingin menerpa tengkuk.
Kepala dihiasi veil putih brocade. Ia menghadap pada kamera, menebak apa yang akan terjadi berikutnya. Seperti dalam film kebanyakan, sebuah naskah, rekaman penculik pada keluarga si korban. Minta tebusan, ancaman atau sejenisnya.
Itu hanya sebuah kekeliruan. Mereka tak meminta tebusan.
Gambarnya diambil. Studio yang dimaksud ..., ini? Merinding sejadi-jadinya pada fotografer berjubah hitam seakan tanpa kepala sebab bagian itu gelap di bawah topi runcingnya. Studio ini lebih mirip tempat paranormal mencari makhluk astral.
"Berdiri!" suruh si fotografer. "Ambil satu lilin hitam dan pergi ke tengah-tengah cahaya."
Arumi melihat situasi, sadari bahwa ia tak sendirian. Ada banyak pasang mata berdiri di kegelapan sedang mengawasinya. Ikuti perintah pergi ke tengah, ambil satu lilin. Menatap kosong ke depan. Gambarnya diambil.
"Dia luar biasa bersinar, memanggil jiwa-jiwa gelap. Kecantikannya akan menarik lebih banyak jiwa. Sobat, pastikan Anda bergabung bersama kami di malam pengukuhan bersama gadis tercantik abad ini."
Arumi kenali suara dari host orang-orang ini.
Seseorang lafalkan sesuatu yang tidak di mengerti Arumi diikuti yang lain. Benarkan tebakan bahwa ada banyak orang di sini. Arumi telah dihantui perasaan asing. Apakah ini sejenis mantra sihir? Ia pernah kenali lambang-lambang ini. Ataukah ini hanya gambar bintang?
Sebuah boneka setengah botak diperlihatkan di depan sana sangat mirip dirinya. Sadari bahwa ia kenali rambut indahnya yang kini oleh sebuah tangan ditancapkan satu persatu di kepala boneka. Hanya saja boneka gunakan dress putih bersih dan kemudian diberi slayer putih.
"Siapa kalian?"
Pertanyaan itu tertahan di tenggorokan sebab ia merasa segera kelu dan bisu. Ya Tuhan, ini lebih menakutkan dari wahana rumah hantu. Bulu kuduknya telah sungguhan meremang.
Benarkan ini tentang sihir?
Archilles Lucca, kamu akan datang dan selamatkan aku. Kita akan menikah besok. Aku janji. Jika kamu datang sebelum matahari terbit, aku akan menikahimu. Jika kamu datang setelah matahari terbit, aku akan menikahimu. Jika kamu datang selamatkan aku dari hal gila ini, aku hanya akan menikahimu. Jika kamu tak datang, aku akan membunuhmu.
Tanpa sadar ia telah berkomat-kamit mengucapkan apa yang ada di otaknya hingga para pelafal mantra agak goyah.
Mungkin keheranan, mungkin terganggu sebelum suara-suara mereka makin keras seolah memanggil sesuatu yang tak terlihat wujudnya tapi diyakini ada dalam bentuk angin. Tenggelamkan desisan Arumi Chavez.
Makin menggila ketika tiba-tiba lilin padam serentak. Dan suara-suara di sekelilingnya makin keras dan menggila.
Arumi sampai menjerit kaget.
"Dia datang!" kata salah seorang seperti kemasukan roh jahat.
Harusnya ia membaca doa sebab di belakang sana gambaran rupa iblis sangat nyata lengkap kedua tanduk dan tubuh merah gelapnya.
Arumi Chavez kini baru mengerti bahwa ia berada di tengah-tengah lembah penyesatan. Mereka tengadahkan tangan lalu seseorang berkeliling hamburkan sesuatu. Ekor mata Arumi hanya bergerak saja kesana-kemari.
Seseorang datang padanya, tanpa basa-basi meniupkan butiran debu halus putih depan wajahnya, di bawah rongga hidungnya. Hingga ia refleks kibaskan tangan di depan wajah dan terbatuk-batuk sedikit.
Tak ingat apa yang terjadi, ia hanya merasa sedikit melayang setelahnya.
Lalu sebelum semuanya berubah sangat gelap, ia melihat sebuah gaun putih melambai dari kain linen dan sebuah mahkota bunga.
"Apakah pengantinnya sudah disiapkan dengan baik?" Ia mendengar suara tak asing bicara tetapi kesulitan mengingat pemilik suara itu.
"Ya. Kamu tak ingin melihatnya lebih dulu? Dia sedikit pembangkang."
"Aku akan memeriksa kondisinya begitu kita sampai. Pastikan room enam enam tetap aktif dan bekerja."
"Beres!"
"Bawa dia!"
***
Aku gagal ciptakan suasana sedih, menderita di chapter ini. Saat masuk ke karakter Arumi, aku malah hanya bersenang-senang dengan sikap konyol dan acuh tak acuhnya. Mungkin di depan ketemu..