
Bukan itu yang terjadi Arumi! Jangan ambil kesimpulan tanpa tahu kebenaran. Hibur diri sendiri.
Ayahnya sengaja memercik api seakan ingin melihat Ibunya terbakar.
Arumi menengok ke belakang pada Ethan Sanchez yang membalasnya dengan tatapan, "please, jangan tanya aku!".
"Arumi ...."
Tuan James Chavez sekonyong-konyong berdiri tegak begitu melihatnya dan ulurkan tangan pada Arumi.
Namun, Arumi refleks mundurkan langkah hingga menubruk Ethan di belakang. Terpaku di tempat. Mata Arumi pindai Ayahnya. Berapa lama sejak terakhir kali ia melihat Ayahnya? Berapa lama? Sepuluh tahun? Sebelas tahun? Bertahun-tahun?
Arumi coba pahami bahwa James Chavez tak tahan pada sifat Salsa. Mungkin juga pada kakeknya. Permasalahan utama adalah James Chavez adalah pria dari kalangan terhormat dan kaya raya. Ayahnya bos besar dari sebuah perusahaan cukup terkenal. James telah turunkan harga diri, tinggalkan keluarganya ingin berdampingan dengan Salsa Diomanta yang labil, keras kepala dan tak berprinsip. James mungkin menyerah di akhir lembaran buku tetapi apa pantas meninggalkannya tanpa kabar berita? Setidaknya sekali saja hubungi dirinya.
"Arumi ...." Wajah Tuan James Chavez sedih.
Apa yang ayahnya harapkan datang darinya?Pikir Arumi muram. Bersorak macam cheerleaders dengan rumbai pelangi di tangan?
Haruskah semudah itu?
Ethan Sanchez pegangi kedua lengan, mengusap perlahan. Berbisik dari belakang.
"Aku akan bersamamu, Arumi."
James Chavez tidak menyerah, dalam beberapa langkah meraih Arumi dan mendekap gadis ingin beritahu Arumi bahwa ia sangat merindukannya.
"Arumi ..., aku harap suatu waktu kamu akan mengerti akan keputusanku meninggalkanmu."
Arumi tidak menyahut. Ini terlalu tiba-tiba. Ia suka kehilangan kata dalam keadaan tertekan.
"Arumi, maafkan aku."
Sepuluh menit berlalu, Arumi macam gadis kecil yang merajuk karena ayahnya keluar kota lebih dari tiga hari dan pulang tanpa bawa oleh-oleh.
"Arumi ...."
Tidak tahu bagaimana, Arumi menatap mata James Chavez, tidak bisa abaikan naluri merindukan pria yang telah merawatnya sejak bayi. Ia bersama James Chavez sampai empat tahun.
James Chavez meninggalkan istri pertamanya dan anak perempuan mereka agar bisa fokus mengurus bayi prematur dari hasil hubungan gelap dengan wanita bersuami.
Jangan tanya di mana Ibunya?
Jika James Chavez tidak membawanya ke mansion Diomanta, maka Arumi ragu Salsa Diomanta akan mencarinya.
Well, maju menyedihkan mundur mengerikan.
Sayangnya, James Chavez tak mampu menerima karakter bandit keluarga Diomanta. Ayahnya memutuskan pergi tanpanya. Arumi berpikir Ayahnya kembali pada Alana Chavez, Puteri dari istri pertamanya. Arumi tak ingin mencari tahu sebab ia dilimpahi kasih sayang sempurna dari kakek nenek juga Aunty Sunny. Lebih tepat, mansion Diomanta buatnya lupa pada James Chavez.
"Apa kabarmu, Daddy?" tanya Arumi akhirnya mudah luluh, membalas pelukan James Chavez seadanya.
"Arumi, maafkan aku." Mengelus kepala Arumi.
"Aku merindukanmu, Daddy. Begitupun Ibuku, cuma menunggumu."
"Oh, ayolah Arumi." Salsa sinis dari sebelah.
Mereka kemudian duduk di sofa, di sisi Ibunya, di mana sebuah keluarga harus seperti ini terlihat. James Chavez tanyai kabarnya dan Arumi tak punya banyak kata untuk menyahut. Mereka mengobrol sedikit. Tanpa kualitas. Hanya basa-basi.
"Apa kabarmu, Nona Arumi?" Nyonya Sanchez akhirnya punya kesempatan untuk bertanya canggung. "Apakah baik-baik saja?"
"Ya, Nyonya. Terima kasih sudah mampir berkunjung. Aku ingin menjenguk Dandia tetapi aku sendiri tidak sehat."
Ethan Sanchez mengontrol raut wajah. Jelas tidak suka kehadiran ibunya tetapi terlalu kasar untuk pamitan pergi. Ia pernah melihat ekspresi Ethan semacam ini suatu waktu ketika Nyonya Sanchez menghinanya di meja makan rumah keluarga Sanchez. Kini, Ethan mengulangi lagi ekspresi itu.
Suasana benar-benar aneh. Arumi sampai-sampai tak perhatikan percakapan Nyonya Sanchez lebih lanjut.
Kemudian Arumi tersadar bahwa di meja ada dokumen cokelat. Dari ekspresi menegang semua orang, Arumi pastikan memang ada yang tidak beres.
Tuhan, masalahku menumpuk di usia lima belas tahun dan aku tak tahu apa itu?
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Arumi Chavez setelah jeda jangka panjang. "Maafkan apabila aku tidak sopan. Aku yakin tujuan Anda mampir bukan hanya ingin menjengukku, Nyonya Sanchez?"
Arumi melirik Ethan yang cukup lega mendengar jawaban ibunya.
"Apakah Anda berdua datang bersamaan?" tanya Arumi Chavez curiga. Mengapa ia bertanya? Wajah Salsa yang biasanya selalu angkuh perlihatkan setitik nila.
Salsa Diomanta sedang mencela James Chavez dan seperti menepuk air di dulang, cipratannya mengenai Nyonya Sanchez.
"Ya, Nona Arumi," sahut Nyonya Sanchez. "Tuan Chavez kebetulan datang mengunjungi Dandia bertepatan dengan waktu kedatanganku kemari. Tuan Chavez tawarkan aku tumpangan setelah Ethan Sanchez melarangku mengunjungimu." Menatap pada Ethan Sanchez.
Okay, ini masalah kompleks. Pikir Arumi. Ethan Sanchez terdeteksi memperpanjang masa perang dingin dengan Nyonya Sanchez.
"Semoga Dandia cepat sembuh," sambung Arumi, timbul sakit di hatinya sebab dirinya seakan bukan prioritas bagi ayahnya. Ya memang, bukan siapa-siapa. Jika, dirinya sangat berarti, James Chavez tak akan mengabaikannya. Sesederhana itu.
"Aku dan Tuan James Chavez akan bercerai." Ibunya bicara mengangguk pada amplop cokelat. Ini intinya. "Aku telah mengisi bagianku dan menandatangani dokumen. Ayahmu mungkin akan bersama Nyonya Sanchez."
"Salsa?!" tegur James Chavez tajam.
"Apakah aku salah, Tuan?" balas Nyonya Salsa sama tajamnya.
Arumi menyipit. Orang dewasa selalu egois.
"Ethan, ada apa ini?" Arumi berpaling pada Ethan yang kemudian terlihat lebih tertekan dari semua orang.
"Mari kita pergi menghirup udara dingin dan biarkan para orang tua selesaikan urusan mereka, Arumi."
"Apa seseorang akan beritahu apa yang terjadi di sini? Jika tidak aku akan pergi istirahat."
Arumi sedikit mengancam.
"Oh ya Tuhan. Ini sangat lucu." Arumi kemudian tertawa pada ide Ibunya bahwa Tuan James akan bersama Nyonya Sanchez? "Bagaimana bisa terjadi? Apa aku telah pergi dari tempat ini lebih dari sebulan?" Tawanya hilang begitu pula mimik yang berubah serius.
"Salsa ..., terima kasih telah memulai perpecahan," tegur James Chavez menahan amarah di wajah.
"Aku mulai bosan berbasa-basi. Bukankah Anda menuduhku menghalangi perceraian kita? Aku hanya menghindari untuk melihat bagian ini, Tuan Chavez," balas Salsa. "Aku bukan ibu yang baik, tetapi Puteriku sedang pemulihan."
Walaupun duduk dengan anggun, kerapuhannya tampak sangat jelas. Entah mengapa, itu menyakiti hati Arumi. Ia selalu bertengkar dengan Ibunya tetapi tidak suka cara Ayahnya menganggap mereka tak pernah ada.
"Arumi ...."
"Kapan Anda berdua berkenalan? Terlebih, aku pikir Daddy datang kemari untuk mengunjungiku." Semakin sengit saja hatinya menderita. Mudah saja ternyata dunia Ayahnya berjalan.
James Chavez terperangkap.
"Oh ya Tuhan. Aku menghormati Daddy selama bertahun-tahun, mencemooh sikap jahat Ibuku padamu, Daddy. Aku memaksa Ibuku membawamu kembali. Istrimu mungkin bukan wanita sempurna, bukankah tugasmu sebagai pasangannya untuk melengkapi?"
"Arumi ..., aku mohon mengertilah."
"Apakah Daddy benar-benar tidak peduli sama sekali padaku? Apakah tidak tahu aku diculik sekelompok sekte sesat untuk dikurbankan di hari raya mereka? Diriku akan dipermalukan, dihina dan dil3c3hka4n dan akan dipertontonkan ke seluruh dunia. Aku disekap di lemari besi dan hampir mati. Aku terjatuh dari kuda, patah hati dan menderita setelah ditolak oleh Ibu dari pacarku yang hanya inginkan gadis sempurna untuk puteranya? Daddy lewatkan segala hal tentang aku."
Arumi Chavez tak kuasa menahan semua kegundahan di hati. Ia menyerang membabi buta. Kekecewaan membuatnya menangis terisak-isak. Datang setelah sepuluh tahun bukan mengunjunginya tetapi untuk perpisahan?
Lebih parahnya, berbunga-bunga pada seseorang yang menolakku jadi pacar puteranya karena aku tak sempurna? Pekik Arumi dari hati terdalam. Ingin lontarkan kata-kata itu tetapi Ethan Sanchez mungkin akan kesakitan.
"Arumi ...." Ethan Sanchez memeluknya erat-erat. "Semuanya akan berdiri pada tempatnya, aku berjanji padamu. Jangan menangis!"
"Nyonya Salsa, aku pikir Anda salah paham pada hubungan kami," keluh Nyonya Andreia merah padam.
"Apakah kita remaja belasan tahun, Nyonya Andreia?" balas Salsa Diomanta.
"Salsa, aku rasa sudah cukup. Perpisahan kita tidak melibatkan siapapun atau dengan alasan apapun terlebih tidak benar jika aku menceraikanmu karena ingin bersama Andreia."
"Katakan pada Puterimu, Tuan Chavez. Aku memang berpikir kita telah berakhir sejak lama. Yakinkan Arumi."
"Tidak. Ayah tak akan menikahi wanita manapun kecuali tetap bersama Ibuku. Ayah harus bertanggung jawab padaku dan Ibuku mulai sekarang terlebih penelantaran yang ayah lakukan pada kami. Jika Ayah berani menentang keinginanku, aku akan mengadukan Ayah pada dunia. Aku tak peduli jika akhirnya kita semua akan tenggelam bersama ke dalam dasar neraka."
"Aku mendukung sikap Arumi," tambah Ethan temukan waktu untuk menyela. "Tuan Chavez, aku akan membawa ibuku pulang. Perlu aku tegaskan, aku menentang gagasan entah itu menikah atau hanya bersama, aku tak ijinkan Ibuku bersama Anda. Semoga ini semakin terang. Tolong jangan permalukan Ibuku terutama Nyonya Salsa dengan keinginan ambigu Anda, Tuan Chavez. Aku minta tolong sebagai seorang anak yang mencintai Ibunya."
***
Silahkan pencet tombol minta update ke Author setelah novel berakhir. Karena semakin banyak yang pencet tombol itu, mungkin saja review updatenya lebih cepat. Makasih.