My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 66. Don't Anna ....



Lima Minggu, Anna Marylin tidak pergi ke klinik semenjak Hellton Pascalito sadar dari koma. Itu berarti sudah lama sejak ia melihat Hedgar terakhir kali di klinik membawa banyak orang sakit dari pelosok kota, mengantri di loket pendaftaran dan minta ia obati.


Anna cukup cerdik untuk mengetahui bahwa Hedgar tak suka Axel Anthony membawanya pergi dari klinik. Tak ada cara termudah bagi Hedgar meraih Anna.


Dirinya bukan salah satu bekas wanita Hedgar yang mudah dirayu hanya karena pria itu merangkak dengan lutut dan menyembahnya. Terlebih bagi Anna, Hedgar ingin ia kembali karena harga diri pria jantan yang terluka. Kehormatannya di pertanyakan karena ditinggal Anna bukan hal lain. Tentu saja tidak ada masalah lain sebab Anna skeptis soal rasa sayang apalagi cinta.


Dunia Hedgar adalah dunia penuh kepalsuan dan omong kosong!


Bersihkan luka akibat tebasan samurai beracun di punggung Hellton Pascalito yang berangsur mulai berkurang jauh diameter luka, ia telah tinggal di mansion Diomanta dengan pengawal keamanan VIP yang disiapkan Axel Anthony dan Lucky Luciano.


"Lukamu nyaris tertutup sempurna, H."


"Aku merasa baikan."


Hellton kini selalu memakai kaca mata gelap jika keluar rumah sebab goresan belati Tatiana di bawah mata begitu menyeramkan untuk dilihat mata orang normal. Tatiana, adik iparnya. Anna tanpa sadar meremang. Ia menikahi salah satu dari kaum psikopat.


"Kita bisa sembuhkan luka di bagian bawah matamu dan hilangkan parut sepenuhnya."


Hellton menggeleng. "Tidak. Biarkan saja!"


Anna tahu Hellton tak akan mau jalani prosedur pembedahan untuk hilangkan satupun goresan ditubuh. Pria ini mengenang kepergian Irishak. Untuk menyilih semua dosa pada Irishak.


"Kapan Puteraku diperkirakan akan lahir, Anna?"


"Awal Mei tahun depan."


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Pergi pada Ibunya dan jelaskan semua bahwa kamu dan Freya tidak pernah bersama. Irishak mungkin akan berubah pendirian."


Setiap orang punya masalah cinta, termasuk Hellton Pascalito dan Axel Anthony yang ditinggal pergi wanita mereka.


"Dia sangat keras kepala."


"Kalian mirip. Aku menduga Puteramu akan lahir miliki perpaduan temperamen-mu dan Irishak hingga Irishak semakin kesal padamu."


Anna Marylin adalah sahabat terbaik Hellton hingga tahu perkara-perkara kecil yang dilakukan Hellton.


"Selesai!"


Anna Marylin membantu Hellton memakai kemeja.


"Aku bisa sendiri!"


Sunny muncul di ambang pintu bersama Carlos Adelberth.


"Ada yang berkunjung."


Jika Anna miliki Hellton sebagai belahan jiwa maka Irishak Bella miliki Carlos Adelberth yang sama loyal dalam urusan persahabatan.


Walaupun marah pada Hellton karena menyakiti Irishak, Carlos Adelberth sepertinya miliki sesuatu lebih penting yang tak bisa diabaikan begitu saja.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Carlos Adelberth amati Hellton Pascalito memeriksa dengan matanya.


"Cukup bagus."


"Irishak merilis Novel perdananya. Aku dapatkan dua dari display Book Store. Kamu mungkin ingin miliki satu."


"Aku yakin bukan bawakan aku novel Irishak tujuanmu kemari?"


"Ya. Namun, aku penasaran akan reaksimu."


"Kamu lihat sekarang. Apa kamu menikmatinya, Komandan?" tanya Hellton gusar.


"Sekuel pertama dari Mr. Daredevil. Irishak ceritakan tentangku dan dirimu di sini."


Sebuah novel tersodor. Cover novel tersebut adalah raut wajah seorang pria miliki rahang karakter tegas dan kokoh juga mata redup dan murung seakan seluruh kesedihan dunia dipikul di pundaknya. Nama wanita itu tertera di sana by Ibel Adelberth, Mr. Daredevil - Miss Unfortunate."


Wajah jengkel Hellton tak bisa disembunyikan.


"Perjalanan Electra semenjak kecil dan sampai ia bertemu dengan Daredevil."


"Tanpa penjelasanmu aku tahu riwayat hidupnya, Tuan Carlos Adelberth," potong Hellton cepat tak suka Carlos lebih mengenal Irishak dibanding dirinya. "Aku punya 4000 folder tentang Irishak."


"Lebih mirip psikopat."


"Trims," balas Hellton kaku.


Hellton pelajari kisah Irishak Bella sejak wanita itu lahir, karir, keluarga, makanan kesukaannya hingga semua yang dikerjakan wanita itu. Irishak takut ruang sempit dan gelap, tak suka pada denting jarum Pinus yang beradu akibat angin. Irishak tak suka ular tetapi sangat suka dekat sarang mereka karena Irishak menyukai Blueberry liar.


Ia tahu segala hal tentang Irishak sejak ia habiskan waktu bersama Irishak di pertengahan musim panas dan Irishak tinggalkan dirinya di awal musim gugur. Cinta wanita itu padanya mungkin berlalu bersama daun-daun yang berjatuhan.


Sepertinya dalam Miss Unfortunate, puncak alurnya adalah perenggutan kesucian oleh Mr. Devil. Menggeram.


"Jadi, kamu tak mau menerima hadiah dari sahabat kekasihmu?"


"Terima kasih. Berikan pada Anna. Aku akan membelinya nanti."


"Aku hanya suka novel berisi kedokteran," sahut Anna. "Jika Irishak menulis novel berisi chapter-chapter penting menangani pria psikopat dan cara mengurung jiwa sesat mereka agar mudah dikendalikan, aku akan mengoleksi satu."


"Mungkin Sunny mau?"


"Maaf tidak sopan. Aku tak ingin kerumitan hidup lainnya. Terlebih mentalku mungkin terganggu dengan kisah nyata yang dilakukan saudara lelakiku pada kekasihnya," tolak Sunny Diomanta yang kembali dengan Ayshe antarkan minuman. "Kamu perlu menumpuknya di ruang tidurmu, Enrique. Sebagai 'kitab suci' yang perlu direnungkan pagi dan malam. Semoga Irishak mengampuni-mu."


Hellton meraih novel bersampul hitam dan merah refleksi kehidupannya yang pekat abaikan sarkasme pada dua orang terdekatnya.


Ia lantas memanggil Michael, seorang pengawal yang dipersiapkan Archilles gantikan posisi pria itu sebagai guru bela diri bagi Arumi Chavez. Perintahkan untuk membeli semua Novel Irishak Bella tanpa tinggalkan jejak.


Mereka tahu Irishak Bella tak akan gunakan nama aslinya dan menarik perhatian orang-orang yang inginkan nyawa wanita itu. Tetap saja, Hellton menggeram tidak suka karena Ibel Adelberth.


"Aku tak berharap nama puteraku juga Adelberth."


"Mudah diprediksi."


"Irishak berjanji pada Adelle Diomanta bahwa puteraku akan bernama family yang sama denganku."


"Awal hukumanmu cukup tragis. Akhirnya mungkin lebih sengsara. Persiapkan dirimu dengan baik."


"Selama Irishak tak jatuh cinta dan membawa bayiku ke pelukan pria lain, aku akan baik-baik saja."


Tatapan mata Hellton sama persis ketika Carlos Adelberth membawa Irishak dari peternakan pria itu suatu waktu. Tak bisa diuraikan, tetapi cukup jelas sampaikan posesif. Carlos hanya tak mengerti apakah Hellton bertingkah seakan masih cukup pantas menginginkan Irish Bella setelah pria ini berulang kali sakiti temannya.


"Jalanmu tidak akan mudah, Tuan. Kamu berurusan dengan wanita paling keras kepala di dunia," sahut Carlos Adelberth tanpa belas kasihan. "Jangan biarkan aku yang pertama menggendong bayimu. Itu akan semakin na'as untukmu."


"Aku akan segera pindah ke sana dan menjaganya."


"Berhati-hatilah! Irishak mungkin akan kabur sebelum itu dan makin sulit ditemukan."


"Kemanapun dia pergi, aku akan menemukannya."


"Lalu lintas satelit yang tidak biasa akan menimbulkan kecurigaan bagi pemerintah. Jangan terlalu ceroboh."


"Aku hanya akan gunakan teropong dan mengikutinya. Kami tengah membangun rumah di sebelah Utara lembah."


Carlos Adelberth berdecak. "Luar biasa. Darimu aku belajar."


"Semoga sukses. Suatu waktu jika kamu beruntung, kamu akan bertemu konsep-konsep di luar kendalimu."


"Great warning, H. By the way, aku kemari perlu bicara empat mata dengan Anna Marylin."


Hellton gerakan kepala sebagai tanda persetujuan.


"Aku di sini dan tanganku mulai hilang keahlian," keluh Anna Marylin. "Mari ke teras belakang."


Tinggalkan Hellton Pascalito yang sesuram musim selalu beku di Oymyakon, Carlos Adelberth ikuti Anna Marylin ke teras belakang.


"Selamat atas pernikahanmu."


"Sama sekali tidak sah."


"Kamu keliru. Upacara pernikahanmu terdaftar resmi di kantor catatan sipil."


Mengapa Anna terkejut?!


"Aku tidak ingat tanda tangani dokumen apapun."


"Kamu menikahi Hedgar Sangdeto. Salah seorang pria berpengaruh di negara ini."


"Kami akan berpisah."


"Kami bersedia membantumu, Anna Marylin."


"Aku yakin tidak gratis."


Carlos sodorkan banyak dokumen juga riwayat percakapan yang berhasil disadap. Dengan hati-hati Anna Marylin meneliti sepintas.


"Ada banyak agen di Dinas Inteligen Rahasia. Mengapa aku?"


"Kamu yang paling mungkin menjangkaunya tanpa timbulkan curiga. Ada apresiasi dari semua ini."


Anna Marylin menyipit pada amplop cokelat. Di dalamnya hanya ada daftar kejahatan yang tak terhitung jumlahnya.


"Percaya padaku sama saja kamu memegang cahaya bulan, Tuan." Anna Marylin naikan satu alis. "Ayahku mafia dan ditahan seumur hidup. Aku tidak melihat untungnya buatku. Terlebih sangat beresiko karena pria ini lebih berbahaya dari yang di dalam."


"Maaf soal ayahmu. Tetapi, kamu bisa memulai kehidupan baru yang normal dan dapatkan kembali legalitas praktek kedokteran mu. Kamu akan bekerja di rumah sakit angkatan darat bersamaku."


"Menggiurkan. Tetapi, Carl ..., aku menyukai lembah hitam di mana aku menjadi hebat dan mahir."


"Kamu akan tetap di sana sebagai informan sementara waktu."


"Apa yang coba kamu tawarkan pada temanku, Carl?" Hellton Pascalito tak jauh dari mereka.


"Yang pasti bukan popularitas," balas Carlos Adelberth menengok pada pria yang memandangnya tajam.


"Anna Marylin di bawah perlindunganku sekarang, Carl!"


"Di bawah pengaruh-ku, masa depan Anna jauh lebih cerah," balas Carlos sama tajamnya.


"Tidak sekarang, teman-teman!" tegur Anna Marylin. "Kita akan bicara nanti, H." Anna berpaling pada Hellton meminta waktu dan pengertian.


"Aku akan menunggumu," balas Hellton pergi dari sana.


"Aku butuh pelajari ini." Berkata akhirnya pada Carlos setelah temannya pergi. Anna Marylin berusaha keras hindari terulangnya pertikaian antara Hellton dan Hedgar. Memilih tak beritahukan pernikahannya dengan Hedgar. Mungkin sekarang waktunya untuk jujur.


"Beritahu aku keputusanmu."


Carlos Adelberth tinggalkan mansion sedang Anna Marylin pergi ke perpustakaan, bersandar di salah satu rak amati temannya yang bermuram durja menatap kosong lahan hijau di belakang mansion.


Hellton tak beralih dari cuaca mulai gelap di luar. Arumi Chavez menunggangi Aorta dan keahlian ponakannya meningkat berkali lipat. Aorta lompati pagar pembatas pulang dari ujung lahan setiap sore, lintasi halaman belakang dengan kecepatan penuh. Nyaris semacam busur lepas dari panah. Saat ia menarik tali kekang, dua kaki depan Aorta terangkat. Arumi seakan menyatu dengan Aorta. Gadis kecil mereka melompat turun, sangat indah.


Seminggu berlalu, Archilles Lucca kembali ke pekerjaannya. Hanya menjadi guru di sebuah kota terpencil Archilles tak akan mampu meraih simpati Salsa.


Namun, Archilles mengatakan ia hanya akan penuhi sumpahnya pada Tuhan. Pria itu akan lakukan sesuatu setelah pelayanannya selesai. Walaupun tak jelaskan secara spesifik, Hellton yakin Archilles Lucca pikirkan rencana untuk bersama Arumi. Menolak bantuannya untuk bekerja di Perusahaan Diomanta sebagai balas jasa. Mungkin akan menerima tawaran Carlos Adelberth berkarir di kemiliteran.


Bertambah sulit sebab Salsa tampak gigih mengusirnya menjauh.


"Mari kita menghirup udara segar di luar."


"Aku terus melihat pria kecil bersama Irishak."


"Menyedihkan. Aku tak punya saran yang bagus untukmu, H."


"Ya. Kupikir kamu sendiri terjebak sesuatu."


"Kamu jauh lebih sehat bahkan tak butuh bantuanku lagi. Aku akan kembali ke klinik dan bekerja. JIwaku terpenjara dalam mansion mewah ini."


"Ax peringati aku untuk menahanmu di sini. Apa aku lewatkan sesuatu?"


"H, please. Aku dibesarkan di dalam lorong pekat gelap itu. Naluriku menumpul jika aku hanya berdiam diri di sini. Aku bahkan tak suka memasak."


"Jujur padaku, Anna!"


"Baiklah," angguk Anna. "Aku menikahinya."


"Siapa?!" tanya Hellton berbalik.


"Dia?!"


"Ya, dia," angguk Anna seakan menyebut 'Hedgar' bisa aktifkan bom nuklir.


"Hedgar?" tanya Hellton Pascalito.


"Ya."


"Luar biasa."


"Tak ada pilihan."


"Apa demi diriku? Brengsek itu menjebakmu?"


Anna Marylin hanya diam.


"Apa dia tepati janji?" Menyipit.


Anna menggeleng. "Kami akan segera berpisah."


"Tidak. Kamu merindukannya." Jawaban Hellton penuh serangan.


"Tuduhan-mu konyol, H."


"Aku tak pernah melihatmu gunakan dress setiap hari. Sama sekali bukan gayamu. Kamu terlihat jauh lebih feminim ...."


"Oh tolonglah, aku hanya sadar bahwa aku seorang wanita," potong Anna Marylin membela diri.


"Tebak apa?! Lambaian gaunmu telah mengganggu instingku, Anna. Kamu jatuh cinta padanya!"


"Ya Tuhan, selamatkan aku dari pikiran cacat sahabatku juga dari pria gila macam Hedgar!" keluh Anna Marylin.


"Aku bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat Ax atau Lucky Luciano darimu, Anna Marylin. Akulah yang pertama menemukanmu."


Hellton menatap Anna melembut. Ia tak bisa mengekang Anna, tetapi mengapa Hedgar? Demi Tuhan, mengapa harus musuh mereka?


"Aku keberatan di bagian jatuh cinta. Pria itu psikopat. Keluarganya. Entahlah!"


"Lalu, apa yang diinginkan Carlos darimu? Hedgar?"


"Ya. Hedgar terlibat perdagangan manusia dan sebuah organisasi terlarang. Aku belum lihat file-nya."


"Jangan terlibat! Hedgar lebih mematikan dari aku, Anna. Jangan mengusiknya. Carlos akan mengirim orang lain."


"Pertahanan Hedgar sangat susah ditembus. Aku akan dapatkan lisensi-ku kembali. Aku pikir perlu dicoba."


"Hedgar mungkin lebih dulu curiga padamu."


"Maka, aku akan lakukan senatural mungkin."


"Anna ...."


"Ini bukan final, H. Aku butuh pertimbangan."


"Baiklah. Beritahu aku langkahmu. Aku perlu antisipasi."


"Look, aku bisa atasi Hedgar. Please, fokus pada Irishak dan puteramu. Beritahu Ax juga. Mari bertemu lagi nanti."


Makan malam tiba-tiba saja berubah bencana terlebih torture tuna dengan guacamole mendadak menyerang indera penciuman Anna, lalu udang yang aroma pedasnya sangat mengganggu.


Setelah makan malam, Anna Marylin buru-buru pamitan. Mengapa ia tak suka aroma dalam mobil? Paksakan diri menyetir hingga sampai klinik. Disangka penderitaannya berakhir. Ternyata aroma obat-obatan lebih memabukkan dari sebelumnya.


"Apa sesuatu terjadi?" Cheryl keheranan melihat rupa temannya yang kacau.


"Aku tak yakin tetapi aku mencium bau yang sama dari benda berbeda."


"Kamu mengenali aroma apa itu?"


Anna Marylin menggeleng. "No. Aku tak pernah alami ini sebelumnya selama hidupku. Hidungku seakan keracunan sesuatu. Aku hanya mengingat aroma tanpa bisa membaui."


"Kapan gejalanya muncul?"


"Hari ini."


"Flu? Batuk?"


"No."


"Cedera kepala? Kamu mungkin jatuh? Atau kecelakaan yang sebabkan hidungmu dapatkan trauma?"


"Tidak," geleng Anna. "Lupakan! Aku akan baik-baik saja."


Sesuatu berkelebat di pikirannya. Lekas menggeleng keras.


"Ada apa?" Cheryl ikut dari belakang. "Biar aku periksa."


Anna Marylin pergi ke ruang praktek, mendorong pintu. Masuk ke dalam, pegangi kepala yang berdenyut. Duduk di kursi. Bertambah pening saat bentrok pada pigura di atas meja kerjanya.


"Sejak kapan ada foto pernikahan di sini?" tanya Anna Marylin menyipit pada foto pernikahan dirinya dengan Hedgar.


"Sungguh horor," jawab Cheryl.


Bagaimana tidak, semua serba hitam bahkan pengantin wanitanya bermahkota penutup kepala dan berkerudung hitam. Untung riasannya manusiawi. Jika juga bold maka yakinlah orang akan mengira ini pernikahan para penyihir.


"Pengantin pria mungkin salah satu pengikut sekte kegelapan." Anna Marylin meraih foto dan telungkupkan ke meja.


"Pengantin pria aneh itu suamimu, Anna Marylin."


"Tuhan bangunkan aku dari mimpi terkutuk ini."


"Sayangnya doamu ditolak. Masih ada banyak di dinding!" tambah Cheryl gunakan dagu menunjuk ke belakang Anna pada tembok yang separuhnya berisi banyak foto membentuk kolase. Anna sendiri sampai terlonjak kaget.


"Mereka tampak seperti kelelawar yang melekat di dinding. Mimpiku sungguh buruk."


"Nyatanya kamu tak bermimpi. Papan namamu, jangan lupa!"


Anna Marylin melotot pada tulisan Dr. Anna Marylin Sangdeto.


"Siapa yang berani lakukan ini dalam ruangan praktekku?"


"Hanya suamimu, tersangka utama."


Anna pegangi kepala yang sakit yang semakin tak karuan.


"Biarkan aku memeriksamu! Jangan keras kepala!"


"Tidak! Aku baik-baik saja!" Anna bersandar di kursi kerja. Tidak ada pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan karena ia dikurung dalam sangkar di kala itu. Hal ini sudah pasti terjadi, Anna kalang kabut.


"Wajahmu pucat."


"Apakah kita punya kerjaan?"


"Anna ...."


"Cheryl, apakah jadwalmu sibuk besok?"


"Ada apa denganmu?"


"Aku butuh EVA (Electric vacuum aspiration)!"


"What?" Cheryl bengong setelahnya. "Berapa Minggu?"


"Lima Minggu."


"Apa alasanmu ab0rs1?"


"Ini masalah serius. Aku tidur dengan psikopat."


"Anna ...."


"Ini mengerikan. Aku tak bisa ciptakan generasi sakit jiwa."


"Harusnya kamu menolaknya sedari awal. Dia berbentuk biji apel kini. Jantungnya telah terbentuk. Mari berbaring dan kita periksa Anna. Aku akan mengambil USG Mindray. Tunggu di sini."


"No." Anna Marylin menolak. Ia berubah gelisah. Bayangan Egiana dan Tatiana berterbangan kesana kemari.


Ya Tuhan, tidak!


"Cheryl, apa yang telah aku lakukan?"


"Anna, kita akan lihat kondisinya."


"Tidak. Kita bisa hilangkan dia malam ini." Anna Marylin separuh mendesak.


"Dengar, bagaimana jika dia tidak seperti ayahnya? Kamu telah membunuh bayimu sendiri."


Anna Marylin pejamkan mata di bangkunya sedang Cheryl mengusap tangannya pelan sedikit pijatan.


"Apa yang merasuki hingga mau saja bercinta dengan pria itu? Ya Tuhan, betapa bodohnya! Tidak, aku tidak menginginkannya." Anna Marylin berubah defensif dan frustasi.


"Tenangkan dirimu!"


"Mari hilangkan dia malam ini, Cheryl!"


"Aku akan segera kembali dan kita lihat dia sebelum kamu ambil keputusan!"


Cheryl bangkit dari duduk memutar tubuh lalu langkah tersendat di tengah jalan.


"Kamu tak akan mengganggu Anna!"


Suara Cheryl memancing Anna mendongak, merinding sebab tatapan Hedgar seakan buat Anna melihat sosok hitam dalam sebuah Hoodie yang sangat misterius.


"Coba saja bunuh bayiku! Aku akan pastikan kematian mereka segera setelah aku makamkan jasadnya," ancam Hedgar amati Anna, tanpa emosi.


Cheryl menghela napas.


"Anna sedang sakit. Jangan kasar padanya!" Cheryl pergi ke pintu.


"Pergi dari sini!" kata Anna Marylin mengusir Hedgar.


Gigi-gigi berderak dibalik rahang. Hedgar datangi Anna Marylin pegangi lengan Anna kuat. Anna Marylin gunakan tangan yang bebas menyerang leher Hedgar tapi gerakannya terbaca. Lepaskan pegangan tetapi bukan untuk mengalah. Taklukan Anna dan mengungkung tubuh Anna dengan tubuhnya sendiri di meja kerja.


"Aku bersalah karena mencekikmu, maafkan aku!"


"Pergilah ke neraka!" rutuk Anna Marylin tak bisa melawan. Tubuhnya sangat lemas. Ia mengumpati diri sendiri.


"Aku cukup tabah lebih dari sebulan, Anna. Kita ...."


"Tidak ada kita, atau bayi kita!" balas Anna kasar mendorong Hedgar. "Berhenti mengkhayal!"


Hedgar berusaha kendalikan diri, pegangi tengkuk Anna, memaksa Anna melihat padanya. Bicara di atas wajah Anna yang memucat. Menyentuh permukaan bibir beku. Pegangi Anna erat-erat.


"Kamu hanya kebingungan, Anna!"


"Aku tak bisa menerima cacat di jiwanya. Aku hanya harus menghilangkannya!"


"Baiklah! Baiklah!" bujuk Hedgar longgarkan cengkeraman berganti memeluk Anna. Keluarkan sesuatu, sangat cepat tancapkan pada sisi leher Anna.


"Apa yang kau lakukan?"


"Hanya sesuatu yang bikin kamu tenang."


"Brengsek!"


"Bayiku lewati aturan yang benar. Aku menikahimu bukan seperti teman-temanmu! Kamu tidak akan berani menyentuhnya! Aku akan melindunginya darimu!"


Menggendong Anna dalam lengannya keluar dari ruangan. Cheryl mematung di lorong.


"Beritahu teman-teman Anna jika mereka mencarinya; Anna pulang ke rumahnya bersama suaminya."


***