My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 104. Leaving You



Anna Marylin berubah pucat pasi. Bagaimana bisa Hedgar berani terlibat dalam sebuah organisasi yang inginkan tubuh Arumi Chavez? Bahkan Hedgar masuk jajaran direksi, termasuk salah satu petinggi sekte sesat.


Sangat gila bukan? Tak peduli pada apapun kepercayaan suaminya. Dengan siapa Hedgar bersekutu. Entah vampir, drakula, dwarf, elf atau sekuler sekalipun, Anna menghormati hak asasinya sebagai manusia. Walaupun, sangat Anna sayangkan karena Hedgar masuk ke lingkaran setan. Yang jadi permasalahan bagaimana bisa, Arumi Chavez?


Bayangkan mereka punya anak perempuan dan diperlakukan seperti itu. Sadisnya lagi bedebah gila dan komplotannya akan mengundi dapatkan malam panas dengan gadis yang telah dianggap sebagai anak sendiri. Betapa bejat ini terdengar.


Bagaimana jika Hedgar dapatkan Arumi? Apakah ...?


Anna Marylin dikepung berbagai emosi.


"Hedgar?!" Anna menatap murka. "Arumi Chavez?"


Mata-mata itu membelalak seakan andai bisa, mampu mencabik-cabik wajah suaminya hingga tersisa tulang. Mengerikan karena ia jatuh pada pria model Hedgar. Belum terlalu terlambat sekarang untuk pergi. Hedgar tak bisa diselamatkan.


"Tangan kananmu mengekang aku di guamu? Tangan kirimu berkeliaran di belakangku?"


"Anna ..., semua tidak sepenuhnya benar."


"Buktikan padaku!"


"Aku akan mengaku dosaku padamu. Dengarkan aku!"


"Bagaimana bisa? Aku percaya moralmu hanya sepanjang satu ruas jari bayi baru lahir, aku pikir, itu adalah keagungan yang masih sedikit tersisa darimu. Aku mungkin bisa ciptakan keajaiban. Berani-beraninya ...."


Hedgar gunakan kedua tangan lepaskan diri dari cengkeraman Hellton, meraih Anna dan menangkup wajah Anna gunakan telapak-telapak tangan.


"Anna ..., aku memang di sana sebagai salah satu donatur, sponsor, petinggi tetapi aku bersumpah demi bayi kita; aku tidak tahu bahwa Arumi Chavez adalah gadis ekuinos yang mereka inginkan. Kamu bisa konfirmasi pada Itzik Damian karena aku minta Itzik larikan Arumi dari tempat terkutuk di hari ritual itu, Anna."


"Hedgar tanda-tangani dokumen pengesahan Arumi Chavez sebagai pengantin," kata Francis Blanco tanpa perlu berikan dokumen. Francis Blanco selalu akurat.


"Aku benar-benar tak peduli siapa gadisnya, Anna. Jika aku tahu lebih awal, aku pasti akan membatalkannya."


Anna meragukan Hedgar. Ia tak punya apapun dengan suaminya.


"Kamu mengisi room chat 6, Hedgar. Siarannya langsung ke semua ruangan. Kamu tak mungkin tak melihatnya." Francis menambahkan. Hedgar mirip pesakitan di pengadilan. Semua orang tampak beringas tetapi cuma Anna yang ingin diyakinkan pria itu. Pihak lain tidak penting.


"Aku bersamamu sepanjang waktu, Anna, aku tak menonton siaran kekanak-kanakan itu. Aku hanya berbisnis." Hedgar meraih tangan Anna yang dingin tanpa sarung tangan. Bibir Anna gemetaran. "Anna ...."


Anna Marylin mendongak pada suaminya. Suatu waktu Hedgar pernah datang bawa-bawa pasukannya, ingin lenyapkan Irishak Bella di Diomanta Greenfield. Ia sering bertemu Hedgar karena ia menerima uang dari siapa saja pengguna jasa profesionalnya. Dan Hedgar adalah pria tak pernah ia bayangkan akan menikahinya meskipun pria itu selalu m35um padanya. Ia ingat Hedgar mengajaknya menikah di hari itu saat ia acungkan senjata lindungi Hellton dari Hedgar. Kini, setelah semua skandal, apakah ia harus tetap tinggal dengan bajingan ini?


"Aku pikir, aku tak bisa bersamamu lagi Hedgar," putus Anna Marylin. "Kamu mengingkari terlalu banyak sumpah. Menganggap janji hanya lisan yang mudah disangkal. Sayang sekali."


"Anna, no!" geleng Hedgar tidak terima keputusan Anna, merengkuh istrinya ke dalam pelukan. "Anna ...."


"Mari kita bercerai."


"Tidak!" Hedgar tak punya lebih banyak argumentasi. Kutuki hari harusnya mereka tinggal saja di rumah mereka yang damai. Tertutup dari dunia luar juga dari sekelompok pria sialan yang selalu ingin pisahkan dirinya dan Anna.


Anna Marylin menjauh dari Hedgar pergi ke dalam mobil Hellton. Hedgar Sangdeto bergerak cepat ingin menyusul, tetapi Raymundo Alvaro menghadang jalannya.


"Menyingkir!"


"Kau tidak lihat Anna tak ingin bersamamu?"


"Pulang dan bersihkan b0k0n9 Axel Anthony."


Raymundo mengunyah permen karetnya kuat. Rahang berderak. "B0k0n9mu ternajis di antara semua yang hidup di bumi bahkan dibanding babi di hutan belantara."


"Oops!!!" Lucky Luciano tercengang dari sebelah. Raymundo Alvaro adalah pria paling tak banyak bicara. Mengejutkan pria itu memaki Hedgar.


"Kau sialan!"


"Pulang dan mengadu pada bantal guling-mu, Hedgar! Pakai dulu rok sebelumnya."


Okay, sepertinya Raymundo Alvaro adalah perpanjangan lidah Axel Anthony.


Hedgar tersulut amarah layangkan kepalan mendadak pada Raymundo Alvaro, kenai tepat hidung Raymundo hingga Raymundo terjengkang ke belakang. Kaca mata gelap Raymundo bergeser.


Hedgar Sangdeto menggeram. "Kau pasti belum sarapan?"


"Nanti ..., setelah melihatmu merengek."


Raymundo Alvaro naikan satu sudut bibir, atur ulang letak kaca mata sebelum meniup sisa permen karet keras dari mulut pada Hedgar keras. Benda itu menempel di pertengahan kening Hedgar. Manfaatkan akibat serangan pertama, gunakan dua kepal tinju beruntun pada wajah Hedgar.


Lucky Luciano duduk tak bergerak amati mobil di depan pada gadis yang turun dari mobil dengan pistol di tangan. Acungkan senjata arahkan pada Hellton. Kini Francis Blanco lakukan hal sama. Senjata tergetkan Naomi. Francis melirik pada Hedgar, menganalisa situsi. Syukurnya tak ada aturan dalam kamus Francis Blanco untuk tidak melukai wanita. Kecuali satu orang atas permintaan khusus Piglet.


Hedgar terjungkal ke belakang. Punggung pria itu menghantam sisi mobil. Bangkit, gunakan kaki kiri menyerang Raymundo Alvaro di posisi lebih strategis. Tubuh Hedgar kembali terbang ke sisi mobil. Kedua orang jatuh bangun.


Anna Marylin pejamkan mata kuat-kuat. Menggigit bibir hingga berdarah. Telinganya mendengar ratapan.


"ANNA!!!"


Para gangster sering meraung, memanggil nama Anna. Di lorong-lorong gelap saat nyawa, seolah mudah tercabut macam akar serabut di permukaan tanah penuh humus. Tetapi, suaminya membuat perbedaan.


"ANNA, Please!"


Akhirnya semua lawan Hedgar bisa melihat bahwa Anna Marylin adalah kelemahan. Pria itu pukuli mobil. Tampak marah, kecewa, terluka, penuh penyesalan. Terlambat.


"Mari kita bicara, Anna! Please!"


Naomi Brisia lepaskan pengaman, ia akan mulai menembak Hellton Pascalito. Francis Blanco mengirim peringatan, pecahkan bagian depan mobil Hedgar sangat tipis peluru mengikis sisi lengan kiri Naomi Brisia. Mantel gadis itu sobek. Marah. Namun, tak berkutik sebab penembaknya tak bisa dianggap sebelah mata.


Deru motor datang dari arah jalanan sementara gerimis mulai basahi bumi. Tidak hanya itu.


"H, berlindung!"


Serbuan peluru berterbangan. Francis Blanco tiarap ke samping. Memeriksa. Motor datang dengan cepat. Peluru mengikis atap mobil. Lucky Luciano keluarkan senjata. Bersiap menembak tetapi ditahan. Merengus.


"Francis, kau baik-baik saja?"


"Ya. Anda tak boleh menembaknya, Tuan."


Sedang Anna dalam mobil membungkuk dalam. Mengintip keluar. Hedgar dan Raymundo Alvaro di lantai jalanan bersisian. Wajah keduanya memar dan hidung tak lagi lurus. Darah di beberapa tempat. Kaki dan lutut masing-masing orang mungkin cidera. Karena sedari tadi, bagian itu adalah sasaran empuk untuk saling mematikan perlawanan.


Motor berhenti tepat di depan mobil Hellton, di mana pria itu berlindung dibaliknya sedang Naomi menghilang ke mobil Hedgar. Mengintai dari sana.


"Enrique ...," sapa Tatiana menaruh senjatanya.


"Tatiana?!"


Turunkan penahan motor. Melompat dari atas seolah dia menunggang kuda. Tatiana berjongkok di depan Hellton Pascalito.


"Apakah kamu terluka?" tanya Tatiana lepaskan kaca mata dari wajah Hellton Pascalito sehingga perjelas penglihatan. Menyipit. "Aku menembak hanya untuk hentikan pertarungan. Apakah kamu terkena peluru?"


Hellton tak menyahut. Egiana cukup buruk, tambahkan Tatiana ke dalam masalah mereka. Bedanya, wanita satu ini adalah malaikat penyelamatnya suatu waktu. Meskipun karya tangan Tatiana akan membekas mungkin sampai mati di bagian bawah mata.


"Lukamu sembuh dengan cepat. Apakah ini masih sakit?" Tanpa keraguan Tatiana mengangkat tangan mulai menyusuri luka baru sembuh yang masih tampak mengerikan. Amati reaksi pria di depannya. Mungkin menunggu Hellton rasakan sakit.


Entahlah ....


Wanita ini Tatiana.


"Apakah penglihatanmu mungkin terganggu?"


Hellton bergeming. Mata-mata bersinar tajam pada wanita di depannya.


"Oh, jangan menatapku seperti itu, Enrique!" kata Tatiana meraih tangan Hellton dan menuntunnya berdiri seolah-olah Hellton Pascalito pria buta tuli.


"Apa kamu terlibat?"


"Aku cuma undangan di hari itu. Tadinya aku tidak ingin pergi tetapi setelah tahu Arumi Chavez adalah gadis yang akan dikorbankan, aku putuskan ikut ke sana."


"Tanpaku, Hedgar mudah ditipu dan dikelabui, Enrique!" potong Tatiana. "Dia pikir dia hebat hanya dengan andalkan dirinya sendiri. Hedgar sama sekali tidak tahu bahwa Arumi Chavez diculik. Dia sibuk merayu Anna di rumah kami."


"Aku akan membunuh Hedgar hari ini," ujar Hellton dingin.


"Tidak!"


"Aku tidak minta pendapatmu!"


"Maka aku akan lenyapkan semua orang terdekatmu, tidak terkecuali Arumi Chavez," balas Tatiana tersenyum sedikit. Ia tidak main-main dengan ucapannya. Hellton Pascalito tak tampilkan ekspresi apapun.


Semua orang akhirnya berdiri termasuk Hedgar yang tak peduli pada hal lain. Menggedor pintu mobil.


"Anna, bicara padaku! Aku akan ikuti semua maumu, Anna!"


Raymundo Alvaro berdecak dari sebelah pria itu. Hedgar berubah emosian sengaja gunakan lengannya untuk menusuk rusuk Raymundo Alvaro hingga pria itu meringis. Ingin membalas kecurangan tetapi ditahan-tahan. Situasi tidak bagus untuk mereka saat Tatiana ikut campur. Ini karena, Piglet, tak bisa menyakiti Tatiana.


Tak ada yang bicara dalam waktu lama. Hanya suara Hedgar di sisi mobil.


Tatiana sodorkan ponselnya.


"Aku menangkap semua yang terlibat dan serahkan pada Archilles. Imbalannya adalah kebebasan saudaraku." Tatiana menghela napas. "Archilles sepertinya tidak menepati janji."


"Archilles memberitahuku."


"Lalu, mengapa?"


"Masalah kita hanya di antara kita. Tidak libatkan ponakanku yang masih 15 tahun."


"Enrique ...," bisik Tatiana merapat pada Hellton hingga tanpa jarak. Ia mengebas gerimis dari mantel Hellton dan kancingkan ujungnya agar pria itu tidak dingin. Mendongak pada Hellton yang lebih tinggi darinya beberapa centi. Singkirkan helaian rambut terurai di kening Hellton. Tersenyum. "Arumi Chavez masih hidup. Gadis itu akan baik-baik saja terlebih dia akan bersama Archilles. Apa yang membuatmu sangat marah? Tidak bisakah lupakan kejadian ini? Demi jasaku padamu di masa lampau?"


"Bawa Hedgar pergi!"


"Biarkan Anna bersamanya. Mereka, suami dan istri akan selesaikan masalah mereka sendiri."


"Anna tanpa tekanan dan paksaan dariku. Anna membuat keputusannya sendiri. Siapapun di sini akan hormati."


"Aku akan bawa saudaraku pergi!" kata Tatiana akhirnya mengalah, pergi ke sisi mobil. Tersenyum pada Francis Blanco. Dulunya mereka suka saling menjegal di dunia maya. Lalu, pada Lucky Luciano. Berdecak. Tatiana belum pernah melihat sekumpulan pria semenarik pria-pria di kelompok ini.


Lewati Raymundo Alvaro, mengendus gunakan hidung.


"Amazing," ujar Tatiana kedipkan satu mata pada Raymundo Alvaro.


"Hedgar ..., mari kita pergi!" ajak Tatiana. Anna di dalam mobil mengunci pintu dan menatap lurus ke depan acuhkan kakaknya yang menyedihkan sedang memelas. Pertama kali terjadi. Hedgar membuang wanita sesuka hati. Hanya dipusatkan untuk pelampiasan kebutuhan. Anna Marylin adalah wanita berbeda. "Anna akan kembali padamu! Berikan waktu Anna berpikir!"


Hedgar berpaling, tatapan murka takuti adiknya. Juga ayunan kepal tangan yang tiba-tiba menghantam wajah Tatiana hingga wanita itu memekik kesakitan.


"Akhirnya kau muncul juga?"


"Ya, aku makan makanan sisa di rumah orang dan teringat di tempat kakakku ada banyak makanan."


"Kau tidak takut, aku memenggal kepalamu?"


"Lakukan itu nanti di rumah." Tatiana mengusap darah mengalir dari hidung. "Mari kita pergi!"


"Jangan menyentuhku!" tepis Hedgar bertahan di sisi mobil.


Tatiana kembali memeluk lengan Hedgar.


"Jangan biarkan dirimu terlihat seperti pecundang, Hedgar dan jadi bahan tertawaan musuhmu."


Hedgar benci kata itu, 'pecundang'. Pria itu menatap ke dalam mobil.


"Anna ...."


"Ayolah Hedgar," ajak Tatiana lagi. "Lihatlah dirimu berubah seperti seseorang yang tidak aku kenal."


Tanpa diduga-duga, Hedgar menarik senjata dari Tatiana.


"HEDGAR?!" seru Tatiana menarik perhatian semua orang.


"Anna?! Buka pintumu atau kamu akan melihatku mati di depanmu!" Moncong senjata mengarah pada sisi kepala sendiri.


Anna Marylin bertahan awalnya, lalu lekas hilang kendali melihat Hedgar serius berniat bunuh diri di depannya.


Tatiana mengangkat kedua tangannya letakan di kepala. Kakaknya diperbudak cinta gila pada Anna Marylin.


"Hedgar kau irasional!" keluh Tatiana.


"Menjauh dariku Tatiana! Bisa jadi aku menembakmu lebih dulu," balas Hedgar. Telunjuknya bersiap menekan pelatuk.


Pintu mobil terbuka. Anna turun dari sana mengumpat marah dan membanting pintu mobil kesal.


"Turunkan senjatamu!" perintah Anna mudah meledak-ledak. Tengadahkan kepala pada suaminya yang stabil pegangi senjata. Tanpa takut mati sedikitpun.


"Tidak!"


"Hedgar, turunkan senjatamu!" ulang Anna. "Sekarang!"


"Tidak, Anna, sampai ..., kamu berjanji tak akan tinggalkan aku!"


"Kau gila Hedgar!"


Mereka saling berteriak.


"Aku lebih baik mati daripada melihatmu pergi!"


"Apa menurutmu, aku perlu mentolerir dirimu sekali ini?" tanya Anna Marilyn galak. "Aku terlalu banyak mengalah pada kelakuanmu."


"Jangan pergi!" kata Hedgar ulangi kata yang sama dengan tatapan tajam penuh peringatan.


"Mengapa aku harus bertahan denganmu?"


"Kita saling mencintai," jawab Hedgar cepat.


Anna Marylin tertawa keras. "Jika ini soal cinta, kamu perlu mencontoh Lucky Luciano. Suamiku kerjakan banyak bisnis kotor di belakangku. Oh ya, aku maklumi, kita berbagi tempat yang sama. Bahkan teman-temanku. Tetapi, lihat mereka akhirnya. Tinggalkan dunia itu demi wanita yang mereka cintai."


"Apa yang ingin kamu dengar, Anna?"


"Aku butuh berpikir jernih, Hedgar." Anna Marylin tegas pada pendirian. "Jika ingin bersamaku dan anakmu, kamu, harus perbaiki sikap. Jika tidak, aku akan putuskan ikatan pernikahan kita. Apa yang ingin kamu contohkan nanti? Perdagangan manusia? Penjualan organ? Judi? P3l4cu124n? Dan apakah kamu akan beri aku dan anakku makan dari uang yang dihasilkan dari sebuah kegelapan. Direksi sekte sesat? Ya Tuhan, Hedgar. Betapa sintingnya aku jatuh padamu!"


"Beri kami pencerahan, Tuhan," celetuk Tatiana dari belakang. "Hedgar akan segera berhenti."


"Aku tidak sedang bicara denganmu!" sahut Anna tajam.


"Anna ...."


"Tidak ada satupun bisnismu yang lurus. Tidak menutup kemungkinan aku akan terseret suatu waktu."


"Baiklah, aku akan berhenti!" Hedgar menangkup wajah Anna berucap sungguh-sungguh.


Anna menatap mata Hedgar, mencari-cari kepastian. Tangannya naik meraih senjata Hedgar dan lemparkan pada Tatiana.


"Jangan coba-coba mengancamku lagi seperti ini, Hedgar!"


"Mari pergi dari negara ini dan mulai hidup baru yang lebih baik, Anna. Apapun yang kamu inginkan."


***