
"Archilles Lucca, bisa ikut aku?"
Nona Sunny Diomanta ..., model rambut bob, garis rahang tegas, judes ..., sungguh antagonis ketika tak dihiasi senyum. Selalu tampil modis dan mewah, Sunny Diomanta, miliki gaya khas tak ikutan kecenderungan mode.
"Baik, Nona Sunny!" Archilles mengangguk patuh.
Sunny mengulas senyuman kecil, Archilles melihat wanita muda itu berikan sinyal "kamu perlu berjaga-jaga", sebelum berlalu.
Sunny Diomanta adalah adik kesayangan Nyonya Salsa. Jangan coba-coba bertingkah padanya, wanita ini akan menembakmu diam-diam dengan senjata yang telah dipasangi peredam. Sunny Diomanta tidak seperti Bos wanita Archilles sebelumya, Valerie Valdes yang gunakan kekuasaan, punya banyak kaki-tangan untuk membunuh orang. Sunny Diomanta akan senang hati ambil tindakan sendiri, tipe-tipe the real gangster Queen.
Sunny bawa ia ke ruangan kerja Nyonya Salsa. Di sana Nona Arumi Chavez pernah sangat sembrono mengajaknya kabur dan menikah di hadapan Nyonya Salsa. Hari berlalu, telapak tangannya masih menyimpan kenangan kelembutan rambut Nona Arumi. Tangannya terkepal, jari-jari bergerak di dalam sana.
Ada banyak gadis, mengapa ia jatuh hati pada majikannya? Terlebih Nona Arumi belum benar-benar tepat terdefinisi sebagai wanita.
Di sisi jendela besar, Nyonya Salsa menerawang lewati kaca pada taman belakang, di mana, kuda-kuda sedang diurus.
"Kak ..., Archilles Lucca di sini. Aku harus segera pergi. Sampai nanti!"
Pintu tertutup di belakang mereka.
Nyonya Salsa menarik napas dalam-dalam, ketika wanita itu berbalik, Archilles tahu keputusannya ikuti keinginan Nona Arumi hari kemarin sebabkan masalah.
"Anda memanggilku, Nyonya?" tanya Archilles membungkuk sopan setelah dua menit, Salsa Diomanta hanya amati dirinya.
"Ya, terima kasih sudah datang, Archilles," jawab Salsa Diomanta. Satu kening terangkat tinggi, amati Archilles Lucca seksama. "Archilles ...."
"Ya, Nyonya."
"Arumi inginkanmu sebagai pengawalnya ..., aku pikir ..., kamu jadi sedikit besar kepala. Tidakkah kamu introspeksi dirimu bahwa kamu kelewatan manjakan Arumi?"
Archilles Lucca terdiam dalam beberapa detik.
"Maafkan aku buat Anda kesal, Nyonya. Akan segera aku perbaiki."
"Arumi ..., masih anak-anak. Sikapnya labil, bebas, tanpa pegangan, tanpa beban, sesuka hati. Arumi belum kenali semua emosi."
Nyonya Salsa berhenti bicara sedang Archilles hanya tegak macam patung.
"Aku harap ..., kamu tak terjebak pada semua keinginan janggalnya. Terlebih bagaimana bisa kamu turuti mau Arumi bolos sekolah dan sebelumnya telah tempatkan Arumi dalam bahaya, Archilles?"
"Aku akan lebih perhatikan lagi keluhan Anda padaku."
"Kalimatmu bukan jawaban, Archilles!" sergah Nyonya Salsa tegas. "Apa yang terjadi selama seminggu belakangan? Tak ada laporan apapun padaku. Bisa beritahu aku? Mengapa kamu terlibat perseteruan dengan Hedgar? Apakah masih tentang Hellton?"
Darimana Archilles Lucca akan memulai?
Salsa Diomanta menunggu jawaban.
"Selain tentang Tuan Pascalito, ini juga tentang sesuatu yang lain. Aku tak bisa beritahukan Anda rinciannya."
"Mengapa?"
"Nyonya, aku telah bereskan masalah ini. Maafkan aku kecolongan dan tidak becus kerjakan tugasku. Aku benar-benar akan lebih bertanggung jawab lagi."
Salsa Diomanta menatap tajam, putuskan Archilles Lucca menyimpan sesuatu. "Aku akan percaya padamu, Archilles."
"Terima kasih, Nyonya. Aku harus menjemput Nona Arumi dan antarkan ke pesta ulang tahun Nona Sarah Jesicca, Nyonya. Tuan Ethan menunggu di sana. Aku tak bisa menjemput Nona Arumi nanti sebab aku dan Tuan Axel akan mengunjungi Tuan Hellton. Nona Arumi akan pulang bersama Tuan Ethan."
"Baiklah," angguk Salsa Diomanta. Walaupun terdengar datar, mendengar kabar Tuan Ethan Sanchez akan antarkan Nona Arumi buat raut Nyonya Salsa berubah lebih cerah.
Oh Lucca, sungguh malang nasib-mu!
"Bagaimana keadaan adikku?" tanya Nyonya Salsa mengangkat wajah.
"Masih vegetatif, Nyonya. Anna Marylin dinikahi Hedgar dan disekap di suatu tempat. Kita hanya andalkan Anna Marylin selama ini. Tuan Hellton tak alami perkembangan signifikan."
Salsa Diomanta berubah gelisah. "Apa Hellton tak bisa dibawa kemari?"
"Anda bisa hubungi Dokter Cheryl, Nyonya. Tuan Pascalito di bawah pengawasan Dr. Cheryl saat ini."
"Baiklah."
"Apakah aku boleh pergi, Nyonya?"
"Belum," geleng Nyonya Salsa. "Aku tak mengerti apapun, merasa bodoh dan dibodohi."
"Nyonya ...."
"Dari caramu menatapku, aku yakin, kamu bahkan tak sadari telah timbulkan banyak masalah setelah kembali kemari, Archilles."
"Maafkan aku, Nyonya. Sekali ini aku tidak paham."
"Mau beritahu aku, mengapa fotomu beredar sebagai salah satu escourt dalam situs dewasa?"
Salsa Diomanta sodorkan tablet. Archilles Lucca, mende****.
Kau mengagumkan hanya memakai boxer, Lucca!
Diam kau, Brengsek!
Berani sekali mengunggah foto kita ke situs popcorn dan menjual kejantanan kita? Bagaimana jika ada pria tua keriput naksir padamu dan mengkhayal tidak-tidak!
Tatiana memang manusia jahanam gila akut!
"Apakah kamu kekurangan uang hingga kamu menjual tubuhmu?" tanya Nyonya Salsa tidak senang.
"Tidak seperti itu, Nyonya!" bantah Archilles Lucca.
"Oleh sebab itu, beritahu aku ada apa? Mengapa pengawal pribadi Puteriku ada dalam website kencan dewasa sebagai salah satu pria yang bisa 'disewa' pria dan wanita?" Nyonya Salsa membaca caption sambil bergidik ngeri. "Nomer ponsel pribadimu bahkan disertakan di sini?"
"Nyonya ...."
"Jangan tutupi apapun dariku! Aku perlu tahu jika terjadi penyelewengan di rumahku. Lagipula, Puteriku masih di bawah umur, bagaimana bisa aku tenang setelah kudapati hal cukup menjijikan seperti ini, Archilles?" Tajam dan menyerang. "Satu dua alasan aku pertahankanmu karena Arumi menginginkanmu. Aku tak bisa minta kamu pergi karena alasan Arumi cukup nyaman bersamamu. Aruhi dan Elgio Durante mendukungmu bahkan Hellton sangat percaya padamu. Sisanya, aku benar-benar dihantui pikiran buruk bahwa kamu akan perkenalkan 'sesuatu' pada Arumi dan hancurkan masa depannya."
Archilles Lucca tanpa sengaja menggeleng kecil. Ia tak sepakat. Nyonya Salsa bisa menghinanya sesuka hati, memang benar, ia bukan seseorang yang selevel dengan Ethan Sanchez. Ia tampak tak bisa dipercaya. Ia benar-benar ada di mansion Diomanta berkat kemurahan hati Elgio Durante dan Marya Corazon. Namun, menuduhnya akan merusak masa depan Nona Arumi Chavez di luar nalar.
Seandainya Nyonya Salsa tahu betapa besar rasa sayang dalam dirinya pada Nona Arumi ..., betapa ia ingin pergi bertapa dalam keheningan mendoakan kebahagiaan Nona Arumi. Walaupun terdengar geli oleh pikirannya sendiri, hatinya melembut ketika bayangan wajah polos Nona Arumi lewat.
Aku sangsi Nyonya Salsa akan percaya padamu. Image-mu terlanjur jahat, sebagus apapun kamu terlihat kini, meskipun kamu terbalut lembaran Versace tak ubahnya dirimu hanya penampakan noda di mata orang-orang seperti Salsa Diomanta.
"Tatiana Sangdeto mengancamku akan sebarkan foto Nona Arumi ke media. Aku datang ke Miracle Hotel untuk membuat kesepakatan tetapi Tatiana memeras-ku di sana." Archilles rasa cukup sudah, berharap seseorang membunuh Tatiana di suatu tempat.
"Foto Arumi?!" Terhenyak.
"Ya, Nyonya. Foto Nona Arumi."
"Foto apa?" tanya Salsa Diomanta. Segera berubah tak menentu dapati jawaban dari air muka Archilles.
"Sewaktu Nona Arumi mandiri di flat setelah ciptakan kegaduhan di hari pernikahan Tuan Elgio Durante, Nona Arumi pernah diperdayai seorang fotografer palsu, iming-imingkan Nona akan tampil sebagai model dari sebuah produk tertentu. Ia kemudian berikan obat bius sebelum mengambil foto-foto Nona Arumi di sebuah studio. Kasusnya bermula dari sana. File Nona Arumi meskipun telah dihapus, tetap muncul di tangan seseorang sampai pada Tatiana Sangdeto."
"Bagaimana bisa aku tak tahu?" tanya Nyonya Salsa Diomanta mengatur diri agar tak panik. Tangan terus pegangi dadanya.
"Kondisi Anda tak bagus saat itu, Nyonya. Alasan, Anda tak diberitahu apapun."
Salsa Diomanta masih terpukul.
"Arumi tahu?!"
"Tidak, Nyonya. Aku telah pastikan kasus Nona Arumi selesai. Aku berharap Anda tidak akan ungkapkan masalah ini dan mengungkitnya kembali pada Nona Arumi karena Nona cukup tertekan belakangan. Tugas-tugas sekolah juga syuting drama yang menuntut Nona harus sempurna lebih dari cukup buat Nona kewalahan."
"Archilles ...," tegur Nyonya Salsa menyipit. "Apa kamu sedang ceramahi aku?"
"Bukan maksudku, Nyonya."
"Aku Ibunya. Aku tahu apa yang terbaik bagi Arumi, langkah yang perlu aku tempuh untuk lindungi Puteriku."
"Maafkan aku!"
"Kamu boleh pergi, Archilles."
"Baik, Nyonya."
Berbalik, baru saja hendak mencapai pintu.
"Archilles?!"
Refleks berbalik. "Ya, Nyonya ...."
"Apakah punggungmu membaik?" tanya Nyonya Salsa tiba-tiba, hanya menatap lurus padanya. Archilles membisu beberapa detik, cukup kelu untuk menyahut. Terlebih nada suara seolah mengekang sedih. Hasilnya sesuatu hampir mirip ratapan.
"Aku baik-baik saja, Nyonya!"
Mengapa, kesedihan majikannya menular? Mengapa ia ikutan sensitif? Apakah dirinya benar-benar ingatkan Nyonya Salsa pada Ebenn?
"Maaf aku telah menyinggung perasaanmu."
"Aku baik-baik saja, Nyonya," ujar Archilles Lucca lambat.
"Aku mohon padamu ... jika kamu mungkin miliki atau memendam perasaan tertentu pada Arumi ...," Mengambil napas. "Aku mohon pertimbangkan kembali. Aku ingin Arumi arungi hidup bersama seseorang yang pantas baginya. Bukan sensasi sesaat karena kenyamanan. Aku bicara soal tragedi."
Ditiap kesempatan Nyonya Salsa selalu cemaskan Nona Arumi meniru pola yang pernah dilakukannya bersama Ebenn Amarante. Sedang menurut banyak sumber, Ebenn sangat bertanggung jawab.
Meskipun Archilles menyukai Nona Arumi, apakah ia akan berani berkata-kata?
"Aku hanya akan menjadi pengawal Nona Arumi, Nyonya. Tidak lebih dari itu. Nona, mencintai Tuan Ethan Sanchez. Tolong jangan cemas," kata-katanya tegas, tetapi setiap kalimat sebabkan luka di jantungnya. Sakitnya pergi kemana-mana.
"Terima kasih atas pengertian-mu."
"Baik Nyonya. Aku permisi"
Keluar dari ruangan Nyonya Salsa, menutup pintu, bersandar di pintu pejamkan mata. Bagaimana ia menekan nyeri?
Oh Lucca, kasihan sekali kau. Aku mendengar jantungmu menjerit kesakitan dan kehilangan harapan. Kamu sungguhan jatuh cinta, ya.
Jangan ganggu aku, please!
Aku hanya turut berdukacita saja!
Mulutmu seperti kubur menganga! Lidahmu menari-nari! Aku mendengarmu, Brengsek! Kau tertawakan aku!
Jangan mendorongku ke neraka! Aku berjanji tak akan kembali ke sana!
"Archilles, apa yang terjadi?"
Membuka mata, segera terkejut juga banyak bingung ..., mengapa para asisten rumah bekerja giat di lorong depan ruang kerja Nyonya Salsa? Team lengkap. Setelah kembali ke mansion, tingkah para wanita di sini kedapatan aneh.
Satu orang menyapu lantai yang mengkilap, seorang lain bersihkan vas yang telah kinclong sedang lainnya sambil melirik prihatin ke arahnya menggosok tembok mansion. Tidak masuk akal.
"Alisye, ada apa ini?" tanya Archilles pada salah satu pengurus rumah.
"Syukurlah kamu baik-baik saja, Archilles. Kami pikir, kamu akan dipecat. Sampai nanti! Jangan telat makan malam, Archilles!"
Mereka tersenyum, ada yang malu-malu padanya. Archilles berdecak, periksa jam. Ia harus segera pergi.
"Aku tak akan makan malam di rumah, Alisye."
"Oh, mengapa?" Wajah-wajah berubah kecewa.
"Sampai nanti, Alisye."
Archilles berlalu pergi, heran dengan tingkah orang-orang rumah. Sempat-sempatnya bercermin. Apa ada yang salah? Temukan wajahnya hanya dipenuhi janggut karena ia tak bercukur selama di rumah sakit.
Mungkin ketampananmu meningkat hanya tak kau sadari?
Narsis!
Archilles Lucca sampai tepat waktu di lokasi syuting. Nona Arumi sedang bicara pada sutradara, serius berdiskusi tentang sesuatu. Leona berjaga-jaga tak jauh darinya segera datangi Archilles begitu melihatnya.
"Archilles, syukurlah kamu datang. Aku akan menyusul Nona Sunny ke kantor."
"Baiklah, Leona. Hati-hati di jalan ya."
"Kado untuk Nona Sarah telah aku siapkan. Nona Arumi tak ingin pergi, tetapi Tuan Ethan Sanchez menunggu Nona."
"Aku paham, Leona."
Arumi Chavez segera tinggalkan para kru, sutradara termasuk Tuan Miguel setelah berbincang sebentar, masuk ke dalam mobil. Ada aturan baru di mana Nona Arumi akan membuka pintu mobil sendiri tanpa bantuan asistennya.
"Anda selesai lebih cepat, Nona!" sambut Archilles dari balik kemudi.
"Apa aku perlu ke sana, Archilles?"
"Ya," angguk Archilles. "Nona Sarah adalah sahabat Tuan Ethan Sanchez dan secara khusus mengundang Anda. Tidak begitu sopan mengabaikannya."
"Baiklah, mari pergi!"
Membelah jalanan yang tak begitu padat, menuju restoran sederhana milik keluarga Sarah Jessica.
"Apa syuting Anda berjalan lancar?"
"Ya, Archilles. Aku sangat kelelahan, aku tak mengerti mengapa Penelope sedikit rewel hari ini. Sungguh menyulitkan aku."
"Apakah Penelope mengganggu Anda, Nona?" Archilles berpikir akan kerjain Penelope. Ia menyusun rencana agar Penelope berhenti kasar pada Nona Arumi.
"Oh, Penelope Jhonson mengulang adegan berciuman hampir 100 kali bersama Tuan Miguel Paulo. Aku sampai tertidur, ketika bangun mereka belum dapatkan adegan yang pas.
Terdengar seperti Penelope doyan berciuman dengan Miguel. Atau Nona Arumi berlebihan, tak mungkin 100 kali mengulang adegan itu. By the way, Nona Arumi tak pandai berhitung. Apalagi katanya ia sampai tertidur. Apakah Nona bermimpi sambil membuat hitungan?
"Aku tak mengerti mengapa Anda yang kelelahan? Kan bukan Anda yang beradegan?" Archilles berusaha keras menahan tawa. Tak ingin Nona Arumi hentikan curahan hati.
"Oh Archilles, ketika kamu menonton adegan yang sama terus diulang-ulang, kamu akan merasa lelah. Padahal aku dan Tuan Miguel hanya take sekali langsung jadi. Chris Evans sampai berseru, panas di sini tolong hentikan apinya!"
Arumi Chavez bersemangat, wajahnya bersemu kemerahan. Lelahnya seperti telah menguap.
"Anda luar biasa, Nona. Aku belum nonton," keluh Archilles galau. "Aku tak akan sanggup menonton," tambahnya sangat pelan hingga hanya terdengar mengguman.
"Kamu harus lihat. Orang pikir kami sungguhan jatuh cinta, aslinya Tuan Miguel muntah-muntah setelah menciumku."
"Apa yang terjadi?" tanya Archilles Lucca keheranan antara cemburu, gemas, campur aduk menjadi satu. Bukan Arumi Chavez jika tak konyol. Kita dengar apa yang terjadi kini.
"Chris Evans katakan padaku, aktor dan aktris senior kadang harus mengulang adegan ciuman hingga 100 kali. Bayangkan, 100 kali? Ethan Sanchez akan mencekikku, Archilles. Ia mungkin akan buatkan aku tato Idiot di punggung dan keningku."
"No no no, Tuan Ethan tak akan lakukan itu! Anda mungkin akan diputuskan tidak dengan hormat."
"Kamu benar."
"Apa yang terjadi kemudian?"
"Semua sepakat akan ulangi adegan sampai benar-benar temukan yang pas. Kita tak akan break. Mereka ragukan aku."
Archilles Lucca dengarkan sepenuh hati. Suara imut Nona Arumi berisi celotehan kesal, tetapi bagi Archilles bikin ia kecanduan. Jadi ia tak ingin menyela.
"Aku terlalu gugup hadapi scene, kamu tahukan, duduk di atas pangkuan Tuan Miguel dan meliuk seperti ular sementara tubuh kami berdempetan? Aku gelisah tak beraturan, minta Leona belikan sandwich. Aku tak perhatikan saat makan. Isinya ternyata Tuna, dorritos, banyak cincangan bawang bombai. Kamu tahu akhirnya?" tanya Nona Arumi riuh. "Tuan Miguel sangat bersemangat saat miringkan kepalanya padaku, kami saling menatap sesuai deskripsi naskah. Oh, ketika Tuan Miguel membungkuk padaku, aku membuka mulutku, tiba-tiba aku bisa mencium bau selokan penuh sampah busuk dari mulutku."
Archilles meledak tawa. Lucu di segala arah. Nona Arumi bisa tahu selokan busuk, memangnya di mana gadis ini pernah menghirup aroma selokan?
"Ya Tuhan, terlambat. Tuan Miguel pejamkan mata. Hebatnya dia tetap profesional. Aku tahu itu jalan satu-satunya, ia tak akan mau mengulang ciuman meski aku mengunyah permen mint satu karung."
"Lalu ...." Archilles bersyukur kekonyolan tak di sengaja Nona Arumi ciptakan sekali adegan ciuman tidak sampai ratusan. Ia akan mati malam nanti bayangkan Miguel Paulo mencium Nona Arumi ratusan kali.
"Pria malang itu muntah-muntah! Semua kru panik."
"Aku bisa bayangkan!" sahut Archilles Lucca terbahak-bahak.
"Aku sangat malu, Archilles. Chris Evans sampai ingatkan aku untuk tak makan apapun yang merangsang bau mulut sebelum beradegan ciuman."
"Menurutku, karena potensi Anda luar biasa Nona bukan karena bau tuna dan bawang bombai."
"Ya, kamu benar juga. Beruntungnya kami tak perlu mengulang adegan lagi. Bukankah aku konyol?"
"Anda hanya terlalu spontan. Kita sudah sampai, Nona."
Nona Arumi Chavez yang tadi riang gembira mendadak berubah murung. Dalam restoran, teman-teman Ethan Sanchez dan Sarah dari klub Science membentuk kasta. Marya Corazon telah konfirmasi tak akan datang. Reinha Durante juga Claire Luciano tak terlihat bahkan Ethan Sanchez.
"Oh, apa yang akan terjadi padaku?"
"Nona, ini pesta ulang tahun bukan lomba ilmiah."
"Kamu tak tahu betapa gilanya kelompok ini. Mereka membahas molekul sambil makan snack."
Tak lama berselang, dua orang tak asing masuk ke dalam restoran, Nyonya Sanchez juga Dandia. Sarah Jesicca menyambut penuh kehangatan, Ethan Sanchez akhirnya terlihat di belakang Sarah.
"Oh Archilles, lupakan saja! Mari kita pergi!" Rendah diri Nona Arumi mendadak bak selimut tebal, menggulungnya tanpa sisa.
"Tidak, Anda akan masuk ke dalam dan bergabung dengan yang lain, Nona! Anda tak akan larikan diri. Ini tak akan seburuk kelihatannya. Tuan Ethan tak akan biarkan Anda sendirian."
"Apakah pakaianku cukup pantas?" tanya Arumi Chavez. Wajah gelisahnya nyaris ketakutan.
"Ya. Anda sangat sopan dan cantik."
Ethan Sanchez melihat mobil Arumi, keluar dari restoran. Hampiri mobil mereka sedang Archilles berusaha keras kembalikan percaya diri Nona Arumi. Kaca-kaca mobil diturunkan.
"Archilles? Apa kabarmu?" sapa Ethan Sanchez.
"Baik, Tuan. Bagaimana dengan Anda?"
"Aku baik, Archilles." Menoleh pada Arumi. "Arumi Chavez?! Mengapa wajahmu manis-asam-asin?" tanya Ethan Sanchez keheranan pada Arumi yang hanya terpaku pada restoran. "Mari turun!" ajak Ethan membuka pintu mobil dan ulurkan tangannya.
Arumi Chavez tak punya alasan menolak kini.
"Archilles, kamu bisa ikut. Ini bukan acara formal."
"Terima kasih untuk undangannya. Maafkan aku. Ada urusan penting yang harus aku kerjakan, Tuan."
"Baiklah, aku akan antarkan Arumi pulang."
"Terima kasih, Tuan."
"Sebelum kamu pergi, aku ingin bicara denganmu." Ethan Sanchez berpaling pada Arumi. "Bisakah tunggu aku di bangku resto, Arumi?"
"Ya," angguk Arumi Chavez.
"Apa sesuatu terjadi?" tanya Archilles Lucca ingin turun tapi Ethan Sanchez masuk ke dalam mobil.
"Arumi berlari dariku berhari-hari untuk sebab yang tak aku pahami. Aku yakin kamu tahu sesuatu. Apakah berkaitan dengan Ibuku? Hanya itu yang paling mungkin, tetapi aku tak suka menduga-duga."
Jika tak cinta Nona Arumi, sikap Ethan Sanchez tak akan macam begini.
"Tak ada masalah berarti, Tuan. Hanya saja, Nona Arumi tak begitu percaya diri berada di sisi Anda. Ia umpama-kan Anda dan dirinya gunakan perbandingan 1 : 100, menjadi sangat pesimis. Nona tak ingin terlalu berdekatan dengan Anda hingga sebabkan Anda mengambil beberapa keputusan keliru."
"Begitukah?"
"Ya." Archilles Lucca mengambil dua buah tiket, berikan pada Ethan Sanchez. "Anda bisa perbaiki keadaan Tuan, yakinkan Nona Arumi. Em, Nona belum ikut test Sejarah Dunia. Materinya mengenai Museum Induk Air. Anda bisa bawa Nona kesana."
No no no Lucca, itu tiket kita setelah mengantri lama. Bodoh sekali kamu berikan pada Ethan Sanchez!
"Aku harus pergi, semoga malam Anda berdua menyenangkan, Tuan!"
"Terima kasih banyak atas bantuanmu, Archilles!"
Ethan Sanchez turun dari mobil, hampiri Arumi Chavez, ulurkan tangan.
"Kukira kamu tak akan datang, Arumi." Menggandeng Nona Arumi ke dalam restoran.
"Sarah sahabatmu, Ethan. Aku tersanjung Sarah secara khusus mengundangku. Tidak akan sopan jika aku sampai mengabaikannya."
Archilles awasi Arumi Chavez yang melangkah di sisi Ethan Sanchez menuju ke dalam restoran sedang wajah-wajah penasaran menonton dari dalam restoran. Ia memutar kemudi.
"Arumi Sanchez kedengaran sangat hebat," keluh Archilles Lucca patah berkeping-keping.
***
Tinggalkan komentarmu, komentar paragraph, komentar keseluruhan, like, vote. Terlebih pendapatmu tentang chapter ini.
Chapternya ini panjang banget, sepanjang cintaku padamu.3000 kata yang aku malas cut jadi dua.