My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 24. Meu Amor ....



"Ethan Sanchez ....


"Yes, Sir ...."


"Kami selaku pendidik maklumi usia-usia muda di mana remaja jatuh cinta dan pacaran. Tak ada larangan. Anda bebas ekspresikan sensasi perasaan Anda tanpa diintervensi. Namun, bukankah tingkahmu telah timbulkan kegaduhan satu sekolah?"


Tak ada yang bisa menolong Ethan Sanchez dari panggilan kepala sekolah termasuk Pak Jerry dan Ibu Anastasia sekalipun Ethan Sanchez adalah murid kesayangan para guru.


"Maafkan aku, Sir. Aku tak bermaksud buat keributan."


Ethan Sanchez berdiri tegak sedang Arumi Chavez di sebelahnya belum pulih betul. Arumi masih saja shock dan kini, mereka berdua berdiri di hadapan kepala sekolah.


Arumi Chavez pernah tergila-gila pada Ethan Sanchez sampai mirip penguntit hingga ketika kedapatan Arumi sering dihardik, dimarahi bahkan diusir Ethan Sanchez. Dunia berputar cepat dan kini malah Ethan Sanchez tampak seperti fans garis kerasnya.


Oh ..., sungguh Ethan Sanchez berubah kebodoh-bodohan, bisa-bisanya pergi ke kelasnya dan mengajaknya pacaran sambil ikuti pelajaran. Lihat sekarang, mereka jadi pusat perhatian.


"Sekolah ini punya aturan yang harus dipatuhi, Ethan. Sayang sekali harus aku katakan, yang kamu lakukan di kelas Arumi Chavez tadi bukan contoh yang baik. Sungguh tidak patut ditiru. Ini adalah sebuah kekeliruan besar."


Kepala Sekolah, Pak Theodor sampaikan keberatan-keberatan pada sikap Ethan Sanchez. Berita bahwa Ethan ikuti pelajaran Matematika karena ingin semangati pacarnya beredar dengan cepat.


Ethan Sanchez diam tak berkutik. Pak Jerry, wali kelas Ethan dan Ibu guru Anastasia hanya menghela napas berulang kali.


"Jika ..., kamu yang adalah teladan sekolah ini menganggap wajar pergi ke kelas lain, ikuti pelajaran bersama murid kelas satu karena ingin mendukung pacarmu ..., kemudian teman-temanmu berasumsi apa yang kamu lakukan bisa dibenarkan lalu berlomba-lomba pergi ke kelas pacar mereka ikuti jejakmu ..., apa jadinya sekolah ini?"


"Aku sungguh menyesal, Sir."


"Kamu juga bolos dari kelas persiapan ujian sedang kamu tahu pentingnya kelas ini untuk masa depanmu. Sungguh tak habis pikir. Aku benar-benar tak berharap masalah datang darimu."


"Sir ..., aku berjanji tak akan mengulanginya lagi."


"Ethan ..., jangan sia-siakan kesempatan yang datang padamu. Jalanmu masih panjang.


"Baiklah, Pak."


"Arumi Chavez?! Aku ingin dengar darimu juga."


"Yes Sir ..., maafkan kami. Janji tak akan diulangi lagi."


"Perlu aku sampaikan bahwa Marya Corazon, kakakmu dan Reinha Durante oleh pernikahan dini dapatkan protes keras dari orang tua murid bahkan pertentangan ciptakan petisi agar baik Marya maupun Reinha dikeluarkan dari sekolah. Alasan keduanya di-dispensasi karena begitu banyak medali penghargaan dan status keduanya tak berpengaruh pada prestasi." Menarik napas panjang, pandangi Arumi. "Tanpa merendahkan-mu, nilaimu cukup berantakan. Gaya pacaran-mu akan jadi perhatian dan akan mendorong diterapkan aturan tentang menikah di usia sekolah lalu akibat yang diikutkan setelahnya."


"Sir, aku dan Arumi Chavez tak akan melangkah jauh hanya sebatas pacaran. Arumi akan lebih baik dalam belajar dan aku akan dapatkan nilai bagus untuk pergi ke Universitas. Tentang hari ini ..., aku lakukan berdasarkan keinginan pribadi. Mohon tidak libatkan Arumi."


Ethan Sanchez menggenggam tangan Arumi kuat, menoleh pada Arumi sebentar sebelum kembali pada Pak Theodor.


"Gadis ini hanya terlalu sibuk berkarir sebagai artis. Mungkin ..., jika Anda terapkan disiplin bagi pelajar untuk tidak habiskan waktu mereka bermain drama On going atau hanya boleh syuting tiga hari di akhir pekan dan selama libur musim panas, Arumi akan punya banyak waktu belajar. "


"Ethan?!" Arumi melongok pada Ethan Sanchez, ajukan protes.


Nah, mereka ke sana lagikan?!


"Apa aku salah, Arumi?!"


"Tapi ...."


"Tugas matematikamu tidak selesai karena kamu sibuk baca naskah persiapan karaktermu di drama."


"Aku bisa bagi waktu, hanya saja seminggu ini agak berat karena episode-episode sulit," keluh Arumi.


"Sepanjang aku amati, kamu tak membagi waktu, Arumi. Kamu hanya sisipkan sedikit menit belajar di antara drama-mu."


"Ethan ..., aku sungguh sukai profesi-ku, mungkin sama seperti kamu sukai science."


"Arumi ..., perbandingannya keliru," balas Ethan sabar. "Profesi menyangkut pekerjaan misal aku jadi pegawai kafe sedang pelajar adalah suatu kewajiban."


"Apakah kamu ingin aku berhenti main drama?"


Ethan berpaling kini pada Arumi, pegangi kedua bahu Arumi dan mengangkat dagu Arumi tinggi. Mata mereka bertemu.


"Aku akan pergi setelah akhir musim dingin Arumi, hanya beberapa bulan lagi. Aku akan sibuk jadi mahasiswa sebuah universitas dan mungkin akan sedikit perhatian padamu. Selagi ..., aku di sini bersamamu, aku ingin kamu manfaatkan aku sebisa-mu agar kamu semakin pintar. Aku ingin kamu mandiri, Arumi."


Ibu Anastasia dan Pak Jerry bertukar pandang. Luar biasa adalah kata paling tepat untuk gambarkan siswa mereka bernama Ethan Sanchez. Dalam setiap generasi ada banyak murid idola, Ethan Sanchez adalah ketua geng.


"Biarkan aku tetap main drama, aku janji akan lebih giat belajar, Ethan. Aku tak akan menyontek tugas temanku seperti tadi. Yang kamu lihat tadi, pertama kalinya terjadi, Ethan."


Arumi Chavez oleh kedalaman mata Ethan Sanchez membuat janji yang setelah segala emosi berlalu, mungkin akan sangat susah direalisasikan. Arumi akan berusaha.


Setelah tiga puluh menit panjang, keduanya keluar dari ruangan kepala sekolah.


"Aku tak pernah dengar sampai hari ini, seorang siswa berterus terang pada gurunya tentang pacarnya. Ethan Sanchez sangat percaya diri. Seandainya, aku punya anak perempuan aku akan jodohkan dengan Ethan Sanchez."


Pak Jerry menoleh pada guru di sebelahnya.


"Apakah Anda sudah punya pacar, Bu Guru?" tanya Pak Jerry.


"Terima kasih telah ingatkan aku!"


Ibu Guru Anastasia pamit pergi sedang Ethan Sanchez antarkan Arumi kembali ke kelas.


"Berkatmu, aku akan sangat malu kembali ke kelas," keluh Arumi.


"Mau ikut ke kelasku?" tanya Ethan Sanchez.


"Oh, kulihat kamu tak kapok, Ethan Sanchez!"


"Apa ini?"


"Kamu mengeluh malu kembali ke kelasmu? Apa kamu lupa, kamu sering permalukan dirimu saat mengejar-ngejar aku."


"Terima kasih Ethan Sanchez!" angguk Arumi Chavez merah padam.


"Jika kamu malu karena aku, kita bisa putus Arumi. Kamu lihat sendiri bahwa aku punya banyak penggemar. Tak sulit tunjuk satu di antara mereka untuk jadi pacarku."


Arumi Chavez mancungkan bibirnya.


"Apa kamu bisa, Ethan Sanchez? Sedang siang tadi, kamu pergi ke kelasku dan tampak idiot saat kamu terus mengulang 'pacarku' pada Ibu Guru Anastasia?"


"Gadis ini ..., mulai besar kepala dia?!" Ethan Sanchez hendak mengetuk kening Arumi tetapi gadis itu telah berlari pergi sambil cekikikan menuju kelasnya.


Sedangkan Ethan Sanchez berdecak sebelum melangkah pulang ke kelas tiga. Ruangan kelas lengang karena kelas persiapan telah berakhir tanpa kehadiran Ethan Sanchez. Teman-teman yang masih di kelas menopang dagu saat Ethan masuk.


"Orang berubah aneh karena cinta." Claire Luciano membuka percakapan.


"Aku tak bisa bayangkan karena cinta buta ..., Lucky Luciano datang ke kelasku dengarkan pelajaran."


"Dan mengajakmu pacaran di depan guru matematika-mu," tambah Claire Luciano geli sementara Ethan Sanchez tak ambil pusing, duduk di bangku tenang dan buka buku pelajaran.


"Jika Lucky Luciano memantau-mu dari hotel seberang Dream Fashion dengan laras panjang ..., apakah si ilmuwan Ethan Sanchez akan menulis rumus cinta untuk Arumi Chavez gunakan lambang Matematika?"


Reinha Durante dan Claire Luciano terkekeh geli oleh gagasan itu.


"Mungkin Ethan akan gunakan banyak lambang matematika dan hanya dia sendiri yang paham maksudnya sementara Arumi pusing." Abram Hartley melihat celah untuk masuk dan menggoda Ethan Sanchez dari bangku sebelah.


"Oh Abram, tumben kamu pintar?" cela Claire Luciano.


"Cla, kau seakan dendam kesumat padaku tentang sesuatu?!" Abram lempari Claire Luciano dengan kertas yang telah diremas-remas hingga kenai kepala Claire Luciano.


"Tak ada yang perlu repot-repot dendam padamu. Tak ada prestasi apapun darimu, Abram, kecuali bibirmu yang kelewat lebar untuk ukuran kaum Adam."


Dan dua orang ini suka saling serang.


"Ethan Sanchez pernah berkata Lucky Luciano dan Elgio Durante cocok baris-berbaris bersama Arumi Chavez." Reinha Durante kembali menggoda Ethan.


"Lihat dia sekarang! Bikin heboh anak kelas satu."


Marya Corazon amati teman-temannya tak berani ikutan nimbrung karena Ethan Sanchez cukup terpojok lagipula Arumi, adik perempuannya.


"Apakah kalian tak punya materi untuk dibaca?" Ethan Sanchez menoleh pada dua temannya hanya untuk dapati ia sedang jadi bulan-bulanan Reinha dan Claire Luciano.


"Ada ...," jawab Reinha cepat, "tetapi lebih menarik materi Ethan Sanchez takluk pada Arumi Chavez. Sin 90 derajat dibagi cos 90 derajat, tak terdefinisi, semacam itu." Reinha Durante kerlingkan mata jenaka.


"Atau terdefinisi tergantung bagaimana cara kamu menghitung," sambar Claire Luciano.


"Sempurna, cinta Ethan Sanchez pada Arumi Chavez seperti bilangan irasional yang memiliki jumlah digit di belakang koma serta digit-digit tersebut tak berulang."


"Aku tak perlu repot-repot menghitung karena aku punya kalkulator."


"Akh, kamu tahu Cla, kalkulator saja macet saat kamu coba. Jelaskan kondisi si jenius ini sekarang."


"Luar biasa. Kapan tepatnya kamu suka pada Arumi?" tanya Claire Luciano ingin tahu.


Ethan Sanchez akhirnya menyerah atau teman-temannya tak akan berhenti.


"Marya Corazon memegang tanganku di atas atap, aku berharap kami jadian, ternyata ..., Marya minta aku jadi guru les Arumi Chavez," sahut Ethan Sanchez. "Adiknya duduk sendirian tanpa teman dan menyedihkan, mungkin di sana tepatnya. Apakah kalian puas? Berhenti menggangguku!"


Claire dan Reinha menahan tawa.


"Tidak!"


"Belum cukup puas."


"Suatu sore ..., Ethan Sanchez dapati Arumi digendong pengawalnya karena terjatuh saat bermain basket. Sore yang sama aku temukan Ethan Sanchez mencium adikku dibalik buku ekonomi," sambung Marya akhirnya buka suara.


"Oh Meu Deus, dia ketularan syndrome kiss juga kurasa. Saat ia mengutuki kita karena jatuh cinta, dia sendiri sedang ikut dalam barisan berada tepat di belakang kita." Reinha Durante yang paling menikmati wajah kesal Ethan Sanchez, terlihat sangat puas mengusik Ethan.


"Ngomong-ngomong soal pengawal Arumi ..., aku tak sengaja dengar kabar Archilles Lucca sedang kritis saat ini karena ditembak seseorang."


"Apa?!" Marya Corazon terkejut di bangku duduknya.


"Apa maksudmu, Cla?" Ethan Sanchez menatap Claire Luciano tajam. "Archilles Lucca bersamaku kemarin sore."


"Archilles dibawa ke rumah sakit angkatan darat semalam oleh Tuan Adelberth setelah di operasi di klinik Dokter Anna Marylin."


Semua terdiam. Ethan Sanchez menoleh pada Marya yang memucat. Baik Elgio Durante maupun Marya Corazon bahkan satu klan Diomanta sangat dekat dengan Archilles Lucca.


"Kamu baik-baik saja, Marya?!" Ethan Sanchez berubah kuatir pada sikap mendadak muram Marya.


Tak ada jawaban untuk beberapa menit.


"Marya?!" panggil Ethan Sanchez lagi.


"Ya, aku baik-baik saja Ethan. Aku harap berita tentang Archilles Lucca tidak sampai didengar Arumi, teman-teman."


***


Wait me up!