My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 106. Por Amarte ....



Tuan Hadrianus mengundang Archilles Lucca makan malam di kediaman Cesar setelah ia kembali ke kota kecil itu. Tuan Hadrianus berikan Archilles Lucca sebidang tanah di ujung Soria sebagai ucapan terima kasih atas perubahan sikap Cesar dan perkembangan bagus pria muda.


Archilles tentu saja dengan rendah hati menolak pemberian itu. Sekalipun, Hadrianus Cesar menganggapnya sebagai anak dan berharap Archilles bisa bertahan lama bersama mereka setidaknya sampai Cesar tamatkan pendidikannya.


Sayangnya, Archilles mengaku akan menikah dan pindah tinggal bersama keluarganya di Càrvado sampai Arumi Chavez cukup umur bagi keduanya untuk menetap bersama.


Setiap dua-tiga hari sekali, Archilles kabari keadaannya pada Nyonya Nastya. Ibu dan ayahnya bahkan sampai hapal nama muridnya. Ia punya tugas kewajiban sebagai anak dari sebuah keluarga.


Sedang, wanita satu ini, terus saja bertingkah seperti istri posesif.


💌 : Berjanjilah padaku, kamu akan beritahu aku jika ingin menyerang Abercio Jacquemus.


💌 : Jangan ikuti aku lagi. Aku bisa kerjakan masalahku sendiri.


💌 : Apakah gadismu mengadu? Padahal aku tidak lakukan apapun padanya.


💌 : Nona Arumi terlalu dewasa untuk bertingkah kekanak-kanakan.


💌 : Biarkan aku menemuimu. Aku punya banyak materi tentang Abercio. Kamu tak perlu kesusahan.


💌 : Aku akan temukan sendiri.


💌 : Mereka mulai terganggu pada pergerakanmu, Baby. Dan seseorang diutus untuk mencari tahu tentangmu.


Archilles Lucca menyipit. Apakah pesannya belum jelas?


Dua belas Februari, nyaris satu bulan Archilles Lucca berpisah dengan Nona Arumi Chavez. Gadis itu ngambek padanya gara-gara sesuatu. Archilles paham bahwa Nona Arumi kesal soal Tatiana. Archilles telah mengklarifikasi. Tetapi, namanya juga lagi marah, Archilles Lucca akhirnya mendiamkan. Sikap ini mungkin bikin Nona Arumi bertambah gusar. Arumi Chavez balas dengan tak menghubunginya sama sekali. Gadis itu ciptakan kebisuan ideal untuk menyiksanya. Oh ya, ampun. Berlagak bisa hidup tanpa cinta mereka.


Secara rutin Archilles hanya memantau Arumi Chavez lewat Ayshe. Gadisnya masih ikuti terapi, kebanyakan kabur dengan menunggangi Aorta. Ayshe kirimkan banyak foto dan video. Kemampuan Nona Arumi semakin hari semakin baik. Kesehatan gadis itu juga. Menurut Ayshe, Tuan James dan Nyonya Salsa berhasil ciptakan lingkungan yang bagus bagi kondisi kejiwaan Arumi Chavez hingga Archilles tak perlu cemas.


Nona Arumi sering pergi ke rumah pohon bahkan sampai menginap di sana. Kini, Nona Arumi punya banyak peliharaan.


Seekor anjing jenis Husky yang gadisnya beri nama, Itzik Damian. Juga seekor kucing Persia sangat culas tetapi anggun bernama, Tatiana.


Jangan tanya asal usul nama setiap hewan. Anda tahukan dari mana?


Satu lagi seekor hamster menurut Nona Arumi Chavez, tetapi Ayshe definisikan binatang abu-abu gelap itu adalah tikus hutan menggelikan yang ditemukan Nona Arumi di ujung lahan sedang mangap-mangap dari dalam lubang kepenuhan air. Nona Arumi hanya tak bisa bedakan tikus dan hamster.


Arumi Chavez lantas selamatkan si tikus dari banjir. Si tikus yang kege'eran menjadi jinak pada Arumi. Menurut Ayshe, pacarnya menggendong si tikus pulang ke Mansion Diomanta, bikin Nyonya Salsa muntah-muntah dua hari dua malam karena gigih ingin pelihara si tikus. Endingnya, di kasih nama Eva Romero.


Random memang tingkah pacarnya. Ayshe berkata, Nona Arumi sangat senang meneriaki dan mengumpat pada hewan-hewannya. Terlebih pada si Husky berbulu putih. Ayshe bahkan kirimkan rekaman video saat Arumi Chavez sedang melatih sopan santun pada si anjing.


"D4mn, Itzik! Duduk!"


"Itzik, ambil bolanya. Astaga, kau bodoh? Ambil bolanya bukan makan bolanya!"


Archilles telah memutar rekaman berulang kali, tertawa tanpa henti lantas menganggap dirinya gila karena suka dengar Itzik Damian jadi bahan bulian pacarnya.


Oh, astaga. Sampai segitunya. Maka, tidak heran kalau semua bebek di peternakan Sangdeto akan dinamai Arumi Chavez oleh Tatiana bahkan ada namanya juga nanti.


Tidak mungkin terjadi. Anna Marylin tak akan sukai ide itu. Jangan harap Tatiana dapatkan keadilan ketika berseteru dengan Arumi Chavez karena Anna Marylin sangat sayang pada Arumi Chavez dan akan berdiri di pihak Arumi.


Jadwal Archilles lumayan padat karena ada pertandingan basket antar kelas untuk School Championship Ligue. Mereka juga akan mengisi podium tiap akhir minggu dalam pementasan musim dingin. Kelas mereka paling sibuk karena anak walinya punya bakat jadi dancer. Mereka gabungkan atraksi dan olahraga mengumpulkan dana bagi yang berkekurangan di musim dingin. Ada bazar dan ini-itu. Luiz Armando selalu tersenyum bangga setiap berpapasan dengannya karena ia berhasil mengubah kelas iblis itu menjadi penuh cahaya.


Archilles telah ajukan pengunduran diri yang diterima langsung oleh kepala sekolah. Walaupun keberatan, Luiz Armando tak bisa menahan Archilles. Hanya meminta Archilles bertanggung jawab dengan temukan guru pengganti.


Seorang wanita muda, sangat imut, fresh graduated melamar untuk mengisi posisinya, bernama Carmelita Loisa. Mereka telah saling membagi tugas dan menjadi partner. Carmelita sangat rapuh terlihat dari luar. Archilles tak punya pilihan lain saat ini. Hanya berharap Manuel Cesar tak mengganggu Carmel. Pria itu tak berekspresi apapun setelah Carmel perkenalkan diri. Tetapi, mata berandalannya tak bisa kelabui Archilles.


Akhir Minggu ini, tepatnya dua hari lagi ia punya tugas sangat penting. Country Business Council Inc. akan selenggarakan malam penghargaan Youth Business Excellence Awards di Doltone House, Darling Island. Akan ada 300 tamu kehormatan termasuk sepuluh politisi negara, para konsul-jenderal, pemimpin bisnis, pemimpin komunitas dan media. Gala Dinner akan digelar secara friendly rayakan keberhasilan dari para pengusaha muda lintas negara paling menonjol.


Nyonya Salsa Diomanta telah mem-foward undangan. Kirimkan daftar tamu yang akan hadir.


Tentu saja bukan undangan baginya untuk ikut tetapi Abercio dan gengnya hadir di sana. Pikir Archilles.


"Datang dan temani Elgio Durante!" Dan ia membaca pesan lain dari Nyonya Salsa. "Kerjaanmu aku permudah."


Elgio Durante kemungkinan akan menangkan salah satu penghargaan. Bisa jadi Man Business of the Year. Banyak simpatisan mengusung nama pria itu. Voting bahkan akan berakhir. Mereka seumuran. Elgio Durante jadi pria muda hebat dan dirinya adalah mantan penjahat kelas kakap.


"Baik, Nyonya."


"Jaga dirimu! Jangan sampai cidera apalagi amnesia. Aku tak suka berselisih dengan Arumi Chavez."


"Baik, Nyonya."


"Atau, apa perlu kita menyewa pihak ketiga?" tawar Nyonya Salsa lagi. "Aku tak akan bisa bertanggung jawab pada Nastya jika kamu sampai terluka."


Dulunya, Salsa Diomanta berikan ia tugas yang berat dan berkeinginan untuk melenyapkannya diam-diam. Archilles menduga rancangan berbahaya telah disiapkan untuknya.


Kini, Salsa Diomanta tak akan berani. Salsa Diomanta adalah kerabat jauh Nastya Lucca, walau menurut Salsa "jauh", Nastya Lucca menganggap mereka berasal dari pohon keturunan yang sama. Itu berarti, Nona Arumi Chavez dan dirinya terhitung sepupuan. Menyerang Archilles sama saja menyerang Nastya Lucca. Tampaknya sikap lembut Nastya berhasil menakuti Salsa lebih dari apapun.


"Aku akan kerjakan sampai tuntas. Serahkan padaku."


"Baiklah, good luck."


Archilles Lucca bekerja di malam hari kumpulkan keterlibatan Abercio dalam berbagai kejahatan. Ternyata ia kesulitan sebab pria itu sangat bersih. Namun, pasti ada, pencucian uang atau yang lainnya.


Archilles tak akan menemukan kejahatan kerah biru Abercio selama itu yang ia cari sebab Abercio tampak hanya lakukan kejahatan seperti kejahatan korporasi, birokrat, malpraktek, dan kejahatan individu lainnya.


Satu-satunya cara adalah menjadi bagian terdekat Abercio, menyusup di antara kelompok itu dan mulai menyadap data. Bagaimana caranya? Tatiana telah lakukan itu, tetapi demi menjaga hati Arumi Chavez, Archilles akan mulai bertindak dari awal. Mendorong Tatiana sejauh mungkin darinya. Ia juga tak bisa manfaatkan perasaan Tatiana padanya.


Archilles memutar ponsel di tangan. Ia bersila di atas ranjang, menimang untuk hubungi Arumi Chavez. Ia sangat ingin mendengar suara gadis itu. Berbaring tak lama kemudian menatap langit-langit ruang tidur.


Sangat terkejut ketika ponselnya berdering. Buru-buru periksa. M3nd3s4h gundah sebab ternyata Zefanya.


"Archilles Lucca, apa kamu sudah tidur?" tanya gadis kecil itu penuh semangat dari sebelah.


"Belum."


"Akh, beruntungnya aku. Kamu harus dengar ini? Kamu tak akan percaya jika aku beritahu."


"Apalagi sekarang?"


"Aku bertemu temanmu sore tadi di Taekwondo Center. Astaga, Archilles aku sampai tak yakin pada mataku."


"Teman? Siapa?"


"Ethan Sanchez."


Archilles Lucca berdecak. "Astaga, bocah ini. Bagaimana bisa?"


"Oh, ternyata, Ethan punya adik laki-laki seumuran aku. Nah, Ethan mengantarkannya ikut latihan."


"Uhhum, kamu juga masuk akademi?"


"Dulunya aku aktif. Karena aku sibuk di minimarket baru juga mulai latihan lagi."


"Lalu ..., apa yang terjadi dengan Ethan Sanchez?"


"Ya sudah, aku melihatnya."


"Bukan bertemu?"


"Ya, aku melihatnya. Bukan kami bertemu." Cengengesan.


"Astaga, bocah ini."


"Kamu tahu, aku seperti ponsel yang diisi oleh flash charger. Aku terserang demam setelah melihatnya."


"Lalu?!"


"Dia tak ingat padaku!" jawab Zefanya sekeruh air sungai di musim hujan. "Dan lewati aku begitu saja. Apakah wajahku pasaran?"


Archilles kecekikan tetapi pelan saja. Lebih baik Zefanya curhat padanya daripada di tempat lain. Jadi, ia bisa tahu apa yang gadis itu rasakan.


"Ethan Sanchez memang tak akan peduli pada bocah kecil macam kamu, Zefanya. Astaga. Pria itu bahkan tak berminat pada deretan gadis yang mengantri di depan kafenya."


"Lalu?"


"Apanya, Zefanya Lucca? Pergi tidur sana dan lupakan Ethan Sanchez!"


"Gadis macam mana yang bisa menarik perhatian Ethan?" Zefanya sangat gigih.


"Seperti Arumi Chavez."


"Sudah kuduga."


"Pacarku adalah mantan Ethan Sanchez. Mereka putus karena Nyonya Sanchez tak sukai Arumi Chavez."


"Sesempurna Arumi Chavez ditolak? Astaga. Keputusan yang buruk. Beruntung juga. Dengan begitu Arumi Chavez menikahimu."


"Nah, kau tahu sejak dini kan? Agar Ethan Sanchez bisa melihatmu pertama-tama, makan yang banyak dan cepat besar, Zefanya Lucca!"


"Apa kamu yang meminta pada Ibu agar aku disekolahkan di Nebraska?"


"Kamu tidak suka? Sekolahnya bagus dan kamu bisa lebih fokus belajar karena muridnya diwajibkan tinggal dalam asrama."


"Oh, apa kamu akan sering berkunjung? Itu, sangat jauh dari sini, Archilles. Peraturannya juga ketat. Siswi hanya diijinkan libur di waktu-waktu tertentu."


"Demi pendidikanmu, Zefanya. Sekolah kedokteran butuh fokus, bukan?"


"Baiklah, Archilles Lucca. Aku akan berusaha keras dan membuat keluargaku bangga. Jadi, aku akan pergi dalam waktu dekat?"


"Ya, Zefanya."


"Oh, baiklah. Aku akan tunjukan kemampuan terbaikku."


Lama, setelah ponsel dimatikan, Archilles kirimkan pesan pada Arumi Chavez.


💌 : Nona, apakah Anda sudah tidur? Bisakah aku mendengar suaramu?


Archilles menunggu lumayan lama. Pesannya dibalas dengan voice mail. Suara dengkuran yang sengaja direkam. Meskipun sedikit kecewa, ia tersenyum geli. Ada-ada saja tingkah Arumi Chavez. Archilles tidur tanpa dapatkan apapun. Lebih susah membujuk gadis yang marah ketimbang menghapal ratusan hipotesa.


Berjalan keesokan pagi di antara bangunan-bangunan tua kota menuju ke sekolah. Ia temukan pesan masuk terselip belum sempat ia baca.


💌 : Ijinkan aku menemuimu. Abercio rencanakan sesuatu untuk membungkam keterlibatan mereka atas pacarmu di jaringan sekte. Mereka mulai mencari perhatian Diomanta. Ini serius.


Mengapa, Tatiana selalu akurat? Dan Archilles merasa seperti pecundang? Atau, satu-satunya penjelasan, Tatiana memang berhasil menyusup ke dalam lingkaran Abercio dan dapatkan informasi.


💌 : Doltone House, Darling Island, week end


💌 : Ya Tuhan, betapa menderitanya jadi aku karena akan bertemu kekasih orang yang aku cintai. Apakah kamu akan perkenalkan dirimu pada dunia? Jadi, eksekutif muda?


Tatiana juga mungkin sudah tahu bahwa dirinya adalah pewaris dari Càrvado Land, putera dari Maurizio Lucca.


"Guru Lucca ..., Anda sudah sarapan?"


Beltran Dominggo samakan langkah kagetkan dirinya. Tak lama Beatriz bergabung, masuk dalam lengan Beltran. Angin dingin membuat wajah cantik Beatriz mirip Puteri dari negeri dongeng. Gadis itu mungkin bahagia bisa bersama Beltran lagi setelah disandera Manuel Cesar jadi pacar sementara. Gejolak muda yang luar biasa.


"Sudah."


"Tentu saja, Anda tinggal dalam biara. Sarapan Anda adalah sabda Tuhan yang menyenangkan."


"Ya, pelita bagi hidup. Tidak ada orang menaruh lilin di bawah kaki dian, bukan?" Andai Beltran tahu, ia baru membunuh orang kemarin-kemarin?


"Perumpamaan yang bagus. Lebih bagus lagi jika cahaya lilin menerangi jiwa Manuel Cesar."


"Ada apalagi sekarang?"


"Orang baru, mangsa baru," sahut Beltran mengangguk ke dalam restoran. Bukan Manuel Cesar namanya kalau tidak mengganggu orang lain. Sekali ini, Carmelita Loisa jadi sasaran empuk.


"Aku pikir dia bertobat denganku?"


"Setidaknya, Manuel berhenti mengusik Beatriz." Beltran memeluk Beatriz dan tanpa guru Lucca, Beltran mungkin akan mulai mencium Beatriz. Ketiganya tak sengaja dilihat Manuel Cesar. Tidak sulit temukan bahwa Cesar benar-benar jatuh cinta pada Beatriz. Tetapi, Beltran bukan pria yang mudah menyerah. Ini cinta segi tiga lainnya di bumi. Tak masalah selama bukan Tatiana orang ketiga itu, kisah cinta mereka tak akan seberat dirinya. Pikir Archilles.


Tak diduga-duga Cesar menarik guru mungil yang enam tahun lebih tua darinya dan mencium wanita itu dengan paksa. Tingkahnya mengejutkan semua orang tidak terkecuali guru muda yang tampak seperti murid baru di sekolah mereka. Membeliak marah pada kelakuan Cesar.


"Dia mungkin sudah gila," keluh Beltran Domingo menganga. "Astaga. Kurasa Anda perlu hubungi rumah sakit jiwa untuk membawa murid Anda, profesor."


"Aku duluan, Beltran!" Beatriz lepaskan diri dan pergi. Mungkin ..., sadari tingkah mereka telah memprovokasi Cesar, jadi, Beatriz memilih kabur.


Archilles Lucca berdecak. Pergi ke restoran. Ia mendorong pintu di saat tepat ketika Cesar ditampar keras Carmelita yang merah padam.


"Cesar? Minta maaf pada Gurumu!"


Namun, Carmelita pergi tergesa-gesa. Menatap putus asa pada Archilles Lucca bahkan terlihat akan menyembur Archilles seakan Archilles yang mengajari Cesar. Pasti sulit dicium muridmu di Minggu pertama jadi guru. Archilles Lucca berdecak lagi pada sikap Cesar.


"Aku kehabisan kata menghadapimu, Dudes."


"Santai saja denganku, Guru Lucca."


"Dengar, Guru Carmelita akan jadi walimu gantikan aku. Tolong bersikap sopan padanya."


Cesar menggeleng. "Wanita ini bertanya padamu, apa ada sesuatu yang mungkin bisa membantuku? Aku pikir berciuman untuk buatku lupakan Beatriz adalah ide bagus."


"Cesar,Guru Carmel adalah gurumu."


"Ini masih belum jam sekolah, Guru Lucca. Jadi, Guru Carmel hanya seorang gadis muda bagiku. Terlebih, Guru Carmel berjanji akan penuhi permintaanku jika nilaiku 100. Untung saja hanya sebuah ciuman. Aku bisa minta lebih dari itu sebagai hadiah."


Oh ya Tuhan, entah siapa yang salah?


"Mau merokok denganku?" tanya Manuel Cesar.


"Buang rokokmu, Cesar. Lima belas menit lagi sekolah dimulai. Mari ke kelas. Eva sudah tiga hari tidak masuk kelas. Apa sesuatu terjadi?"


"Dia tak berbagi masalahnya denganku."


"Bukankah kalian sangat dekat?"


"Aku sibuk belakangan. Eva juga tidak membalas pesanku."


"Mari kita pergi ke rumahnya dan cari tahu apa yang terjadi."


"Anda bisa pergi sendiri, Guru. Eva Romero mungkin senang melihat Anda di rumahnya. Dia mencintai Anda dan menghiasi kamarnya dengan wajah Anda."


"Dari mana dia dapat fotoku?"


"Kita hidup di era digital, Guru Lucca. Bukan di jaman Babilonia."


"Ikut denganku, Cesar."


"Baiklah! Aku mengerti Anda takut hadapi seorang gadis yang tergila-gila pada Anda. Seandainya Beatriz mengejarku seperti Eva mengejar Anda?"


"Beatriz dan Beltran saling mencintai."


"Bull5h1111t," ejek Cesar penuh percaya diri. Ia mengatur rambut dengan jari dan menyeka bibir. Mereka berbarengan menuju gerbang sekolah.


"Kamu tak akan mengacau lagi."


"Aku tidak bisa janji. Guru waliku yang baru sangat menarik."


"Aku tak akan dengar pengaduan. Please. Temui Guru Carmel dan minta maaf. Mari bertemu setelahnya dan antarkan aku ke rumah temanmu."


"Begini saja, aku akan ikuti kelas guru Carmel sedang Anda pergi mencari Eva."


"Aku tahu isi otakmu, Cesar. Kita bertemu setengah jam lagi di sini."


Dalam satu jam mereka berada di halaman rumah milik keluarga Romero. Eva Romero terlihat di loteng rumah, mungkin ruang tidur gadis itu. Menatap keluar pada Archilles dan Cesar. Tak bisa dipahami isi pikiran Eva. Seorang wanita menyambut di pintu.


"Aku akan panggilkan Nona Eva."


Paman dan Bibi Eva yang hendak pergi untuk urusan bisnis, jelaskan situasi Eva. Orang tua gadis itu akan berpisah. Eva Romero cukup terguncang. Ia memilih menyendiri dan menarik diri dari kehidupan luar.


Eva Romero muncul tak lama kemudian sedang Paman dan Bibinya pergi karena jadwal yang tidak bisa dipending. Menitipkan Eva agar Archilles mau membujuknya kembali bersekolah.


"Kamu tidak bisa hancurkan masa depanmu sendiri, Eva. Pendidikan yang bagus akan mendukungmu nanti. Ini semacam fondasi untuk menyokong kehidupanmu. Kelak, kamu akan miliki kualitas sumber daya manusia yang bagus dan bisa menjaminmu untuk mandiri."


Eva Romero tak berkedip menatap Archilles sepanjang ia bicara. Sekolah tidak menarik, Gurunya lebih menarik.


"Mengapa tak beritahu aku masalahmu, Eva?" tanya Cesar mudah kesal.


"Kamu sibuk mengganggu Beltran. Aku kehilangan temanku."


"Baiklah, maafkan aku. Berhenti cengeng dan datang ke sekolah. Sangat disayangkan kalau perpisahan orang tuamu membuatmu putus sekolah. Astaga. Kau kan bukan gadis bodoh, Eva Romero. Bersikaplah dewasa!"


Saat menasihati Eva, Manuel Cesar tampak seperti pria baik-baik.


"Aku akan melihatmu besok di sekolah, Eva." Archilles Lucca bangun dari duduknya. "Kami harus pergi. Sampaikan salamku untuk paman dan bibi."


Eva Romero antarkan mereka ke depan pintu. Archilles dan Cesar turuni undakan tangga. Baru saja lima langkah berjalan ketika tubuhnya dipeluk kuat dari belakang.


"Eva?!" Archilles Lucca tercengang. Ia melangkah untuk keluar dari pelukan padanya tetapi malah ciptakan situasi tidak nyaman untuk dirinya sendiri. Pria itu berhenti.


"Apakah Anda akan kemari lagi besok untuk membujukku?"


"Tidak. Aku hanya mencarimu satu kali dan hari ini. Terlebih jika sikapmu begini."


"Bisakah Anda mengerti bahwa aku jatuh cinta pada Anda."


Cinta para wanita kecuali Arumi Chavez adalah hal paling merepotkan yang pernah ada. Mengapa tertarik padanya? Ini ketertarikan visual bukan cinta. Eva mungkin salah kaprah.


"Kamu bisa jatuh cinta pada Manuel Cesar. Daripada dia mengejar Beatriz," keluh Archilles Lucca.


"Anda mulai serampangan, Guru," balas Manuel Cesar berdecak. "Posisi Anda sangat bagus. Aku akan memotret dan kirimkan pada Arumi Chavez."


Gadis itu masih marah Tegal Tatiana, apa jadinya kalau Arumi Chavez melihat ini?


"Eva, lepaskan aku!"


"Tidak, Eva. Jangan lepaskan! Dekap erat gurumu, sumber energimu," geleng Cesar panasi temannya. Keluarkan ponsel.


"Cesar?!" Aish dasar bandit sialan.


"Apakah kamu merasa jantungmu berdebar-debar? Selamat, kamu sedang jatuh cinta pada gurumu."


"Manuel Cesar?!" tegur Archilles tajam.


"Aku tidak peduli meski Anda jadikan aku yang ke-sepuluh atau ke-seratus." Eva memelas.


"Eva, aku tak ingin menyakitimu. Lepaskan tanganmu," tegur Archilles lagi berusaha melerai tangan-tangan yang menyatu di depan perutnya. Jantung gadis itu berdetak di punggungnya. Juga napas halus yang mengikuti.


"Eva, hei ..., lepaskan guru Lucca! Ingat, Arumi Chavez bisa muncul kapan saja dan menjahit mulutmu dengan staples." Cesar datangi Eva menarik gadis itu, merasa sudah cukup menonton, hingga tangan Eva lepas. Cesar memeluk dan menepuk bahu temannya pelan. "Tolong sadarkan dirimu!"


"Juga dirimu, Manuel Cesar! Tolong sadarlah!" tambah Archilles Lucca amati dua muridnya. "Seumuran kalian aku bekerja serabutan di lahan milik tetangga dan tidak pernah berpikir untuk mencium seseorang."


"Anda, kurang normal! Orang lewati siklus bayi, anak-anak, remaja, masa pub33r dan tertarik pada lawan jenis," sahut Manuel Cesar cepat tak percaya pada Archilles. "Lagipula dunia telah berubah! Dulu ..., Anda melihat orang dewasa jatuh cinta. Sekarang, Anda menonton orang belum dewasa jatuh cinta."


"Kamu cerdas sekali, Manuel Cesar," kata Archilles Lucca bertepuk tangan keras, ketika selesai karena tangannya sakit, Archilles menatap dua orang di depannya. Berkata tegas. "Jaman berubah, aturan mungkin direvisi, tetapi norma di sekolah tetap sama. Jangan ciptakan skandal yang akan merusak nama baik sekolah terlebih dengan gurumu di sekolah!"


***