
***
Epilog dari Bittersweet Married dimulai oleh sebuah narasi.
Mencintai adalah keputusan hati. Cinta bukan hanya soal rasa melainkan cinta juga berkaitan dengan komitmen.
Namaku Serena ..., mungkin aku muda dan naif, tetapi aku ingin bersamanya. Dia adalah cinta keduaku setelah ayahku. Dia ..., ayah tiriku.
Apakah kamu tahu, bagaimana cara mengambilnya dari ibuku, Hana?
Pertama, aku akan membuatnya memikirkanku disetiap inci otaknya. Lalu, aku akan membuatnya mengingatku di sepanjang saraf berdenyut. Daddy akan kembali pada Serena.
Kamu tahu Serena, untuk menguji Daddy, kamu akan pura-pura jatuh cinta pada seorang pria.
Mari kita mulai.
***
Kesalahan yang Hanna lakukan adalah berpikir bahwa ia bisa merangkul Puterinya tanpa kehilangan suaminya. Hanna hanya sedang membuat kesalahan berikutnya.
Karakter Hanna sangat kuat sebagai protagonis mendapat dukungan penuh penonton. Sedang Serena, aib bagi kaum wanita. Karakter dibenci berjuta orang karena dianggap licik, murahan dan jatuhkan martabat wanita. Terlebih, Serena dianggap egois meskipun tidak semua penonton memahami bahwa ia punya kisah asmara terlebih dahulu bersama Josh dibanding Ibunya, Hana.
Hari pertama, Arumi bertemu Reynold Jonas dan Holly Matthew. Dalam naskah di season dua, Reynold akan berperan sebagai Dean dan Holly akan mengambil part penting sebagai kekasih Dean. Lagi-lagi akan ada kisah cinta segitiga tetapi Chris Evans tak ingin yang terlalu biasa. Penulis skenario merancang naskah yang mengecoh penonton.
Mereka berada di Square du Vert-Galant tepat di jantung kota Paris. Lokasi disterilkan setelah dapatkan ijin otoritas berwenang.
Di bawah tetua Pont-Neuf, Square du Vert-Galant, surga kecil tersembunyi di sebelah barat kota. Taman estetis ini diciptakan khusus pagi penggemar keindahan Sungai Seine juga kota Paris yang menakjubkan. Dari sudut kecil, romantisme seakan memancarkan cahayanya keluar, menyebar ke seluruh penjuru.
Rahasia tempat ini tidak hanya cara menggapai taman yang pintu masuk berada tepat di bawah patung raja Henri IV berkuda, tetapi juga berjalan menyusuri taman hingga ke ujung pulau. Anda seolah miliki ikatan spesial dengannya.
Musim dingin sempurna terlebih di pagi hari. Pohon Willow, bunga, rumput, bangku-bangku membentuk satu kesatuan taman. Kabut tipis selimuti pemandangan sekeliling. Ponts de Arts melatar belakangi pengambilan gambar walau tanpa mentari hanya sisa bayang-bayang samar. Di sisi lain institut de France, museum Monaie de Paris, juga museum Louvre, entahlah, Paris hanyalah harta karun museum. Sangat hebat tertangkap mata Arumi.
Mereka memulai shot dari part-part awal di mana Hanna mencoba berdamai dengan puterinya. Mengajak Serena menghirup udara pagi Paris ingin bicara dari hati ke hati. Sayangnya, Josh di sana mencium Hana di depan Serena. Merusak irama harmonis ibu dan anak. Serena secara lugas mencerca sikap ayah tirinya. Mereka bersama di mobil walaupun tak sampai lebih jauh dari berciuman.
Proses shooting berjalan lancar. Arumi Chavez telah persiapkan dirinya dengan baik untuk musim kedua. Ia mengambil waktu istirahat, duduk di bangku setelah berdiri cukup lama. Lingkarkan syal, rapatkan mantel tebal, juga topi hangat. Leona hampiri dirinya dengan kotak sandwich dan minuman hangat.
"Ini akan sempurna bagiku, terlebih bila dia ikut di sini bersama kita, Leona."
"Anda akan berusaha mengontrol diri Anda sangat keras atau Anda akan mengirim Archilles ke dalam masalah."
"Ya," angguk Arumi. Ibunya tak akan tinggal diam. "Bantu aku, Leona."
"Setelah dari Paris nanti, mari kita sibuk ini dan itu."
"Ya."
Semalam ia dan Archilles mengobrol di video call. Ada yang tidak beres dengan pria itu meskipun Archilles tampak tertawa lebar padanya. Archilles sembunyikan sesuatu. Mata pria itu bicara padanya dari dalam keremangan.
Apakah biara memang punya ranjang tingkat mirip di penjara? Bukan suasana tenang sebuah tempat pertapaan. Warna tembok terlalu kusam. Atau pria itu tinggal di panti asuhan?
Apa yang sedang terjadi?
Setelah Archilles, Arumi bicara dengan ibunya. Tak bisa abaikan nada bersemangat, riang, perhatian. Cukup timbulkan keanehan. Arumi kenal Ibunya. Belakangan hal-hal yang membuat Ibunya senang adalah kejadian-kejadian yang membawa kesedihan padanya.
Ibunya juga beri kabar bahwa Nyonya Sanchez kemungkinan besar tak akan menolak bantuan mereka. Arumi berdiri di tengah. Antara bahagia untuk Dandia dan waspada. Arumi tak dapat kabar dari Ethan Sanchez.
"Tuhan ... bantu kami!" Arumi melirih.
"Nona Arumi ..., apa Anda selesai sarapan?" Reynold Jones menjulang di sisinya, menyapa. Keheranan pada Arumi Chavez yang kedapatan bicara sendiri.
"Hai ...," balas Arumi mendongak sedikit salah tingkah. "Em, ya."
Pria berikut yang akan bersama Serena adalah Dean. Seorang ekstrovert yang berprofesi sebagai jurnalis. Serena membuat kesepakatan dengan Dean dalam bentuk simbiosis saling menguntungkan untuk membuat Daddy cemburu. Arumi dan Reynold Jonas akan mulai bersama untuk karakter mereka. Menurut naskah mereka nanti bertemu setelah Serena menjadi top model runaway untuk rancangan Hana.
Reynold Jonas atas opini beberapa kru sedikit angkuh. Reynold tak akan mau berinteraksi dengan sejumlah rekan yang terlibat dalam proyek saat proses syuting berlangsung. Pria itu hanya mau mengobrol dengan asisten pribadinya, juga menolak membaca naskah bersama. Ia hanya akan datang dan beradu dengan lawan main.
Tak menduga Reynold mau menyapanya. Di mata Arumi, lawan mainnya itu hanya terlihat mirip seorang aristokrat. Sedikit bicara, banyak ilmu, sopan dan mengukur kelakuan. Ramah di situasi tertentu. Bertingkah seakan ia salah seorang anggota monarki yang akan mewarisi kerajaan tertentu. Something like that.
"Kita akan bersama-sama pergi ke Musée d' Orsay dan Quarter Latin." Reynold Jonas duduk di sisinya menjaga jarak.
"Ya," angguk Arumi.
Hebatnya dalam naskah Reynold sedikit periang. Kita lihat bagaimana kamuflase hebat Reynold Jonas menjadi Dean. Mereka akan sedikit ciptakan romansa depan jendela jam raksasa di Musée d' Orsay dan lanjutkan romantis di Quarter Latin rayakan pertemuan mereka. Akan mengambil foto kemesraan. Arumi pikirkan gerakan detil bersama Reynold tanpa harus pemeran pengganti.
"Aku lebih mementingkan kesuksesan adegan kontak mata dibanding kontak fisik. Ini tentang pelukan dan ciuman."
"Satu pemikiran," angguk Arumi cepat setujui.
"Aku ingin mata Serena lebih ekspresif ketimbang anggota tubuh lainnya. Jadi, kita tidak perlu berciuman."
"Akan aku usahakan, Tuan."
"Baiklah. Sampai jumpa di jam makan siang, Nona Arumi Chavez."
Arumi mengangguk sekali lagi pada pria di sisinya. Meskipun Bittersweet season satu sukses memancing animo publik, Reynold Jonas masih ragukan kemampuannya.
Arumi ikuti langkah menjauh Reynold Jonas. Asisten pribadi ikut di belakang.
Apakah mereka bisa selesaikan part Serena dan Dean, ciptakan chemistry dengan sikap tak bersahabat dan tertutup Reynold Jonas? Dan lagi-lagi, Arumi hanya perlu percaya pada naluri ajaib Chris Evans.
Tubuh Reynold Jonas hilang di bangunan tangga. Mendadak saja seseorang muncul di sana dalam hitungan detik. Arumi Chavez terlalu terkejut hingga tak bisa berkedip.
Seorang berjubah pekat nyaris hitam bertopi runcing sedang mengawasinya. Ia melihat pria itu di vila kemarin pagi dekat kolam renang walaupun dengan jubah berbeda.
Ketika di bandara, ia sempat bertemu dengan beberapa biarawan yang sedang tour. Mereka berjubah putih biasa.
"Leona?!" panggil Arumi pelan. Tak ada sahutan.
Arumi Chavez tak suka dit3r0r, jadi ia bangkit dan akan menemui langsung 'penggemarnya' itu. Apakah wartawan?
Baru lima langkah ketika Leona pegangi tangannya.
"Nona ..., Anda mau kemana?"
"Leona ..., kamu tak lihat? Seseorang sedang menguntit kita?"
Leona ikuti pandangan Arumi, mencari-cari dan menggeleng.
"Nona ..., jangan kuatir! Lihat di atas sana!"
Leona menunjuk ke arah depan monumen di atas tangga. Michael terlihat bersama tiga orang pengawal. Bersiaga.
"Nyonya Salsa kirimkan mereka kemarin untuk mengawal Anda. Tak perlu takut pada apapun."
Arumi ingin percaya kembali memeriksa tangga. Tak ada siapapun di sana. Ia membuat kesimpulan, seseorang memang sedang menakuti-nakutinya. Motif paling mungkin adalah protes untuk Serena, dilakukan oleh penggemar fanatik Hana. Lebih baik lempari ia dengan telur busuk daripada mengganggu mentalnya gunakan kostum dari sekte tertentu atau dalam bentuk badut.
Namun, mengapa Leona tak dapat melihat manusia berjubah aneh itu? Waktu di Villa, Archilles juga tak melihat apapun.
Apakah ia berhalusinasi?
Michael berdiri di tangga menuju padanya.
"Nona ..., aku, Domenic dan Max akan menjaga Anda. Ada lebih banyak dari kami di luar sana. Anda tidak perlu kuatir."
Arumi tak menyahut. Berharap sepuluh orang sama telatennya dengan satu orang Archilles Lucca.
"Kami akan bersama Anda sampai Anda pulang, Nona."
"Baiklah, Michael. Terima kasih."
Sementara jauh di kota kecil ....
Archilles Lucca hindari menarik perhatian penghuni lain. Ia pergi sarapan ke meja makan tanpa mau bersinggungan dengan siapapun. Habiskan makanan tanpa sisa karena ia butuh tenaga untuk bertahan hidup. Ia abaikan tatapan liar yang terang-terangan menyerangnya. Ia dipenjara atas tuduhan pr3d4t0r anak dan biasanya dalam sel, terpidana kasus ini menerima "perhatian" khusus.
Walaupun ia penjahat sebelumnya, ia tak pernah masuk penjara. Tak disangka saat ia telah bertobat malah dikirim ke sel karena masalah cinta. Benar-benar gila. Terlebih semua yang disangkakan kepadanya tidak benar. Menjadi pesakitan hanya karena ia mencintai seorang gadis bernama Arumi Chavez.
Waktu mandi ..., penghuni sel gunakan satu kamar mandi umum dijaga petugas dari luar. Waktu, 15 menit. Ia pergi ke sana. Ketika pintu terkunci, beberapa penghuni mengerjai seorang pria muda yang tampak lemah dan tidak berdaya.
"Giliran siapa pagi ini, Alex?" tanya salah seorang berbadan paling besar bertato di seluruh badan hingga ke leher dan sebagian wajahnya.
"Aku sakit," jawab si pria kecil bernama Alex menggeleng ketakutan.
"Tidak ada alasan," sahut si pria besar. Berpaling pada Archilles Lucca. "Anak baru, kamu mau bergabung?"
"Dia hanya tertarik pada anak-anak."
"Kamu harus mencoba yang satu ini," tawar pria bertato. "Kamu akan berhenti ingin bercinta dengan anak-anak."
Archilles tak tanggapi, termasuk ketika si pria bernama Alex dipaksa untuk layani h4sr4t b3j4t orang-orang aneh.
Archilles nyalakan keran mulai basahi kepala dan tubuhnya. Pejamkan mata. Acuhkan keadaan. Nyonya Salsa menyangsikan cintanya pada Nona Arumi. Pengabdiannya dianggap berbayar. Pengorbanannya bukan hal yang harus dipandang hebat. Archilles berhenti berargumentasi. Lagipula, ia bertindak atas dasar rasa yang tak menuntut balasan. Ia akan lindungi Arumi Chavez dengan nyawanya.
Jika ia penjahat pada gadis belia, bukan Nona Arumi korban pertamanya melainkan Puteri Nyonya salsa Diomanta yang lain. Istri Elgio Durante pernah berada di tangannya. Archilles berani mengklaim sebelum Elgio Durante melihat kepolosan istrinya, mata Archilles terlebih dahulu menyaksikan tubuh Marya Corazon tanpa satupun benang menempel.
Jika ia punya b1r4h1 sesat ia akan bersenang-senang tak peduli kemudian ia akan mati di tangan Elgio Durante. Terlebih Nona Aruhi lebih matang secara fisik dibanding Nona Arumi.
Apakah ia menyesal telah jatuh cinta pada Nona Arumi?
Ia tahu jawabannya tidak. Jalannya mungkin begini.
Apa kabar Zefanya? Bernapas berat. Ia tidak berani mengunjungi Zefanya untuk beberapa alasan. Berharap adik perempuannya tumbuh dengan baik di bawah pengasuhan Grenny.
Sabuni tubuh, Alex menjerit dari sebelah. Telinga Archilles menangkap kepahitan. Neraka yang sebenarnya bukan di perut bumi, tetapi dalam tempat-tempat seperti ini. Di mana tak ada satupun yang bisa menolong dirimu sendiri. Ia tak ingin ikut campur.
Lalu, jeritan Alex semakin menyayat berubah bak lolongan. Archilles pejamkan mata. Penjaga di luar adalah jelmaan iblis sebab telinga mereka seakan tersumbat rangkaian beton.
Archilles selesai dengan mandi, berbalik dan mengutuk sisi baiknya yang meraung dominan berusaha pengaruhi dirinya. Mata Alex bengkak, bibir biru lebam bukan akibat pukulan. Bisa dilihat bahwa pria itu menderita sangat parah. Mungkin bagian 4nu5-nya telah rusak parah. Bagaimana tidak? Alex sepertinya digilir oleh pria-pria berotot ini setiap hari dengan kekerasan buas. Pria itu mungkin akan tamat dalam waktu dekat.
Archilles adalah pria lurus dan normal hanya jatuh cinta pada lawan jenis. Pemandangan di depan sana terlampau sangat menjijikan. Sebaiknya ia tidak ikut campur, hanya harus segera pergi. Sialnya pintu ruang mandi belum dibuka.
"Apakah kamu menyukainya?" tanya seseorang saat Archilles Lucca menyipit.
"Kalian halangi jalanku!" kata Archilles menatap lurus ke depan.
"Lewati saja aku!"
Archilles mencoba bertahan untuk tidak terpengaruh. Melangkah lewat sisi sebelah, tetapi si pria tak ijinkan ia pergi dengan mudah. Memukul tubuhnya dari belakang hingga ia terdorong ke depan, terjatuh tak jauh dari si pria bertato.
Tak butuh alasan terlebih ketika salah satu di antara mereka berani menyentuh tubuhnya.
Archilles melilit handuk di tangan dan dalam langkah panjang datangi lawannya dan dalam gerakan cepat, jatuhkan si pria hingga berlutut di depannya. Gunakan lemparan tepi handuk ke leher si pria hingga leher sasaran tergores.
Pria yang menunggangi Alex hingga semaput berhenti. Bangkit dari sana. Alex merangkak ke sudut.
Tak bisa hindari ini. Mengapa? Ia hanya ingin kedamaian dan ketenangan. Ia hanya ingin habiskan jam jelajahi permenungan panjang.
Pertarungan tak bisa dibendung. Ia beraga tanpa jiwa, akhirnya menangkan pertarungan. Pintu terbuka. Ia keluar dari sana. Berhadapan langsung dengan petugas yang dari awal tak suka padanya, kini memasang tampang bak orang kalah taruhan jutaan Euro. Ayunkan tongkat setrum listrik memukul dada yang tak siap menerima serangan hingga ia lupa apa yang terjadi.
Mungkin ia akan dilemparkan ke ruang isolasi. Ternyata tidak. Ia bangun di sebuah kursi. Tangan terpasung di kedua lengan kursi. Kaki terikat ke tiang tiang kursi. Dan ia tanpa pakaian.
So bad.
Dalam neraka ini yang kalah dapatkan hadiah karena penguasa di sini mengagungkan kecurangan. Begitulah kira-kira.
"Pilih mana?" tanya Si pria bertato pegangi sesuatu di tangannya. Mirip pelubang kertas atau pemotong kertas. Bukan barang tiruan. Pisau tajam sedang berkilat-kilat kini seakan haus darah. Sedang dua orang lain menonton. "Bagian bawahmu atau jarimu?"
Archilles tak menyahut. Ia memikirkan hal lain. Sebuah lagu saat ia berdiri dalam trem menuju Medusa bergelantungan di tepian sungai Tagus untuk selamatkan harga diri Nona Arumi Chavez. Dalam hati mencerna sepenggal lirik lagu lawas tersebut.
Mengapa kita tak bisa seperti dalam buku cerita anak-anak?
Berlari di bawah hujan
Bergandengan tangan
Melintasi padang rumput
Akhir untuk dirinya mungkin tragis. Lebih sadis dari yang dijatuhkan Tuan Luke Diomanta pada Ebenn Amarante. Ia secara gamblang bisa rasakan ketakutan Tuan Ebenn. Mungkin beban seniornya lebih berat karena miliki seorang Puteri yang harus dilindungi sedang Nona Arumi akan baik-baik saja tanpanya.
"Jangan ganggu aku!" desisnya rasakan sakit di tengkuk. Ia pasti dipukul saat pingsan. Kecurangan lainnya.
"J, kau dengar katanya? Jangan ganggu dia!"
Tangan si pria bertato datangi dirinya. Amati jari terbelenggu dan tak berdaya, terjerat pada jari manis di mana tato cincin pengikat cintanya dan Arumi Chavez melingkar di sana. Menyeringai senang seakan menang lotre.
"Ini pasti cinta ilegal! Pada anak di bawah umur? Ayolah, ada banyak pria di sini. Tunjuk satu dan tak ada yang akan keberatan jadi milikmu."
"Bahkan hewan tak menunggangi sesama k3l4m1n!"
Archilles sekuat tenaga gerakan tangan tetapi lingkaran besi di pergelangan tangan sangat kuat mengekang. Dan kursi yang ia duduki adalah kursi listrik untuk mengeksekusi terpidana mati. Akhirnya Archilles Lucca hanya pasrah.
Benda tajam itu berhenti di jari manisnya. Penggunting di masukan di pangkal jari tepat di bawah cincin.
"Pilih jariku yang lain!" kata Archilles Lucca gertakan gigi. "Aku mohon."
"Kau bicara pada Iblis. Kami suka bagian ini, Baby!" jawab si pria senang. Bertanya pada yang lain dan dapatkan persetujuan.
"Ada harga yang harus dibayar karena setia kawan dan sok jadi pahlawan."
"Kamu bisa pilih bagian bawah. Jauhkan tanganmu dari sana!" desis Archilles. Kemarahan meletup di seluruh tubuhnya.
"Berterima kasih padaku, aku memilih jari manismu dibanding bagian v1t4lmu."
"Kau pecundang sialan. Lepaskan aku dan lihat bagaimana aku akan patahkan tanganmu."
"Aku percaya padamu. Saat ini, aku sangat ingin menghirup aroma darah dari wajah kesakitan-mu."
Pejamkan mata saat sisi tajam menekan permukaan kulit. Lalu satu tekanan kuat diikuti d3s4h4n penuh n4f5u, jarinya terpotong.
Rahang Archilles menegang. Matanya terkatup. Melihat Arumi Chavez di ketinggian menari bersamanya. Mencari cinta sejati temukan gadis itu satu-satunya.
Berikutnya tak ada satupun kata yang mampu gambarkan apa yang ia rasakan. Ia mengejang di tempat duduknya.
Sakit luar biasa, perih mendera hingga napas seperti hendak berakhir. Ia memakan giginya sendiri. Bernapas terengah-engah.
Air mata keputus asa-an lemparkan Archilles dalam kebutaan. Suatu waktu, jika ia hidup dan lewati ini; Archilles Lucca bersumpah akan membunuh semua iblis yang telah hilangkan cincin berharganya.
***