
"Aku berencana membawa Nona Arumi pergi bersamaku, Nyonya!"
Archilles Lucca bertemu Nyonya Salsa dua jam setelah sarapan di hari berikut. Awalnya Salsa Diomanta acuhkan Archilles. Nyonya Salsa sibuk mengecek segala hal dalam rangka penyambutan orang terpenting kedua di negara mereka.
Seluruh asisten dan pengawal bekerja lebih pagi. Ada tambahan tenaga paruh waktu. Mesin-mesin berdengung. Mulai dari pemangkas rumput, penebang pohon, penyedot debu, pembersih kaca dan segala macam mesin dari dapur, termasuk drone ukuran besar yang berkeliling di atas sana.
Archilles Lucca makin kesal karena Nyonya Salsa membuat persiapan yang terlalu berlebihan menurut pendapatnya hingga ikuti kemana wanita itu pergi. Mereka perlu bicara. Tanpa peduli ia sedang ingin meledak, Nyonya Salsa perintahkan ia menggeser pot, sirami bunga, cabuti daun kering.
"Tambahkan batu hijau, Archilles agar terlihat lebih alami dan estetik. Jangan lupa daun kotor disemprot air pelan-pelan lalu mengusapnya hingga bersih gunakan lap lembab."
Apa memang harus begitu? Dirinya calon menantu atau tukang taman?
"Archilles, potnya kurang bagus ditaruh depan sini. Tolong pindahkan ke sebelah sana. Potnya dibersihkan dulu!"
Astaga. Meskipun demikian, Archilles menurut. Salsa Diomanta mengerut melihat hasilnya.
"Tidak. Apakah tidak terlalu ramai? Sangat norak terlihat. Bisakah kembalikan ke tempatnya semula, Archilles?"
Satu dua kali ia tak keberatan. Lama-lama semakin bikin makan hati. Nyonya Salsa sengaja menyuruhnya bolak-balik dengan beberapa pot bunga yang sama hanya untuk posisi terbaik yang bahkan tak akan mungkin menarik minat perdana menteri.
Memangnya orang-orang itu datang untuk mendata flora dan fauna di di mansion Diomanta? Mungkin Istri Perdana Menteri akan sedikit melirik. Meragukan. Yakin, tanaman hias di rumah Perdana Menteri lebih bervariasi dan langka sama seperti puteranya Abercio Jacquemus dan Aloizio Jacquemus yang seakan hilang dari peredaran walaupun menurut Aleix, Abang paling tuanya itu sibuk di Amerika.
Mungkin Nyonya Salsa ingin tinggalkan kesan mendalam pada Aleix karena calon menantu idaman Nyonya Salsa Diomanta itu pecinta alam, ekologi, ekosistem. Aleix bisa keliling mansion sambil jelaskan nama ilmiah tiap pot pada Arumi Chavez untuk menarik perhatian gadisnya.
"Ini yang paling mahal Archilles," tunjuk Nyonya Salsa pada Anggrek berwarna hitam dengan bintik putih. "Seseorang bawakan untukku dari hutan belantara dan sangat langka."
Ya Tuhan ..., apa Archilles peduli?
"Tolong taruh paling depan agar kelihatan!"
"Setelahnya Anda akan disorot karena Anggrek ini tak boleh dibawa keluar dari habitatnya," kata Archilles pelan.
"Kamu terdengar seakan sumpahi aku ditangkap, Archilles Lucca? Kita miliki surat ijin budidaya. Lakukan dengan hati-hati, please Archilles, jangan sampai jatuh. Bunganya bermekaran hanya setahun sekali. Kita sedang diberkati karena sekarang dia sedang berbu ...."
BRAKK!!!
Archilles sengaja longgarkan tangan pada pot cantik hingga meluncur apik ke lantai. Secara otomatis hentikan ocehan dan kagetkan Salsa Diomanta. Segera menganga. Bukan saja satu pot rusak tapi tiga sekaligus karena Archilles jatuhkan persis di atas pot lainnya.
"Archilles? Betapa mahalnya mereka. Kamu baru saja merusak kecantikan dan keindahan. Apa kamu sengaja?"
"Aku ingin bicara serius pada Anda, Nyonya Salsa. Jika Anda masih ingin lihat pot bunga lainnya di mansion ini utuh, berhenti menguji kesabaranku."
"Beraninya pria ini mengancamku?"
Alfredo Alvarez dan Ayshe menahan tawa geli di atas wajah datar takut kena semprot dari majikan mereka. Pemandangan di depan mansion lebih mirip Ibu yang banyak mau dan Anak penurut ketimbang drama mertua dan menantu.
Salsa Diomanta omeli Archilles tentang sopan santun pada yang lebih tua. Dan mereka di ruang kerja Salsa Diomanta akhirnya. Tuan Chavez sepertinya pergi ke kantor.
Archilles Lucca mendorong Arumi Chavez bersiap-siap untuk prewedding session hindari Nona Arumi menangkap konflik yang mungkin akan terjadi. Perintahkan orang-orang dari Beauty House tak biarkan Arumi keluar dari kamarnya. Archilles tak bisa mengekang diri. Kepalanya berdenyut.
"Cinta tak realistis?" batinnya semakin gusar saja ingat kata-kata miring Nyonya Salsa semalam.
Alihkan pada Arumi Chavez. Kontrol emosi. Takut kehilangan Arumi Chavez nyaris buyarkan akal sehat. Ia akan saja tergoda lewati batas dan berkelana dengan gadisnya.
Tak bisa lupakan kecupan dan kata-kata Arumi Chavez semalam. Ajaib sebab "Aku mencintaimu, Archilles," bak ampul penenang yang disuntikan ke dalam pembuluh darah, dinginkan gejolak di darah. Semacam buaian dari musik lembut Nona Arumi, dirinya hanya diisi sejenis kasih pada gadis belia dalam dekapan.
Mata mereka tidak gampang terpejam. Sesekali saling pandang dan tersenyum geli sebagai ganti, "hampir saja".
"Aku sangat menyayangimu, Archilles Lucca." Arumi Chavez tidak sembunyikan kekaguman. Yakini bahwa pria lain akan beda cerita.
"Aku tak bisa bayangkan seorang pria akan lakukan apa yang baru saja akan aku lakukan ini, pada adik perempuanku di usia 15 tahun."
Archilles tak bisa katakan, "Nona Arumi Chavez, Anda masih anak-anak". Gadisnya mungkin akan tersinggung dan mulai merajuk lagi.
Mereka lantas mengobrol sampai tengah malam. Celentang menonton langit. Abu-abu gelap. Archilles nyalakan lampu, ada ganti bintang di ranting-ranting pohon. Warna-warni. Arumi Chavez cuma gadis kecil di waktu tertentu, excited dan luapan bahagia menular pada Archilles. Terima kasih pemilik kehidupan, hal-hal baik datang padanya setelah bertahun-tahun hanya kekelaman.
Archilles Lucca penasaran bagaimana cara Arumi Chavez berakting dengan pria dewasa? Terlebih gadisnya duduk di pangkuan mereka dan meliuk tepat di tempat, di mana, sedikit gesekan kecil bisa buat pria menggila.
"Tuan Miguel beri aku warning bahwa aku akan rasakan perubahannya karena dia pria normal. Ia jelaskan tentang 'sesuatu' sedikit mengeras di bawah sana. Dan ia akan mengejan seperti wanita akan melahirkan. Reaksi normal pria bersentuhan dengan lawan jenis. Aku mengantisipasinya. Kamu tahu bahwa ada celana berbusa. Lalu, memakai pembalut wanita tiga lapis. Astaga, akhirnya aku pun rasakan apa yang Dulce Maria rasakan. Akku juga gunakan penutup dada dari busa silikon sewarna kulit."
"Tak ada getaran apapun?"
"Satu-satunya yang aku rasakan adalah gugup karena harus berhadapan dengan seniorku. Terlepas dari skandal bersama banyak wanita, Tuan Miguel dapatkan banyak penghargaan. Ia perlakukan aku dengan baik, semangati aku untuk percaya diri. Kamu tahu, tak bisa imbangi kehebatan aktor papan atas macam Tuan Miguel lebih mendominasi aku ketimbang pikirkan apa yang menjadi sumber r4ngs4ng4n pada kulitku."
"Anda sangat cerdas."
"Oh ya Tuhan, aku idiot saat tertekan."
"Semua orang alami hal serupa. Aku juga. Terlebih berhadapan dengan Nyonya Salsa."
"Ibuku memang punya keahlian mengintimidasi orang."
Sedang soal ciuman, tak berdampak apapun di dirinya. Mengaku pada Archilles bahwa ia pernah berciuman dengan Ethan Sanchez, bukan sentuhan 1nt11m semacam dalam adegan, tetapi efeknya sangat dahsyat dibanding saat bersama lawan main.
Jadi, Nona Arumi tak libatkan perasaan selama scene percintaan mengambil bagian. Gadis ini memang berbakat. Archilles Lucca ingin bertanya, bagaimana dengannya? Namun, cara gadisnya lingkari lengan, bergelantung padanya dan menatapnya lebih bermakna daripada susunan kata.
"Apa Nona tak mengingat Ethan Sanchez sama sekali? Anda memulai segala hal denganku sedang masa lalu Anda belum selesai."
"Hari setelah hubungan kami berakhir, Ethan Sanchez datang ke kelasku. Aku berharap, dia mengajakku backstreet. Aku akan menceraikanmu siangnya jika Ethan Sanchez benar-benar dalam harapanku. Tetapi, Ethan tak menoleh padaku. Aku sangat sedih. Ethan Sanchez adalah cinta pertama tetapi sekaligus menyakitkan. Mengapa kamu ingin dengar ini, Archilles? Kamu tahu jalan ceritanya."
"Aku ingin kita tidak hanya pacaran tetapi sobatan. Nona akan beritahu aku segala hal yang Nona rasakan dan pikirkan tanpa takut sudut pandangku pada Anda berubah."
"Bukankah, itu yang kita lakukan selama ini?"
Archilles Lucca tertawa kecil. Hidup di pondok memelihara rambut gondrong dan menjaga wanita-wanita yang ia sandera, setelahnya menerima upah adalah bahagia versi Arch. Alihkan upah yang ia dapat ke tabungan adalah tambahan kesenangan lainnya.
Archilles pikir kehidupannya akan berakhir dengan salah seorang p3l4kcur atau mati ditembak. Betapa tak ada bayangan begini akhirnya, bersama seorang Puteri bertangan paling halus yang pernah ia rasakan. Mata Arumi Chavez polos dan bening, memancar indah saat mencintainya. Gila memang hanya dalam hitungan bulan saja.
"Kamu gampang mati jika bicara pada musuhmu lalu melamun jauh. Kamu mendesak aku untuk bicara, hentikan kerjaan pentingku dan malah menonton ekspresi anehmu selama lima belas menit? Apakah sedang mengenang hal indah semalam, Archilles Lucca?"
Kedapatan langsung itu memalukan. Archilles Lucca segera bangun. Wajahnya merah padam. Kata-kata Salsa menusuk macam panah.
"Anda berdua tak ada di mansion tadi malam, Tuan Muda." Bukan pertanyaan.
"Kami tidur di rumah pohon," jawab Archilles Lucca jujur.
Salsa Diomanta menatap Archilles, berdecak penuh celaan.
"Kamu tak akan pengaruhi Arumi Chavez untuk miliki bayi. Kamu menghapal poin penting agar bisa bersama Arumi Chavez. Aku tak mengistimewakan mu hanya karena kamu kerabatku."
"Pacarku masih anak-anak."
"Usiaku 15 tahun saat aku hamil."
"Arumi Chavez bukan Anda. Dan tak akan pernah ikuti jejak Anda. Beruntungnya."
"Luar biasa sesumbar. Semoga tidak m333nj111L4tnya kembali."
"Aku sarankan Anda berhenti menyetir dan tolong parkir kendaraan di halte. Kami akan turun dan naik trem kami sendiri. Tak perlu beritahu arah juga di mana kami harus berlabuh. Nona Arumi cukup dewasa dan tahu bagaimana kami harus bina hubungan, Nyonya Salsa."
"Selamat untuk keberanianmu. Bukankah aturannya jelas? Kamu baru bisa membawanya setelah urusanmu beres?" tanya Salsa tanpa kedip. Mengatur setiap kata hendak keluar.
"Aku sedang selesaikan."
"Harusnya tinggal finishing, aku tak perlu capek-capek menempuh jalan ini."
"Tindakan gegabah akan menyeret kita dalam masalah."
"Tidak ada 'kita', Archilles Lucca!"
"Aku akan ketahuan jika melaju tanpa rencana matang."
"Itulah ..., mengapa aku tawarkan sopir pengganti. Ambil sandwich-mu, duduk dengan tenang dan mengunyahlah dengan nikmat tanpa takut buang waktu berharga-mu dengan gadismu. Biarkan tangan lain bekerja untukmu!"
"Yang aku perjuangkan adalah kehormatan gadis yang aku cintai. Ini tentang harga dirinya," balas Archilles Lucca geram.
"Lalu, mengapa kamu kesal padaku?"
"Anda senang memercik api, Nyonya Salsa! Aku lakukan apapun keinginan Anda. Tetapi, Anda selalu ingin membakar aku hingga jadi abu. Mengapa Anda sangat membenciku? Anda akan jatuh di lubang yang sama jika terus langkahkan kaki Anda ke depan tetapi terus menengok ke belakang. Terlebih, aku bukan bagian dari masa lalu Anda. Berhentilah memusuhi aku!"
"Jangan meneriaki aku, Archilles!"
"Anda tidak realistis. Lebarkan peluang dan khianati aku di depan mataku? Apakah Anda sama sekali tak tahu maksud lamaran ini setelah lampirkan berkas berisi keluarga Perdana Menteri? Anda abaikan fakta bahwa mereka terlibat pada sesuatu yang hampir hancurkan Nona Arumi? Anda akan lupakan begitu saja hanya karena pahlawan negara ini inginkan Nona Arumi?"
"Kekang lidahmu sebelum kamu menyesal, Archilles Lucca!"
"Mereka sedang menempuh jalur aman untuk diri mereka sendiri. Apa Anda sama sekali tak punya bayangan kemana Nona Arumi pergi atas keinginan Anda? Abercio punya ruangan tidak normal dengan cemeti dan borgol. Anda masih ingin berdamai dan biarkan mereka menulis happy ending?"
"Tidak ada happy ending bagi yang menyentuh Puteriku! Aku tak peduli meski dia putera Presiden sekalipun," hardik Salsa Diomanta keras hingga Archilles Lucca terhenyak. "Apa aku tampak bodoh bagimu, Archilles Lucca? Apa pikirmu praktik kerja mafia benar-benar punah? Aku masih The Queen." Tatapan Salsa berisi api, kumandangkan sesuatu. Tanda-tanda bencana.
"Nyonya ...."
"Bukankah api dalam sekam lebih buas?" Rahang feminim berderak-derak. "Mengapa kamu ribut di pagi hari dan mengusik aku? Kepalaku terus pusing gara-gara kucing mengunyah tikus. Aku sedang larikan diri dari hal menjijikan yang buat aku.sulit melihat daging tanpa bayangan tubuh tikus yang tercerai berai. Berhenti menjerit padaku. Berhenti cengeng! Ambil sekop-mu dan mulai mengaduk campurannya. Lemparkan ke dinding. Kemas romantisme menggelikan simpan saja untuk hari lain. Selesaikan pekerjaanmu! Menyerah saja jika tak sanggup dan biarkan pihak ketiga lakukan untukmu."
Salsa Diomanta memijat tengah kening. Suasana sedikit hening. Tak ada lagi bunyi mesin meraung di luar. Mungkin mereka berhenti ketika dengar teriakan-teriakan dari dalam mansion. Atau memang acara bersih-bersihnya selesai.
Tidak!
Archilles menangkap bayangan orang-orang di kaca jendela. Berani sekali mereka mengintip peperangan?
"Mengapa kamu ketakutan pada Aleixo? Bukankah kamu agungkan cintamu pada Arumi dan sebaliknya? Apa yang kamu cemaskan? Cintamu tak cukup kuat? Gadis yang katamu dewasa akan memilih Aleix bukan dirimu?"
"Apa susahnya beritahu aku rencana Anda. Aku adalah bagian dari strategi ini!"
"Cara kerjamu lamban karena kamu menyetir dengan kecepatan rendah. Kenakan jas terbaikmu saja nanti dan duduk di sisi saudariku sebagai puteranya yang bermartabat."
"Pikirmu aku luluh hanya karena puteranya menyandang seratus lencana di sekujur tubuhnya? Lihat lebih jauh!"
"Jangan libatkan Ayah dan Ibuku, Nyonya Salsa!" seru Archilles tak sadar telah naikan volume suaranya.
"A - ku per-mu-dah ker-ja-an-mu, Archilles Lucca!" balas Salsa lebih keras. "Sementara aku nyalakan cahaya dan mengundang para ngengat masuk. Kamu akan temukan cara singkirkan serangga pengganggu."
Pintu tiba-tiba saja terbuka. Dua orang menoleh.
"Aku mendengar auman keras tetapi bukan kucing dan anjing. Dan datangnya dari sini. Apa Anda berdua bertengkar? Apa sesuatu terjadi?" tanya Arumi Chavez dengan wajah ditimpa foundation berlebihan, putih pucat, bergaun putih, rambut berantakan, hampir mirip hantu di film horor.
"Tidak ada," jawab Archilles Lucca dan Salsa Diomanta bersamaan. Mereka hanya terlalu terkejut.
"Oh, apa aku salah dengar?" Arumi menggosok-gosok kupingnya.
"Itzik tak mungkin mengejar Tatiana. Mereka selalu bersengkokol memburu Eva. Setelah prewedding bisakah kita pergi ke ujung lahan, Archilles Lucca? Aku mungkin beruntung temukan bayi Eva. Aku yakin, j4Ll4ng cantik macam Eva punya bayi-bayi lucu di sarangnya. Aku perlu sampaikan kabar dukacita pada mereka dan mengadopsi mereka."
"Jangan lakukan itu!" Mata-mata Salsa membeliak.
"Anda bisa jadi nenek mereka, Ibu. Bukankah sangat imut?"
Salsa Diomanta membungkus leher dengan tangan sedikit meremas. Rautnya berubah signifikan. Buru-buru pergi ke toilet.
"Ada apa dengan ibuku?" tanya Arumi tanpa dosa. "Apakah aku akan terima kabar bagus, Archilles? Oh ya Tuhan. Bayi Eva dan bayi Ibuku bisa berteman baik."
"Nona ..., berhenti membahas tikus saat bersama Nyonya Salsa. Anda menyiksanya."
"Oh ya? Aku tak pernah tahu."
"Sekarang Anda tahu karena lihat sendiri."
"Archilles, itu pertanda aku sukses. Akh, jenius juga aku ya." Arumi Chavez lagi berbinar-binar.
"Sukses?"
"Aku sengaja melakukannya agar Ibuku berhenti mengganggumu!"
Archilles Lucca hampir-hampir muncratkan tawa terbahak kalau tidak ingat, Salsa Diomanta mungkin akan melemparnya dengan samurai yang tergantung di dinding.
Archilles Lucca, umurmu akan panjang karena menikahi gadis terkonyol di dunia ini.
"Anda luar biasa jenius."
"Terima kasih. Mari kita pergi. Aku tak sabaran melihat hasil pemotretan."
Sedang prosesnya saja belum dimulai.
"Anda akan selesaikan make up Anda, Nona."
"Oh ya, Archilles. Tatiana dan Itzik boleh ikut tidak?"
"Apa saja yang Anda inginkan, Tuan Puteri."
"Sayang sekali, Eva Romero lebih dulu mati. Padahal aku pikirkan konsep "Cinderella dan Tikus. Taruh Eva di atas tanganku dan take pose ala Cinderella di loteng ketika bicara pada tikus. Kamu punya bayangannya kan, Archilles Lucca?"
"Ya, sedikit."
Oh Ya Tuhan. Dia mencintai gadis ini.
"Baiklah, aku selesaikan make up. Tunggu aku di rumah kecil kita, Archilles."
"Jangan lupa kalungnya, Nona."
"Ya."
Pintu tertutup dan Arumi Chavez kembali ke kamarnya. Archilles sendiri pergi untuk bersiap-siap. Selesai mandi, ia dapati ponselnya berkedip. Ada pesan masuk.
💌 : Guru Lucca, Eva Romero menghilang
Manuel Cesar kirimkan pesan.
💌 : Sejak kapan?
💌 : Semalam. Pamannya bertanya keberadaan Eva padaku pagi ini.
💌 : Cari dia!
💌 : Aku sedang sakit. Tidak akan keluar dari kamar sampai dijenguk Nona Carmelita. Minta orang lain saja.
Dasar sinting. Nona Carmelita? Archilles ingin rasanya terbang ke tempat Cesar dan memukul kepala bocah itu dengan kapak besi.
💌 : Manuel Cesar, Eva temanmu! Dia mungkin dalam situasi rumit.
💌 : Tidak lebih rumit dari jatuh cinta pada gurumu dan dikeroyok oleh suruhan pacarnya.
💌 : Cesar, ini masalah serius
💌 : Anda akan minta Nona Carmelita datangi aku. Baru aku akan mencari Eva Romero.
Astaga. Bocah j4h4n4mm memang. Archilles Lucca mengumpat. Mondar-mandir gelisah. Feeling berbunyi, Tatiana ikut campur. Arumi Chavez cemburu buta dan diam seribu kata. Tatiana cemburu dan bertindak seribu cara.
Tuhan. Hentikan obsesi wanita ini padaku. Aku akan mengirimi Anda banyak kembang di akhir Minggu ini.
"My Love, akh sungguh keajaiban aku dihubungi. Senang mendengar suaramu. Merdu dan indah. Aku perlu mengintip langit. Apakah matahari terbit dari barat?"
"Di mana Eva Romero?" tanya Archilles tanpa basa-basi.
"Bukankah harusnya tanyai kabarku dahulu?"
"Aku yakin kabarmu sangat bagus. Tuhan, tolong panjangkan usia wanita ini, berikan ia kebijaksanaan dan kemurahan hati pada sesama."
"Kecuali yang menganggu kekasihku," sambung Tatiana.
"Berlimpah rejeki dan kasih setia pencipta-Nya. Dipertemukan dengan seseorang yang mencintainya."
"Aku akan mengganti tanggal ulang tahunku ke tanggal ini."
"Selamat ulang tahun, Tatiana Sangdeto. Di mana Eva Romero?" tanya Archilles mengelus dada.
"Padahal aku baru mulai bersenang-senang dengannya."
"Tatiana, please. Dia masih anak-anak."
"Usianya setahun lebih tua dari Arumi Chavez."
"Baiklah, baiklah. Katakan saja padaku di mana dia?"
"Di pohon oaks dekat taman nasional. Aku mengikatnya di sana. Santai saja, Eva tak akan mati kehausan karena aku membuatnya terus minum air."
"Tatiana, ini tidak lucu."
"My Baby, pentingnya menjaga jarak dengan gadis lain selain gadis kecilmu dan aku. Kalau kamu inginkan keselamatan. Beritahu mereka bahwa kamu dibentengi seorang iblis bersayap hitam pekat. Jangan lupa ya. Aku mencintaimu, My Big Baby."
Archilles Lucca punya masalah kompleks. Buru-buru mengirim pesan pada Carmelita.
💌 : Guru Carmel, Dokter yang menangani Manuel Cesar kabari aku. Manuel Cesar alami pembengkakan hati dan jantung. Sebelum dia bertambah sekarat, mati dan dikuburkan tolong pergilah menjenguknya.
Archilles Lucca menunggu balasan.
💌 : Oh ya Tuhan. Turut berduka cita. Aku akan menemuinya nanti.
💌 : NOW! Ini DARURAT!
💌 ; Anda buat aku panik
💌 : Bawakan Cesar bunga, jus sayuran hijau tinggi klorofil, jus oranye wortel tinggi karotenoid agar Manuel Cesar lebih warna-warni. Dia perlu minum sesuatu yang cerah dan enak sebelum jantungnya berhenti bekerja.
Screenshoot kirimkan riwayat percakapan pada Manuel Cesar.
💌 : Anda memang luar biasa. Menyumpahiku lekas mati?
💌 : Cara tercepat bikin Carmelita datang padamu
💌 : TRIms atas kerja sama, Guruku Tercinta. Tanpamu sia-sia saja usahaku.
💌 : Jangan coba merayunya
💌 : Aku tak janji
💌 : Berpura-puralah seperti mau mati atau kau dan aku tak akan selamat darinya!
💌 : Perlu selfie untukmu, Guru?
💌 : Tepati janjimu, Murid Bandel. Temukan Eva Romero. Dia ada di taman Nasional.
Masalah di atas masalah terutama Archilles akan hadapi Abercio sore ini. Percayakan Nyonya Salsa menaruh bidak dan ia hanya duduk penuh martabat seperti kata Nyonya Salsa Diomanta.
Apa jadinya nanti?
***
Note : Baca lagi The Poin To Be With You untuk lihat perjanjian antara Salsa dan Archilles ya teman-teman.