My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 27. Sobre El Pasado



"Kamu jelajahi ponselku tanpa ijin, Dandia? Itu sikap yang buruk. Aku tak pernah ajarkan-mu memeriksa ponsel orang lain bahkan tak boleh melihat." Ethan Sanchez melotot pada Dandia. Ingin mengetuk kening Dandia sekeras mungkin. Tak mungkin, adiknya sedang sakit.


"Kamu berikan ponselmu pada Gavbriel untuk membalas pesan group sekolah Gavriel. Aku tak sengaja melihatnya. Apa masih ada foto yang lainnya? Kamu harus segera musnahkan, Ethan Sanchez. Kamu bahayakan pacarmu!" Sorot mata Dandia penuh tatapan menuduh. Matanya berbicara seakan-akan Ethan Sanchez tak senonoh.


"Cuma ada satu, tidak ada yang lainnya dan itu privasi. Dasar bandel, tunggu sampai kamu sembuh."


Sementara dua kakak beradik komat-kamit saling mengancam, Arumi Chavez duduk agak jauh di sofa panjang dalam ruangan itu bersama Nyonya Andreia Sanchez dan Sarah Jessica di sofa lain.


Nyonya Andreia Sanchez berambut pirang dan berwajah imut, sangat cantik ketika kembangkan senyuman. Arumi Chavez paham kini asal muasal ketampanan Ethan Sanchez.


Kendati Nyonya Andreia Sanchez mengobrol terlihat santai, beberapa hal menarik disimak. Misal, Nyonya Andreia perhatikan sepenuh hati saat Sarah Jessica bicara, kadang tersenyum dan mengagumi pemikiran Sarah. Mungkin karena Sarah memang sangat cerdas dari bahasa yang ia pakai juga punya sikap sopan yang mau tak mau harus Arumi Chavez tiru.


Nyonya Andreia tanyakan kegiatan Sarah setelah ceritakan kronologi Dandia pingsan menurut wali kelas Dandia.


"Kamu sangat mandiri ya, persis Ethan."


"Aku tetap antarkan roti dan pesanan lain digaji perbulan oleh kedua orangtuaku," lanjut Sarah terkekeh kecil.


"Bagaimana dengan Anda, Nona Arumi?" tanya Nyonya Andreia menoleh pada Arumi Chavez. "Anda juga pasti sangat mandiri, tinggal terpisah dari orang tua, sendirian dan biarkan teman lelakimu menginap?"


Arumi Chavez terperanjat kaget. Ia tak bisa jelaskan kejadian di malam di mana Ethan Sanchez telah selamatkan hidupnya. Hanya bisa terdiam.


"Tidak seperti itu, Mom ...." Ethan Sanchez mengeluh temukan nada sumbang Ibunya. Namun, ceritakan kejadian sebenarnya lebih tidak mungkin.


"Nona Arumi Chavez seorang artis, Mom," sambar Dandia merasa bersalah. Pertanyaan Nyonya Andreia berhasil buat Nona Arumi Chavez gelisah. "Angel of city, sekarang Nona Arumi bermain di Bittersweet Married. Sayangnya aku tak boleh Nonton," tambah Dandia memuja Arumi Chavez sepenuh hati.


"Aku senang kamu cepat sembuh," cibir Ethan Sanchez. "Singkirkan celotehan bodohmu sebelum aku menggigitmu! Lihat, Ibu salah paham padaku dan Arumi!"


"Terima kasih, Ethan Sanchez, kamu bawa Nona Arumi kemari. Tolong beritahu Nona Arumi untuk datang makan malam di rumah kita rayakan kencan kalian." Dandia berseri-seri di atas wajah pucat pasi. "Aku akan minta foto dan tanda-tangan."


"Tanyakan saja pada Arumi!" suruh Ethan Sanchez meraba-raba kening adiknya. "Apa dia sudah bisa pulang?" Alihkan pembicaraan.


Arumi kedapatan tidak nyaman.


"Tidak, Ethan. Biarkan Dandia beristirahat sampai pulih betul."


"Baiklah, Mom. Arumi Chavez, bukankah kamu sangat sibuk? Mari pamitan dan aku antar."


"Ethan ..., secepat itu? Kami masih ingin bercakap-cakap. Bukankah begitu, Nona Arumi?"


Tersenyum kecil Arumi Chavez mengangguk, menghela napas berat dan hembuskan perlahan. Ia terlanjur merasa tidak nyaman.


"Apakah kamu akan biarkan Nona Arumi hanya duduk saja tanpa minum apapun? Ibu ingin mengajaknya pergi ke kafe hospital tetapi Nona Arumi mudah dikenali. Kami pasti tak bisa leluasa mengobrol dan bisa jadi akan timbul masalah."


Ethan Sanchez segera bangkit berdiri.


"Aku akan keluar sebentar membeli minuman, Mom."


"Sarah, temani Ethan!"


"Aku bisa sendiri! Sarah bisa bersamamu, Mom dan mengobrol bersama Arumi."


"Sarah selalu berhasil menangkan perhatianku saat ia bicara. Sedang aku telah menunggu hari ini datang, saat kamu perkenalkan pacarmu padaku, Ethan."


Nyonya Andreia tersenyum lebar yakinkan Ethan Sanchez untuk pergi.


"Baiklah," angguk Ethan.


"Kamu harus banyak istirahat, Dandia," ujar Sarah Jessica mengatur selimuti Dandia, lebih peduli pada Dandia yang sakit hingga Arumi minder. Padahal, Dandia tak begitu suka pada Sarah.


"Terima kasih, Sarah." Nyonya Andreia tersenyum memuji sikap Sarah.


"Kami akan segera kembali!" Sarah mendorong Ethan yang tidak ingin pergi. Pintu tertutup. Namun, terbuka lagi. Ethan melongok, amati Dandia yang mulai mengantuk lalu pada Ibunya.


"Mom, Anda akan menjaga pacarku sampai aku kembali kan?" tanya Ethan Sanchez bicara berbisik-bisik.


Nyonya Andreia tersenyum lebar. "Ya ya, Ethan. Kami hanya akan berbincang dari hati ke hati."


Pintu kembali tertutup pelan. Nyonya Andreia Sanchez menatap Arumi Chavez. Senyumnya perlahan memudar menjadi abu-abu hingga Arumi was-was.


"Kita pernah bertemu suatu waktu. Kamu mungkin tak ingat."


Arumi Chavez cukup kaget, mata beningnya menatap Nyonya Andreia coba menilik ke masa lalu, hari kemarin, dua bulan; kapan?!Menggeleng pasrah saat tak temukan apapun di otaknya.


"Maafkan aku, Nyonya, aku sungguh tak bisa mengingat Anda."


"Ya, Nona. Kami hanya orang-orang kasta bawah yang meskipun kami membayar pajak secara jujur dari pendapatan kami, tetap saja tak bisa kalahkan kalangan berduit sekalipun dihasilkan dari kejahatan dan pemerasan."


Arumi Chavez menahan napas, tangannya mengepal karena gugup. Apa itu? Sesuatu yang buruk berputar di masa lampau tanpa ia sadari?


"Kamu dan Ethan pernah bertemu, di hari Ayah Ethan meninggal."


"Nyonya?!"


"Aku mengingatmu dengan baik Nona Arumi Chavez Diomanta. Kamu dan Ibumu, Nyonya Salsabila Diomanta."


Arumi menjadi sangat penasaran.


"Suatu ketika, suamiku mengeluh kesulitan bernapas. Sesak napas lalu batuk-batuk. Suamiku memang sakit-sakitan. Aku menelpon dokter dan meminta datang ke rumah. Tetapi, dokter menawari kami slot kunjungan darurat ke rumah sakit. Katanya ia akan langsung konfirmasi pada resepsionis dan akan menunggu kami dalam 20 menit. Aku langsung antarkan ayah Ethan Sanchez ke sana. Kami tiba tepat waktu, tetapi seorang kakek tua kaya raya yang terkena serangan jantung tiba beberapa menit lebih lambat langsung peroleh semua perhatian dokter. Puterinya yang muda dan cantik berlari panik di sisi Pria tua itu dan beberapa asisten mengekor di belakangnya dengan seorang gadis kecil yang sangat cantik. Kami ditolak hari itu dan disuruh kembali lagi esok harinya meskipun aku ingin suamiku segera menerima perawatan. Mereka tak beri alasan, kami tahu, para profesional yang telah disumpah itu melanggarnya. Mereka hanya akan tangani Luke Diomanta. Nyonya Salsabila telah mengancam semua orang agar hanya urusi ayahnya."


"Nyonya ..., aku sungguh menyesal."


"Aku membawa suamiku ke rumah sakit lain tetapi ia meninggal di perjalanan. Tidak ada kesempatan dapatkan penanganan dan perawatan yang berpotensi selamatkan nyawa suamiku."


"Maafkan kami," ucap Arumi menunduk, berbela-sungkawa, tapi seakan tak berati apapun.


Arumi ingat kejadian Kakek tercinta meninggal. Rasa kehilangan bahkan masih terasa hingga saat ini. Kakeknya sangat baik padanya, penuh cinta kasih dan manjakan dirinya tetapi Arumi tahu lebih baik bahwa kakeknya miliki cela pada sesamanya. Walaupun demikian, Arumi tetap mencintai Luke Diomanta.


Hanya saja, tak pernah menyangka, keegoisan mereka berdampak pada orang lain terlebih ..., bagaimana bisa dunia sesempit ini?


Arumi tak bisa menolak stigma buruk Nyonya Andreia padanya dan Ibunya karena peristiwa yang bahkan dirinya sendiri tak sadari, peristiwa tanpa sengaja.


"Aku tak percaya hari ini akan datang, saat aku akan melihat pacar puteraku. Aku berpikir, gadis itu mesti Sarah karena Ethan dan Sarah selalu bersama. Mereka cukup dekat untuk buatku berpikir sesuatu terjadi di antara mereka. Namun, Ethan Sanchez sepertinya hanya jatuh cinta padamu, Nona Arumi. Ethan Sanchez mungkin tak ingat ia bertanya heran padaku, mengapa semua orang hanya peduli pada kakekmu, abaikan kami?"


Arumi Chavez tak sanggup menatap Nyonya Andreia kini. Ia hanya terpekur pada lantai rumah sakit.


"Ini terlalu awal untuk menilai. Aku tak bisa melarang Ethan, pada gejolak masa muda yang ia rasakan. Aku tak membencimu tetapi juga tak menyukaimu. Aku harus terang padamu. Sejak bersamamu sikap Ethan sedikit demi sedikit berubah. Ia menolak pergi ke Perth untuk pertukaran pelajar padahal Ethan telah berusaha wujudkan keinginan itu sejak lama. Apa yang aku dengar dari Dandia sangat lukai martabat-ku sebagai ibu yang hanya mendidik hal-hal baik pada Ethan. Menginap denganmu dan berbohong padaku bahwa ia berada di rumah Pak Jerry membantu memeriksa pekerjaan anak-anak tingkat satu? Aku tahu Ethan sembunyikan sesuatu, tetapi, tak menduga tentangmu. Kemarin sore aku pergi ke kafe bersama adik-adiknya dan Ethan tidak bekerja setelah menjawab panggilanku bahwa ia akan pergi bekerja. Semalam ia pulang, sangat muram dan kesal akan sesuatu. Hingga hari ini ..., ketabahan-ku habis. Aku dihubungi bahwa Ethan bolos dari kelas persiapan masuk universitas untuk alasan yang tidak masuk akal. Ethan, hilang kendali akan akal sehatnya sendiri."


Arumi Chavez tak bisa membela diri, lebih tepat ia tak tahu caranya. Ia tak pandai bicara termasuk menyusun alibi. Bersama Salsa Diomanta dan Aunty Sunny, ia selalu memekik, menjerit sesuka hati. Semua orang menaruh keinginannya di urutan teratas dan Arumi Chavez selalu benar. Di hadapan Nyonya Andreia, Arumi Chavez benarkan kata-kata Ethan Sanchez, hanya terlihat gadis payah, idiot dan bodoh.


"Aku besarkan puteraku seorang diri, menerima banyak hinaan dan berjuang yang terbaik baginya. Ethan adalah segalanya bagi kami. Aku mohon ..., jangan mengajaknya atau biarkan ia mengajarimu bertingkah bodoh dan konyol."


"Nyonya ..., Ethan Sanchez ..., tak seperti itu. Aku akan peringatkan Ethan."


"Terima kasih, Nona Arumi Chavez telah berkunjung dan membuat Dandia bahagia. Aku berharap rasa suka Ethan Sanchez padamu tidak kaburkan logikanya hingga membuat keputusan yang akan disesali di kemudian hari. Jika kamu sangat menyayangi Ethan, tolong lakukan yang terbaik untuk mendukungnya. Mohon untuk tidak sering menemui Ethan. Aku tak akan maafkanmu jika Ethan Sanchez gagal menata masa depannya, Nona Arumi."


"Nyonya ...."


"Belum terlambat untuk pergi sekarang! Aku akan beri alasan pada Ethan saat ia kembali. Bukankah kamu sangat sibuk?"


Arumi Chavez bangkit berdiri.


"Nyonya ..., Ethan Sanchez ..., lakukan banyak hal positif. Ethan adalah seseorang yang berjasa bagiku. Ethan mendorongku belajar agar aku lebih berprestasi di sekolah. Maafkan aku, jika karenaku, Ethan Sanchez membuat Anda kecewa. Aku pamit pergi, semoga Dandia segera sembuh, Nyonya."


Nyaris berpapasan dengan Ethan dan Sarah. Arumi berlindung dibalik X-banner yang terlihat berjejer di rumah sakit untuk seminar kesehatan. Sedikit menekuk.


"Aku pikir kamu pacaran dengan Arumi Chavez untuk eksperimen, Ethan Sanchez."


"Itu sangat kasar, Sarah!" tegur Ethan Sanchez. "Aku menyukainya dan jatuh cinta padanya. Dulu, aku berpikir hanya karena Arumi mirip kakaknya. Aku na'if. Aku berharap aku dan Arumi berakhir dengan takdir."


"Nyonya Andreia terlihat tak menyukai Arumi Chavez. Ibumu berkata padaku, Ibumu salah satu dari sekian orang tua murid yang mengirim petisi untuk keluarkan siswa-siswi yang menikah dan hamil selama menerima pendidikan."


"Kita hanya terlalu muda untuk pacaran."


Arumi Chavez menatap Ethan Sanchez saat pria itu menjauh. Apakah ia akan ada dalam takdir Ethan Sanchez? Bukanlah terlalu jauh pergi ke sana? Buru-buru masuk ke lift dan keluar di lantai dasar langsung ke depan menuju parkiran luar. Celingukan mencari Leona.


"Nona ..., aku di sini!" lambai Leona.


Arumi Chavez menyeberang, hampiri mobil dan segera masuk.


"Mari kita pergi, Leona."


"Baiklah! Tergesa-gesa?"


"Leona, please!"


Leona pergi ke belakang kemudi, mobil keluar dari parkiran. Arumi menoleh saat pintu lobi terbuka dan Ethan Sanchez di sana.


"Bisakah kita pergi lebih cepat, Leona?!" tanya Arumi pejamkan mata. Kepalanya sedikit pening. Mata elang Ethan Sanchez saat menatapnya tadi di ruang kepala sekolah berputar dalam benaknya.


Tanpa disadari sepasang mata lain berbentuk almond, indah dan terang dihiasi bulu mata lentik di bawah naungan alis rapi dan tegas, mengganggunya. Ia melihat pantulan dirinya di sana.


Mungkin benar kata Nyonya Andreia, cambukan sensasi yang berlebihan bisa hancurkan masa depan mereka karena kaburkan akal sehat.


Ponsel Leona berdering sadarkan dirinya. Lepaskan masker, kaca mata dan topi.


"Pacar Anda menelpon, Nona."


"Berikan padaku!"


"Arumi?! Mengapa pergi tanpa menungguku?! Apa sesuatu terjadi?! Beritahu aku ke mana kamu akan pergi?" Suara khas Ethan Sanchez.


"Em, Ethan ...," sahut Arumi bimbang. Mengapa mudah berdebar-debar pada Ethan Sanchez? Pada perhatian yang bisa buatnya mencair sempurna. Namun, mengapa ada noda? Sesuatu yang mengendap-endap di dasar sana, bersiap merampoknya suatu waktu?


"Arumi Chavez?!"


"Ethan, maafkan aku. Nyonya Brelda Laura Moon hubungi Leona untuk memilih wardrobe yang akan aku pakai syuting seminggu ke depan. Beliau mendadak dijadwalkan ke Paris besok pagi dan minta pertemuan kami dimajukan sore ini."


"Oh, baiklah. Aku berharap kamu tak kabur karena Ibuku pasti memberimu sedikit saran dan juga nasihat."


"Ibumu benar, Ethan Sanchez. Tolong jangan membuatnya bersedih. Kamu beruntung miliki Nyonya Andreia sebagai ibumu. Aku sangat senang mengobrol dengannya. Sampaikan salam dariku untuk Ibumu juga Dandia." Arumi Chavez berpura-pura ceria.


"Baiklah!" Terdengar tidak yakin tetapi tak ingin perpanjang. "Sampai jumpa, Arumi Chavez! Jangan lupa kerjakan tugasmu tadi dan tolong jangan keluyuran."


"Baiklah. Sampai jumpa, Ethan."


Panggilan berakhir.


"Anda baru saja berbohong, Nona?"


"Situasiku buruk," keluh Arumi.


"Em, apakah Nyonya Sanchez tidak menyukai Anda?"


Arumi Chavez bersandar, pandangannya melayang jauh.


"Betapa brutalnya keluargaku di masa lampau termasuk aku."


"Nona?!"


"Kakekku membangun kemewahan di atas kejahatan dan aku terlahir di sana. Kakekku sakiti banyak hati dan aku terlalu kebal untuk peka. Ibuku bahkan lakukan kekejian yang sama pada Ayah Ben. Aku tak heran kini, ayahku tak betah memilih pergi. Orang yang miliki naluri manusia akan melihat kami sebagai iblis."


"Nona ..., tak ada kehidupan yang benar-benar bersih."


Sebuah pesan berbunyi di ponsel. Warning.


"Kamu salah ..., ada kehidupan lain yang lebih sempurna. Mereka tak beruntung dengan materi tetapi beruntung miliki moral dan karakter yang bagus." Alasan Nyonya Andreia sukai Sarah. Arumi semakin galau saja.


"Nona ...."


Arumi Chavez membaca pesan yang ditujukan untuk Leona dari Elgio Durante. Menggeser layar dan membaca pesan-pesan lain dari Aruhi, termasuk pesan dari Ethan Sanchez setengah jam lalu. Permintaan mereka pada Leona, sama. Arumi memeriksa riwayat panggilan telpon.


Tuan Durante


Nyonya Durante


Nyonya Diomanta


Miss Sunny


"Kamu belum temukan dia?!" tanya Arumi kembalikan ponsel pada Leona, menguji kejujuran.


"Nona ...."


"Atau kamu tahu keberadaanya tapi tak ingin beritahu aku." Pernyataan sedih.


"Nona ...," desah Leona tak bisa membantah.


"Aku hanya minta kamu jadi temanku, Leona. Ternyata sangat susah ya."


"Nona, jangan tempatkan aku di posisi sulit."


"Baiklah! Turunkan aku di halte depan."


"Nona ...."


"Jangan cemas, Leona. Aku hanya akan pergi ke wahana dan nikmati permen kapas. Tinggalkan aku sendiri! Please!" Arumi Chavez pejamkan mata.


"Tolong jangan lakukan ini padaku."


Tak ada sahutan. Leona mencuri pandang pada pantulan Nona Arumi Chavez. Raut peri itu benar-benar merana oleh sesuatu yang tak teranalisa. Jauh lebih baik Nona Arumi berteriak dan mengumpat. Entah mengapa, Leona dijangkiti kesedihan, merasa bersalah karena tak bisa tepati janji jadi sahabat Nona Arumi.


"Baiklah, Nona!" Leona mengalah. Ia mungkin akan dipecat karena abaikan banyak perintah. "Aku akan bawa Anda pada Archilles Lucca."


***


Cover ini dirilis oleh desainer Noveltoon menjadi cover resmi My Guardian Angel. Teman-teman yang ngikut aku tahu ya bahwa dari dulu sejak HD, My Hottest Man, covernya selalu tak cocok untukku. Mari kita tabah.


Cover yang aku buat mungkin miliki hak cipta. Mari ucapkan terima kasih pada Noveltoon juga Mangatoon.


Kirim Vote ya! Kirim komentar tentang chapter ini.