My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 124. Sin Puerto



Dia ..., menunggui sisi ranjang. Menatap pada pria yang terbalut sempurna hampir seluruh tubuh. Dia telah melakukannya sepanjang hari yang tidak ingin ia sadari berapa lama berlalu. Ia hanya menunggui Archilles Lucca.


Dia tidak bisa menyentuh Archilles sebab Anna Marylin terus mengatakan bahwa Archilles rentan pada bakteri. Sekalipun Tatiana berendam dalam alkohol, ia tidak steril.


Tatiana tahu, itu cuma akal-akalan Anna saja. Anna Marylin menjaga Archilles Lucca untuk Arumi Chavez yang linglung di mansion Diomanta, berpusing-pusing mencari pacarnya yang tanpa kabar tetapi semua orang bungkam. Termasuk Anna. Arumi menelpon Anna dan mengadu, Anna punya jawaban untuk menenangkan gadis itu.


Tatiana mencintai Archilles Lucca tetapi ia cemburu karena Arumi Chavez punya firasat hebat yang diutarakan langsung dan ia dengar ketika bicara pada Anna Marylin. Arumi Chavez sangat peka pada Archilles Lucca.


"Terakhir kali kami akan berpisah, aku tiba-tiba takut dia menghilang. Pria itu mengatakan ia langsung pulang ke Càrvado. Aku tak percaya. Hatiku mengatakan ia sedang dalam masalah. Aku terus dihantui firasat buruk hingga aku terus ketakutan."


Arumi Chavez juga menanyakan kabarnya. Tahu bahwa ia sering bersama Archilles Lucca. Yang herankan Tatiana, Arumi Chavez kedengaran nasihati seseorang saat sedang bicara dengan Anna di ponsel.


"Tatiana, berhenti makan! Kau bisa kegemukan, ya Tuhan, kau bisa terkena serangan jantung. Aku mulai biasa tidur dengan dengkuranmu. Tolong, kasihani aku."


Who's the hell?


Apa ada seseorang bernama Tatiana di Mansion Diomanta? Yang disayangi Arumi Chavez, suka makan, suka mendengkur. Ewwww, gadis macam apa itu? Manajer Arumi Chavez?


"Itzik, berhenti berputar-putar! Please, kau buat aku kian pusing!"


Tatiana semakin mengerut. "Itzik?!"


Seseorang bernama Tatiana mungkin saja terjadi karena nama "Tatiana" sangat umum dipakai.


Tetapi, Itzik?


Kebetulan sekali? Ataukah nama Itzik mulai temukan peluang berkembang biak?


Anna tak mengatakan apapun. Susah juga punya kakak ipar model Anna. Terlalu banyak tanya ia malah dibentak. Walaupun demikian Anna tak sukai Hedgar ketika menonjok wajahnya. Itu pertama kali, Anna mendukungnya dengan peringati Hedgar keras. Ya, Hedgar yang ketakutan Anna pergi dengan bayinya berjanji tak akan menampar Tatiana lagi. Bahkan akan bersikap lebih lembut pada Tatiana. Mereka memulai kebiasaan hebat atas arahan Anna.


"Berpelukan tiap pagi dan saling menyapa. Puteraku tak akan mengikuti hal-hal brutal dari ayahnya atau adik perempuannya. Jika tidak setuju, aku akan pindah tinggal di klinik."


Hedgar sekarang trauma pada kata, "pergi". Ia seperti pria bodoh saat bicara lembut pada bayinya. Kebiasaan lain yang diterapkan Anna. Bahkan kau akan pamitan pada si bayi sebelum pergi sikat gigi. Tatiana lekas penasaran. Terlebih, sahabat Anna, Enriques Diomanta, juga diketahui akan punya bayi laki-laki dari Irishak Bella walaupun sekarang pria itu tidak dianggap dan merana.


Apakah kedua bayi akan lanjutkan perseteruan para pria ke generasi berikutnya? Bayangkan miniatur kedua pria bertemu ...,mengapa Tatiana sangat penasaran tentang masa depan?


Beri aku usia panjang, aku akan melihat keajaiban.


Atau.


Putera Hellton dan Putera Hedgar bisa jadi sahabat baik. Ingat, bahwa keduanya bermusuhan tetapi ada Anna Marylin pemersatu semua pihak dan satu-satunya yang tak akan biarkan permusuhan terjadi. Anna dan Hellton lampui ikatan persahabatan tak akan bisa dimengerti orang-orang macam dirinya dan Hedgar.


Sebelum mengekor Archilles Lucca, kerjaannya mengikuti Hellton Pascalito atas perintah Egiana yang tak pernah ijinkan ia tinggalkan laptop, kaca mata cupu juga selendang bulu yang menjijikan. Tatiana memuja Egiana meskipun kakaknya selalu merendahkannya.


Tatiana akhirnya tahu semua kebiasaan Hellton dan apa yang dilakukannya karena Egiana menggilai Mr.H. Gara-gara Tatiana mengikuti Hellton suatu malam ke sarangnya di Distrik Kota Mati, Egiana terbunuh.


Dan Tatiana bereskan akar permasalahannya. Singkirkan Freya Simone keluar lingkaran, tanpa satu orang pun sadari termasuk Hellton Pascalito. Ia lakukan demi Irishak Bella.


Oh, apa ia gila?


Irishak membunuh Egiana.


Tidak!


Egiana tak bisa miliki Hellton Pascalito. Lebih baik, pria itu pergi pada Irishak Bella daripada Freya Simone. Tatiana permudah urusan . Dia merasa hebat karena membantu orang lain membuat keputusan. Terlebih dia ternyata berbeda dengan para saudaranya. Dia lekas bangga.


"Kau tak menjagaku seperti itu kemarin?" Itzik Damian kagetkan Tatiana. Itzik hanya tak mengerti mengapa dia ikutan menjaga Lucca padahal dia tak idolakan Archilles Lucca sama sekali.


Mending menjaga Arumi Chavez. Apa dia mengirim lamaran saja ya pada Arumi Chavez?


"Tak ada yang menyuruhmu kesemutan di sini. Kau bisa pergi!" Tatiana berdehem sedikit. "Sebelum kau pergi. Aku akan bertanya. Apa kau pernah pergi ke Mansion Diomanta dan bertemu Arumi Chavez?"


"Itu khayalanku. Suatu waktu aku akan jadi seseorang yang akan dia lihat, pagi, siang, sore dan malam di sana."


"Jadi, kau belum pernah ke sana?"


"Aku baru bisa berjalan dua Minggu lalu," balas Itzik Damian keluarkan ponsel. Open game. "Orang bisa gila karena cinta. Bukan berarti Archilles yang terluka dan kau yang kena amnesia. Kita bersama dan baru berpisah untuk pamer kemampuan barumu pada priamu "


"Kau bisa mengendap-endap pergi untuk melihatnya tanpa sepengetahuanku?"


"Pergi ke Mansion Diomanta?" Itzik heran pada wanita di sebelahnya seakan Tatiana kena serangan gegar otak melihat yang kau cintai sekarat. "Menurut Reinha Durante ada Nenek Sihir hidup di sana," tambah Itzik Damian. Entah, siapa yang di maksud Itzik.


Lalu, siapa yang Arumi Chavez panggil Itzik dan Tatiana?


"Mau dengar ide brilianku?" tanya Itzik Damian tak berhenti main game. Suara-suara keluar perlahan dari sana.


"Hentikan keributan ponselmu! Dia bisa terbangun!" tegur Tatiana menghela napas seberat memanggul satu tronton berisi besi baja.


"Bukankah itu yang kau tunggu dari kemarin? Dia bangun?" Itzik mengambil pedang dan kapak. "Kau tahu, Arumi Chavez bisa bangunkan pria itu!"


Tatiana merengus.


"Kau membawa Archilles saat terkena peluru Hedgar. Pria itu kritis. Arumi Chavez mencuri benda suci dari gereja dan mengelilinginya di sini. Pria itu bangun."


Tatiana sangsi.


"Aku tahu karena dia berlutut sewaktu aku hendak membunuh Lucca. Disangkanya aku malaikat. Lupakan! Di mana kita tadi?" tanya Itzik Damian cepat pikun. "Oh, kau mau tidak?"


"Kau punya banyak ide hebat sampai-sampai menukar nyawamu dengan admin fanpage Arumi Chavez. Itu ide paling dungu yang pernah ada."


"Ya, sudah!"


"Dan kau anggap hebat? Katakan!"


"Apa ..., kau pernah dengar kisah fans menikahi idolanya?" tanya Itzik Damian.


"Ya," angguk Tatiana lemah. Tak alihkan pandangan satu inci dari tubuh Archilles Lucca. Ia membaca mantra bangunkan pria itu tetapi Archilles hanya terus terlelap. "Hedgar fans Anna Marylin dan berhasil menikahinya."


"Anna bukan artis, astaga."


"Anna Marylin artis idola di Black Hole. Dia lebih terkenal ketimbang Ann Ferguson dari Black Eyes Pead." Tatiana berpaling pada Itzik seakan baru ingat sesuatu. "Apa gagasanmu tadi?"


Anna Marylin masuk dan memeriksa Archilles Lucca. Sangat lembut bicara pada pria yang tidak sadarkan diri. Sisi lain Anna yang hanya ditunjukan pada Archilles Lucca.


"Culik Archilles Lucca dan bawa dia menghilang. Kau sangat mahir. Sembunyikan dia di salah satu pegunungan tertinggi di dunia," usul Itzik Damian. Jempol bergerak makin lincah di atas screen. "Arumi Chavez biar jadi urusanku. Aku punya rencana hebat untuk kami di masa depan."


Itzik Damian rencanakan kejahatan di depan orangnya langsung. Semoga Archilles Lucca memang sedang melayang di suatu tempat. Atau, bisa putus leher Itzik.


"Hebatkan? Setuju tidak?" Itzik Damian diserang. Pria itu separuh mengumpat. Hebat, bisa konsentrasi main game sambil mengkhayal.


"Sebelum rencanamu terealisasi, Anna Marylin telah racuni kita dengan bubuk Arsenik."


"Ya, kau benar sekali," sambar Anna Marylin yang amati dua orang di sudut ruangan dengan gagasan hebat mereka. "Sekalipun demikian, aku tak punya orang lain untuk diandalkan. Jadi, Itzik Damian, pergi ke Mansion Diomanta. Jaga gadis kami sementara waktu."


"Apa?!" Ponsel Itzik Damian meluncur jatuh. Abaikan game dan ia mungkin game ver. Tatiana sigap menangkap.


"Terima kasih!"


Tatiana masukan ponsel ke tempat sampah di antara kapas.


"Hei???!!!"


"Aku menangkap ponselmu agar tidak mengganggu tidurnya," angguk Tatiana pada Archilles. "Anna, kapan dia bangun?"


Itzik Damian bergegas memungut ponsel agak jijik lalu semprotkan dengan cairan antiseptik.


"Aku pergi! Semoga sukses, Tatia."


Pria putih seperti arca di gerbang kota itu mendadak hentikan langkah kembali pergi ke sisi Tatiana. Segerombolan pria datang.


Hellton Pascalito, Axel Anthony, Raymundo Alvaro. Lucky Luciano dan Francis Blanco. Raut mereka seakan hasil kloning. Kejam. Mereka seperti akan hancurkan sebuah gedung.


Masih kurang ternyata sebab Elgio Durante paling belakang bersama Carlos Adelberth. Sekalipun yang ini lebih ke prihatin dan bersedih.


"Tak bisa semua orang masuk, Tuan-tuan! Tolong patuh aturan!"


Hellton Pascalito lalu menggeram.


"No!" tegur Anna Marylin seolah tahu, apa selanjutnya yang akan terjadi. "Tak ada yang boleh ambil tindakan apapun sejak hari ini. Atau, aku akan biarkan kalian mati satu persatu."


"Kita bicara di ruangan sebelah," kata Axel Anthony seakan klinik ini milik mereka.


"No! Pergilah ke tempat lain! Papan nama gadismu telah berakhir di lemari tua, Axel Anthony," balas Anna Marylin.


"Anna, mari kita bicara. Semua orang. Ini penting."


Hellton Pascalito berkata pada temannya lalu menoleh pada Tatiana yang duduk di brankar mirip tunawisma menunggu belas kasihan.


"Tatiana ..., pulanglah! Kami akan bergiliran menjaga Archilles Lucca." Hellton Pascalito memerintah pelan. "Terima kasih telah menyelamatkan nyawanya."


Tatiana tak menyahut.


"Itzik, tolong antarkan Nona Tatiana pulang."


"Dia menginap di sini, H."


"Di sini?"


"Tidak. Di ruang jenazah. Dia mengubah peti mati menjadi ranjang."


Hellton Pascalito menggaruk sisi pelipis. Itzik Damian tidak terlihat bercanda. Juga kamu tak akan gunakan logikamu untuk seseorang macam Tatiana Sangdeto.


"Aku akan mengantarkanmu pulang."


"Tidak perlu, Enrique. Archilles mungkin berpikir aku bingung antara dirimu dan dirinya. Aku bisa mengurus diriku sendiri."


"Tidak ada kebingungan di antara anggota keluarga." Hellton Pascalito berkata lagi.


"Terima kasih. Aku menungguinya membuka mata, Enrique."


"Kami akan menghubungimu saat itu terjadi. Kamu akan jadi yang pertama kali dapatkan kabar."


"Baiklah. Bukankah kalian akan rapat. Aku tetap di sini. Hanya saja, konfrontasi wajah dan wajah dan balaskan pada anggota keluarganya yang lain, tidak akan berguna. Abercio bekerja sendirian tanpa dukungan Perdana Menteri dan kedua kakaknya. Kirimkan saja simpati pada keluarga Perdana Menteri. Jangan mencoba apapun."


Atau Aloizio akan berpikir dirinya melanggar aturan pria itu. Ia sedang tak ingin bertarung.


"Kami akan pertimbangkan pendapatmu."


"Enrique, ini bukan untuk dipertimbangkan. Aku juga tidak gunakan kata 'mungkin'."


"Baiklah. Terima kasih untuk bantuan besarnya. Kami di sebelah jika kamu ingin bergabung."


"Ya," angguk Tatiana memangku dagunya di atas lutut.


"Itzik? Apa kakimu telah sehat?" tanya Hellton pada pria di sebelah Tatiana.


"Ya. Tulang Albino-ku tak sekuat tulang manusia biasa pada umumnya." Dia akan segera mati oleh kerapuhan tulang menurut dokter yang merawatnya. Dokter bukan yang ciptakan dirinya. "Aku baik-baik saja."


"Pergilah ke Mansion Diomanta pekan depan setelah Arumi Chavez selesai terapi. Tugasmu menjaganya sementara waktu sampai Archilles sembuh." Hellton Pascalito menambahkan. "Tidak bicarakan apapun pada Arumi Chavez tentang Archilles Lucca."


"Baiklah." Itzik Damian bingung siapa pemimpinnya sekarang? Yang ini lebih bagus dan sedikit berjiwa dibanding terdahulu. Suka memukulinya hingga berdarah dan baru berhenti sebelum ia tewas.


Ini lebih bagus. Ia dianggap kelompok mereka dan mengandalkan dirinya. Ia akan abaikan Hedgar. Terlebih ini tentang Arumi Chavez. Berada didekat gadis itu. Bodoh amat dengan Hedgar. Anna juga berpihak padanya. Ia akan pikirkan cara hindari b0k0n9 panci. Arumi Chavez kadang-kadang pintar.


Hellton keluar diikuti yang lain. Mereka berpapasan dengan Hedgar yang pegangi dua kantong makanan untuk Anna Marylin dan adiknya. Semua orang berhenti. Dendammu tidak berakhir mulus, tetapi ada para wanita yang sedang mengandung di hampir setiap pria. Dan apakah mereka akan ribut tentang masa lampau.


"Tidak hari ini!" tegur Hellton saat Hedgar hendak buka mulutnya.


Semua orang diam. Hedgar menoleh ke dalam. Istrinya, adiknya mengurusi Archilles Lucca 24 jam non stop. Dan akhirnya dia ikutan karena harus merawat bayi dan ibunya. Menjengkelkan.


"Adikku hampir mati selamatkan temanmu."


"Maaf, jika itu membuatmu kesal. Tetapi, adikmu telah lama menjadi bagian dari 'kami'," balas Axel Anthony sedikit sarkas. Tatapannya menerkam.


Hedgar naikan satu alis.


"Anna bagian dariku sekarang."


"Selamat. Untukmu dan Anna. Semoga bayinya sehat," jawab Hellton. "Kami punya urusan lebih mendesak."


"Anna harus makan."


Hellton melirik kantung plastik putih. "Anna alergi kacang-kacangan. Dia akan bersin-bersin, mual, muntah dan bahkan diare setelahnya."


"Aku tahu. Ini milik adikku. Dia pemakan segala."


"Baiklah. Kami pergi."


Gerombolan itu pergi. Hedgar m3nd3s4h tak percaya saat Itzik Damian ada dalam kelompok, melangkah di depannya seakan salah satu dari mereka dan hanya berjalan lurus tanpa menoleh. Menatap saja tidak apalagi menegur.


"Apa manusia ini lupa siapa temannya? Berani sekali dia!" Hedgar lekas kumat emosinya beruntung Anna Marylin berdiri di depan pintu.


"Mari kita makan." Anna Marylin mengambil belanjaan dari tangannya.


"Kamu tak ikut teman-temanmu?"


"Aku akan bergabung dengan teman-temanku setelah makan dengan suamiku. Honey, ayahmu bawakanmu makanan."


Hedgar mengekor di belakang Anna macam kena hipnotis. Ia kesulitan berjalan lantaran tulang kakinya seolah mencair. Namun, bersikap macam seorang pecinta k3c44ndu4n menggelikan. Walaupun tak ada yang perhatikanmu. Seakan lupa sesuatu ia mundur ke ruang rawat. Melongok pada gadis yang semrawut.


"Aku akan makamkan tubuh kurus-mu di hari pernikahan Brengsek ini dengan Arumi Chavez, Tatiana."


Tak ada respon.


"Jika kau tak lekas datang, aku akan lemparkan pria ini keluar klinik."


Tatiana merengut. Memangnya Hedgar berani? Namun, tetap saja turun dari ranjang dan keluar dari ruangan setelah menutup pintu.


"Mengapa kau bisa tahu rencanaku?"


"Aku Ayahmu, Kakakmu, Gurumu. Aku tahu semua elemen dalam otakmu. Apa dia menyakitimu? Kejar dia dan kau akan dapatkan kehidupan yang layak. Dia adalah pria yang pantas diperjuangkan."


"Kau sengaja?"


"Ya. Mungkin saja kau akan menyukainya. Dia berbeda dengan Abercio walaupun juga miliki sisi lebih gelap yang susah untuk digali. Terlihat mengerikan, percayalah dia ajaib. Dia akan jadi tipe idealmu? Pria di dalam milik orang lain dan berhenti kacaukan hidupmu. Aloizio sedang dirikan Jacquemus Impact Fund dan berambisi besar mengumpulkan 2 Triliun diperuntukan bagi orang-orang yang menderita kesehatan mental. Abercio kebalikannya. Berniat dapatkan uang kakaknya untuk membangun sekte sesat. Ia berencana curangi dan singkirkan Aloizio."


Itulah mengapa Aloizio menetap di Amerika untuk waktu yang lama?


"Bukankah kamu dan Abercio berteman baik?"


"Aku akan memilih Anna dan Puteraku bukan Abercio." Mereka sampai di bagian belakang. Anna siapkan makanan dan mengatur meja.


"Maaf, malam ini kita makan di sini. Kita akan menemani Uncle Archilles sementara waktu. Panggil ayahmu dan aunty-mu."


Hedgar dan Tatiana saling melihat. Merasa ganjil tetapi harus mulai terbiasa.


"Mencintai seseorang bagus tetapi kamu butuh balasan. Lupakan Archilles Lucca! Temukan seseorang seperti aku menemukan Anna, Tatia. Kamu akan tahu letak perbedaan antara mencintai, dicintai seseorang dan saling mencintai."


Tatiana pandangi kakaknya yang mendadak sangat bijaksana seperti pria normal. Atau Hedgar memang sudah sembuh karena Anna Marylin menuntun kakaknya. Tatiana renungkan perkataan Hedgar secara mendalam. Amati kakaknya yang kaku harus pamit makan pada bayi mereka.


"Aunty Tatia ..., apakah kamu akan kenyang hanya dengan melamun?"


***


Part tentang Tatiana mungkin akan muncul di part gabungan. Tidak se-fokus chapter ini kecuali nanti di Bon Chap.


Ucapkan terima kasih pada Tatiana, Si Peri Penjaga.


Aku pikir, tombol "Minta Update" yang Anda pencet di akhir cerita membantu Admin lebih cepat review chapter dan loloskan. Mungkin ya.