
Anna Marylin masuk ke dalam mobil di bawah sorot asing pria berwarna putih sepucat tembok rumah sakit. Hedgar tak terlihat seperti kata Carlos Adelberth atau Anna yakin Hedgar yang awalnya ada di depan klinik, kini sedang ikuti Carlos Adelberth karena curiga sesuatu.
"Beritahu Hedgar aku bersamamu," ujar Anna Marylin pada si pria yang sibuk dengan gadget di tangannya. Tak begitu menggubris, sesuatu dibalik screen lebih menarik perhatiannya.
"Halo, Pangeran Kabut Putih, aku bicara denganmu."
Si pria berdecak tanpa alihkan pandangannya. Dia bermain game, pedang keluarkan cahaya. Pria itu sangat menikmati.
Yang benar saja? Anna Marylin pikir mereka hanya urus lakukan kejahatan di dunia nyata.
"Namaku Itzik Damian, Anna. Aku bukan pangeran kabut putih."
"Well, apakah dalam dunia game kamu juga jadi penjahat?" Merasa konyol sendiri setelahnya.
"Hedgar menunggumu di Old Harbour Pub, Anna. Aku sedang fokus bangun pertahanan negaraku, maaf kalau aku tak sopan," sahut Itzik bersihkan gadget gunakan sapu tangan yang juga putih sangat hati-hati sebelum kembali bermain. Luar biasa sebab Itzik bicara sangat halus dan lembut, penuh tata Krama.
"Aku tak akan menari stript***s untuknya di sana jika itu keinginannya. Katakan pada Hegdar, kita bisa pergi ke tempat lain."
Itzik Damian mengangkat bahu. Tangannya sangat lincah mengetuk ayunkan pedang.
"Sampaikan sendiri padanya, Anna. Kamu tahu bahwa Hedgar inginkanmu lebih. Tak bisa menebak apa maunya?"
Mobil melintasi kota pergi ke sebuah pub, old harbour Pub, tempat hiburan malam yang cukup terkenal ramai oleh aktifitas malam dan kehidupan yang menggila. Ini hampir dini hari tetapi dunia malam tidur lebih lambat, menggeliat lebih brutal bersama embun.
Old Harbour, lima lantai yang busananya sama ramai dengan prajurit penikmat kesenangan duniawi yang berkunjung. Berbagai jenis tempat hangout dan portal-portal yang bisa Anna lihat dengan mata tela**** sedang bergelut seperti ular sedang kaw**n.
Chinese restoran di lantai satu, pub dan cafe di lantai dua, diskotik dan message spa di lantai tiga, tempat karaoke di lantai 4 dilengkapi aquarium berisi ikan cantik tanpa sisik yang meliuk dalam aquarium pamerkan tubuh-tubuh molek, shinny dan ero**s. Tanpa penutup dada, hanya secuil kain beberapa inci tutupi aurat.
Lantai paling atas, disebut Red Floor. Pelayan bar yang rata-rata sangat se**si dengan lekuk tubuh tegas, pay**d**ra berisi dan bok**ng menyembul yang bisa diduduki, rata-rata tidak cukup puas menerima upah 250 dollar. Jadi, sebagian melac**rkan diri di lantai lima dengan para pria hidung belang. Bahkan neraka ini adalah surga bagi para bis***al.
Dunia penuh penyimpangan, benar-benar berisi kekotoran dan kejahatan.
Manajemen rapi tempatkan seorang bandar di lantai tiga, dari sanalah pil-pil haram dikendalikan, dapat dipesan pengunjung dengan berbagai nama samaran, melon, semangka, apple, blackforest, tiramisu dan lain sebagainya.
Anna Marylin digiring menuju tempat Hedgar berada. Anna terbiasa melihat anomali termasuk ketika sepasang kekasih, pria dan pria, satukan bibir mereka di ujung koridor sambil bergoyang. Jika bukan karena nyawa teman-temannya, Anna Marylin tak akan datang ke klub jahan**m ini. Ada klub lain yang lebih bermoral.
Lantai paling atas, pintu lift terbuka.
"Nah, Anna. Ikut dengan salah satu di antara mereka. Aku malas berpesta dan aku perlu kalahkan seseorang dalam sebuah turnamen."
Itzik Damian pergi sedang Anna dibawa oleh dua pria menuju sebuah ruangan. Pintu diketuk dan terbuka.
"Di sini tak boleh ada senjata."
"Aku tak bawa senjata!" balas Anna Marylin sebab senjatanya disita Itzik Damian.
Salah seorang di antara mereka mengangguk pada teman lainnya. "Periksa!" Begitu kira-kira.
Anna Marylin tandai dua wajah pria, merekam dalam ingatan. Suatu waktu saat mereka sekarat dan ia kebetulan dipanggil, ia akan biarkan mereka mati sengsara.
Si pria meraba-raba tubuh Anna Marylin mencari senjata. Anna Marylin sangat cepat ayunkan kedua tangannya menyilang membekuk leher si pria hingga rubuh ke lantai. Tindakannya memicu kemarahan pria lain.
Baru saja hendak layangkan tinju pada Anna Marylin ketika sebuah suara berat menegur dari dalam setelah pintu lain terbuka.
"Don?! Apa yang kamu lakukan?!"
Anna Marylin menatap lurus ke depan, temukan Hedgar mengunyah gigi sedang beberapa pria di belakang membungkuk panik.
"Kami akan memeriksa senjata pada wanita ini, Bos, tetapi kami diserang," jawab pria penjaga bernama Don.
Hedgar berbalik pada algojo di belakangnya.
"Apa ..., tak ada yang beritahu para pecundang ini bahwa tak 'Bo-leh me-nyen-tuh Anna'?!"
Anna Marylin menatap Hedgar Sangdeto menduga-duga jalan pikiran pria sesat di depan sana.
The News Cities headline laporkan bahwa distrik-distrik kota telah lama dikuasai oleh pembunuh, pemalsu, dan pencuri. Bahkan beberapa bulan lalu, genosida mafia tak akhiri dunia gelap. Malah .. , telah membentuk semacam kemitraan bersama umum atau perusahaan saham untuk penjarahan, pros*****, perdagangan manusia dan bibit-bibit kegelapan lainnya. Hedgar adalah salah satu sosok tempati dewan direksi. Di atas singgasana pria ini bentangkan kekuasaan.
Apa pria gila ini baru saja mainkan trik agar Anna tersentuh? Anna adalah dokter meskipun bukan dokter jiwa. Anna melihat banyak kebejatan demi kebejatan selama tangani para begundal.
Tanpa diduga-duga, Hedgar menarik senjata dan menembak tepat di kening Don hingga pria itu terpaku sesaat sebelum bertekuk lutut di sisi Anna Marylin yang cukup terkejut. Don terjatuh dengan mata terbeliak.
"Bye ...," lambai Hedgar pelan amati hasil tembakannya. "Beruntung kamu mati mudah, Don."
Dan Begundal satu ini, Hedgar Sangdeto, berada di puncak tertinggi rantai pembantaian.
Anna Marylin menatap nanar pria di depannya. Pria cacat dan psikopat, bengis juga kejam, tak tertolong jiwa brutal dalam diri Hedgar seakan ia dilahirkan langsung oleh setan.
"Anna ...."
Namanya dilafalkan penuh penghayatan, Anna Marylin menghela napas panjang sementara para pengikut Hedgar membungkuk dalam. Lalu, beberapa orang sigap singkirkan mayat Don.
"Hedgar?! Apa kamu belum bertemu psikolog dan psikiater yang tepat untukmu?" tanya Anna berbagi keprihatinan, sekedar basa-basi.
"Kamu di sini ..., aku tak butuh yang lain. Jiwaku meronta-ronta Anna, kamu adalah gembala yang baik. Bawa aku pergi ke padang yang tenang," jawab Hedgar lembut mengutip sebuah syair.
"Aku bukan gembala yang baik dan kamu tak terselamatkan, Hedgar."
"Kita belum mencoba, Anna. Dekati aku, raih tanganku dan cuci jiwaku, bersikap adil padaku."
"Aku tak ingin ciptakan generasi psikopat denganmu."
"No no no my Anna. Saat ini tidak, tetapi aku percaya di waktu tepat kamu akan jadi milikku. Mungkin saja beberapa jam ke depan."
"Teruslah bermimpi, Hedgar," balas Anna Marylin. "Aku datang untuk bicara denganmu."
"Oh ya ya ya, Sayang. Biacaralah! Aku mendengarkanmu!" Hegdar menaruh atensi pada Anna, tangannya di satukan depan paha sedikit membungkuk seakan hendak mendengar titah suci. Menyadari sesuatu, Hedgar berbalik pada anak buahnya.
"Bukankah terlalu banyak orang dalam ruangan ini? Anna bisa sesak napas."
"Baik, Bos!" Sangat peka, mereka lekas angkat kaki, menghilang dengan cepat tinggalkan Anna dan Hedgar berdua.
"Mau bicara di dalam?" tanya Hedgar.
"Jauhi teman-temanku, Hedgar!" sahut Anna Marylin tak ingin basa-basi lebih lama.
Hening, hanya bunyi dentuman dari lantai bawah mengisi jeda. Anna bisa saja membunuh Hedgar sekarang. Coba awasi ruangan temukan dua sudut ber-kamera pengawas. Ia punya suntikan berisi racun mematikan di dalamnya. Namun, ia tak akan keluar hidup-hidup dari tempat ini.
Bibir Hedgar sedikit maju, ia menggaruk kening datangi Anna Marylin.
"Permintaanmu sangat sulit, Anna. Apakah Iblis (H) masih hidup?" tanya Hedgar ingin tahu.
Anna Marylin tak menyahut. Hedgar tampak sangat emosional.
"Aku menyelamatkannya. Sekalipun kamu putuskan nadinya, aku akan menyambungnya kembali, Hedgar."
"I see, I see. Seorang Iblis sesungguhnya fana sama seperti manusia, tidak punya banyak nyawa. Ia hanya dilindungi oleh seorang malaikat kehidupan ..., alasan ia tak mudah mati."
"Akhiri perseteruan ini!"
"Sungguh sulit. Terlebih soal Hellton Pascalito. Tiap menyebut namanya darahku mendidih. Kamu tahu mengapa?!"
"Ya, tak perlu mengulang kisah! Semua orang tahu, kamu memburu Hellton karena kematian Egiana oleh Irish Bella. Lucunya lagi, Tatiana mengkhianatimu. Hellton telah berserah padamu gantikan Irish."
"Jika saja cuma itu!"
"Baiklah! Beritahu aku!" Anna Marylin putuskan Hedgar menderita gangguan mental. Penyebabnya kemungkinan banyak. Pikiran Hedgar tak biasa dan pria ini mudah bereaksi pada sesuatu yang tidak disukainya.
Anna siap mendengarkan walaupun Hedgar tak bisa dipercaya, beberapa psikopat butuh teman bicara.
"Suatu waktu, aku dipaksa masuk ke dalam limusin oleh beberapa pria tak dikenal. Mereka menodong senjata dan menyandera aku. Di balik dinding-dinding gelap, aku disiksa. Dipukuli dan ditikam tanpa henti selama 7 jam. Digantung sepanjang hari hingga tanganku hampir lepas. Aku selamat dari rencana pembunuhan itu. Tetapi, bekas luka ini ..., tidak." Meraih tangan Anna Marylin pergi ke parut wajahnya. "Aku ditandai selamanya oleh ini. Mataku murung sejak saat itu."
"Lalu ..., apa hubungannya dengan H?"
"Anna ..., temanmu mengutus orang untuk menyiksa aku."
Anna Marylin tertawa kecil, tadinya berusaha tidak menghakimi. Mengapa itu menjadiasalah besar? Bukankah pria ini sering menyiksa orang lain?
"Leluconmu luar biasa, Hedgar. Aku mengenal Hellton Pascalito sebaik aku mengenal diriku sendiri. Hellton, pria sejati. Tak mengirim orang lain untuk habisi musuhnya meskipun terdesak."
"Anna ..., Iblis itu takut berhadapan denganku, alasan ia mengirim serangan lewat beberapa orang asing."
Bualan yang bagus.
"H hanya sedang sekarat. Aku pastikan bukan, H. Lagipula, kamu punya banyak musuh di segala lini."
Anna Marylin dengar kabar bahwa Freya Simone-lah yang membuat jebakan untuk Hedgar. Freya menyewa beberapa orang gunakan taktik untuk menculik, menyekap Hedgar dan menyiksa pria itu di sebuah gudang ketika tahu Hellton kritis. Freya Simone dan kedua puterinya kemudian menghilang bak ditelan bumi.
"Jangan membelanya, Anna. Itu tak adil bagiku."
"Oh ayolah! Hellton Pascalito jauh lebih jantan dari beberapa pria yang aku kenal."
"Aku cemburu, Anna. Kamu sangat dekat dengannya." Hedgar meraih tangan Anna mengecup pelan.
"Aku bosan dengan permusuhan di antara kalian meskipun untungkan aku secara materi."
"Aku akan jauhi teman-temanmu, Anna Marylin. Kamu tahu bahwa semuanya butuh imbalan."
"Aku mendengarkan."
"100 hari bersamaku, Anna."
"100 hari berlebihan. Satu hari!"
"150 hari!"
Anna menggeleng. "Aku sangat sibuk. 10 jam bersamamu adalah imbalan pantas."
Anna berangan-angan, ada banyak rencana untuk Hedgar. Mungkin ..., yang paling dominan adalah membunuh Hedgar. Pertama, ia akan buat Hedgar mabuk kepayang padanya dan habisi pria ini perlahan gunakan racun sianida seperti yang dilakukan Naz**. Cara paling mengerikan untuk mati. Pria ini akan tersedak dan batuk selama menit-menit menyakitkan sebelum menggelepar dan kehilangan nyawa.
"200 hari Anna ...."
"Aku pergi."
"365 hari."
"Silahkan berburu dan coba saja temukan Hellton Pascalito juga Archilles Lucca. Aku tak takut bertarung denganmu, Hedgar."
Anna berbalik hendak pergi. Biarkan saja permusuhan ini terjadi. Hellton akan baik-baik saja, Anna Marylin cukup kuat lindungi Hellton. Archilles Lucca di bawah pengawasan Carlos Adelberth sedangkan jiwa pemberani Axel Anthony akan menjaga dirinya sendiri. Hedgar tak akan macam-macam.
"Aku tahu di mana Irishak Bella dan Pequeena Mendeleya bersembunyi."
Langkah Anna tertahan.
"Dua wanita dan dua bayi, kedengaran bagus. Aku akan memancing penuh kesabaran. Pascalito dan Axel Anthony akan berduka sepanjang sisa hidup mereka pada akhirnya. Aku akan menggantung kepala Irish Bella di puncak kastil dan biarkan Pascalito gila perlahan. Aku akan biarkan Queena yang manis melihat proses penyiksaan pada Viktor dan Brigitta yang dilakukan HD. Kurasa, itu akan membunuhnya perlahan-lahan."
Anna Marylin tidak ingin terpancing, tetapi Hedgar tak pernah main-main di setiap ancaman.
"Raymundo Alvaro sendiri ..., aku akan sedikit bersenang-senang seperti yang kulakukan pada Hellton."
Anna Marylin tak bisa biarkan Axel Anthony atau Raymundo Alvaro terluka. Hellton Pascalito tak akan bangun dalam satu dua bulan. Luka pria itu sangat serius. Kini, Archilles Lucca.
Oh sial, mengapa pria-pria dewasa itu menyusahkan dirinya?!
365 hari bersama orang sinting ini?
"Apa maumu dalam 365 hari?" tanya Anna Marylin tanpa berbalik.
"Menikahiku, Anna."
Anna Marylin tahu keinginan Hedgar sejak lama, tetap saja mual mendengarnya. Menahan napas tertahan di tenggorokan.
"Aku akan berhenti mencari Hellton Pascalito, Archilles Lucca dan siapa saja yang kamu daftarkan. Aku akan lupakan kepedihan-ku tentang adikku, Egiana."
"Ada beberapa strategi sederhana yang perlu kamu ketahui ketika berhadapan dengan orang yang miliki gejala sakit jiwa."
"Aku dokter bedah bukan dokter kejiwaan."
"Kamu mungkin butuh ini, Anna. Mereka bisa jadi bayi yang manis dengan penanganan yang tepat."
Suara Profesor Lincoln bergema di kepala Anna Marylin saat berbalik pada Hedgar tak punya imajinasi Hedgar Sangdeto yang ganas ini berubah jadi bayi manis.
Yang benar saja?
"Baiklah, mari menikah."
"Anna?!"
"Mari menikah seperti maumu, Hedgar."
***
Apakah Anna bisa jinakkan manusia gila satu ini?! Berterima kasihlah pada Anna Marylin. Berkat pengorbanan Anna ini, Raymundo Alvaro jalankan tugasnya dengan sangat baik hingga kelahiran Juan Enriques dan KareniƱa Luciano. Tengok : The Secret Love of Mr. Mafia.
Apakah Arumi Chavez perlu tahu kondisi Archilles Lucca?! Aku punya dua chapter kontradiksi. Beritahu, apa yang readers inginkan di kolom komentar.