
Denting piano suatu pagi mainkan melody lembut Rivers flows in You. Hanya musik begitu sederhana saat tangan-tangan cantik menekan tuts-tuts piano. Namun, ada banyak emosi diutarakan lebih dari cukup bangkitkan banyak memori.
Sungai mengalir dalam dirimu. Peristiwa demi peristiwa seperti arus air. Tenang dan lembut dengan gerakan kontinuitas menurut aturan alam. Refleksi sempurna dirinya. Rambut panjang dikepang, ditaruh di sisi bahu. Kenangan padanya di ujung semua ini. Ia berada di puncak nada kini, jemari dari dua tangan semakin cepat menari.
Di bawah sana kabut tipis membungkus pagi. Rerumputan basah separuh membuka diri bersiap penuh kerinduan pada kecupan penuh kehangatan. Namun, sinar mentari tak akan pernah muncul selama Desember. Hanya sesuatu lain yang juga sama lembut.
Gerimis halus kemudian berderai turun. Tak pernah ada butiran salju sudah hampir 30 tahun. Musim dingin di negaranya tercinta hanyalah diserbu butiran hujan kadang disertai petir, guntur kilat dan angin kencang. Pagi ini lebih bersahabat.
Empat Minggu setelah ia tak melihat pengawalnya, hidup terus berputar. Arumi Chavez selalu pergi ke ruang tidur Archilles Lucca. Berdiri di tengah-tengah ruangan dan bernapas perlahan.
Setelan jas hitam tergantung dalam display, di bawahnya sepatu hitam mengkilat terpajang. Mereka sama sepertinya menunggu Tuannya. Sayangnya, pria itu telah pergi dan tidak akan kembali sampai suatu waktu.
Arumi Chavez akan hampiri pelan-pelan ke sana dan tangannya mulai mengelus jas. Ia akan mulai menghirup aroma yang disisakan. Satu-satunya yang masih tertinggal untuknya. Ruangan ini telah dibiarkan kosong, Arumi Chavez akan kemari ketika ia rindukan Archilles.
Meraih jas dan memakai. Mematut diri di cermin. Sangat kebesaran. Ya, pria itu sangat tinggi tetapi ia seolah-olah sedang dipeluk. Matanya terpejam dan ia akan berdansa bersama bayangan itu. Arumi akan pergi ke atas ranjang lalu berbaring, menatap loteng. Ia bisa rasakan hati Archilles ketika memendam cinta padanya. Keheningan ini seakan berkisah.
Nada-nada cepat dan gerakan anggun saat kepalanya menikmati alunan mendayu. Ia masih memakai 'cincin' mereka. Mengulangi pola dengan spidol agar tak luntur.
Sangat cepat bertransisi ketika ia mainkan Kiss the Rain yang lebih lambat.
Apa yang sedang pria itu lakukan? Apakah dia baik-baik saja di tempat barunya? Apakah dia bahagia dengan kehidupannya? Apakah ada rindu?
Menghirup udara rerumputan dari luar sembari mengetuk-ngetuk nada. Arumi pergi ke ujung perkebunan kapas, membangun kemah loreng dan memantau Kingfisher. Sangat gembira ketika berhasil abadikan momen, salah seekor dari yang tercantik hinggap di dahan terdekat. Kuning keemasan sedikit oranye memukau diselipi hitam legam dan abu-abu. Warna-warna hidup menyatu dengan redup yang perpaduannya berhasil buat Arumi berdecak kagum. Luar biasa ciptaan Tuhan.
Ia akan menunggangi Aorta dan kembali ke mansion. Ia menulis kegiatannya dalam diary.
Dear My Guardian Angel
Aku melihat Kingfisher setelah menunggu tiga jam. Aku mulai menyukai alam di sekitarku kecuali ular hijau dan ular Derik. Aku tak berharap bertemu keduanya. Sayang, musim dingin datang lebih awal. Aku tak berani pergi ke sana takut terjebak badai. Aku merindukanmu selalu.
"Waktunya pergi ke sekolah, Nona!"
Can You See My Heart baru saja dimainkan. Ini musik terbaik dari Hotel del Luna. Meskipun Arumi tak begitu menyukai drama genre ini, ia telah terperangkap pada nuansa soundtrack yang menurut Arumi miliki nada sangat menyentuh. Arumi juga idolakan aktris Korea Selatan pemeran utama drama ini, Lee Ji-Eun. Gadis imut dan menggemaskan.
Leona bersiap dengan tas. Arumi mengangkat dagu sebelum kembali lagi ke piano. Ia teruskan kesenangan ijinkan pikirannya melayang kemana-mana.
Ia menyukai aktivitas membangun persahabatan sejati dengan Aorta dan Vena. Mereka selalu menonton pertunjukan senja di kaki bukit dan bersyukur ia masih hidup untuk menikmati hari. Arumi berencana ikut dalam perlombaan pacuan kuda. Ia sangat ingin membawa Aorta ke pertandingan. Salsa tak akan ijinkan. Ibunya kini lebih protektif dan otoriter. Arumi sebisa mungkin hindari bentrok dengan Salsa.
"Nona ..., maaf aku tak sopan. Anda bisa telat ke sekolah."
Mainkan part akhir dari lagu.
Aku harus berjalan sendirian
Ke tempat itu aku harus kembali
Menyakitkan
Aku merasa sangat sedih
Mengapa itu tak berhasil untukku?
Cinta begitu dekat namun begitu jauh
Hatimu
Arumi akhiri permainan yang damaikan jiwanya. Ia berdiri dan coba gerakan kakinya.
"Apa masih sakit?" tanya Leona penuh perhatian.
"Tidak, Leona. Aku baik-baik saja."
Arumi kembali normal, kini merasa jauh lebih kuat.
"Anda sembuh dengan cepat."
"Tidak dengan bagian lain diriku."
"Waktu akan sembuhkan Anda."
"Kamu temukan di mana dia?"
Leona menggeleng. "Maafkan aku, Sayang."
Arumi Chavez memeriksa buku-bukunya. "Tak masalah, Leona. Trims sudah bantu aku!"
"Tuan Elgio mungkin tahu. Anda bisa bertanya pada Beliau."
Arumi Chavez menghela napas panjang. "Lupakan! Kami akan bertemu di waktu yang tepat. Mari kita turun ke bawah."
"Ya, Nona."
"Apakah ada kabar terbaru dari Chris Evans?"
"Ya, Nona. Anda akan meeting bersama Nyonya Brelda Laura."
"Baiklah."
Chris Evans menunda syuting ke Paris hingga ke tanggal 20 Desember. Bittersweet Married pamit lebih awal dan akan tayangkan season ke dua. Chris Evans sengaja berikan Arumi waktu sembuhkan diri dan ikuti terapi berjalan. Pria itu menolak keras casting pemain pengganti. Tanpa Arumi Chavez ..., Bittersweet Married akan kehilangan nyawa Serena.
Arumi sangat berterima kasih karena ia mencintai Bittersweet Married. Ia kemudian mengisi waktu mengasah kemampuan acting juga belajar keras. Selingan dari waktu senggang adalah mengambil kelas memasak. Kini, ia bisa membuat tempura walau mata tertutup.
"Aku selalu berat pikirkan soal sekolah. Apakah kita sekolah di rumah saja?"
"Jika Anda nyaman, kita bisa menempuh jalan itu, Nona."
Arumi pernah sampaikan keinginannya untuk home schooling. Pak Theodor yakinkan Arumi bahwa segala hal akan berlangsung baik.
Begitulah akhirnya setiap hari ia bersiap pergi ke sekolah setelah mainkan beberapa musik favorit. Ia bahkan menulis lagu. Ia akan perdengarkan pada Chris Evans, mungkin mereka berminat untuk melodi pengisi di drama mereka nanti.
"Pagi, Sayang!" sapa Marion Davis mendorong kursi roda ke ruang makan. Uncle Hellton di atasnya mendapat cinta dan perhatian dari adik-adik perempuannya yang tanpa henti merawatnya. Juga Anna Marylin yang kadang menginap di mansion. Persahabatan mereka benar-benar manis.
Arumi dengar kabar Irish mengandung bayi laki-laki. Akan seperti apa tampilannya? Oh, bayangkan wajah Irishak dan wajah Uncle Hellton dalam rupa seorang bayi laki-laki.
Emm, sangat misterius. Pikir Arumi menggeleng tanpa hasilkan citra apapun. Lebih mudah bayangkan bayi Aruhi dan Elgio Durante. Jika bayi laki-laki pastilah akan setampan Elgio Durante dan bayi perempuan tentu saja akan secantik dirinya. Uncle Hellton punya wajah kejam juga galak sedang Irish sangat culas dan antagonis, jadi apa wajah sepupunya nanti? Yang pasti otak bayi ini akan sangat jenius seperti Aruhi.
"Morning Aunty Marion ..., Uncle Hellton ...," Arumi membungkuk dan mengecup pipi Uncle Hellton lalu berjinjit mencium pipi Marion Davis.
"Oh, Bayiku manis sekali ya?" keluh Marion Davis menepuk dadanya lekas-lekas jatuh cinta. "Aku menyayangimu, Arumi Chavez."
"Oh ya tentu saja, Sayang. Aku akan menentang dunia untuk berdiri di sisimu. Beritahu aku kalau ada yang mengganggumu, aku akan terbang ke sekolahmu dan patahkan lehernya."
Arumi terkekeh geli sedang Uncle Hellton tidak lucu sama sekali dengar kata-kata adiknya. Ia hanya tampak selalu murung.
"Nah, bagaimana harimu? Kukira tak ada kendala lagi?"
"Bisa dilihat Marion telah bereskan masalah." Hellton berkomentar, mereka barengan pergi ke ruang makan.
"Ya, Uncle."
"Gunakan waktumu hanya untuk belajar! Berhenti berkelahi di sekolah!"
"Aruhi, hanya satu-satunya Diomanta yang tak bermasalah di sekolah."
"Em ya, Salsa selalu berkelahi di sekolah dan menyenggol semua orang yang tak sesuai matanya. Pamanku menutup mulut semua pihak dengan uang."
"Ya, aku dengar cerita itu! Ibuku ketua geng paling berkuasa di jamannya," angguk Arumi muram. Beruntung ia tak ikuti jejak Ibunya. Tetapi, jika Valerie masih ada mungkin ceritanya akan berbeda.
Kelas telah berjalan tanpa Fernanda Miller dan Evelyn Jhoel. Keduanya berada di masa hukuman dan karena masih dibawah umur, keduanya menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi sosial kenakalan remaja. Masih beruntung ketimbang di kirim ke penjara anak.
"Aku memikirkan Allain Miller," kata Hellton tiba-tiba. Allain bukan mitra mereka, tetapi saingan. Dan pria itu menganggap Diomanta lakukan banyak kecurangan termasuk komplotan gangster yang mencuci uang untuk membangun perusahaan bersih. Pria itu hanya menghormati Abner Luiz dan Elgio Durante.
Wajah Marion sinis. "Allain Miller telah kehilangan muka hadapi aku. Keangkuhannya hanya tampak seperti butiran jagung di ujung heels-ku."
Allain Miller benar-benar marah besar pada Fernanda. Ia terus mengirim permintaan bertemu secara pribadi dengan keluarga Arumi, tetapi Marion menolak tegas permintaan Allain Miller.
Marion Davis kini gunakan seluruh kekuatannya di bawah dukungan penuh Diomanta bersiap hancurkan Miller tanpa tersisa. Allain Miller telah menerima peringatan Marion hanya saja Allain Miller berkeyakinan sekuat apapun, Marion tak akan bisa mengakuisisi perusahaannya. Ia tentu tak berani tertawakan Marion Davis terang-terangan. Marion tampak miliki kendali penuh menabrak Miller hingga karam.
Terakhir bertemu mereka telah menegang dan Allain pikir Marion memperumit keadaan karena marah pada Fernanda juga pada Allain mengenai sesuatu. Allain mengerti, tetapi akhirnya bingung mengapa Marion sangat agresif menyerangnya bahkan ingin ia hancur? Ini mungkin masih tentang hari di mana Marion mabuk berat dan ia membawa Marion pulang ke rumahnya. Mereka menginap bersama. Lebih tepatnya ia lakukan sesuatu pada Marion, tiduri Marion tanpa ijin, alasan Marion Davis selalu mengutuki-nya dan ingin remukannya hingga jadi abu.
Mereka sampai di ruang makan.
"Morning Mom, Aunty Sunny ...," sapa Arumi Chavez.
"Tidurmu nyenyak?!" tanya Salsa amati Arumi hingga gadis itu duduk di bangkunya.
"Ya. Cukup nyenyak. Anda tak perlu lakukan apapun untuk membujuk Nyonya Sanchez, Mom."
Arumi Chavez tahu, Ibunya sering datangi Nyonya Sanchez mencoba celah agar bisa perbaiki dosa di masa lalu dan melabur-nya sebagus mungkin hingga semua orang bisa lupakan kesakitan tak di sengaja di masa lalu.
"Aku hanya ingin berteman dengan Nyonya Sanchez. Tanpa maksud apapun. Aku telah menyakitinya dan Puteriku tersakiti di masa kini. Aku masih hidup untuk berbagi karma ini bersama Puteriku yang sama sekali belum mengerti. Jangan salah sangka padaku," sangkal Salsa cepat.
"Aku percaya padamu, Mom. Hanya saja, aku perlu beritahukan ini padamu, aku berhenti mencintai Ethan Sanchez." Arumi menarik piringnya mendekat lalu mengisi makanan. Pegangi garpu emas.
"Kamu akan berubah pikiran saat Nyonya Sanchez mulai menerimamu."
"Apakah ada berita bagus?" tanya Arumi sumbang. "Meskipun Nyonya Sanchez setuju, aku telah lupakan Ethan begitupun sebaliknya. Aku menghargai diriku dan berpikir tak akan berurusan dengan ibu dari seorang pria yang punya standar tinggi. Puterimu pas-pasan, Mom."
"Karena Archilles?!" tanya Salsa.
"Kita tahu sejak awal, semua bukan karenanya. Tetapi, akhirnya senang mengetahui pria itu kini alasanku untuk tidak mengikat emosi dengan seorang pria sekalipun hanya untuk bersenang-senang."
"Kamu masih terlalu muda dalam membuat keputusan. Kamu mungkin memikirkan ulang suatu waktu."
Sikap Nyonya Sanchez yang tidak memusuhi Arumi tetapi tidak juga menyukainya bukan sikap tegas. Dan satu dua tindakan menyinggung sisakan bekas kesakitan yang tak mudah disembuhkan.
Arumi tersenyum, ia mulai memotong roti, tusukan pada garpu. Celupkan sedikit ke dalam pasta cokelat sebelum makan. Ia mengunyah dengan sopan nikmati hidangan. Setelahnya minum dari mug susu. Mengusap bibir dengan serbet.
"Mom ..., Anda akan mendoakan yang terbaik bagiku. Aku tak bosan ingatkanmu, Mom. Nyonya Sanchez sama seperti puteranya. Pribadi-pribadi yang memegang teguh prinsip. Anda membuang-buang waktu. Aku akan nikmati kerja kerasku sebagai artis."
"Aku hanya akan mendukungmu, Puteriku!" balas Salsa kemudian sepakat.
"Aku berharap dia benar-benar mencintaiku untuk berjuang satukan takdir kami, Mom. Anda akan berhenti insecure entah padaku atau padanya."
"Arumi ...."
"Aku masih selalu berdebar-debar. Masa depanku semacam teka-teki. Salah satu pecahannya adalah dia. Rasanya semacam, aku dan dia terpisah dan tersesat. Satu-satunya petunjuk, kami melihat cahaya yang sama bersinar dari kotak Pandora yang sedikit terbuka di kejauhan. Kami sama-sama menuju ke sana, yakin akan bertemu di sana."
"Isinya adalah kutukan."
Arumi tersenyum tipis. "Ya, kutukan juga ada harapan. Satu-satunya yang kami butuhkan. Kami hanya akan saling mendoakan."
Salsa menggeleng kecil. Tetap saja terkejut akan perubahan sikap. Puterinya sangat cepat berpikir dewasa. Tak ada kekonyolan juga berarti keceriaan musnah dari wajah cantik Arumi. Gadis itu bermetamorfosis sempurna.
"Bagaimanapun ..., Terima kasih, Mom," ucap Arumi, "untuk segala hal yang telah Anda putuskan bagiku. Aku tak mengerti Ibuku sama sekali tetapi aku percaya Ibuku tahu yang terbaik untukku. Setelah ini ijinkan aku membuat keputusanku sendiri. Aku tetap akan memberitahumu dan minta pendapat juga nasihatmu."
Keduanya bertukar tatapan. Salsa ingin mencekal tetapi Arumi Chavez hanya meminta ijin.
"Aku harus ke sekolah. Sampai nanti! Semoga harimu indah, Mom. Bye semuanya...."
Memakai mantel, melangkah di bawah payung sementara butiran hujan semakin besar. Tangannya terulur sedikit, menangkap butiran besar hujan. Sejuk dan segar.
Ponselnya berdering. Ia masuk ke dalam mobil.
"Young, ada apa?"
"Arumi, kamu tak butuh buru-buru ke sekolah! Kelas pertama adalah praktikum biologi."
Arumi tak suka laboratorium. Sekalipun Ethan Sanchez adalah asisten guru dan membujuknya datang ke lab.
"Begitukah? Sampai nanti."
"Hari ini belajar kelompok di rumahku. Ayahku sangat bersemangat menyambutmu."
"Haruskah?" tanya Arumi Chavez menatap Leona.
"Ya. Kami ke rumahmu tiga hari lalu. Bukankah sekarang giliranku sebelum Lana dan Lea?"
"Baiklah, kita bisa bicara di sekolah, Young."
***
My Guardian Angels is about Ethan Or Archilles sesuai sinopsis Novel saja. But, juga berisi hubungan kompleks, Bayi Diomanta ini alias Arumi dan ibunya, keluarganya. Juga teman-temannya di sekolah.
Ini aku cut jadi dua bagian. Aku butuh chapter-chapter loncatan agar bisa kisahkan soal Anna dan Marion juga. Semoga kalian menyukai chapter ini.