My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 131. Mi Vida Sin Tu Amor



Mata-mata hanya terpejam. Rasanya ingin terus tidur. Sampai kemana ia larikan diri, ia pada akhirnya berputar-putar dalam I4blrin tak berujung. Hanya katupkan mata tanpa pernah pulas.


Apa dia tak rindu sama sekali? Tuhan, apakah dia baik-baik saja di sana? Apakah dia telah temukan pengganti? Yang setia di sisi dan merawatnya?


Begitukah, cinta mereka berakhir begitu saja hanya dalam tempo seminggu setelah ia berjanji akan kembali untuk pernikahan?


Tak bisa rasakan firasat, ia kehilangan naluri tentangnya karena kesakitan-kesakitan di masa itu telah lemparkan ia dalam keterpurukan. Semacam cemeti mengubah dirinya menjadi monoton dan datar.


Ketukan dan pintu kaca di sliding, berikut detak high heels penuh percaya diri menggema di dekatnya. Aroma parfum yang ia kenal. Hari ini mood wanita ini bagus.


"Su almuerzo está llegando, Bebé." (Makan siangmu datang, Sayangku). Riang.


Makin tenggelam dalam dunianya sendiri. Banyak hal mengisi kepala. Ia hanya ingin tidur nyenyak dan bermimpi. Tetapi, seakan sangat sulit untuk lakukan. Terlebih setelah kematian Tatiana, kucing kesayangannya, karena kelebihan berat badan. Dan Itzik menyusul karena usia suntuk. Ia tidak berani lagi pelihara hewan. Hal paling fana di dunia adalah perpisahan oleh kematian. Dan ditinggal kekasih karena alasan yang ia tahu, tetapi tak bisa ia terima.


Lirik ini terulang, terus bergema; Jika aku masih harus menunggu tujuh nyawa lagi untukmu, aku akan mempertahankan perasaan ini.


Ia akan mengcover ulang lagu ini kalau ada waktu.


"Jumlah peserta meningkat dari 15 menjadi 50 orang. Lucunya, sebagian dari mereka adalah Naruministic. Ikuti kontes hanya karena ingin bertemu idola mereka. Menunjuk-mu sebagai mentor dan juri adalah keputusan paling hebat yang pernah aku buat di musim ini. Aku bangga padamu dan diriku sendiri."


Tak ada sahutan pada antusiasme itu cuma terlempar dalam dingin, kosong dan hampa. Bahkan terbangkan diri dengan Aorta di atas lintasan lurus dan berdiri di atas podium juara, tak berikan kelegaan jangka lama.


"Oh aku tak sabaran pergi ke San Pedro dan jalani hari indah denganmu."


San Pedro akan bawa ia ke Càrvado. Pada luka yang tak pernah sembuh.


"Lalu, mari kita bertualang ke Swiss. King Athés Ehren akan sangat gembira bersamamu dalam beberapa hari."


Setiap akhir tahun ia pergi ke sana. Naik bus, sewa penginapan dan berada di ruang tidur yang sama. Ia akan memakai dua kemeja gabungan milik kekasihnya, skirt span putih di bawah lutut, veil putih dan mahkota bunga dari hari yang sama. Ia akan melangkah di lorong di antara bangku-bangku kosong pegangi buket Baby Breath liar segar dan menunggu di depan altar selama lebih dari satu jam. Menatap pada pintu Kapela Saint Marry yang tidak akan pernah dibuka olehnya. Menatap galau pada cincin di jari. Meraba kalung di leher. Sedih.


Bersepeda gontai menabung rindu di sepanjang jalan kenangan. Ingin mengerti apa yang tersimpan dibalik semua awan gelap. Menyambut tahun baru di antara tegak Pinus, di bawah tenda mereka. Ia rindukan kelopak mata Almond dan suara pria penyayang itu.


Ia memanggang daging dan sosis, mulai mengunyah hidangan malam walaupun selalu terganggu karena saudara tiri dan asisten narsis selalu mencuri momen. Keduanya selalu nimbrung dan bikin rusuh.


Mereka akan menghimpit ia dalam kantong tidur masing-masing dan tak biarkan ia mengenang, tertidur di lengan kekasih. Mereka berlomba-lomba dengkuran sepanjang malam, bersaing dengan deru salju tumpah. Bahkan saat tidurpun keduanya terus berdebat dan berisik.


Dia akan tinggalkan dua orang ini di pagi buta. Ia mencari batu bersusun yang ia bangun sebagai monumen. Ia menaruh botol berisi kertas. Surat demi surat, tulisan tiap harapan dari hati yang tak pupus dan percaya bahwa menyerah bukan pilihan. Ia akan semayamkan bersama hadiah terbaik tahun ini untuk kekasihnya di kedalaman. Suatu hari pria itu mungkin akan menemukannya. Mereka mungkin akan membacanya bersama.


Tahun pertama adalah tahun yang paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia tak akan berani mengenang atau bahkan hanya sekedar mengingat. Masih tak percaya ia berhasil melata keluar dari sana.


Rajin mengirim pesan pada nomer kekasih tetapi cek satu. Antara terkirim dan gagal. Ia lalu merasa sia-sia dan akhirnya tak pernah lakukan lagi.


Tahun kedua, ia masih menunggu dan mencari. Ia menyewa detektif untuk temukan kekasihnya yang tanpa jejak. Dapatkan informasi keberadaan pria itu. Ia mencari ke sana dengan harapan seluas samudera Atlantik. Ternyata palsu. Ia nyaris diperdaya sekelompok bandit. Beruntung dia diselamatkan. Ia tak lagi mencoba setelah itu.


Tahun yang sama setelah lulus dari sekolah, putuskan hanya fokus di dunia akting dan modeling. Ia dipinang ke Moon Entertainment setelah kontrak dengan manajemen lama usai. Ia tenggelam dengan banyak kesibukan.


Dalam dunianya, 24 jam terasa tak cukup. Ia bermain dalam drama fenomenal sekali lagi mengulang kesuksesan The Bittersweet Married berjudul Pantonim. Dan ia masuk nominasi untuk katagori aktris terbaik.


Ia bergabung dalam mini movie berdurasi 20 menit berisi kisah-kisah inspiratif dengan jam syuting lebih pendek. Pergi ke runaway dan melenggok di sana. Dibayar mahal untuk sekali berjalan di atas catwalk. Ia bintangi iklan kecantikan, menulis lagu dan banyak hal lain.


Ia juga pergi ke arena balap Doncaster dan ikut festival, berkompetisi di ajang selama tiga hari bersama Aorta ** setiap tahun dan tahun ini akan digelar September nanti.


Ia salah satu pendiri sebuah organisasi khusus, di mana, mereka kumpulkan dana bagi orang-orang menderita cacat fisik.


Sebagian uang hasil kerjanya mengalir cuma-cuma ke sana, menolong mereka yang butuhkan pertolongan, pembedahan dan rekonstruksi wajah setelah selamat dari bencana kebakaran, terkena zat kimia atau kerusakan jaringan kulit apapun itu.


Ia bahkan sekarang menjadi 'caregiver' tidak langsung untuk seorang pria penderita kutil hampir di seluruh tubuh yang terasingkan dari keluarganya. Pria itu menulis surat terbuka mohon diselamatkan dari tumor jinak yang diderita. Ia ingat temui pria itu dan menyewakan satu buah tempat isolasi untuk memulai jalani perawatan dan pengobatan.


Tahun ke-empat tepat di hari ulang tahunnya yang ke -20, ia pergi ke dokter jalani prosedur pembedahan, mengambil sel telur matang lalu dibekukan. Disimpan di laboratorium. Bukan hanya satu tetapi tiga s3I telur terbaik. Jika tak menikahi pria itu maka ia tak akan menikah tetapi akan miliki anak sendiri. Ia takut kesepian. Ia menyimpan untuk berjaga-jaga.


Menjelang akhir tahun itu, setelah ia bertanya-tanya, berapa lama lagi ia harus menunggu; pria itu ia dengar kabar berada di Càrvado. Ia akan menunggu pria itu mencari dan menghubunginya. Terus terang ia selalu tersiksa mengingat Càrvado.


Tahun yang sama ia putuskan pergi ke New York City, mendaftar di salah satu universitas dengan program akting fokus pada pelatihan suara, ucapan dan gerakan akting. Kemudian kelas modeling dan seni. Kursi telah disiapkan ketika ia kembali. Moon entertainment bekerja sama dengannya untuk managemen. Merekrut model untuk agency.


"Tolong jangan berikan harapan apapun pada puteraku yang akan bertumbuh remaja."


Ia diidolakan banyak bocah. King Athés not the only one. Fans garis kerasnya adalah Juan Enriques Diomanta, Kareniña Luciano Anthony, Edgar Junior Sangdeto, Jezebel Eunice Durante dan adik laki-laki Jezebel berusia empat tahun; Ebenezer Leon Durante. Dua adiknya Aizen Ryota Vincenti dan Hanasita Minori Vincenti. Tentu saja mereka dikepalai Amora Shine Blanco sebagai penguasa tertinggi.


Ayah sambungnya sangat menyukai nama-nama Asia. Karena ada sejarah. Dirinya sendiri punya nama baru dari Ayah Laurent, Narumi Yuki Vincenti. Diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, gadis cantik bernasib baik. Ayahnya mendoakan kehidupannya. Di lingkungan keluarga dan kerabat, tak ada yang memanggilnya Arumi Chavez. Namanya, Narumi Vincenti.


"Apa kamu baik-baik saja, Sayang?" Bertanya penuh perhatian. Mungkin sadari ia no response, linglung. Gejala gegar otak.


Temannya tahu, ia pernah terpental dari kuda ke dalam lapangan dan kehilangan gelar juara suatu waktu. Ia tak kapok. Ia menangkan banyak uang.


Lebih darinya, sebenarnya, benturan pertama kali terjadi adalah saat ia terjatuh dari kuda ketika ia putus dengan Ethan Sanchez. Beberapa benturan lagi yang tak ia ingat dan setelah alami kekerasan yang dilakukan saudara tiri padanya. Kini, setiap menahan tangis di mata, hidungnya akan berdarah. Sama seperti setiap ia menyebut nama pria itu.


Ini tentang patah hati. Juri untuk The Next Top Model di San Pedro adalah jalan menuju Càrvado, pada pria itu. Namun, dirinya pesimis.


"Arumi Chavez, apa sesuatu terjadi padamu? Kamu merasa sakit?" Sekarang nada berubah gelisah.


Perlahan buka mata atau wanita ini akan mulai ketakutan dan nyalakan alarm tanda bahaya. Percayalah, ia pernah darah hidung dan wanita yang terlalu pengertian ini nyalakan alarm kebakaran sebabkan semua ruangan basah kuyup. Dan segala pekerjaan mereka hancur berantakan.


Tak jauh dari pelupuk mata, Brelda Laura Moon, senior dan sahabatnya mengamati.


Dia dam-diam pergi ke Dokter spesialis. Hasil pemeriksaan di kepalanya tidak begitu bagus. Dokter telah sarankan untuk mulai treatment sebelum berdampak lebih serius menjadi cidera fatal. Ia mengabaikan karena ia rasa baik-baik saja. Ia hanya susah tidur.


"Hei ..., aku panggil dokter?" lambaian di depan wajahnya.


"Cantik!" puji Arumi berdecak. "Bersinar seperti bulan purnama dan Tuan King Deon Ehren adalah pria paling beruntung di muka bumi karena milikimu, B."


"Kau ini, menakuti aku saja. Ya Tuhan." Mengusap dada.


"Ada yang bisa ajari aku caranya lelap? Aku akan berikan 16.000 Dolar padanya. Terlebih namaku Arumi Chavez, aku ingin mengumpat."


"Hhh, kosongkan sebagian jadwalmu, Narumi. Me time dan habiskan uangmu."


Tidak membantu sama sekali.


"Aku rasa bukan ide bagus." Brelda Laura Moon segera sadar bahwa gadis di depannya terlalu sosialis.


"Beritahu aku kemana aku bisa pergi? Di mana aku bisa membaur bersama kaum marginal dan habiskan hidupku berguna bagi orang lain."


"Kau terus melakukannya, ingat? Pergi ke Bangladesh bersama Unicef dan membantu anak-anak di sana dari krisis kemanusiaan?"


"Jelaskan, mengapa aku masih hampa."


"Karena kamu belum menemukannya. Mari ke San Pedro dan kunjungi dia. Katakan padanya kamu menunggu selama tujuh tahun dan menderita."


"Apakah menurutmu begitu?"


"Mengapa tidak? Dia mungkin telah kembali."


"Bagaimana jika dia menikahi seseorang?"


"Maka kamu harus move on."


Arumi Chavez meringis. "Aku tidak tertarik pada pria lain sedikitpun."


"Dengar ..., Ayahnya akan resmi bergabung ke partai politik untuk pemilihan walikota. Dan dengar-dengar dia akan diperkenalkan secara resmi oleh ayahnya. Dia mungkin ada di istananya saat ini."


"Dari mana kamu dapatkan kabar?"


"Akh, mari lupakan!"


"Outfit-mu luar biasa, B." Arumi Chavez berpaling keluar ruangan pada langit cerah di awal musim panas. Alihkan topik percakapan. Jika dia telah kembali, mengapa tak hubungi dirinya? Apakah sungguhan berakhir?


Menekan nyeri dalam hati.


"Ini koleksi terbaru kita. Milik Dream Fashion jauh di bawah ini tetapi auranya sangat elegan. Dari mana gadis itu punya ide fashion menarik?"


"Dia genius. Tetapi percayalah, Dream Fashion dan CL selalu terintimidasi olehmu. Kamu adalah ikon, B. Pedoman."


"Nice. Gadis ini memang suka menggombal."


"Aku tidak yakin ingin pergi ke San Pedro."


"Oh, jangan kecewakan kontestan di sana karena place traumatik. Mari makan. Kita akan rapat satu jam lagi. Di mana Tuan Damian?"


"Pemotretan untuk kampanye Save Albino." Banyak orang Albino hilang dan tak pernah ditemukan. Pria ini tak ingin anak-anak Albino diburu kaum tertentu yang percaya bahwa jantung dan tulang para albino adalah obat apalagi miliki sihir. Itzik Damian punya pacar Albino bernama Aurora dan pria itu sangat berbeda dalam dua tahun ini. Terus terang Arumi Chavez tak pernah bertemu Aurora. Itzik Damian sembunyikan Aurora dari dunia luar.


"Mengapa tak cari asisten lain?" tanya Brelda membuka kotak makan siang. "Uh, pizza dengan harmoni udang, jamur, bawang putih dan aroma jeruk nipis. Juga Chicken Cesar Salad."


"Aku sulit percayai seseorang."


Mereka makan dalam diam.


"Ada perubahan format dibanding musim sebelumnya. Kita akan dengarkan usulan semua orang."


"Tambahkan tantangan pada sesi pemotretan."


"Tuangkan idemu nanti."


"Sebelum aku mendadak Alzheimer," jawab Arumi Chavez. "Sistem penilaian per group."


"Oh, Sayang itu sedikit tidak adil. Kita tak akan bisa menilai skill individu."


"Tentang tim, kerja sama. Lupakan persaingan individu sementara waktu. Group dengan hasil foto terbaik akan aman dari eliminasi tanpa bergantung pada hasil pemotretan individu. Sementara, group terburuk akan menjalani sesi penjurian secara individu sebagai penentuan peserta yang akan tereliminasi. Hapuskan sistem group saat kompetisi mencapai sepuluh besar. Akhirnya hanya foto individu dan runaway challenge yang akan tentukan siapa yang tersingkir dari kompetisi."


Brelda mengusap bibir dengan tisu, manggut-manggut.


"Arumi Chavez. Berapa usiamu?"


"Um?!"


"Dua-puluh-tiga-tahun dan sukses buat aku terpesona. Biarkan Xavier Seth Moon jadi kekasihmu. Kamu tahu, dia hanya bersenang-senang dengan hidupnya dan aku takut dia menyukai trans s53k5u44l. Kalian bisa mencoba."


"Andai segampang itu."


"Lupakan, Gadis. Aku suka idemu. Dan mari perpanjang kerja di San Pedro. Bagaimana kalau kita mengundang seluruh kontestan bergabung bersama kita di runaway musim panas? Runway ladang gandum?" Lalu menggeleng. "Oh, jangan lucu, gadis-gadis ini Naruministic, ingat? Mereka mungkin hanya datang ikut audisi untuk tanda tanganmu dan foto denganmu."


"Mari pikirkan itu nanti!"


Satu jam kemudian pintu ruang rapat terbuka dan seluruh tim bersekutu. Host mereka, Peace Lovely, model dari season pertama membuka rapat.


"Kita kedatangan empat orang juri tamu ..., jumlah keseluruhan episode 40 untuk menemukan the next model. Silahkan perkenalkan diri."


"Noah Edwards Miller. Mohon kerja samanya."


Menarik.


Pria ini sepupu Fernanda Miller. Tinggi 6 kaki 2 inc, warna rambut cokelat, warna mata sulit dideskripsikan, supermodel pria. 28 tahun. Tampil dalam berbagai kampanye iklan dan editorial tentu saja brand tersohor dunia. Kredensial runaway pembukaan Versace, Yves Saint Laurent, Givenchy, Salvatore Ferragamo. Ia juga model video clip untuk penyanyi pengisi tahta Billboard."


"Audisi di masing-masing kota akan diadakan mulai pekan depan dan setelah rapat, tim untuk audisi di San Pedro silahkan untuk tinggal."


Arumi Chavez menghela napas panjang.


"Kita akan tampilkan show talent untuk tiga event punc44k dan berpasangan. Tiga juri silahkan mengambil undian pikirkan tema dan tidak selamanya harus runaway challenge. Anda bisa dancing, acting dan lainnya."


Arumi Chavez mengambil nomer dari dalam tabung kaca setelah tim mereka lengkap.


Mengangkat. Tunjukan nomernya dan ia akan berpasangan dengan Noah Miller.


"Mari kita bertemu nanti, Nona Arumi. Kita bisa bertukar ide," kata Noah Miller tanpa minat berarti. Auranya persis Tuan Allain Miller. Hanya mereka berdua di ruang rapat.


"Baiklah. Kita bisa latihan bersama nanti."


"Kamu temukan sesuatu?"


"Barbie dan Ken. Kita bisa dancing."


"Aku tak bisa dancing. Aku tidak punya banyak keahlian sepertimu, Nona Arumi Chavez."


Dia benci pada nama Arumi Chavez tetapi tak berdaya karena ia terlanjur besar di dunia entertainment dengan nama itu. Itu karena Arumi Chavez ingatkan bahwa ia Puteri James Chavez.


Pada akhirnya Tuan Chavez menikahi Nyonya Andreia dan kemudian wanita itu menyandang, Nyonya Chavez. Karena marah pada Nyonya Andreia, Ethan Sanchez memilih hidupi diri sendiri dan kuliah kedokteran di Amerika. Kemudian, Nyonya Andreia sakit. Trik jitu para ibu yang putus asa. Putera sejati macam Ethan tak tegaan kembali pada ibunya. Menerima pernikahan.


Mereka tak pernah bertukar kabar lagi setelahnya. Ethan Sanchez tak bisa hadapi dirinya. Arumi mengerti Ethan dan berharap hubungan mereka tidak rusak gara-gara masalah ini. Atau pria itu sibuk bekerja sebagai Dokter di Kanada.


"Maka kita akan mencoba, Tuan Miller."


Noah Edwards Miller tak punya pilihan.


"Sampai bertemu di San Pedro, Nona Arumi Chavez." Pria itu bangkit dan pergi.


Arumi mengangguk. Kembali ke San Pedro dan Càrvado, setelah tujuh tahun? Terlebih tak terima kabar apapun?


Apakah hatinya siap untuk segala kemungkinan? Apakah ia perlu pergi ke sana dan mencoba sekali lagi?


Mi vida sin tu amor, será


Como un camino que no sabe a donde va


Hidupku tanpa cintamu


Sama seperti jalan yang tidak tahu kemana arahnya....


Mi vida sin tu amor


Como un enigma que no tiene solución


Hidupku tanpa cintamu


Sama seperti teka-teki yang tak bisa terpecahkan


***


Mohon maaf tak bisa menyapa Anda satu per satu. Aku selesai nulis chapter ini 21:43 dan ngantuk parah setelah seharian sibuk.