
Menjelang sore di Darling Island, Agathias Altair antarkan seorang hairstylist berkebangsaan Austria ke dalam suite.
"Agathias, kamu berlebihan."
"Permintaan Nyonya Nastya untuk puteranya yang berharga, Tuan Muda."
"Berhenti panggil aku Tuan Muda. Ya Tuhan, menggelikan untuk didengar."
"Anda akan terbiasa."
"Apanya?"
Agathias tersenyum berdiri di sisi lain amati saat Archilles Lucca duduk nyaman di kursi dan penata rambut mulai mainkan jari jemari berikan sentuhan keajaiban pada kepala Archilles.
"Ayah Anda telah mengirim dua pengawal dan seorang pengasuh untuk Nona Zefanya." Agathias melaporkan. Setelah kita kembali besok sore, Reinaldo akan mengawal Anda."
"Jangan lakukan itu. Aku bisa sendiri."
"Maafkan aku. Tolong belajar untuk merasa nyaman."
Archilles Lucca menghela napas panjang.
"Harusnya aku tidak mengabaikanmu."
"Tugas kami menjaga Anda, Tuan Muda."
Dalam satu jam, Archilles Lucca awasi dirinya di cermin. Benar-benar orang berbeda. Jika saja mata dipakaikan soft lens, ia mungkin akan kebingungan pada pantulan dirinya sendiri.
"Apa Anda sudah siap?" tanya Agathias Altair masuk ke dalam suite dapati Archilles hanya merenung pada kaca. "Sungguh luar biasa."
Agathias mengangkat dua jempol.
"Bisakah mengambil beberapa fotoku dan kirimkan pada Ayah dan Ibu?"
"Tentu saja, Tuan Muda."
Agathias bersiap dengan ponsel. Mulai menjepret.
"Anda terlalu kaku. Tolong sedikit bergaya."
Begitulah akhirnya Agathias dapatkan beberapa foto Archilles dan kirimkan pada Tuan Maurizio dan Nyonya Lucca. Archilles Lucca tak lupa teruskan fotonya pada Nona Arumi Chavez.
๐ : Nona ..., aku akan temani Tuan Durante di gala dinner business award. Berhenti ngambek padaku. Itu sangat menyiksa.
Meskipun Archilles Lucca kirimkan klarifikasi Manuel Cesar tentang kejadian sebenarnya, Arumi Chavez tidak begitu percaya. Susah juga merayu gadisnya. Tetapi, Archilles semakin yakin Arumi Chavez sangat mencintainya alasan gadis itu cemburuan parah.
Keluar dari suite, melangkah sambil nikmati pemandangan pelabuhan di sore hari. Balasan diterima.
๐ : ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
๐ : Apa tidak bagus?
Archilles mengetik pesan.
๐ : Tolong ingat. Kamu akan menikahi Arumi Chavez. Berhenti tebar pesona pada gadis di sana.
๐ : Siap Tuan Puteri
๐ : Aku mengawasimu, Archilles Lucca.
๐ : Nona ..., aku tak akan macam-macam. Karena aku hanya mencintai seorang gadis bernama Arumi Chavez.
๐ : Pesan yang kamu terima dari nomerku adalah pesan otomatis.
Oh ya Tuhan, Archilles Lucca tak tahan geli. Sesuatu gelitiki hatinya. Kekasihnya sangat identik dengan kekonyolan. Mana ada pesan otomatis gunakan bahasa pasaran?
Archilles segera bergabung bersama Elgio Durante dan Nyonya Sylvia Chaterine. Agathias mengikuti seperti biasa.
Mereka sampai di tempat acara. Ballroom sebuah hotel ternama yang menghadap langsung ke pelabuhan Darling.
Elgio Durante menyapa beberapa orang dan perkenalkan Archilles sebagai saudara ipar. Termasuk, bersalaman dengan para founder, para juri, Konsul jenderal perwakilan beberapa negara termasuk negara mereka, Brazil, Jepang dan beberapa negara lain. Juga para sponsor pendukung acara dari Bank Dunia dan lainnya.
Gala Dinner ini tidak seriuh Academy Awards atau Music Award. Namun, konsep kemewahan dan elegan yang diusung membuat banyak orang berdecak kagum. Para pelayan dalam balutan putih hitam berompi sangat teratur ketika sajikan hidangan berkelas dari chef paling ahli.
Elgio Durante telah peringatkan bahwa mereka akan duduk satu meja dengan Abercio Jacquemus dan adik laki-lakinya yang juga termasuk dalam nominasi pengusaha muda berbakat di bawah 30 tahun bernama Aleixo Jacquemus.
Semua mata tertuju pada seorang wanita muda dengan gitar dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang tidak begitu familiar di kuping Archilles. Beruntung suara lembut itu memukau dan nyaman didengar. Arumi Chavez lebih hebat dari ini tetapi gadisnya belum mengekspos bakat. Atau, Nona Arumi tak perlu tunjukan pada dunia. Bagaimana kalau cukup dirinya sendiri satu-satu penikmat talenta musik Arumi Chavez. Ia dan anak-anak mereka.
Mimpinya mulai jauh kemana-mana. Cukup terkejut ketika seseorang menyapa.
"Abercio Jacquemus." Dari sisi sebelahnya, Abercio perkenalkan diri.
"Archilles Lucca."
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Mungkin saja," balas Archilles tersenyum ramah.
Tampak jelas, Abercio berusaha keras kenali Archilles Lucca.
"Kita pernah bertemu."
"Sepertinya."
Percakapan mereka berhenti. Lagu berakhir. Suara seorang pria menggema dalam ruangan.
"Sambutlah tuan rumah Anda untuk acara malam ini. Seorang jurnalis dan tokoh media paling terkenal di benua ini. Wanita penuh bakat. Bukan hanya jurnalis, penulis tetapi juga penerbit. Pendukung setia acara kita. Please welcome Miss Adelaide Cruz."
Tepuk tangan mengisi ballroom. Wanita cantik berambut pirang, potongan pendek naik ke podium. Bersetelan merah anggun, ingatkan Archilles pada tampilan Irishak Bella. Aura jurnalis sejati menuntun audiens menggigil pada vibes-nya. Alasan, Mr. H menggilai Irishak Bella. Archilles adalah saksi hidup kisah kedua orang itu. Entah berapa lama Mr. H dan temannya, Axel Anthony, gentayangan di lembah Aragon. Oh ya Tuhan, ternyata Arumi Chavez tak ada bandingannya dengan Irish dan Queena dalam urusan ngambek. Entah sampai kapan, pria-pria kesepian harus menanggung derita mereka.
Setiap tahun, kami menyoroti individu dan bisnis terbaik dan tercerdas, memberikan penghargaan yang mengakui peran sentral bisnis dan sebelum kita mulai ....
Ponsel Archilles bergetar. Ia pikir Arumi Chavez. Tetapi, ternyata Tatiana Sangdeto.
๐ : Tak ada senja oleh mendung tetapi aku bertanya-tanya mengapa cakrawala begitu mempesona?
Jadi, Tatiana ada di sekitarnya dan sedang awasi dirinya. Pikir Archilles tidak berani mencari-cari. Tak ingin menarik perhatian.
๐ : Akal warasku hilang. Aku mungkin akan lahirkan sisi gelapku karena kekasih yang terlalu indah. Oh, bagaimana ini? Aku menginginkannya.
๐ : Jadikan aku pelampiasan-mu saat gadis pemeran utama tidak ada. Aku tepat di belakangmu.
Archilles Lucca tak menanggapi. Seperti busa meluap dari botol bir yang dikocok sebelum tutupan dibuka, biarkan saja Tatiana sesuka hati ekspresikan perasaan.
๐ : Pria penuh prestasi, Rui Jacquemus. Di sebelah Abercio. Dia adalah tiket sempurna kakaknya.
Ini maksud Archilles. Tatiana akan reda sendiri. Kirimi ia pesan serius layaknya kisi-kisi ujian kelulusan nasional.
Ketenagakerjaan, pendapatan, dan pengembangan bisnis hanyalah segelintir manfaat yang dipupuk Korporasi Pengembangan Ekonomi dalam masyarakat.ย Penghargaan Perusahaan Pembangunan Ekonomi merayakan banyak cara di mana menghasilkan kemakmuran bagi komunitas.
๐ : Apa hubungannya dengan Mansion Diomanta?
Archilles tak menerima balasan apapun.
"Kamu, pria di Abbey Restoran yang berhasil kalahkan jagoanku! Aku tak salah mengenalimu." Abercio akhirnya temukan identitas Archilles Lucca.
"Aku harap kamu tidak merugi," balas Archilles setelah menyimpan ponsel.
"Jadi, siapa kamu sebenarnya?"
"Archilles Lucca." Di dunia kegelapan namanya adalah Arch. Tak pernah ada yang menyebut nama lengkapnya. Sekalipun ada yang tahu, ia tak punya riwayat apapun di internet karena BM hilangkan jejaknya.
"Mengapa kamu memangkas habis jarinya?"
"Apa dia mati?"
"Ya."
"Dia menggangguku. Aku membunuh semua orang yang mengusik ketenanganku dan orang di sekitarku." Archilles menjawab dengan kata dan kalimat jelas.
"Prinsipku sama denganmu. Kita bisa berteman baik."
"Ide bagus."
Pemimpin bisnis muda adalah kunci masa depan yang tangguh.ย Penghargaan Pengusaha Muda merayakan orang-orang muda yang mengesankan yang menggerakkan ekonomi Pribumi melalui usaha komunitas yang dinamis.ย
Host bacakan nominasi nama-nama pengusaha muda berprestasi dan pemenangnya adalah Elgio Durante untuk kategori Young Enterpreneur of The Year.
Archilles Lucca berdiri dan bertepuk tangan. Mendukung pria itu pergi ke podium sementara Billboard tampilkan Durante Land, Broken Boulivard dan komunitas di sana. Semua warga Durante Land bekerja di perkebunan generasi ke generasi. Tidak hanya soroti bisnis dengan pabrik dan laboratorium, video juga tampilkan, bagaimana bisnis ini berkontribusi dalam mendukung komunitas Durante Land untuk membangun fondasi kesejahteraan penghuninya.
Dari generasi muda di bawah naungan Durante Company, banyak yang jadi orang hebat. Pengacara, dokter, mekanik, arsitek, tentara dan Elgio Durante yang memegang tampuk sejak usia 14 tahun adalah pria paling pantas mengangkat penghargaan itu.
"Jadi, apa hubunganmu dengan Elgio Durante. Hanya orang terdekat yang diajak dalam award ini."
Archilles tersenyum dan tak menyahut. Tak bisa membuka statusnya sekarang. Walaupun Elgio Durante perkenalkan dirinya sebagai saudara ipar, ada ambigu dalam hal ini.
Alihkan pembicaraan dengan bertepuk tangan saat Elgio dapatkan penghargaannya.
"Jadi, Tuan Muda dari Cร rvado, senang bertemu denganmu." Abercio sepertinya berhasil temukan jati diri Archilles. Pria itu diam-diam memeriksa ponsel. "Akan ada pesta nanti malam di Midnight Bar. Bergabunglah bersama kami. Aku akan mengundang Elgio Durante juga," ajaknya lagi.
Tebakan Archilles, Tuan Maurizio Lucca mulai mengisi identitas dan mengakui keberadaannya di internet. Mungkin telah memajang fotonya juga.
"Kami miliki acara sendiri."
Elgio Durante rentan pada alkohol. Archilles adalah saksi saat Elgio Durante minum sesuatu di klub dan nyaris diperdaya pelayan wanita di sana.
"Berapa lama berada di sini?" tanya Abercio antusias pada Archilles Lucca.
Okay. Archilles bisa berada cukup dekat dengan Abercio kini untuk menghancurkannya nanti. Ini adalah agenda jangka panjang.
"Besok siang kami kembali."
"Bersama Tuan Elgio Durante?"
"Ya."
"Sayang sekali. Kita bisa berbincang banyak hal."
"Ya, sayang sekali."
"Ah, tinggalkan alamat surelmu juga instagram-mu. Kami akan adakan pesta meriah nanti di salah satu belahan dunia. Aku akan kirimkanmu undangan."
"Aku penasaran pesta seperti apa? Dan siapa saja yang hadir di sana?"
"Jika kamu datang malam ini, kamu akan bertemu dengan mereka."
"Aku penasaran." Archilles mengatur posisi duduk.
"Para elite global. Di setiap negara hebat, tak peduli siapa pemimpinnya, mereka sama sekali tak berkuasa. Karena pemegang uang terbanyak adalah pemegang kendali. Para elitis ini."
"Menarik. Apa yang mereka bahas?"
"Mungkin sama seperti para pebisnis dan miliader lain saat berkumpul."
"Keuangan? Isu dunia? Hukum Internasional? Geografi?"
"Menarik. Aku akan hadir di sana jika tak ada halangan."
"Kabar bagus." Mereka berhenti bercakap sebentar.
"Jadi, kamu dekat dengan Nona Marry Stella?"
"Siapa dia?"
"Gadis dari malam ketika pertarunganmu terjadi. Dia seakan tahu kamu pemenangnya."
"Kamu mungkin salah sangka," sahut Archilles. "Aku hanya ke sana untuk bertarung karena dendam pribadi. Tak terlihat taruhan atau perjudian."
"Kamu menerima uang itu, Teman."
"Uangnya disita polisi," balas Archilles. "Aku tinggalkan di lift karena tak ingin ambil resiko."
Abercio manggut-manggut. "Ya, aku yakin pria dari Cร rvedo tak menerima uang haram."
"Kamu benar. Ayahku tak akan suka. Terlebih aku pergi diam-diam untuk bertarung. Kami tidak menjalani bisnis kotor."
"Profil luar biasa."
Setelah Elgio Durante, Rui Jacquemus menerima penghargaannya sendiri dan masih istri Tuan King Deon yang menerima penghargaan sebagai Wanita Penuh Inspirasi.
"Adik laki-laki kebanggaan ku," kata Abercio bertepuk tangan dan tersenyum bangga.
Archilles Lucca melihat ke depan pada Rui yang muda dan berprestasi.
Pagelaran itu berakhir meriah. Archilles dan Abercio berpisah setelah Elgio Durante jalani sesi wawancara selama dua puluh menitan.
Mereka akan berpesta tetapi nanti besok malam di Durante Land bersama warga Durante.
Great.
Archilles tak sabaran ingin melihat kekasihnya. Apakah ia boleh berdansa dengan Arumi Chavez? Seperti terakhir kali mereka di Durante Land? Kaki Nona Arumi di atas kakinya dan ia memeluk Arumi Chavez kuat pastikan gadisnya tak tersenggol penari lain.
Malam itu, Nona Arumi hanya gunakan dirinya untuk menarik perhatian Ethan Sanchez. Sangat tidak tahu malu, karena sisi lain dirinya menikmati setiap sentuhan pada dirinya. Beruntung sebidang kebaikan dalam dirinya mampu mengekang diri. Ethan Sanchez menarik gadis itu dan membawanya pergi. Ia menonton dengan perasaan tidak berdaya.
Siapa kamu, Archilles Lucca?
Hanya seorang penjahat. Ia tidak lebih beruntung dari sebuah pot hitam di rumah sang gadis. Malam yang sama bibirnya tanpa sengaja mencium rahang Arumi Chavez, bosnya yang berusia 15 tahun. Kini, Arumi Chavez adalah miliknya.
Okay teman, jangan takut mengkhayal. Percayalah, semuanya bisa jadi kenyataan.
Malam ini, mereka minum sedikit dan mengobrol di sebuah ruangan yang dipersiapkan oleh Tuan Abner Luiz. Mereka berpisah setelah malam mulai larut. Terlebih, Elgio Durante ingin mengobrol dengan istrinya yang sedang mengandung. Tak ada rahasia bahwa wanita muda, tak bisa tidur tanpa pelukan suaminya. Mungkin seperti yang sudah-sudah, Nona Aruhi akan gunakan bantal dan memasang kemeja suaminya. Mereka sangat manis.
Archilles Lucca berjalan pulang ke suitenya. Terpaku di perjalanan. Agathias bersama seorang lain mengangguk hormat padanya.
"Aku akan antarkan Anda."
"Agathias?"
"Ya. Apa Anda ingin sesuatu?"
"Benar sekali. Tinggalkan aku sendiri. Pergilah istirahat. Okay?"
"Baiklah, Tuan Muda. Selamat malam. Semoga malam Anda menyenangkan."
Archilles lepaskan napas lega. Ia masuk ke dalam suite. Tak berniat nyalakan lampu. Hanya satu lampu tidur di sisi ranjang hingga suasana nyaris gelap. Ia melangkah lebih dekat ke pinggir, duduk di sofa putar yang nyaman. Ada botol wine dan gelas tetapi tak ia sentuh. Memilih minum soda dingin. Nikmati yang bisa ditangkap matanya. Apakah ia perlu pergi ke midnight bar?
Siapa tahu Tatiana di sana. Wanita itu berhenti membalas pesannya. Jelas, bukan sesuatu yang bisa dibicarakan di ponsel.
Lampu-lampu pelabuhan dan jembatan begitu indah. Seandainya Nona Arumi di sini. Mereka bisa menonton ini.
Gadisnya masih terlalu anak-anak. Apa yang ia pikirkan? Jangan lupa, mereka pernah seminggu lebih di sebuah pondok, bermalam bersama dalam tenda meskipun dalam kantong tidur terpisah. Mereka selalu berduaan. Apakah tak ada cinta? Hasrat?
Archilles berpikir hubungan mereka berdua, lampui itu semua hingga lebih dewasa dan terbuka. Terlebih, mereka tak akan macam-macam jika Nyonya Salsa siap pisahkan mereka.
Memeriksa ponsel. Mengetik pesan.
๐ : Nona ..., apa Anda sudah tidur?
Tidak ada balasan. Oh ya Tuhan. Gadis ini benar-benar ujian kesabaran.
๐ : Bolehkah aku melihat Anda? Karena aku sangat merindukanmu.
Cek List dua. Tetapi tak dibaca. Mungkinkah sudah tidur? Bersama Itzik si anjing? Jika nanti mereka bertemu lalu Itzik memusuhinya maka Archilles akan mengirim si anjing pada Itzik Damian. Ia tak ingin punya saingan dalam hal cinta dan perhatian Arumi Chavez.
๐ : Nona?!
Tak ada balasan. Archilles berdecak. Menaruh ponsel. Lepaskan pakaian dan memakai handuk. Pergi ke kamar mandi. Padahal hanya duduk dalam ballroom sepanjang dua jam lebih tetapi pegalnya seakan habis lari 100 putaran.
Air hangat menyentuh wajah dan rambutnya. Ia pikirkan sesuatu agar Arumi Chavez berhenti marah padanya.
Tatiana dan Eva Romero adalah kombinasi sempurna membuat hati Arumi Chavez panas membara dan murka padanya.
Tabahkan hati. Selesai mandi pergi keluar tanpa keringkan badan. Melangkah menuju lemari berkaca. Agathias menyusun pakaiannya dengan rapi. Archilles belum terbiasa diperlakukan seperti raja. Terus terang ia sangat terganggu. Menggosok kepala dengan handuk kecil. Ia akan berganti pakaian.
Pantulan di cermin, tubuh luka-luka mulai sembuh. Lilitan handuk dilepaskan begitu saja, meraih bahan terpenting. Dalaman. Membungkuk.
"Apakah gadis pemeran utama melihat apa yang telah aku lihat?"
Archilles Lucca hentikan gerakannya. Sangat terkejut. Pertanyaan bodoh, kapan wanita itu masuk? Tubuh Archilles tak bisa bersembunyi. Ia terlihat dari mana-mana. Kupingnya memanas.
"Tutup matamu!" tegur Archilles beberapa waktu setelah kaget hilang.
"Kucing tak menolak ikan karena mereka memang sedap."
"Apa aku ikan bagimu?"
"Hanya wanita bodoh yang menutup mata pada sebuah keindahan."
"Masuk ke ruang orang lain tanpa ijin?"
"Jadi, dia tak pernah melihatmu begini?" Ingin tahu.
Archilles Lucca menarik napas panjang. Memakai celana paling dalam. Lalu, kaos putih berleher v. Tidak terburu-buru seolah Tatiana bukan sesuatu yang perlu diwaspadai. Berakhir dengan celana jeans.
"Betapa beruntungnya aku."
Archilles Lucca berbalik setelah memakai sweater biru. Ia tak jadi berpiyama. Lebih tidak lucu jika Nona Arumi Chavez tiba-tiba video call. Jangan sampai. Insting Arumi padanya tak bisa diremehkan.
Archilles nyalakan lampu ruang tidur. Semuanya terang benderang termasuk senyuman Tatiana, mengembang seakan ia berhasil menguasai seluruh kerajaan bisnis dunia.
Wanita, duduk menggoda dengan pakaian pelayan hotel. Jelaskan cara wanita itu bisa masuk ke room-nya.
Scarf kecil beralih fungsi menjadi gelang sedang kemeja putih terbuka hingga tiga kancing ke bawah. Stocking berenda dan rok span jauh di atas lutut.
"Halo, Baby?" Melambai. "Terima kasih telah suguhkan aku pemandangan terbaik yang pernah aku lihat dalam hidupku."
Archilles berdecak, tak tahu harus berkata apa.
"Bagaimana penyamaranku?" tanya Tatiana memeriksa penampilannya. Silangkan kaki.
"Sempurna," puji Archilles melipat tangan di bawah di dada. "Kamu terlihat ingin menggodaku?" Archilles bersandar di lemari wardrobe. Jangan sampai Arumi Chavez video call. Tamat riwayatnya.
"Seragam pelayan. Hanya saja Tracey lebih pendek dariku, lebih imut. Skirt ini kelewat pas di tubuhku. Terlepas dari itu, aku memang ingin mengubah pikiranmu tentang aku."
"Tatiana ...."
"Apa kamu tidak tergoda?"
"Jika dia, aku mungkin kehilangan akal sehatku."
"Dia masih kecil. Aku dan kamu sepadan."
"Aku akan menunggunya dewasa."
Mereka berpandangan dalam jarak dekat.
"Aku cemburu tapi tak sanggup lakukan apapun. Aku marah tapi tak bisa memarahimu," gerutu Tatiana lirih.
"Kamu tak akan dapatkan apapun dariku." Archilles katakan kalimat yang sama ribuan kali.
"Aku ingin pergi tapi terlalu mencintaimu."
"Aku menerima lebih dari satu pengakuan cinta dalam seminggu ini."
Arumi Chavez akan mengoceh, "Dasar pria narsis! Penebar pesona!"
"Jangan bahas kekalahanku dari gadis lima belas tahunmu."
"Arumi Chavez tak pernah katakan cinta padaku."
"Lalu, siapa sialan yang lancang?" Tatiana berdiri. Wajahnya berubah posesif. "Apakah mungkin ..., Eva Romero?"
"Darimana kamu tahu?" Archilles terperanjat. Tatiana seakan tahu segala hal.
"Arumi Chavez lebih takut pada Eva dibanding aku. Gadismu katakan padaku saat kami di mansion." Raut Tatiana berubah drastis.
"Dengar, dia hanya muridku dan akan berhenti dengan sendirinya. Jangan coba-coba bertindak!" Archilles melihat otak gila Tatiana.
"Aku tak suka punya banyak saingan. Hanya aku dan Arumi Chavez. Aku akan singkirkan sisanya darimu."
"Lupakan! Okay?"
"Tidak ada penyerangan pada Arumi Chavez karena aku mencintaimu dan dia ponaan dari kekasih kakakku. Egiana tak akan suka aku melukai Enrique. Dan Hedgar ..., peringatkan aku tidak bernapas di dekat Arumi Chavez. Atau ia akan menembakku! Mengapa ..., semua orang menyukai gadis manja itu?"
Archilles menjadi pusing. Ia tak punya sebutan untuk pribadi-pribadi macam Egiana dan Tatiana.
"Beritahu aku apa yang kamu ketahui!"
"Tidak gratis!"
"Kalau begitu pergilah, Tatiana!"
Mereka bertatapan lagi. Tatiana ingin menguasai Archilles tetapi tatapan tak ingin mengalah buat Tatiana lekas runtuh.
"Mengapa aku bertekuk lutut padamu?" keluh Tatiana geram pada dirinya sendiri. Tatiana kembali duduk di kursi. Ia menarik selimut bulu di sofa terdekat dan tutupi paha setengah terbuka. Tangan kancingkan kembali kemeja hingga tertutup. Kegilaan Tatiana Sangdeto usai.
Mereka akan bicara serius.
Archilles Lucca putari ranjang sampai di posisi Tatiana. Meraih sandaran dan mendorong kursi Tatiana ke dekat kaca. Ia mengambil kursinya sendiri, kemudian meraih soda dan lemparkan pada Tatiana.
Mereka menghadap pelabuhan Darling.
"Aleix Rui Jacquemus ..., tanpa skandal, tanpa fun party, tanpa living live, pekerja keras dan penuh prestasi. Sedang Abercio bak langit dan bumi dengan adiknya. Baru-baru ini penyelidik kriminal diam-diam selidiki Abercio atas dugaan under house the rest, penahanan beberapa wanita di sebuah vila di sebuah tempat untuk dijadikan artis dari video-video d3ew4sa dan old pattern, live streaming. Pemerintah sedang kumpulkan evidence dari sebuah vila untuk buktikan dakwaan. Tinggal menunggu waktu polisi mengendus keterkaitan dengan sekte sesat yang menyeret Arumi Chavez. Situasinya tidak bagus."
"Lalu ..., apa yang mereka rencanakan?"
"Perdana Menteri, berniat mengirimkan surat terbuka pada Mansion Diomanta melamar Arumi Chavez untuk Aleix Jacquemus."
***