My Guardian Angel (The Dust of Love)

My Guardian Angel (The Dust of Love)
Chapter 93 . Don't Hurt Me Anymore



Kabut tipis turun membungkus mansion. Mendung menutupi perbukitan. Hanya sebentar saja sebelum berubah hitam dan kelam. Halaman belakang mulai berembun oleh rintik gerimis.


Instrumental piano mengisi keheningan. Arumi berhasil ciptakan nada indah itu untuk Archilles Lucca dan telah memutarnya sepanjang dua puluh menit. Kini ia punya dua lagu cinta dan ia akan produktif sepanjang hatinya berbunga-bunga.


Tatapan Arumi Chavez melayang jauh. Tubuhnya terbungkus selimut. Ada minuman soya hangat dan beberapa jar snack. Nyonya Salsa pertama kalinya pergi ke dapur dan buatkan ia snack. Rasanya tidak enak kecuali biskuit jahe sangat pedas di lidah tetapi berhasil buat ia habiskan setengah. Tanpa harta kekayaan, Arumi berpikir Salsa Diomanta tak bisa apapun bahkan membuat dadar. Walaupun demikian ia hargai usaha ibunya sepenuh hati. Ingin curigai niat Ibunya yang seakan sedang merayunya untuk sesuatu. Atau, Ibunya memang takut kehilangan dirinya setelah peristiwa naas kemarin. Arumi berhenti mengira-ngira.


Terbenam dalam renungan. Ia bicara siang tadi dengan kakak laki-laki Leona setelah memaksa Ibunya hubungi keluarga Leona. Ia merindukan Leona juga. Tanpa Archilles, Leona, satu-satunya teman curhat.


Gadis itu telah mengabdi padanya sesuai sumpah, tak akan pergi bahkan meskipun harus pertaruhkan nyawanya.


Asistennya masih dirawat di rumah sakit. Luka tembak di paha kemungkinan membuat Leona kesulitan berjalan dalam waktu lama. Arumi Chavez ingin berikan dukungan. Tetapi belum temukan cara. Ia akhirnya hanya meminta Aunty Sunny lakukan yang terbaik agar Leona menerima perawatan dan bisa segera pulih.


Arumi tak mau bertanya tentang yang lain. Ia takut mendengar hal-hal pahit.


Baru beberapa hari berpisah dari Archilles, Arumi Chavez uring-uringan habiskan waktu. Ia berusaha mengekang diri karena selalu ingin melihat dan bersama pria itu. Ini mungkin karena dia tak punya kesibukan. Atau ia sedang kasmaran berat pada mantan pengawalnya.


Ibunya sama sekali tak membahas pernikahan mereka dengannya hingga Arumi was-was. Tak ada satu sinyalpun terdeteksi. Padahal ia ingin Ibu lebih peka pada keinginannya soal bersama Archilles. Arumi mengungkung pikiran negatif dan hanya menjalani terapi demi terapi yang akhirnya malah bikin ia kian lelah.


Memutar cincin di jari manis. Nama Archilles Lucca tertulis di bagian dalam sedang Archilles memakai cincin Arumi Chavez. Ia mengecup cincin itu dan hatinya dihinggapi getaran hebat.


"Arumi Chavez ...."


Panggilan di pintu mengagetkan dirinya. Arumi berbalik temukan Ethan Sanchez di ambang pintu berdiri ragu-ragu. Pria itu terlihat berupaya mengekang diri tatkala tatapan mereka bertemu.


"Ethan?! Kamu di sini?"


Arumi bangkit berdiri. Di ujung, tidak hindari pelukan hangat padanya beberapa detik berselang.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ethan kuatkan pelukan. Menahan napas. Hembuskan. Mengatur diri. Mencium puncak kepala Arumi. Mengeluh. "Ya Tuhan, gadis ini. Aku hampir gila memikirkanmu sepanjang dua Minggu. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi. Terlebih aku sangat marah karena tidak dapat lakukan apapun untukmu, Arumi Chavez. Aku merasa sangat bersalah."


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir, Ethan."


Pasti sulit berada di posisi Ethan Sanchez. Harus bekerja dan mengurusi Dandia. Seandainya Nyonya Sanchez tidak egois, Ethan tak perlu bekerja mati-matian. Dan karena Dandia, Ethan menjadi bergantung pada bantuan orang lain. Arumi tahu, Ethan pasti sangat terluka. Tetapi, pria hebat ini adalah Ethan Sanchez. Petarung kehidupan lainnya di dunia ini.


"Maaf baru bisa berkunjung, Arumi. Keadaanku terjepit. Aku sungguh-sungguh tak bisa tinggalkan adikku."


"Aku mengerti, Ethan. Apa kabar Dandia?" Ethan Sanchez lepaskan pelukan. Masih butuh memeriksa Arumi Chavez dengan matanya. Putuskan Arumi jauh lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu di kafe.


"Baik, Arumi. Terima kasih banyak untuk bantuanmu."


"Aku sangat menyayangi Dandia."


"Ya, kami sangat menghargai itu."


Mereka duduk bersebelahan di sofa.


"Apa kamu bermasalah dengan makanan?" tanya Ethan Sanchez prihatin.


"Ya."


"Kamu ingin makan sesuatu? Beritahu aku, Arumi," tawar Ethan dan langsung dapatkan gelengan dari Arumi. "Aku akan masak satu dua menu untukmu."


"Terima kasih, Ethan. Aku baik-baik saja. Sungguh. Siapa yang menjaga Dandia, Ethan?"


"Ibuku. Kami menyewa seorang perawat telaten untuk mengurus Dandia jika kami harus bekerja."


"Pasti sangat sulit," kata Arumi prihatin.


"Uhhum, tetapi aku pikir aku melihat ada banyak orang yang lebih menderita dari keluargaku. Aku kemudian hanya banyak-banyak bersyukur."


Ethan Sanchez benar-benar dewasa. Gadis yang akan bersama Ethan di masa depan adalah gadis beruntung karena pria ini akan bertanggung jawab penuh padamu. Namun, gadis itu harus bisa memenuhi standar Ibunya. Arumi pikir, Nyonya Sanchez tidak berlebihan. Dan mengerti keinginan mulia Nyonya Sanchez untuk Ethan.


"Apa sesuatu mengganggumu?" tanya Ethan.


"Kamu lebih kurusan, Ethan."


"Apakah ketampananku berkurang? Itu lebih mencemaskan."


Arumi tersenyum tipis. Hanya dalam dua menit Arumi Chavez kembali melamun ke arah lapangan basket. Melayang dan kini menempati lapangan basket. Ia mendengar sepatu bergesekan. Ia melihat dirinya memeluk Archilles Lucca sekuat tenaga agar tak bisa mencetak angka.


Apa yang pria itu lakukan sekarang?


Oh, sial, aku semakin rindu saja padanya. Arumi mendengus.


"Ada yang bisa aku bantu, Arumi?" tanya Ethan akhirnya anak mata ikutan Arumi Chavez berkelana pergi ke lapangan basket. Temukan tempat itu hanya samar-samar oleh awan tipis. Landasan basah dan berkilau oleh hujan.


"Tidak, Ethan." Arumi menggeleng. "Bagaimana dengan universitasmu, Ethan?"


"Selamat ya."


"Terima kasih."


Lalu, berikutnya hanyalah keheningan karena Arumi lebih tertarik pada halaman belakang seakan seseorang sedang menatap dari bawah dan mereka bicara dalam bahasa kalbu. Ethan Sanchez menggelap karena ia tahu siapa yang Arumi Chavez bayangkan.


Suatu waktu gadis ini miliknya dan mereka pernah berciuman di sini, dibalik buku ekonomi. Hanya sesaat setelah Arumi terjatuh di lapangan basket dan Archilles Lucca menggendong Arumi. Pertama kali ia dapati cemburu pada Archilles. Kini, sepertinya ingatan mereka sama tentang hari itu, bedanya Arumi Chavez tidak sedang mengenangnya tetapi mungkin memikirkan Archilles Lucca.


Tak ada yang bisa Ethan Sanchez lakukan kecuali menghormati keputusannya sendiri. Sekalipun di masa lalu Ibunya merestui tetap saja Ethan mungkin tak akan bisa pertahankan Arumi karena tanggung jawabnya yang besar pada Dandia dan Gabriel.


Tidak!


Jika saja Ibunya merestui ..., segalanya akan berjalan sempurna. Ia bisa pacaran dengan Arumi sambil mengurus adik-adiknya. Ia akan pergi ke universitas dan mereka berpisah lima tahun, nikmati masa bekerja lima tahun lalu menikah tepat ketika Arumi berusia 25 tahun.


Angan-angan yang indah.


Mari lupakan!


Arumi cukup tersakiti pada perpisahan mereka. Sama hal dengan dirinya. Tak ingin mengembara kemana-mana, Arumi bersama Archilles Lucca, Ethan Sanchez akan berbahagia untuk mereka. Mudah goyah. Mengapa seorang gadis jauh lebih menarik setelah menjadi milik orang lain?


Bisakah bicarakan satu kenangan saja, sekali lagi tentang mereka sebelum kisah mereka tertiup angin dan berlalu?


"Nona Arumi ...." Ayshe berdiri di ambang pintu yang terbuka sedikit gelisah. "Maafkan aku mengganggu, tetapi Nyonya Salsa meminta Anda dan Tuan Ethan bergabung di ruang bawah."


"Apakah ada sesuatu?" tanya Arumi malas-malasan.


"Ya, Nona. Nyonya Andreia Sanchez berkunjung bersama seseorang."


"Seseorang?"


"Semua orang menunggu Anda." Ayshe tambahkan hati-hati seakan kata yang keluar bisa membuat wajahnya terbelah bagi sepuluh.


"Ayshe?"


"Nona ..., aku hanya diminta Nyonya Salsa memanggil Anda."


"Kamu tidak datang bersama Ibumu, Ethan?" Arumi berbalik pada pria yang mengerutkan kening di sebelahnya untuk beberapa waktu.


Ethan Sanchez tunjukan tidak nyaman oleh sesuatu. Melihat pada Ayshe. Seolah dapatkan jawaban. Pria itu menyesah udara dari sekitar. Walaupun stay cool, Arumi bisa menangkap Ethan Sanchez sedang menutupi sesuatu.


"Arumi ..., ini ..., mungkin sulit untukmu." Pria itu akhirnya bicara.


"Apa ada masalah?"


"Ya, aku pikir ini akan menjadi masalah bagi kita berdua."


"Apakah kita ..., em ..., kamu mungkin." Terputus. "Ibuku dan Ibumu ingin kita bersama kembali?" tanya Arumi Chavez menebak gelagat Ethan Sanchez. Nada tidak senang Arumi menyakiti Ethan sangat dalam.


"Tidak," geleng Ethan cepat. "Bukan tentang itu. Kamu tahu, aku telah berkomitmen soal masa depanku dan korbankan perasaanku padamu di masa lalu. Tak ada yang bisa buat aku sia-siakan semua kesakitan itu."


"Lalu, tentang apa ini? Aku tak berharap ada drama baru sedang aku ingin sendiri dan sembuhkan diriku."


Arumi cukup capek mengikuti terapi. Ini akhir pekan, tak ada mood jalani hari. Ia hanya ingin melihat Archilles Lucca. Sayangnya, pria itu tak akan terlihat sampai dua hari menjelang pernikahan mereka. Arumi telah membolak-balik ponsel pagi tadi, ingin hubungi Archilles, tetapi takut ia malah merayu Archilles Lucca untuk datang.


"Maafkan aku, Arumi Chavez. Aku akan mengikuti sikapmu dan mendukungmu."


"Tentang apa ini, Ethan?"


"Aku tidak yakin. Tetapi, mari kita lihat ke bawah, Arumi."


Beriringan pergi ke ruang tamu. Arumi terperangah temukan bukan hanya Nyonya Sanchez di sana tetapi Ayahnya, Tuan James Chavez.


Sedang Ibunya duduk dengan raut rumit. Semacam sedang menonton film dari adegan komedi tetapi "tidak lucu untuk ditertawakan". Atau silahkan tertawa sepuas-mu, tetapi jangan salahkan siapa jika akhirnya kamu malah terlihat lebih lucu dari yang kamu tonton.


Sementara gestur Salsa Diomanta berkesan, jangan coba tindas aku, mengintimidasi aku atau kamu akan tahu akibatnya. Jelas ini ditujukan pada Tuan James Chavez.


Dari situasi yang terlihat, ini bukan pertemuan pertama kedua orang tuanya setelah sekian lama. Terlebih ..., Arumi tak akan menduga kalau Ayahnya datang bersama Nyonya Sanchez. Keduanya duduk berdampingan dan sesekali berbagi pandangan. Kamu tahu konsep model begini? Oh yang benar saja, dari belasan juta populasi negara ini, jangan bilang kalau Ayahnya tersangkut pada ibu dari mantan pacarnya.


*No way.


Bagaimana dengan Ibuku*?


***


Tinggalkan komentar ditiap chapter. Apa yang akan terjadi, ada di belakang ini.