La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Menjalani Terapi



"Aku mau menjalani terapi, Justin."


Glend sudah kembali menjalani hidupnya selayaknya manusia normal. Itulah yang terlihat dari luar. Ia sudah beraktifitas seperti sedia kala, memimpin berbagai perusahaannya dengan baik, tentunya dibantu oleh ketiga sahabatnya Justin, Alex dan Bill. Ya, Alex hanya menjalani hukumannya selama dua tahun. Ia dibebaskan karena berprilaku baik selama di tahanan.


Tepat dua tahun yang lalu, Harry juga sudah mengundurkan diri dari Vasquez Company. Ia kecewa kepada Glend atas pengalaman buruk yang dialami putrinya. Tapi meski demikian, bukan karena hal itu yang membuatnya memilih untuk mengundurkan diri tapi karena ia, Sharon dan Polly memang memutuskan untuk pindah ke luar negeri.


Awalnya Glend and the genk mengira jika Harry pasti akan bertemu dengan Bella. Namun, empat bulan mengawasi Harry bahkan sampai menyadap telepon rumah Harry, tidak ada tanda-tanda pria itu bertemu dengan Bella sama sekali. Harry terlihat santai, mereka yakin Harry tahu di mana Bella berada, tapi mereka tidak mempunyai nyali untuk bertanya secara blakblakan. Berbagai koneksi yang dimiliki Glend ternyata tidak mampu menemukan Bella berada di belahan dunia mana. Selalu saja hasilnya nihil. Hanya ada dua kemungkinan. Orang yang menyembunyikan Bella terlalu rapi atau memang Bella sudah mengganti identitasnya.


"Kau serius?" Justin memang sudah sejak lama menawarkan agar Glend menjalani terapi. Ia sangat menyayangi sahabatnya itu, tapi rasa sayangnya juga sebanding dengan kebenciannya. Ayolah, pekerjaannya berlipat kali lebih banyak sejak mereka kembali normal menjalani kehidupan. Di tengah Glend tertekan dengan jam kerja yang begitu banyak, di saat itu juga Glend menggila, marah, murka, menghancurkan benda sebagai bentuk pelampiasan. Setelah puas melampiaskan rasa sesak di dadanya, pria itu akan berubah menjadi pria bodoh yang bloon. Mematung selama berjam-jam, merenung dengan tatapan kosong lalu tiba-tiba menangis. Glend hidup tapi merasa tidak hidup. Jiwanya kosong, dan apa yang ia jalani begitu tidak berarti. Saat memenangkan beberapa tender sekaligus, ia juga tidak merasa senang. Ia justru merasa itu membosankan.


Dokter menyarankan agar Glend sebaiknya istirahat total dan tidak terlibat dengan segala sesuatu yang bisa memicu amarahnya, menghindari segala upaya yang bisa membangkitkan rasa frustasinya. Masalahnya, ia hanya menonton sepuluh menit saja bisa membuatnya tiba-tiba menggila. Saat makan juga demikian, pun dengan mandi. Kegilaannya muncul secara tidak terduga membuat bukan hanya Justin yang kewalahan, tetapi juga Alex dan Bill. Justin bahkan harus memberi pelajaran kepada kedua temannya, Alex dan Bill tentang tata cara memasukkan jarum suntik kepada Glend. Ya, jika sudah tidak terkendali, Glend terpaksa dilumpuhkan dengan obat bius. Alex, Bill dan Justin, selalu membawa benda itu kemana-mana.


Justin salah prediksi, ia mengira ingatan Glend hanya memakan waktu sebentar, nyatanya tidak demikian. Setelah ia berdiskusi dengan beberapa rekannya yang lebih ahli dalam hal itu, kasus yang dialami oleh Glend ternyata cukup rumit.