La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Bonchap/Spoiler



"Oh Tuhan, apa yang kau kenakan ini, Dude." Glend menatap takjub penampilan putranya yang penuh dengan oli. Baju yang dikenakan Gavin juga tidak kalah kotornya.


"Strategi," Gavin menyandarkan tubuhnya ke kursi selagi sampanye tua dituangkan ke dalam gelasnya.


"Strategi?" Justin bertanya sembari mengernyit.


"Gisella sedikit menyulitkanku, Uncle. Wanita itu tidak ingin mengakhiri hubungan denganku. Aku mulai bosan dan jengah padanya."


Glend tergelak, masih sulit baginya percaya bahwa putranya tumbuh menjadi seorang donjuan yang menyamar di balik topeng kemiskinan.


"Jadi kau sengaja datang menemuinya dengan wujud gelandangan seperti ini?" Bill menimpali.


Gavin mengangguk membenarkan. "Kebetulan aku sedang memperbaiki mobilmu, Mr. William. Dia sudah kembali bagus, mesinnya aman, kau akan sangat nyaman saat mengendarainya. Jangan lupa bayaranku segera di transfer," Gavin mengerling jenaka.


"O'Neil!"


Gavin mendesah. Ia menoleh, begitu pun dengan Ayah dan kedua pamannya. Seorang wanita seksii dengan cucuran air mata berdiri di hadapan mereka.


"Apakah ini wanita yang baru saja kau ceritakan, Dude?" Glend menyeletuk sembari memperhatikan penampilan wanita itu dati atas hingga ke bawah. Glend yakin jika Bella melihat hal ini, istri tercintanya itu tidak akan sungkan untuk menarik telinga putranya itu.


"Maaf, Mr. Vasquez, aku harus undur diri."


Glend, Justin dan Bill kompak berdecak.


"Gisella, apa yang kau lakukan?"


"Aku tidak ingin mengakhiri hubungan denganmu! Aku sedang mengandung anakmu!"


Gisella melirikkan mata ke balik punggung pria itu. Ketiga pria tua itu kompak melambaikan tangan.


Terang saja Giselle tidak mau mengakhiri hubungannya dengan Gavin. Ayolah, hanya wanita bodoh yang mau berpisah dengan seorang pewaris dari Vasquez. Sejak awal ia tahu siapa Gavin di balik pekerjaan pria itu sebagai montir.


"Gavin, kita..."


"Astaga, kau di sini, Sayang." Gavin secara mengejutkan menarik tangan seseorang yang melintas di depan mereka.


"Apa lagi yang sedang dilakukan putraku?" Glend memijat pelipisnya.


"Mari kita melihat, aku juga penasaran." Justin menimpali.


"Kenapa kau tidak mengatakan kau datang menyusulku kemari, dasar tidak sabaran." Gavin melepaskan masker wanita yang ia rengkuh dalam pelukannya. Gavin sedikit terkejut begitu menyadari siapa sosok wanita yang kini berada di pelukannya. Wanita tersebut menatapnya dengan mimik jijik.


Gavin tidak henti-hentinya membuat ayahnya terkejut, pria itu menundukkan kepala, menyatukan bibirnya dengan bibir Helli. Ya, wanita itu adalah Helli.


"Dimana putraku yang dulu sangat anti akan ciuman?" Glend memalingkan wajah, menolak untuk menyaksikan kemesuman putra kebanggaannya itu. Glend tidak bisa membayangkan akan bagaimana reaksi istri tercintanya mengetahui anak kesayangan yang mereka banggakan itu tidak ubahnya dengan predator wanita yang mengagumkan.


"APA YANG KAU LAKUKAN?!" Helli meraung, menatap Gavin dengan tatapan jijik bercampur marah. Diusapnya bibirnya yang masih basah dengan kasar.


Gavin menggelengkan kepala seraya menggoyangkan jari telunjuknya. "Bukan yang kulakukan, angelo mia. Yang kita lakukan. Kita baru saja berciuman." Gavin mengusap bibirnya dengan gerakan sensual, entah itu disengaja atau tidak, tapi percayalah gerakan itu sangat menggoda.


"Kau mencuri ciumanku!" Helli menatapnya dengan berang. Ya, wanita yang ia tarik dan curi ciumannya adalah seorang model cantik yang karirnya sedang meredup karena skandal nakal wanita itu.