La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Bonchap 3



"Lingerie, oh, lingerie, di manakah kau berada?" Ya, Bella meminta putrinya membeli beberapa lingerie baru untuk dirinya. "Oh, ini dia!" Grace memekik kegirangan bagaikan menemukan harta karun. "Nah, ini dia, Mom." Grace membentangkan sebuah gaun tipis berwarna hijau mengkilat. Warna kesukaan ayahnya. "Ouh, kau akan tampak seksii malam ini, Mom. Berani bertaruh, esok hari Daddy tidak akan pergi bekerja karena terlalu bersemangat menjelajah di atas tubuhmu." Wajah Grace merona merah membayangkan hal itu. Di usianya yang sudah menginjak angka yang bisa dikatakan cukup matang, ia belum pernah merasakan apa itu ciuman. Hei, pergerakannya selalu dikawal oleh dua pria yang sangat setia kepada ayah dan saudara kembarnya, Gavin.


"Hais, kau ini! Apakah Mom sebaiknya mencobanya agar kau melihatnya?"


Grace mengangguk semangat. "Aku tidak hanya membeli satu. Ada Sepuluh, Mom, dari berbagai warna!" Lagi dan lagi Grace memekik kegirangan. Ayo, kita ke kamarmu, Mom! Mari kita coba!"


Keduanya segera beranjak sambil bergandeng tangan. "Ingat, Mom, aku ingin punya adik. Biarkan rumah kita yang penuh cinta ini diisi oleh tangisan bayi."


"Ck! Tidak akan ada bayi lagi, gadis nakal! Mintalah Gavin segera menikah agar kau mendapatkan apa yang kau inginkan!" Ya, Bella tidak bisa memproduksi bayi lagi. Rahimnya terpaksa diangkat saat melahirkan Grace dan Gavin.


"Bagaimana jika aku yang menikah, Mom?"


"Kau memiliki kekasih?" Bella menatap putrinya dengan kernyitan di dahi. Jika putrinya itu dekat dengan seseorang ia pasti tahu. Tidak ada yang bisa Grace sembunyikan darinya. Selain ibu dan anak, mereka adalah dua sahabat yang saling berbagi rahasia. Rahasia mesum tepatnya.


"Belum. Kau orang pertama yang akan mengetahuinya. Ayo, Mom, lepaskan bajumu. Kita akan lihat seliar apa dirimu di balut kain tipis ini."


"Kau benar. Mommy juga tidak sabar. Hm, tolong kau tabur aroma terapi di dalam toilet. Sebentar lagi Daddy akan pulang. Mom harus wangi dan cetar."


"Oke! Berikan aku kejutan sebelum suami mengagumkanmu itu terpana melihat keseksiianmu, Mom!"


Grace berlari ke dalam toilet, mengisi bathtub dengan air hangat lalu menuangkan aroma terapi sesuai permintaan ibunya. Aroma yang sangat khas. Ia saja sangat menyukai wangi ibunya, apalagi ayahnya.


Selesai melaksanakan tugasnya, ia pun segera keluar dari dalam toilet.


"Oh, sial! Apa yang kalian lakukan?!" Grace memekik kesal. Ayah dan ibunya sedang bercumbu dengan sangat liar. Glend mengukung tubuh istrinya di sudut ruangan. Mengunci pergerakan wanita itu.


"Aku mendengar suara Grace," Glend menjauhkan bibirnya dari leher istrinya.


"Menyebalkan! Aku ingin menikah!" Grace menarik ayahnya menjauh dari tubuh ibunya.


"Lupakan apa yang kau lihat," Glend dengan entengnya berucap seraya menaikkan tali lingerie istrinya yang begitu menggoda. "Salahkan lingerienya. Mommy-mu terlihat sangat wow!" Glend menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, salah tingkah dengan tatapan putrinya yang seolah ingin membunuhnya.


"Bagaimana aku bisa melupakannya jika kau selalu berbuat mesum kepada Mommy!"


"Mommy senang jika Dad berbuat mesum, honey." Glend merangkul bahu putrinya, membimbingnya keluar dari kamar.


"Kau mengusirku, Dad!"


"Ya, ini kamar kami dan kau memiliki kamar sendiri."


"Kau ingin mengurung Mommy di dalam?"


"Ya." Glend menutup pintu tepat di depan wajah putrinya. Salahkan Bella yang menyajikan pemandangan aduhai disaat ia pulang bekerja. Hei, ini makanan pembuka yang sangat manis untuk makan malam.


"Mesum!" Grace berteriak sembari menghentakkan kaki dengan kesal, segera meninggalkan kamar orang tuanya.


🐭


"Mari kita lanjutkan, Bella! Oh, my Bella, kau masih saja memabukkan! Aku bisa gila."


"Aku mencintaimu, Mr. Legit."