
"Kau berselingkuh, Mom? Berselingkuh dari pria yang sudah memberikan kita kehidupan yang layak. Memungut kira dari jalanan. Andai malam itu, Daddy tidak menerima kita, mungkin kita sudah menjadi gelandangan sekarang. Lalu kenapa kau tega? Oke, aku tahu kau sangat membenci keluarga itu, terutama mendiang bibi Clara. Bukankah kebencianmu padanya sudah kita lampiaskan kepada Bella? Kita menghukum Bella seperti yang dilakukan keluarga bibi Clara kepadamu."
Ya, Rose yatim piatu yang diasuh oleh keluarga dari Clara. Rose merasa tidak diperlakukan adil oleh kedua orang tua Clara. Selalu ada perbedaan perlakuan sikap yang diberikan kepadanya juga Clara. Acap kali ia sering diminta menyiapkan sarapan untuk keluarga itu, sementara ia hanya mendapat bagian sisa. Clara memang sering diam-diam masuk ke kamarnya untuk memberikan makanan. Tapi hal itu tidak lantas membuat Rose bisa menghilangkan dendamnya kepada keluarga tersebut. Rose ingin melanjutkan sekolah, tetapi ayah ibu Clara tidak memberi izin dengan alasan terkendala biaya hingga akhirnya Clara yang melanjutkan sekolah. Hal itu semakin memupuk kebencian wanita itu. Ia diadopsi di keluarga itu hanya untuk dijadikan kacung.
Kemarahannya semakin menjadi tatkala Harry datang melamar Clara. Harry adalah pria yang sudah ia taksir sejak lama. Setelah pernikahan Harry dan Clara, Rose memilih pergi hingga akhirnya ia menikah dengan pria pekerja kantoran biasa yang meninggal saat Lizzie berusia empat tahun.
"Harry tidak memperlakukan ibumu dengan baik, Lizzie." Rudolf bersuara.
"Kau tidak perlu berbicara dan ikut campur! Kau hanya orang asing, pengkhianat yang menyelusup masuk. Ah, apa kau orang yang berperan di balik masalah yang menimpa Daddy, kau sengaja untuk menghancurkannya, hah?"
"Lizzie, Rudolf melakukan semua itu untuk kita. Sebentar lagi kita akan menghancurkan keluarga itu dan kita akan pergi dari negara ini, Rudolf sudah mempersiapkan semuanya."
Lizzie terkejut dengan pernyataan tersebut. Ia bertanya-tanya, sejak kapan perselingkuhan ini berlangsung. Rudolf sendiri sesungguhnya sudah pernah menikah dan memiliki anak. Hanya saja pernikahannya kandas sejak lima tahun yang lalu. Mungkinkah perceraian itu terjadi karena ibunya?
Tapi di samping kebenciannya kepada Bella, Lizzie takut dan khawatir jika Harry akan berpaling darinya. Lizzie benar-benar menyayangi Harry sebagai sosok ayah yang baik. Tidak pernah ada perlakuan yang berbeda antara dirinya dan Bella yang ditunjukkan pria itu secara terang-terangan. Menyaksikan kecurangan yang dilakukan ibunya sedikit membuatnya marah. Ia kecewa.
"Jadi, kau sungguh ingin menghancurkan Daddy?"
"Kau harus mengerti jika Harry tidak pernah memandang ibumu sebagai seorang istri, Lizzie. Ibumu kesepian. Harry menikahinya hanya untuk dijadikan pasangan. Tolong mengertilah apa yang dirasakan oleh ibumu."
Lizzie sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia perlu ketenangan untuk memikirkan semua ini.
Lizzie memilih keluar dari kamar hotel, pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia kembali dihadapkan pada kenyataan menggelikan.