La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Pria Murahan!



"Jadi kau sungguh istriku?"


Bella menghela napas berat, setelah melewati berbagai pemeriksaan, dua minggu setelah siuman, Glend akhirnya diperbolehkan pulang. Pertanyaan seputar status mereka selalu terlontar dari mulut pria itu.


"Hei, aku sedang bertanya kepadamu."


Bella yang sedang mengemas pakaiannya ke ke dalam koper berdecak kesal. Ia memutar tubuhnya, menghadap ke arah suaminya yang masih duduk di kursi roda.


"Sekali lagi kau mempertanyakan hal itu, akan kudorong kau dari kursimu!" Bella melayangkan ancaman dengan wajah serius. "Pria ini menyebalkan sekali."


"Apa kau sedang menggerutu, hei..."


"Hei... Hei... Namaku Bella. Oh Tuhan, aku tidak ingin berkeriput, tetapi pria ini selalu memancing amarahku. Hais, harusnya kugunakan uangmu untuk melakukan perawatan mahal, tanam benang dan sebagainya."


"Kenapa? Apa kau merasa posisimu terancam karena Alice begitu cantik." Pria murahan itu mengulum senyumnya.


"Kau tahu, Glend..."


"Tidak."


"Diam dan dengarkan aku. Jangan menyela ucapanku dulu." Hardik Bella dengan kesal. "Jadi kau menganggap Alice lebih cantik dariku?"


"Cantik itu relatif." Glend mengidikkan bahu tidak acuh. "Bukan kecantikan yang membuat seorang wanita itu terlihat hebat, tapi..."


"Sudah," Bella mengibaskan tangannya. "Tidak usah kau teruskan kalimatmu, kutahu hasilnya akan membuatku muak."


"Pelayanannya di atas ranjang. Apakah kita sudah pernah melakukannya?"


"Sudah kukatakan jangan meneruskan ucapanmu," Bella mengikis jarak diantara mereka lalu Bella menggulingkan kursi roda tersebut. Ternyata gerakan pria itu lebih gesit. Glend tidak ingin jatuh sendiri, ia menarik Bella ikut bersamanya dan keduanya mendarat sukses di ubin kamar dengan posisi Bella yang berada di atas tubuh suaminya.


"Sebegitu buru-burunya ingin memberikan pelayanan kepadaku, heh?" Glend menyeringai sambil mendorong dahi Bella dengan menggunakan telunjuknya. "Tunggu aku fit, akan kubuat kau melayang," Glend mengerling nakal.


"Dasar pria murahan!" Bella bangkit dan duduk di atas perut pria itu. Dijambaknya rambut Glend dengan sepenuh hati. "Kau kira hanya karena kau berwajah tampan aku tergoda, hah? Biar kau tahu saja, aku juga sedang berusaha menyesuaikan diri dengan wajahmu yang memuakkan ini! Aku tidak menyukai wajahmu agar kau tahu... Arggghh!!!" Bella menarik rambut Glend hingga beberapa helai rontok di jemarinya.


"Oh Tuhan, barbar sekali wanita ini." Glend dengan gerakan gesit segera menukar posisi mereka. Kini Bella ada di dalam kungkungannya. "Kenapa kau durhaka sekali?"


"Itu karena kau sangat durjana! Menyingkir dari atas tubuhku!" Bella menghentakkan kakinya di udara, bermaksud sebagai tanda protes.


"Jika aku tidak mau kau mau apa? Damn! Kepalaku sakit sekali. Jahitannya mungkin terbuka."


"Menyingkir kalau begitu agar aku bisa memeriksa kepalamu." Suara Bella melunak, tatapannya juga sudah tidak sesangar tadi lagi.


"Khawatir, heh?"


"Menyingkir, Glend! Kau menghimpit tubuhku."


"Pahamu menggesek..."


"Tutup mulutmu!" Bella menyundul hidung pria itu.


"Auuchhh..." Keduanya kompak meringis. Glend menyingkir seraya memegang hidungnya yang berdarah akibat sundulan kepala batu wanita ajaib. Sementara Bella memegang jidatnya yang memar karena benturan yang ia dapatkan lumayan keras.