
"Kau sudah berhasil merebut Glend dari wanita rendahan itu?" Queen Hellga mengundang Alice masuk ke ruang pribadinya.
"Sebentar lagi aku akan berhasil memenangkan hatinya kembali, your majesty." Alice berdiri di hadapan Queen Hellga yang duduk di atas sofa mewah nan empuk.
"Pastikan bahwa kau akan dihamili olehnya. Bukankah kau sangat ingin menjadi ratu," Queen Hellga menyeringai sinis. "Setiap panggilan di istana ini disadap, Alice. Perbincanganmu dan perdana mentri Rusel jelas kuketahui. Kau sangat ingin menduduki tahta tersebut. Selain ayahmu, kau juga sangat serakah rupanya. Dulu, saat mengetahui Andreas yang akan menduduki tahta, kau bersedia menikahi pria itu demi gelar yang akan kau sandang. Andreas tiada, lalu kau menginginkan Glend kembali."
"Aku memang mencintainya," tandas Alice di tengah rasa panik yang menyerangnya. Jika pembicaraannya disadap bersama ayahnya, apakah artinya Queen Hellga mengetahui rencananya. Begitu ia menyandang status ratu, hal pertama yang akan Alice hancurkan adalah Queen Hellga.
Seseorang masuk menjeda ucapan mereka. Venotri, ayah Alex datang membawa minuman untuk keduanya. "Your mulai ibu suri," Pria setengah baya itu memberi hormat lalu melakukan hal yang sama kepada Alice. Setelah memberi hormat, ia pun meletakkan minuman keduanya di atas meja beserta cemilan lalu kembali memberi hormat sebelum ia pergi meninggalkan ruangan tersebut. Keringat membanjiri dahi pria itu, semoga Queen Hellga tidak menyadari kegugupannya.
Di luar ruangan, ia bertemu dengan putranya. Mereka hanya saling menganggukkan kepala sebelum pergi ke jalan yang berlawanan arah.
Alex menuju ruang kamar Bella dan Venotri menuju kamar King Bryson. Tidak berapa lama keempatnya berkumpul di ruang kamar King Bryson. Mendengar percakapan antara Alice dan Queen Hellga. Ya, Venotri meletakkan penyadap di bawah nampan tersebut.
Alex bertengkar hebat dengan Ayahnya, mengancam akan memutuskan hubungannya dengan sang Ayah. Venotri adalah kepercayaan Queen Hellga selama ini. Alex terguncang saat mengetahui jika Ayahnya lah yang bertanggung jawab atas kematian ibunya Glend. Pria itu harus mengasingkan diri beberapa tahun karena tidak sanggup untuk menatap wajah temannya itu. Rasa bersalah terus menggerogotinya. Kali ini, ia memaksa sang ayah untuk mengakui kejahatannya karena sudah terlalu banyak orang yang menjadi korban kekejaman Queen Hellga. Venotri yang sangat setia menolak hal itu.
"Aku membencimu dan menyesal lahir sebagai putramu. Kurasa ibuku juga merasakan hal yang sama. Menjerit di alam kubur melihat suami yang tidak memiliki nurani lagi." Alex mengancam akan mengakui semua kesalahan Ayahnya atas nama dirinya. "Dihukum mati tidak akan masalah bagiku," ancam pria itu.
Alex bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Didatanginya King Bryson dan langsung bersimpuh di hadapan pria itu. "Yang mulia, akulah yang membunuh permaisuri Jenita."
"Maafkan aku yang mulia, aku pantas dihukum."
King Bryson tahu jika bukan Alex yang melakukannya. Pria itu tidak bisa keluar masuk ke kamarnya tanpa melakukan pemeriksaan. Detik itu, ia tahu jika Venotri lah yang melakukannya.
____
"Mungkin kau benar, Alice. Tapi ambisimu lebih besar dari rasa cintamu. Jangan mencoba untuk mengelabuiku, jika kau dan ayahmu tidak ingin hancur. Pastikan Glend menghamilimu dan lahirkan anak laki-laki. Aku tidak membutuhkan pria sampah itu di sini. Aku hanya membutuhkan benihnya saja. Kau paham maksudku, Alice. Kau akan tetap menjadi ratu setelah putramu menduduki tahta."
Bella menangisi nasib suaminya yang tidak pernah diinginkan di sini. Glend tidak ubahnya dijadikan figuran yang akan menyempurnakan para pemeran utama.
Bryson sendiri merasa terhantam mendengar hal itu. Putra dan istrinya dipermainkan secara tidak manusiawi. Ia berdiri ingin memberi pelajaran pada Queen Hellga, tapi Alex menghentikannya.
"Sebaiknya mempermalukan mereka di hadapan rakyat seperti yang dilakukan Queen Hellga kepada Bella, Yang Mulia. Dengan begitu rakyat akan mengetahuinya dan mereka tidak akan bisa berkilah lagi. Buatlah acara dan undang semuanya kembali. Setelah itu jatuhkan hukuman yang setimpal." Alex mengembuskan napas berat. Ayahnya juga akan dihukum dalam hal ini, pun dengan dirinya karena sudah menyembunyikan hal ini selama lima tahun.
King Bryson setuju dengan ide yang dikatakan Alex. Dengan begitu semua akan tahu kebusukan yang ada di istana.