La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Dilema



"Kurasa, berdansa denganmu tidak menarik. Ck! Aku salah dalam mengambil keputusan."


Alih-alih tersinggung, Justin malah tertawa, "Glend berulang kali mencoba mengakhiri hidup. Beribu kali memohon kepada ayahmu dan juga mantan ayah mertuamu. Jika ada kata yang lebih buruk dari kata gila, tidak waras, maka kata itu lah yang lebih pantas disematkan padanya. Dia menjadi seorang pecandu hanya untuk bisa tidur walau sejenak. Aku dan yang lain terlalu baik hati hingga kami bertiga pun ketularan ketidak warasannya. Ia menghajar semua psikolognya karena menertawakannya di belakang. Ella datang, berjuang walau berulang kali celaka. Ia pantang menyerah hingga akhirnya ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Ella tergila-gila padanya. Aku kasihan padanya karena tidak sekali pun Glend menoleh kepadanya. Ella selalu menjadi penyelamat bagi kami setiap kami tersesat dalam keadaan mabuk. Jika kau bisa menerima pria lain, harusnya Glend bisa menerima Ella, bukan? Aku harap hati pria itu terketuk, karena yang kulihat, kau memang tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk memohon maaf. Katakan, Bella, apa kesalahannya yang paling fatal? Hanya karena ia berciuman dengan dengan Alice sebanyak dua kali? Lalu bagaimana denganmu? Kau juga berciuman dengan pria lain saat kau berstatus sebagai istrinya."


"Apa maksudmu?" protes Bella tidak terima. Seingatnya, selama menjadi istri dari seorang Glend Vasquez, ia tidak pernah berkhianat.


"Andreas. Kau membiarkan pria itu menciummu. Oke, Andreas dan Glend memang orang yang sama. Namun, saat kau membiarkan Andreas menciummu, posisinya kau tidak tahu jika itu adalah Glend. Apa kau tahu apa yang terjadi selanjutnya? Saat itu Glend begitu merana. Ia marah karena kau membiarkan sosok pria tampan menyentuhmu. Ia cemburu, dan ia takut kau berkhianat. Saat kau memutuskan untuk mengakui kesalahanmu, yang terjadi adalah ia menemukan dirinya semakin jatuh cinta padamu. Saat itu, kau sedang tidak hilang ingatan, dan saat Glend mencumbu Alice, harusnya kau bisa mempertimbangkan keadaannya. Ah, aku lupa mengatakan, bukan hanya saat hancur seperti ini pria malang itu menyiksa kami, tapi saat ia menyadari jika ternyata ia bisa jatuh cinta kembali, kami juga dibuat tersiksa hanya untuk mendengarkan segala pujian yang ditujukan padamu. Glend pria yang haus akan cinta dan kasih sayang. Dan kau datang memberikan hal yang paling ia inginkan di dunia dengan ketulusan dan ukuran yang tidak bisa ia gambarkan hingga ia tidak menginginkan hal serupa dari wanita lain. Ia hanya menginginkanmu. Jadi, jika hatimu memang tidak terbuka lagi untuknya. Hancurkan apa yang sudah kau berikan itu, Bella. Lakukan dengan kejam agar ia bisa menerima uluran tangan wanita lain untuk membatunya bangkit dan pulih kembali. Glend mungkin akan sanggup menanggung penyesalan dan rasa sakit yang menggerogoti seluruh tubuhnya, tapi, aku, Alex, dan Bill sudah tidak sanggup melihat penderitaannya lagi. Akhiri lah dengan benar, Bella." Justin melepaskan pelukannya di pinggul wanita itu. Ia mundur beberapa langkah. Memperhatikan ekspresi Bella yang masih tidak terbaca. "Felix Orlando pria yang baik. Aku dan yang lain mencoba mencari celah apakah mungkin pria itu memiliki keburukan. Glend berkata, jangan mengusiknya. Dia mencintai anak-anakku. Dia yakin jika pria itu mampu membahagiakanmu. Lantas, bagaimana dengan kebahagiaannya. Tolong lakukan apa yang kuminta tadi, Bella." Justin berbalik, meninggalkan Bella yang masih bergeming di tempat.


🦀


"Hei, kau membuat anak-anak takut," Felix menghampirinya dan mengusap punggung Bella dengan lembut. "Aku akan meminta pelayan membersihkan mereka. Ini bukan masalah besar. Tenangkan dirimu. Kurasa kau akan datang bulan," Felix sengaja bergurau untuk mencairkan ketegangan. Beberapa tamu sedang memperhatikan mereka, tapi Bella tidak menyadari hal itu.


Bella memperhatikan sekelilingnya, seketika ia merasa malu karena sikapnya yang kurang terpuji, memarahi anak-anak di depan para tamu. Tatapannya berhenti pada Glend yang ternyata juga sedang memperhatikannya. Bella segera memalingkan wajah. Glend sedang berbincang dengan Ella. Ia tidak ingin melihat hal itu.


"Aku akan toilet."