
Ya, Bella sedang mengandung, hanya Bryson juga wanita asing yang dipercayai Bryson yang mengetahui hal itu. Wanita muda yang baru keluar dari dalam toilet waktu itu adalah perawat yang sengaja dibayar oleh ayahnya untuk memeriksa kesehatan Bella.
Bella mengalami mual dan ngidam, hingga setiap ia merasakan hal itu, Bella pergi ke kamar Bryson. Di sana ia bisa muntah sepuasnya, makan sepuasnya. Kehamilannya tidak boleh diketahui karena hal itu akan membuat hidup Bella dalam bahaya.
Tapi akhir-akhir ini, ada surat kaleng yang mengancam Bella tentang perintah menggugurkan bayinya. Sepertinya sudah ada yang curiga jika ia sedang mengandung.
Sampai kapanpun Bella dan bayinya tidak akan pernah diterima di sini. Sama seperti Glend dan ibunya.
Bryson tahu jika dalang di balik ini semua adalah Queen Hellga. Mereka hanya belum menemukan bukti karena wanita tua itu bermain dengan cara yang sangat bersih.
Hellga sesungguhnya bukanlah ibu kandung Bryson. Dia hanya anak pungut yang diasuh oleh keluarga kerajaan. Hellga hanya memiliki satu putri. Penerus kerajaan hanya bisa diteruskan oleh anak laki-laki. Hellga yang ambisius tidak ingin tahta turun kepada orang lain. Hingga Bryson diangkat menjadi anak lalu kemudian dinikahkan dengan putrinya.
Saat itu Bryson sudah jatuh cinta pada Jenita. Namun, Hellga melarang keras, membeberkan balas budi yang harus dibayar olehnya. Bryson tidak mempunyai pilihan, saat itu keselamatan ayah dan ibu kandungnya dijadikan sebagai tumbal. Dengan berat hati, Bryson mengorbankan perasaannya dengan menikahi putri dari Queen Hellga. Istrinya meninggal saat melahirkan Andreas. Bryson lengah hingga Andreas berhasil dikuasai oleh Queen Hellga. Otak putranya itu diracuni. Bryson merasa bersalah kepada Andreas, tentu saja. Ia lengah karena sibuk membujuk dan merayu Jenita yang selalu paranoid terhadapnya. Selalu mengamuk tidak jelas dan melayangkan tuduhan-tuduhan tidak berdasar.
Ternyata, Bryson tidak hanya gagal sebagai ayah. Ia juga gagal sebagai suami. Saat pemakaman Andreas, Jenita tidak bisa ikut karena terpukul akan kecelakaan yang dialami keduanya. Saat itu Bryson tidak menyangka bahwa pembunuhan akan terjadi di istana. Begitu ia sampai dari pemakaman, yang ia temukan adalah sosok istrinya yang sudah tidak bernyawa.
Bryson penuh dengan tekanan. Rela dibenci oleh putra kesayangannya hanya agar Glend hidup dengan baik. Tidak memiliki ambisi dan keserakahan. Berulang kali Bryson meminta Jenita membawa Glend keluar dari istana, tapi wanita itu tidak pernah mau. Mengira bahwa Bryson meninggalkannya demi para pelayan dan wanita-wanita muda. Akhirnya, Bryson tidak bisa mengendalikan semuanya. Hingga detik ini, ia belum menemukan celah untuk memberi hukuman kepada Queen Hellga. Bryson bertahan di kerajaan untuk memastikan bahwa pria itu tidak mengusik hidup Glend putranya lagi. Tapi yang terjadi, Glend sendiri yang datang ke Anndora.
Sekarang apa yang harus dilakukan Bryson? Ia harus melindungi Bella dan anak yang sedang dikandung oleh menantunya itu. Tapi di sisi lain, ia juga harus mencari celah untuk menghancurkan Hellga. Di tengah kekacauan ini, ia juga harus mengembalikan akal sehat putranya. Tapi bagaimana caranya mengingat Glend sangat membencinya.
"Pe-perutku juga akan membuncit sebentar lagi, Ayah."
"Kita sudah akan menyelesaikannya sebelum perutmu membuncit. Ayah berjanji."