La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Koma



"Kenapa si brengsek itu belum bangun juga. Kudengar Alice dan yang lain sudah mendarat." Bill hilir mudik seperti setrikaan.


"Kurasa aku harus pergi," Alex membuat alasan untuk melarikan diri. Pria itu mengabaikan sorot mata menghunus dari kedua temannya, Justin dan Bill. "Restoranku sedang ramai-ramainya. Ayolah, aku adalah chef andalan di sana."


"Dalam sekejap restoranmu bisa bangkrut, Dude. Tanggung jawabmu akan dipertanyakan kemana dirimu saat kecelakaan itu terjadi." Justin menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Sama seperti Bill, ia juga merasa sangat gugup.


Alex mendengus kesal. "Kita semua tahu bahwa Glend sendiri yang melarang kita mengikutinya."


"Apakah Bella sudah tahu bahwa mertuanya akan datang?" Justin bertanya kepada Bill, pria yang paling gugup diantara semuanya.


"Aku tidak sempat mengatakannya."


"Tidak sempat atau kau tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya?" Alex menimpali.


"Itu tidak harus kau pertanyakan lagi," Bill berdecak. "Lagi pula yang seharusnya menjelaskan adalah suaminya, bukan aku."


"Suaminya sedang koma. Entah kenapa mendadak aku merasa terbaring koma lebih baik," Justin mengembuskan napas panjang. Justin mendekati Glend yang belum menunjukkan tanda-tanda untuk bangun, menambah rasa frustasi ketiga temannya.


"Hei, Dude, Bangunlah. Keluargamu sedang menuju ke sini. Bella kita akan shock dan bingung. Kami tidak tahu harus melakukan apa. Karena sebelum kami berhasil menjelaskan, percayalah, Dude, kami sudah pasti dijatuhi hukuman."


"Dia akan memukulmu jika kau mengatakan Bella kita," Bill melayangkan protes tidak penting.


"Bagaimana ingin memukulku, membuka matanya saja dia tak sanggup," Justin menarik kursi yang biasa diduduki Bella. Wanita itu sedang berada di dalam toilet untuk membersihkan diri.


Pintu ruangan dibuka, semua serempak menoleh. Justin sontak berdiri hingga kursi yang ia duduki bergeser kasar hingga terjatuh.


Ya, Glend merupakan keturunan dari kerajaan Anndora (bagian ini fiktif ya genk karena cerita ini sedikit absurd dan sembrono, kita ambil amannya saja). Negara yang yang terletak diantara perbatasan Spanyol dan Prancis, menganut sistem Monarki konstitusional. Negara yang dipimpin raja dan ratu sebagai kepala negara. Ibunya, Jenita merupakan istri kedua dan ibunya Andreas adalah istri pertama.


King Bryson berjalan mendekati ranjang. Raut wajah pria itu tidak terbaca seperti biasa. Tegas, garang, dan sedikit menakutkan.


Seorang wanita tua berambut putih yang masih memancarkan aura kecantikan masuk ke dalam ruangan. Queen Hellga. Di belakang wanita itu ada Alice dan Stacy. Justin dan yang lain kembali melakukan bowing.


"Apa yang terjadi?" Queen Hellga bertanya dengan sorot mata sedih.


"Glend, hm, the royal highness, mendapat serangan saat hendak menyeberang, Your Majesty." Bill memberikan penjelasan.


Queen Hellga tampak memekik kaget dengan suara tertahan. "Anakku yang malang. Bagaimana keadaannya?"


Justin pun menjelaskan kondisi Glend yang sesungguhnya dengan penuh hati-hati. Queen Hellga terus melayangkan pertanyaan, wanita tua itu menginginkan laporan sedetail mungkin. Sedangkan King Bryson, sejak tadi hanya diam memandangi putranya.


Bella keluar dari dalam toilet. Dahinya mengernyit bingung melihat orang-orang yang ada di sana. Tatapannya berhenti pada king Bryson yang memandangi suaminya.


"Aku tidak tahu jika kita kedatangan tamu, Justin."


Semua mata tertuju pada Bella. Sama seperti Bella yang menatap bingung, keluarga kerajaan itu juga sama bingungnya dengan Bella, kecuali Alice tentunya.


Bill segera mendekatinya, berdiri di sisinya. "Mereka..." ucapan Bill terhenti di udara karena Bella menyela dengan cepat.