
"Mau kemana kau?" Alex menghentikan langkah Alice.
Alice mendesah kasar, "Pelayan sepertimu sejak kapan berubah menjadi mata-mata, heh? Kudengar kau memberi peringatan kepada gadis murahan itu agar tidak mempercayai siapa pun. Peringatan yang sangat bijak. Harusnya Glend juga tahu jika kau tidak layak dipercayai."
Alex tahu jika yang mengikutinya dan Bella ke rooftop adalah Alice. Aroma wanita itu jelas tertinggal di sana.
"Tidak layak dipercayai? Apa maksudmu? Kau ingin mengarang cerita bahwa aku dan Bella ada skandal? Heh?" Alex menyeringai sinis. Sejak pengkhianatan yang dilakukan Alice kepada Glend, Alex juga ikut membenci wanita itu termasuk Justin begitu pun dengan Bill. Keempat serangkai itu bagaikan senasib sepenanggungan.
"Skandalmu dengannya tidak akan menarik. Apa kau tidak mendengar jika di kalangan istana berita tentang dia yang diam-diam menemui King Bryson sudah tersebar."
Alex terdiam. Saat ia memantau para pelayan di dapur, selama satu bulan terakhir ini, ia memang mendengar hal tersebut. Bella sering keluar masuk kamar King Bryson. Entah apa Yang dilakukan Bella, Alex pun tidak tahu. Kesempatan mereka bertemu juga seolah diawasi.
"Ayolah Alex, kau tidak mungkin melupakan kesalahanmu yang paling fatal. Bagaimana jika Glend mengetahui bahwa kau ada hubungannya dengan kematian ibunya. Kau dan Andreas tidak sebaik yang ada di pikirannya. Lambat laun Glend akan tahu, jika ibunya tidak meninggal karena depresi tetapi karena memang sengaja dibunuh."
Alex terkejut, wajahnya mendadak panik. Bagaimana Alice bisa tahu hal itu. Bukankah hanya tiga orang yang mengetahui hal ini. Ini pasti disengaja.
"Apa maksudmu?" Suara yang tidak asing di telinga keduanya terdengar dari balik punggung Alex.
"Glend, aku sudah memintamu datang menemuiku kemarin malam, tapi kau mengabaikanku begitu saja. Aku memiliki semua buktinya. Kau pikir aku bertahan di Anndora setelah kepergianmu karena apa? Untuk mencari tahu tentang semua kebenarannya, Glend."
Glend benar-benar seperti orang bodoh. Ia merasa tersesat di lingkungan yang sudah membesarkannya.
"Apa kau terlibat?" Glend menuntut jawaban dari Alex. Glend benar-benar tidak bisa menahan amarahnya lagi. "Aku sedang bertanya kepadamu, Alex. Apa kau terlibat dengan kematian ibuku?"
Alex hanya diam, menatapnya dengan tatapan bersalah. Tatapan pria itu sudah merupakan jawaban baginya.
Glend menerjang pria itu, menghajarnya secara membabi buta. Alex tidak melakukan perlawanan sama sekali. Ia memang layak mendapatkannya.
"Bryson kah yang memberimu perintah, sialan? Arghh!!!" Glend melayangkan bogeman kuat di wajah Alex hingga terdengar bunyi krek di hidung pria itu. "Bryson! Aku akan menghabisimu!" Dengan langkah cepat, Glend berjalan menuju kamar pria yang turut andil menghadirkannya ke dunia ini.
"BRYSON!!" di dorongnya pintu dengan kasar. Lagi dan lagi ia dibuat terkejut. Bryson sedang bersama Bella. Di kamar pribadi si tua bangka itu. Sedang memijat tengkuk wanita itu.
"Ilmu apa yang kau gunakan, Bryson?" Glend menatap Bryson dengan jijik lalu mengalihkan tatapannya kepada Bella. "Apa ini? Hanya karena aku melupakanmu, lalu kau memilih bersenang-senang dengan pria itu?"