La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Bella!!



Ella yang sedang menghitung poin jawaban pria itu seketika menghentikan gerakan tangannya. Ia mendongak, menatap pria itu. Delapan bulan bertemu dengan intens, nama Bella sangat jarang disebut. Hanya terhitung jari. Ella tidak berani bertanya lebih lanjut karena pada terakhir kali ia mengulik tentang wanita itu, Ella berakhir di rumah sakit.


"Ehmm," Ella sengaja berdehem. "Hm, apa mimpimu? A-apakah dia menyeringai sinis lagi?"


Glen menggeleng, ia mengangkat kepala secara perlahan, "Dia tidak menyeringai, dia mengajakku bercinta," Glend tersenyum malu-malu. Kurasa ini bukan mimpi, ini kepingan ingatan saat kami bersama dulu. Aku melihatnya mengenakan kemeja hitam sutra. Aku yakin itu kemeja milikku. Dia datang menghampiriku dan duduk di atas pangkuanku. Saat itu aku sedang berada di kursi roda. Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku, kenapa aku berakhir di kursi roda. Kau tahu, Ms. Collins, sampai sekarang aku masih bisa merasakan debaran jantungku setiap mengingat mimpi itu. Coba kau pegang ini." Glend menarik tangan Ella dan meletakkannya di dadanya. Ella terkesiap dengan tindakan pria itu yang secara tiba-tiba.


"W-wuah, ini kabar baik, mungkin ini pertanda bahwa ingatanmu akan kembali. Jangan terlalu memaksakan diri, Glend. Biarkan kenangan itu yang datang menghampirimu. Dan mari kita lihat hasil jawabanmu. Skor dalam tes kali ini ada 23 poin, maka gangguan mental dalam dirimu adalah perasaan gelisah. Sikapmu yang terlalu serius, membuat dirimu menjadi mudah panik saat menghadapi sesuatu. Perasaan tidak aman dan gelisah juga selalu menghantui kehidupanmu, sehingga kamu selalu memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi pada dirimu. Cobalah untuk lebih bersantai dengan melakukan latihan pernapasan serta cobalah untuk lebih mempercayai orang-orang di sekitarmu. Kau sudah banyak mengalami kemajuan, Glend. teruslah berusaha lebih baik, akan ada pelangi setelah hujan. Kau sudah melalui masa-masa yang sulit, sudah saatnya berdamai dengan keadaan. Mulai lah menikmati hidupmu."


Glend hanya menganggukkan kepala sebagai respon.


"Baiklah, kurasa pertemuan kali ini cukup sampai di sini. Aku pamit."


Glend kembali mengangguk, "Bill menunggumu di bawah, ia akan mengantarmu pulang."


"Sampai bertemu besok siang, Glend."


"Ya," sahut Glend dengan singkat. Ella pun memutar tubuhnya, berbalik meninggalkan Glend. Baru beberapa langkah terdengar teriakan dari atas.


"Awas....!!"


Glend dan Ella kompak menengadah. Sebuah balok jatuh dari ketinggian.


"Kau tidak apa-apa?" Glend mengurai pelukan mereka. Wajahnya pucat pasi. Ingatan itu kembali, kepingan demi kepingan kenangan yang ia lalui bersama Bella kini terekam jelas.


Hei, pria buruk rupa, jangan jatuh cinta padaku!


Hmm, baiklah, aku terima perasaanmu, jangan berani berbuat curang di belakangku, atau kau akan kuhajar!


Glend, sepertinya aku kecanduan denganmu. Aku berubah menjadi mesum.


Glend, kau bisa berjalan. Oh Tuhan, Glend ini benar-benar kejutan yang sangat membahagiakan, kau bisa melompat! Ayo kita melompat!


"Aku mengingatnya." Glend mendorong tubuh Ella menjauh. Ia berjalan dengan linglung.


"Glend..." Ella meraih pundak pria.


"Aku mengingatnya, aku mengingat Bella. Mengingat semuanya." Glend terkekeh sumbang, maniknya berkaca-kaca, hatinya yang berdenyut nyeri kini semakin perih.


"Ahhhh....!! Ternyata lebih menyakitkan." Glend memukul dadanya yang terasa sesak luar biasa.