La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Kunjungan



"Bagaimana penampilanku?" untuk kelima kalinya Helli bertanya setelah ia selesai berdandan. Sebelumnya Helli tidak pernah meragukan atau memedulikan penampilannya. Ia selalu percaya diri dengan apa yang ia kenakan, tapi hari ini, seperti pembicaraan mereka tadi di meja makan, mereka akan bertemu dengan orang tua kekasihnya. Ia tidak ingin membuat kesalahan atau kecacatan walau hanya secuil.


"Kau selalu cantik, Helli, setidaknya di mataku. Aku tidak berharap kau berdandan memukau seperti ini hanya untuk menarik perhatian ayahku."


"Astaga, kita baru beberapa jam menjalin kasih, kau sudah sangat mengenalku." Helli mencubit kedua pipi Gavin dengan gemas. Wajah Gavin terlihat sangat lucu jika sedang cemburu. "Ayo, kita berangkat."


Gavin mengangguk sembari mengulurkan tangannya. Helli segera meraihnya dan menyatukan jemari mereka. Sangat pas.


"Kuharap tidak ada pers." ucap Helli. Ada kecemasan dalam nada suaranya dan Gavin bisa menangkap hal itu.


"Aku ada di sini. Tidak akan ada lagi berita buruk. Percaya padaku."


Helli mengangguk, ia percaya apa yang dikatakan Gavin, tapi tetap saja kecemasan di hatinya tidak bisa ia enyahkan begitu saja.


"Apa yang terjadi pada Calvin?" Helli sempat menyalakan televisi untuk melihat apakah fotonya sudah tersebar. Ternyata tidak ada berita tentang hal itu sama sekali.


"Kujebloskan ke dalam penjara," Gavin mengerling jenaka. "Dia mengambil kebebasan wanitaku, maka ia pun layak mendapatkannya."


Betapa leganya Helli mendengar hal itu. Setidaknya Calvin tidak akan bisa mengusiknya dari balik jeruji.


"Kau siap?" Mereka sudah berdiri di depan pintu unit Helli dan tangan Gavin sudah berada di gagang pintu.


Helli mengangguk, "Siap."


Gavin pun membuka pintu. Mereka bernapas lega karena tak ada pers yang menunggu di depan pintu. Mereka pun berjalan menuju lift, turun ke lantai dasar. Sampai di sana, seperti yang sudah dibayangkan, para pers langsung menyerbu mereka. Gavin bertanya-tanya apakah mereka tidak pulang dan rela tidur di sana demi menunggunya dan Helli. Gavin langsung merangkul Helli dengan posesif.


"Berikan jalan!" ucapnya dengan tenang, tapi tidak dengan tatapannya yang penuh intimidasi. Otomatis kerumunan itu memberi jalan.


"Helli, berikan komentarmu tentang Calvin yang sudah dimasukkan ke dalam balik jeruji. Bukankah dia salah satu orang yang berperan menunjang karirmu?"


"Foto-foto itu tidak jadi tersebar, apakah ini ada campur tangan Gavin Vasquez? Tapi hal itu tidak akan menghapus kenyataan bahwa skandalmu cukup liar, Helli Lepisto. Kau berhasil..."


"Bisa kau ulangi pertanyaan dan juga pernyataanmu..." Gavin melirik ke arah daada kiri pria itu. "Noval Torres. Dari majalah G-magazine."


"Sa-saya... Sir..." Pria itu mendadak gugup. Helli merasa tidak enak hati jadinya. Ia tahu jika para pers juga bekerja demi untuk memberi keluarga mereka makan. Mereka dituntut oleh pekerjaan, hanya saja terkadang pertanyaan dan pernyataan mereka tidak berperasaan.


"Aku tidak bisa berkomentar apa-apa. Terima kasih," Helli menyunggingkan senyum tipis.


"Bagaimana dengan pernikahan kalian? Kudengar awal mula hubungan ini adalah pura-pura yang berujung ke jenjang lebih serius." Jurnalis lainnya kembali bersuara.


"Kami akan mengumumkan kabar bahagia itu dengan segera dan tentunya kalian tidak akan diundang," Gavin lah yang menjawab pertanyaan tersebut. "Cukup untuk hari ini dan biarkan kami lewat." imbuhnya dengan tegas.


🌼


"Aku gugup." Helli memindai sekeliling halaman kediaman Vasquez. Saat ia datang, begitu banyak mobil dan tamu yang hilir mudik. Kini yang tersisa adalah ucapan selamat hari lahir dari para relasi, kerabat dan sahabat para Vasquez. Kenapa saat datang kemarin, ia tidak membacanya dengan jelas. Jawabnya sederhana, karena Helli tidak ingin patah hati.


"Kau berbuat kesalahan?" Kelakar Gavin.


Helli mengangguk, Gavin mengernyit, "Kesalahan apa yang sudah kau perbuat?"


Helli meringis, "Aku mual." Helli menggenggam tangan Gavin. Pria itu merasakan jika tangan Helli berkeringat, basah karena gugup.


"Astaga, keluargaku tidak akan menyidangmu. Mereka akan menyambutmu dengan hangat."


"Apakah mereka akan menyukaiku?"


"Aku mencintaimu, mereka pun akan demikian dan adikku juga pasti menyambutmu dengan sangat bahagia."


Helli berjalan di berjalan di belakang Gavin, menolak untuk bersisian. Begitu memasuki pintu utama, kembali ia merasa gugup.


"Astaga, anak berandal!" terdengar suara berat seorang pria. Helli bisa menebak jika itu adalah Glend Vasquez. Ia hanya bisa bersembunyi di balik punggung kekasihnya, memilah dan menyusun kalimat untuk disampaikan. "Kau muncul juga, kemari, duduklah!"


"Dad, aku...."


"Setelah membuat kekacauan, kau menghilang. Apa yang sedang kau pikirkan, anak badung!" kali ini Bella lah yang bersuara.


"Mom, jangan memanggilku demikian. Anak badung, anak berandal, aku bisa dalam masalah." hancur sudah kharismanya di hadapan Helli hanya karena umpatan keluarganya. Judulnya, keluargaku menghancurkan reputasiku.


"Kau memang pembuat masalah, playboy kardus!" Grace tidak mau ketinggalan.


"Javier Hilton melayangkan tuntutan karena sudah membuat putrinya terluka dan kau menghilang entah kemana. Sekarang katakan, apa yang kau lakukan selama dua hari ini?"


"Mona terluka? Memangnya apa yang sudah kulakukan? Kenapa aku harus dituntut?" Gavin benar-benar tidak menyadari apa kesalahannya. Apakah menolak cinta seseorang termasuk dalam tindak pidana?


"Astaga, dia tidak menyadari apa yang sudah dia lakukan." Bella menepuk jidatnya. "Duduklah dan dengarkan kami."


Gavin hendak duduk, tapi Helli menarik bajunya dari belakang. Kekesalan orang tuanya mungkin membuat wanita yang di belakangnya itu takut.


"Aku mendengarkanmu, Mom, katakanlah."


"Jika kau mendengarkan ibumu ini, kau sudah duduk menuruti perintahku, Gavin Vasquez."


"Mom..." Gavin mengerang.


"Kau harus ke rumah Mona. Temui keluarganya dan minta maaflah." Bella menyerukan.


Gavin menggeleng dengan tegas, "Kenapa aku harus meminta maaf? Apa kesalahanku?"


"Kesalahanmu adalah karena sudah membuat kepala wanita itu bocor!" Grace menyampaikan berita itu diselingi tawa. Grace memang tidak merasa simpati. Sebenarnya, ia tidak bisa menyalahkan Gavin sepenuhnya karena Mona yang mengejar Gavin dan berusaha menghentikan pria itu. Tapi, sebagai pria terhormat, Gavin memang harus meminta maaf. "Astaga, apa kau sungguh tidak sadar, Gav? Kau mendorongnya hingga kepalanya membentur salah satu meja."


"Oh, Tuhan, aku sungguh melakukannya? Aku tidak menyadarinya. Tapi, untuk sejenak, mari kita lupakan itu. Ada hal yang lebih penting yang ingin kusampaikan."


"Apa lagi yang ingin kau sampaikan? Pertunangan palsu, membuat wanita lain mengalami cedera, membuat dua orang jurnalis pingsan, menghancurkan acara ulang tahun dan juga perkenalanmu. Dan sekarang kau ingin menyampaikan sesuatu? Semoga saja bukan hal memalukan lainnya." Bella menggelengkan kepalanya, menatap putranya dengan kecewa. Seiring dengan munculnya Gavin ke permukaan, deretan yang menjadi teman kencannya mendadak bermunculan ke media. Bella benar-benar tidak habis pikir jika putranya tersebut benar-benar seorang cassanova.


"Sebelum kau mengatakan sesuatu. Biarkan Mom bertanya. Apakah semalam kau tidur dengan seorang wanita?"


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya, Mom?" Gavin salah tingkah, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Dasar anak brengsek. Glend, aku tidak mau tahu, sebaiknya kau hapus namanya dari daftar keluarga."


"Sesuai keinginanmu, Sayang." Oh, Glend yang penurut.


"Mom, kau tidak bisa melakukan hal itu. Astaga, kalian membuatku dalam masalah..."


"Kau lah yang membuat masalah, Dude. Kau sudah membuat istriku marah. Pergi dan kembali lah setelah kekesalan ibumu mereda, pastikan tidak ada wanita di luar sana yang datang kemari dan mengaku sedang mengandung anakmu karena jika hal itu terjadi, kau benar-benar tidak bisa diselamatkan, Dude."


"Itu tidak mungkin terjadi, Dad." Gavin mengibaskan tangannya dengan malas.


Helli menarik lengan kemeja Gavin, pria itu menoleh dengan wajah memelas, tidak enak hati karena harus menyaksikan perdebatan yang tidak terduga ini.


"Mom, Dad, aku membawa seseorang bersamaku," Gavin meminggirkan tubuhnya dan terlihat lah Helli di sana. Glend tersedak, Bella terdiam, Grace menganga dan Helli meringis. Situasi macam apa ini?


"Mr. dan Mrs.Vasquez, a-aku se-sedang mengandung cucu kalian."