La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Abaikan Saja



Keluar dari kamar mandi, Bella melihat Glend yang sudah berbaring di atas ranjang. Bella mengambil bantal, memilih tidur di sofa.


"Tidak ada suami istri yang tidur di ranjang yang berbeda."


"Itu jika suami istri yang kau maksud memiliki hubungan yang sehat. Hubungan kita sudah tidak sehat sejak menginjakkan kaki kemari."


"Jadi apa maumu?" Glend menantangnya.


"Tidak usah kau tanyakan mauku, coba kau tanyakan itu pada dirimu? Katakan apa yang kau rasakan? Mungkin kau merasakan gejolak yang berjingkrak-jingkrak terhadap mantan kekasihmu itu. Jika demikian, kita bisa membicarakannya baik-baik. Aku tidak berminat menjadi pemeran utama yang bernasib nelangsa. Menjadi wanita tabah disaat suami bermain api atau jadi wanita yang mendadak tuli dan buta melihat kecurangan suami, sungguh tidak ada di dalam daftar hidupku, Glend. Hatiku tidak selapang itu."


Glend terkekeh rendah, "Ucapanmu seakan menyiratkan jika kau tidak keberatan untuk bercerai."


"Memang itulah seharusnya jika kesetiaan di dalam sebuah hubungan sudah tidak diindahkan."


"Jangan membuatku tertawa, Bella. Apa kau sungguh membicarakan kesetiaan, Bella? Kau dengan Bryson..."


"Aku dengan ayahmu tidak sehina kau dengan wanita itu," tandas Bella dengan tegas. "Jika kau sangat penasaran dengan versi lengkap konspirasi yang ada di dalam istana, kenapa kau tidak mulai menyelidikinya daripada mendengar kepingan demi kepingan yang kau dengar dari mulut seseorang. Cobalah dari orang yang kau agungkan. Tidakkah faktanya, orang yang kau jadikan panutan ternyata tidak lebih dari seorang pecundang. Selamat malam, Glend."


"Aku belum selesai berbicara...."


"Tapi aku sudah mengatakan apa yang perlu kukatakan. Aku harus tidur agar esok bisa bangun dengan segar. Bukankah besok ada pesta penyambutan." Bella merebahkan tubuhnya di atas sofa, langsung memejamkan matanya.


___


Bella mendadak mual melihat banyaknya lautan manusia yang ada di ballroom istana. Wewangian yang saling beradu, musik kerajaan yang baginya tidak memberi ketenangan sama sekali. Musik disenyapkan. Queen Hellga memberi kata sambutan disusul oleh King Bryson.


King Bryson mengumumkan kedatangan Glend beserta Bella. Pria itu meminta keduanya menghampirinya, untuk berdiri di sisinya. Tidak ada tepuk tangan sama sekali. Artinya sebagian rakyat sudah termakan gosip murahan yang mungkin sengaja disebar untuk menolak keberadaan Bella sebagai istri dari pangeran yang nanti akan menggantikan kedudukan raja.


Saat Bella hendak melangkah, ruangan itu mendadak mati. Layar besar yang mengelilingi ruangan itu tiba-tiba menampilkan wajah Bella yang tertidur di atas ranjang, foto itu berubah menjadi kepingan video. Terlihat Bella sedang berbaring di atas ranjang bersama seorang pria yang berada di bawah selimut yang sama.


Bella tersenyum getir. Itu potongan video saat Bella hampir diperkosa oleh Matteo.


Yang menjadi pertanyaan, apakah Alice atau Hellga yang mendapatkan video tersebut. Bagi Bella itu sudah tidak penting lagi.


"Ini dia wanita si paling suci," sarkas Glend dengan tatapan mencemooh.


Tamu undangan mulai heboh tidak terkendali. Mengeluarkan hinaan dan makian yang dilayangkan kepada Bella.


"Jangan sampai Anndora mendapat kutukan hanya karena menampung wanita asing yang sangat liar."


"Wanita tidak tahu malu."


"Wanita menjijikkan."


Bryson menatap berang ke arah Queen Hellga yang tersenyum penuh arti menikmati kegaduhan itu.


"Kau benar-benar sudah keterlaluan, Ibu!"


"Gugurkan kandungannya atau lenyapkan wanita rendahan itu." tukas Queen Hellga dengan wajah iblis. Bryson tidak heran lagi jika nenek sihir itu tahu tentang kehamilan Bella. Dinding dinding di istana seakan mempunyai andil melaporkan setiap rahasia yang bahkan ditutup rapat sekali pun.


"Aku bersumpah akan menghancurkanmu, Hellga!"


"Itulah yang kau katakan, Nak, sejak puluhan tahun yang lalu. Faktanya, kau tidak bisa menyentuhku sama sekali. Kau hanya sebuah boneka, Bryson."


____


"Siapa yang bertanggung jawab menayangkan hal memalukan itu, aku akan mencari tahu. Ini keterlaluan," Bill baru saja hendak beranjak begitu pun dengan Justin, tapi ucapan Glend menghentikan langkah mereka.


"Bangkai yang disembunyikan akan tetap tercium juga. Abaikan saja."