
"Apa yang ingin kulihat? Tentu saja kau dan anak-anak."
Justin dan yang lain segera menyingkir, memberi ruang untuk kedua insan tersebut. Jika ada akhirnya Glend dan Bella tidak berjodoh, mereka ingin keduanya menyelesaikannya secara baik-baik.
"Kau yakin Glend tidak akan menggila?" Alex menoleh ke belakang, memastikan Glend dan Bella untuk kesekian kalinya.
"Dia tidak akan gila selama bersama pawangnya." jawaban Justin dibenarkan oleh Bill dengan anggukan kepala.
"Aku khawatir dia membawa Bella kabur."
"Ck! Kekhawatiranmu terlalu berlebihan, Dude." Bill menimpali ucapan Alex. "Ingat apa katanya tadi malam, dia ingin menjadi ayah yang baik."
"Aku yakin keduanya masih saling mencintai. Ayolah, Glend adalah orang pertama bagi Bella. Bahkan saat pria itu dalam wujud buruk rupa. Apa sebaiknya kita meminta Glend berubah lagi. Dengan begitu mungkin Bella bisa menerima dan memaafkannya."
"Idemu buruk sekali," Alex tidak setuju dengan apa yang dikemukakan oleh Justin. "Sebaiknya kita mencari kelemahan Felix Orlando. Aku yakin dia memiliki sisi buruk yang ia tutupi dengan rapat."
"Sejauh ini, aku tidak menemukan kecacatan sama sekali. Tidak ada berita negatif walau hanya secuil yang memuat tentang dirinya. Felix dikenal sebagi bos yang murah hati, pengusaha yang dermawan. Ia dikagumi banyak wanita, tapi tidak ada wanita yang merendahkan diri di hadapannya karena ia memberi batasan dengan sangat jelas. Sejujurnya, aku sangat iri dan kagum atas semua berita baik tentang dirinya." Bill seperti seorang pengangguran yang mengurusi hidup orang lain dengan mencari tahu seluk beluk kehidupan Felix. Ia bahkan menghubungi beberapa relasi bisnis mereka yang ternyata juga menjalin kerja sama dengan pria tersebut. Dan sama seperti yang ia paparkan tadi bahwa Felix pebisnis hebat yang sangat baik.
Ketiga pria itu kompak menarik napas. Justin dan Alex juga sesungguhnya juga melakukan hal serupa. Mereka juga tidak menemukan kecacatan sama sekali. Hal ini mereka anggap menjadi ancaman berat bagi posisi sahabat mereka yang sudah terlanjur memiliki cacat di mata Bella.
"Baiklah, awasi Bella dan Glend dari jauh. Jangan sampai pria itu bertindak gila yang justru membuat Bella semakin menjauh darinya." Alex melompat naik ke atas kuda, Bill juga melakukan hal serupa.
"Oh Tuhan, permintaanku mungkin sangat buruk dan tercela. Tapi sungguh, aku berharap menemukan kecacatan pada pria itu." Bill mendesah, kemudian menarik tali kendalinya.
____
"Kakimu tidak pegal?" Glend sengaja memunggungi matahari guna melindungi Bella dari terpaan sinar yang menyilaukan tersebut. "Sebaiknya kita duduk."
"Kita? Sebaiknya aku denganmu menjaga jarak. Aku tidak ingin Felix salah faham."
"Salah faham? Kita hanya berbincang, kenapa ia harus salah faham?"
"Kurasa tidak ada yang harus kita perbincangkan lagi. Dan kuberitahu padamu, dalam sebuah hubungan harus ada yang namanya saling menjaga perasaan. Dia percaya padaku. Ya, kau benar, Felix tidak akan salah faham jika melihat kau dan aku berbincang, tapi dia akan kecewa dan cemburu."
Glend menatap dalam manik mata Bella yang selalu mampu membuatnya terpesona. Ucapan Bella sangat menohok. Ia merasa tersindir, meski ia yakin Bella tidak bermaksud untuk menyindir. Glend sangat tahu bahwa bagi Bella menjaga kepercayaan itu sangat penting dalam suatu hubungan dan ia gagal dalam hal itu.
"Kau mencintainya?"