La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Sarapan



"Apa yang sedang kalian lakukan?" Glend bertanya begitu mereka sampai di dalam kamar.


"Tidak ada."


"Aku melihat dia menyentuhmu."


"Aku hanya tidak sengaja bertemu dengannya di sana. Glend, kurasa kau salah faham pada ayahmu."


Glend yang hatinya sedang berkecamuk langsung panas mendengar penuturan Bella. Memangnya tahu apa wanita itu tentang kehidupan di sini. Hanya karena mereka sudah dua bulan di Anndora lalu Bella merasa paling tahu segalanya.


"Kepalaku sedang sakit," Glend memilih untuk mengganti topik pembicaraan. Selain mengalihkan topik, ia memang merasakan pusing luar biasa.


"Sakit? Sebaiknya kau istirahat kalau begitu." Bella bermaksud untuk membimbing suaminya naik ke atas ranjang, tapi saat Bella menyentuh lengannya, Glend langsung menepisnya begitu saja.


"Apa kau butuh obat?"


Glend tidak menjawab. Pria itu sengaja memejamkan mata memberi isyarat agar tidak ada lagi perbincangan.


Bella mengelus dadanya. Ia hanya berharap semoga semuanya tidak kacau. Semoga ia bisa bertahan dan yang paling penting semoga ingatan pria itu kembali karena Bella tidak bisa berlama-lama di sini. Mereka harus segera pergi, secepatnya.


Satu bulan lalu, ia bahkan tidak bisa menghadiri pernikahan ayahnya bersama Sharon. Panggilan pengadilan tentang kasus pemukulan yang dilakukan terhadap Glend juga tidak bisa ia hadari. Tapi dari kabar yang diberikan ayahnya bahwa Rudolf dan Rose dihukum masing-masing 10 dan juga 8 tahun. Keberadaan Lizzie tidak tahu entah kemana.


"Selamat malam, Glend." Ucap Bella, tidak ada jawaban sama sekali. Bella masuk ke dalam toilet membersihkan dirinya, ditatapnya pantulan dirinya dari atas ke bawah. Sebuah senyum terbit di wajahnya.


____


"Selamat pagi semua," Bella menyapa semua yang ada di meja makan. "Oh, Bill, kau di sini," Bella melambaikan tangan kepada Bill yang berdiri di samping King Bryson. Pria itu hanya menganggukkan kepala sebagai respon. Bill baru saja memberi laporan tentang keuntungan yang didapatkan selama dua bulan terakhir. Akhir-akhir ini, Anndora berhasil menarik minat para turis. Bukan hanya di musim salju, bahkan di musim panas seperti ini.


"Kau tidak ikut makan bersama Bill?" Bella bertanya saat melihat pria itu hendak pergi.


"Aku sudah sarapan, Bella," Bill mengulas senyum tipis lalu mengangguk sebelum pria itu benar-benar pergi dari ruangan tersebut.


"Nanti malam akan ada acara pesta penyambutan kalian." Bryson membuka suara setelah semua selesai menikmati sarapan. Bella hanya memilih memakan buah dan susu. Ia tidak ingin merusak pencernaannya dengan makan terburu-buru. Nyatanya permintaan yang ia kemukakan diabaikan King Bryson begitu saja. Mau tidak mau ia harus mematuhi protokol yang ada jika memang ia sanggup. Jika menurutnya tidak penting, ia mengabaikan semua peraturan tersebut. Seperti tadi, menyapa Bill apa adanya disaat semuanya diam, duduk dengan tenang. Persetan dengan semua aturan yang ada.


"Kurasa itu tidak perlu!" Glend melayangkan bantahan. "Kami hanya sementara di sini. Tidak usah berlebihan."


"Kau adalah satu-satunya penerus yang akan melanjutkan tahta kerajaan ini...."


"Menurutmu aku tertarik? Aku tidak akan sudi mengenakan mahkota yang sebelumnya berada di atas kepalamu. Bagiku itu menjijikkan."


"Glend, perhatikan ucapanmu, Nak. Dia adalah ayahmu," Queen Hellga menegur pria itu. "Jika Glend tidak menyukai pesta penyambutan, sebaiknya kau memikirkannya sekali lagi," Queen Hellga memberi saran.


"Undangan sudah disebar. Tidak ada bantahan. Ibu." King Bryson membuat keputusan mutlak.