
Mereka semakin terkejut saat Bella meluruh ke lantai, berlutut sambil memegang kaki salah satu perawat pria.
"Glend, tidak masalah jika kau tidak menginginkan anak kita. Tidak masalah jika kau ingin bersama Alice. Bukankah aku sudah setuju bahwa kita akan bercerai, tetapi kenapa mereka ingin menghabisiku. Mereka ingin membunuhku. Mereka mengerikan. Kau mengerikan. Semuanya jahat. Aku tidak kuat Glend, aku kalah."
Bryson kehilangan kata-kata melihat kondisi Bella. Hal itu terus berlangsung hingga Bella harus diisolasi. Entah sudah berapa perawat wanita yang ia hajar karena mengira para perawat itu adalah Alice. Pun dengan perawat juga dokter pria tidak luput dari amukannya.
"Kau pasti memakai topeng untuk mengelabuiku? Sudah kukatakan aku tidak akan mengganggumu lagi, tapi kenapa kau terus datang dengan seribu wajah yang kau miliki. Pergi!" Bella menerjang para pria itu, bahkan sengaja mencakar wajah mereka karena menduga para pria itu mengenakan topeng di wajah.
Bryson sebenarnya tidak tega melakukan isolasi kepada Bella, tapi ini demi keselamatannya dan juga bayinya. Jika ia mengamuk, Bella sering lupa jika sedang mengandung. Sejak hari itu, Bryson dan Harry secara bergantian mendampingi perawat untuk memeriksa kondisinya. Hanya Harry dan Bryson yang ia kenali. Bryson bahkan harus berlutut di hadapan Harry, memohon maaf atas nama putranya. Pria itu awalnya sangat murka, namun melihat kegigihan Bryson yang menjaga dan merawat Bella, Harry pun akhirnya berbesar hati memaafkan semuanya.
Hari itu, baik ia atau pun Harry terlambat mengunjungi Bella. Wanita itu merasakan perutnya melilit luar biasa. Darah bercucuran dari selaangkangannya. Bella dibuat panik. Setiap melihat darah, yang ia ingat adalah kejadian di ruang penyimpanan makanan di mana Alice dan seorang pria berniat untuk membunuh bayinya.
Bella histeris. Sialnya, ruang isolasinya kedap suara. Bella berlari-lari di dalam ruangan tersebut, mencari jalan keluar.
Bella terus berlari tidak tentu arah, mengabaikan teriakan semua orang yang melintas di depannya. Hingga ia merasakan ada yang hendak keluar dari organ vitalnya. Bella berhenti. Sakit di perutnya semakin terasa dan menyiksa. Bella benar-benar sudah tidak tahan lagi, hampir saja ia terjatuh jika seseorang tidak menahannya. Di sana lah ia bertemu dengan Felix.
Sama seperti perawat, dokter, dan pria lainnya, Felix juga mendapat kekerasan dari Bella. Bukan hanya sekali, dua kali, bertahun lamanya. Wajah Felix entah sudah berapa kali menjadi sasaran Bella. Wanita itu mencakarnya berulang kali. Menuding Felix adalah pria bertopeng yang sengaja datang untuk mengelabuinya. Felix lah yang berjasa atas penyembuhan Bella. Pria itu tidak gentar meski acap kali mendapat kekerasan dari Bella. Felix juga lah yang membawa psikolog untuk membantu Bella. Memberi perawatan pada Bella tanpa bertatap muka. Selalu ada pembatas diantara Bella dan si dokter demi keselamatan sang psikolog. Berhasil, Bella menyukai suara wanita itu. Mengingatkan kepada ibunya. Sama seperti Glend, bertahun lamanya ia baru bisa bersosialisasi kembali. Selama tahap peyembuhannya, Felix juga lah yang lebih berperan menjaga Gavin dan Grace dengan bantuan Bryson tentunya.
_____
"Kau dan Bella sama-sama menderita. Jika saat itu kau dan dia kupertemukan, Bella akan semakin menggila dan kau akan semakin merasa bersalah, Son."
"Di saat ingatanmu pulih, disaat itu Felix mulai membawa Bella bersosialisasi. Demi Bella, pria itu bahkan tidak menerima pegawai wanita tanpa izin dari Bella. Tanpa Bella di sisinya, Felix tidak akan berkomunikasi dengan wanita. Jika ada hal yang mengharuskan pria itu berbincang dengan wanita, maka pria itu akan membawa Bella bersamanya, melibatkan wanita itu."
Glend tersenyum getir. Ada pria yang menjadikan Bella sebagai ratu. Lantas, sekarang ia harus berperan sebagai apa? Berjuang atau melepaskan dengan ikhlas?