
"Apa yang Bella katakan padamu?" Justin bertanya begitu Glend masuk ke dalama mobil.
"Selamat tinggal," Glend tersenyum penuh arti.
"Sudah kuduga, tapi kenapa kau tersenyum?" Bill tahu jika senyum yang terpatri di wajah pria itu bukan senyuman miris. Manik pria itu ikut berbinar yang artinya ada hal baik yang terjadi.
"Setidaknya dia tidak mengusirku dari rumah. Ayo, kita mencari hotel. Tidur kita semua akan nyenyak malam ini," Glend memasang seat belt. sedangkan ketiga pria lainnya masih bingung untuk mengartikan maksud ucapan pria itu.
"Menyetir lah dengan penuh hati-hati, Bill. Mulai sekarang kita harus hidup sehat dan panjang umur."
"Apakah Bella memaafkanmu?" Justin masih penasaran.
"Itu akan sulit." Glend bergumam. Tidak ada kegetiran dalama nada suaranya. "Walau hanya untuk sebentar aku ingin menjadi sosok ayah yang baik di depan anak-anakku."
"Sebentar?" Suasana mulai tegang. Jika Glend mengatakan sebentar, bukankah artinya mereka tidak akan menetap.
"Hais, ini yang tidak kusukai dari sebuah cerita. Selalu ada akhir yang menyedihkan. Tabahkan lah hatimu, Kawan. Aku bangga padamu. Ada saatnya harus mengikhlaskan. Sejak dulu sudah kukatakan bahwa solusimu adalah ikhlas." Justin berkata bijak. Bill dan Alex kompak berdecak. Di situasi seperti ini kata-kata bijak sebenarnya tidak membantu sama sekali.
"Apa kau ingin aku menggantikanmu melayangkan bogeman ke wajah Felix Orlando?"
Glend terkekeh mendengar ucapan Alex. Ya, itulah yang dilakukan seorang teman, bukan?
"Jangan mengusiknya. Dia mencintai anak-anakku. Aku bisa melihat dan merasakannya."
Semua terdiam. Yang dikatakan Glend benar adanya. Bukan hanya Glend, mereka pun bisa melihatnya. Hanya saja, sikap Glend yang berbesar hati cukup membuat mereka bingung. Ayolah, pria itu hampir gila dan berulang kali berusaha untuk bunuh diri. Sekarang, setelah
"Omong-omong, apakah kau memiliki anak kembar?" Alex penasaran dengan ini. Jika memang Gavin adalah anak Bella dan Glend, Felix sangat luar biasa kalau begitu. Pria itu membawa Gavin dalam pertemuan yang mereka hadiri. Pertemuan mereka memang bukan pertemuan formal atau pun resmi. Pembahasannya hanya seputar mansion milik Felix. Di tengah perbincangan mereka, Gavin tiba-tiba bertanya tentang sesuatu hal yang tidak bocah itu ketahui, Felix menjelaskannya dengan sabar dan telaten. Sesekali Felix justru balik bertanya tentang sesuatu hal yang rumit untuk anak yang usianya belum genap 7 tahun. Gavin bisa menjawab pertanyaan itu dengan mudah. Terlihat jika Felix sudah memberikan ilmu bisnis pada Gavin sejak dini.
Glend membuka mata, kembali sebuah senyuman hangat tergelincir dari kedua sudut bibirnya. Mengetahui kenyataan itu, ia pun terkejut. Ia memang tidak bertanya kepada Bella, wanita itu juga tidak menjelaskan. Ya, apa yang mau dijelaskan saat Glend memang enggan untuk bertanya. Tapi itulah Glend, ia tidak akan mempertanyakan hal yang sudah ia yakini atau tahu jawabannya. Kemiripannya dengan Grace tidak usah diragukan lagi. Gavin lebih mirip dengan Bella, tetapi Grace dan Gavin memiliki kemiripan yang sangat jelas. Foto keluarga di rumah Bella sudah cukup memberi jawaban bahwa ia dan Bella memiliki dua anak yang sangat luar biasa.