La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Kenapa Harus Takut?



"Benar kau tidak merasakan apapun, Glend?" Bisik Bella dengan suara yang sengaja dibuat sensual. Matanya sengaja ia turunkan ke bibir pria itu.


Naluri lelaki pria itu langsung merespon. Glend memiringkan kepala, memajukan wajahnya. Jarak bibir keduanya hanya terhalang lapisan kulit bawang, sangat tipis, disaat itu Bella memalingkan wajah hinga Glend hanya mencium udara.


"Tidak akan pernah semudah itu, Glend Vasquez!" Bisik Bella di telinga suaminya. Ia pun berdiri lalu mengacak rambut suaminya. Sengaja untuk meledek pria itu.


"Kejam!" Glend menggigit bibirnya. Geram dengan tingkah wanita penggoda itu.


"Ya, aku akan bertindak kejam selama kau melupakanku, kau faham!"


Bella meninggalkan pria itu, masuk ke dalam walk in closet. Dikeluarkannya koper untuk menyusun pakaian pria itu.


"Tidak diragukan lagi jika si pria murahan itu adalah si buruk rupa." Bella menemukan sebelah sepatunya di salah satu sudut lemari. Sepatu yang ia lempar saat Andreas mencuri ciuman pertamanya di hari perayaan ulang tahun universitasnya. Kenapa dulu ia tidak pernah menemukan itu.Ya, tentu saja tidak menemukannya. Glend selalu bangun lebih awal darinya dan saat malam, Glend hanya membutuhkan piyama yang sudah tersedia di meja rias.


"Ya, ya, di hari pernikahan kami, ia juga memanggilku Cinderella. Hais, sekarang semuanya terlihat begitu sangat jelas."


___


"Seperti apa Anndora itu, Alex?"


Saat ini mereka semua sudah berada di dalam pesawat. Pesawat pribadi milik kerajaan Anndora. Bella memilih duduk bersama Alex dibandingkan dengan Glend demi menjaga kestabilan emosinya. Glend sendiri duduk bersama Bill dan Justin berada di belakang kedua pria itu.


"Anndora adalah negara kecil yang makmur dibagian Eropa. Sering disebut negeri di awan. Dipenuhi pegunungan dan salju. Anndora menjadi pilihan terbaik untuk bermain ski. Karena banyak turun salju, hampir seluruh warga Anndora menguasai permainan ski. Kau bisa bermain ski, Bella?"


"Tidak begitu ahli." Sahut Bella singkat.


"Anndora tidak membebankan pajak kepada warganya, itulah mengapa Anndora disebut sebagai surga belanja di Eropa. Segala barang bermerek bisa ditemukan dengan mudah di sana. Harganya pun lebih murah dari negara lain. Tak perlu khawatir soal keasliannya, semua barang di sini memiliki garansi internasional." Alex memaparkan. "Tapi selain pusat berbelanja, tidak banyak destinasi di sana.


"Aku tidak sabar ingin sampai ke sana."


"Kau tidak takut?"


"Kenapa aku harus takut?" Bella mengerutkan dahi seolah pertanyaan Alex adalah sesuatu yang sangat aneh.


"Glend melupakanmu, di sana banyak kenangannya bersama Alice. Kau tahu apa yang kumaksud, Bella."


Bella menerbitkan senyum di kedua sudut bibirnya, "Bohong jika aku tidak khawatir. Tapi, sebelum mengalami insiden tersebut, Glend memintaku agar terus bersamanya. Aku juga ingin tahu seperti apa kehidupannya di Anndora. Jika pada akhirnya Glend tidak mengingatku sama sekali, aku akan membuatnya jatuh cinta lagi kepadaku dan jika tidak berhasil, artinya takdir kami sampai di situ, Alex." ucapnya dengan bijak.


Benarkah akan sesimpel itu? Hatinya berbisik.


"Bella, di Anndora akan banyak tantangan yang akan kau temui. Ambisi, keserakahan, dan juga pengkhianatan. Semuanya memang tidak terlihat jelas. Tapi tiba-tiba kau bisa terjatuh dan hancur. Jenita, ibu dari suamimu, ditemukan meninggal di dalam bathtub. Diduga ia menelan banyak pil anti-depresan. Justin membenarkan jika permaisuri Jenita memang mengalami depresi, tapi yang membuat kematiannya menjadi sesuatu yang janggal adalah tentang obat tersebut. Obat itu tidak boleh berada di dalam kamarnya. Seorang pelayan akan memberikannya sesuai dosis dan waktu. Menurutku, keputusanmu ikut kemari adalah sesuatu yang salah. Tapi ini sudah keputusanmu, jangan lalai, aku, Bill dan Justin ada untukmu."


Bella bergidik ngeri membayangkan hal itu. Ada keraguan di dalam dirinya. Sanggupkah ia menghadapi tantangan yang ia sendiri belum tahu tantangan seperti apa yang akan ia hadapi. Bella mencoba menguatkan dirinya sendiri, memberi semangat, karena faktanya ia sudah berada di udara yang sebentar lagi akan mendarat.


"Kenapa bisa depresi?"


"King Bryson selalu terlibat skandal dengan para wanita muda, termasuk para pelayan."