
Lizzie memilih keluar dari kamar hotel, pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia kembali dihadapkan pada kenyataan menggelikan.
"Aunty, aku senang jika kau dan Daddy saling menyukai," Bella menggenggam tangan Sharon, tersenyum dengan lembut.
Lizzie marah mendengar hal itu. Ia menduga jika Bella sedang menghasut Sharon dan ayahnya agar bersama. Artinya ia dan ibunya akan disingkirkan. Lizzie menggeleng, semua ini tidak boleh terjadi. Ketakutan Lizzie terjawab sudah, Bella ingin Harry menjauh darinya.
Lizzie kembali berbalik meninggalkan rumah. ia harus memikirkan cara untuk menggagalkan semua ini.
"Tapi, Aunty, Daddy sudah menikah dengan Rose. Pernikahan mereka sah di mata hukum." Bella tanpa sengaja memergoki ayahnya dan Sharon berpelukan, hampir berciuman andai ia tidak memekik kaget. Siang itu, hanya ada dirinya dan Sharon di rumah. Polly sudah mulai aktif sekolah. Ia menerobos masuk ke kamar Sharon tanpa mengetuk terlebih dahulu. Apa yang ia lihat cukup membuatnya shock. Ayahnya ada di sana. Hei, ia tidak mendengar mobil ayahnya masuk.
"Aku tidak ingin kau disebut perusak. Selama ini, kukira Daddy menyukai Rose untuk itulah aku diam dengan semua perlakuan mereka, tetapi ternyata Daddy justru menikah karena mengira sebaliknya. Ini lucu sekali." Bella tersenyum tipis. Membayangkan hidup ayahnya tanpa cinta selama sepuluh tahun lamanya. Tapi, Bella juga memikirkan perasaan Rose dan Lizzie. Bagaimana perasaan mereka jika mengetahui hal ini. Ayahnya berselingkuh.
"Biarkan Daddy menyelesaikan urusannya terlebih dahulu. Sementara Daddy menyelesaikan masalahnya, sebaiknya Aunty dan Polly pergi dari sini."
"Tidak bisa, Bella." Harry tiba-tiba masuk dan menyela. "Sharon tidak akan kemana-mana, dia dan Polly akan tetap tinggal di sini. Daddy akan melayangkan gugatan cerai."
"Hanya karena ingin menikah dengan Aunty?" raut wajah Bella terlihat kecewa. Ia memang tidak menyukai Rose dan Lizzie hanya saja ini sedikit tidak adil untuk keduanya. Menurut pandangannya, Rose sangat baik dalam hal mengurus ayahnya.
Bella terkesiap kaget, tidak menyangka Rose akan bertindak sejauh itu. Jika sudah begini, tidak ada pilihan lain lagi, perceraian adalah jalan satu-satunya.
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda, Lizzie kembali menemui Rose dan Rudolf, menceritakan apa yang ia dengar. Rekan Rudolf yang bekerja sama dengannya sudah diamankan oleh pihak berwajib. Rudolf dan Rose dalam pencarian.
"Aku tidak bisa terima ini, kenapa bisa ketahuan? Ini tidak mungkin. Aku tidak ingin hancur sendiri. Kita harus menghancurkan mereka Rudolf. Harry harus bertanggung jawab untuk hal ini. Coba kau hubungi Bella, tanyakan di mana dirinya?" Rose memberi perintah kepada Lizzie.
Lizzie pun melakukan apa yang diperintahkan ibunya tanpa mengetahui apa rencana Rose dah Rudolf.
"Aku ingin berbicara denganmu," Lizzie mengajak Bella bertemu dan Bella bersedia bertemu dengannya.
____
"Aku akan menyeberang, tunggu lah di sana," Bella berteriak. Glend mengangguk seraya mengacungkan jempolnya. Saat Bella mengatakan bahwa dirinya akan bertemu dengan Lizzie, Glend memaksa untuk ikut.
Glend langsung menuju lokasi begitu Bella menyebutkan alamat tempat mereka bertemu. Ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Bella. Bisa saja Lizzie merencanakan hal busuk setelah apa yang dialami Lizzie beberapa saat lalu. Nasib baik ia sampai lebih awal.