
Mengikhlaskan adalah sesuatu yang sangat sulit, tapi buah dari keikhlasan tersebut sangatlah manis. Disaat Glend tidak mempunyai pilihan selain merelakan dengan besar hati, disaat itu pula semesta melakukan perannya. Cinta hanya akan kembali kepada pemiliknya.
Hari ini, di hadapan para saksi, dihadiri anak-anaknya, keluarganya, sahabatnya juga para undangan, ia dan Bella mengikrarkan janji suci, mengumumkan kepada dunia bahwa mereka adalah pasangan yang sangat berbahagia.
"Aku kehilangan kata-kata, Bella. Yang bisa kukatakan hanya terima kasih," suaranya tercekat di tenggorokan. Glend terlalu bahagia sampai-sampai ia tidak tahu cara mengungkapkannya. Tapi bagi Bella, tangis haru suaminya sudah cukup menggambarkan perasaan pria itu.
Bella mengulurkan tangan, mengusap jejak air mata di wajah Glend yang terlihat sangat menawan hari ini. Bella menyunggingkan senyum bahagia yang terpancar langsung dari kedua bola matanya. Kedua tangannya masih berada di pipi Glend. "Hal paling benar yang kulakukan dalam hidup adalah datang berlari menemuimu saat ayahku mendapat masalah. Menerima syaratmu untuk menikah denganmu adalah keputusan terbaik yang kuambil saat itu. Karena bersamamu terasa seperti pulang ke rumah. Nyaman. Yang sudah lama tidak kutemukan di dalam rumah sejak kematian ibuku. Kau hadir memberi ruang yang aman bagiku. Aku tidak perlu jadi siapa pun. Aku bisa menjadi diriku sendiri di hadapanmu dan aku senang saat kau terhibur oleh tingkahku. Pecinta akhirnya tidak bertemu di suatu tempat. Mereka berada di dalam hati satu sama lain selama ini. Maafkan aku yang membuat hubungan ini sempat kacau. Seperti yang kau katakan, alih-alih sibuk memecahkan masalah di Anndora, harusnya aku berusaha meyakinkanmu, di tengah orang-orang munafik itu ada aku, wanita yang kau cintai dan juga mencintaimu... Ssstt..." Bella meletakkan jemari telunjuknya di bibir Glend saat ia melihat Glend hendak membuka mulut. Wajah pria itu berbinar, dadanya naik turun menerima pernyataan cinta dari Bella yang baru pertama kali wanita itu ungkapkan.
"Ketika kau memintaku satu minggu yang lalu untuk menikah denganmu. Itu adalah hal paling indah yang pernah kudengar. Tidak perlu berpikir untuk mengatakan 'ya, aku bersedia' karena menikah denganmu adalah hal yang paling kuinginkan. Aku sudah menunggu sejak kita memutuskan untuk bersama lagi. Aku bertanya-tanya kenapa kau belum melamarku juga bahkan setelah Gavin keluar dari rumah sakit. Jika hari itu kau tidak melamarku, maka aku yang akan menyeretmu, memaksamu untuk mengucap janji suci di hadapan semua. Aku haus akan dirimu. Saat pertama kali melihat peluncuran produk parfum yang kau produksi. Aku bagaikan musafir yang tersesat di gurun pasir yang secara tidak sengaja menemukan sumber mata air. Aromamu sedikit mengobati kerinduanku. Aku marah dan benci padamu, tapi semakin aku mencoba membencimu semakin aku menemukan aku semakin jatuh cinta padamu. Disaat aku berdamai dengan keadaan, hal yang terjadi tetap sama. Kenangan tentangmu tidak bisa kuhapuskan begitu saja. Apa kau tahu apa yang dikatakan Gavin kepadaku?"
Glend menggelengkan kepala. Terang saja ia tidak tahu. Banyak hal yang harus ia pelajari dari anak-anaknya. Ia berjanji dan bertekad bahwa ia akan menebus semuanya.